Pembukuannya dan
pembakuannya
NAHILAH AL ROSADAH
01 .
NOVALIA
NADIYATUSSALIMY
02 .
SELVI
NAVILATULILMA
03 .
SISKA AYU ROMADANI
04 .
NAMA KELOMPOK
05 .
SITTI SARIFATUS
SOLIHAH
Pembukuan dan pembakuan Al- Qur’an
01
Apa alasan Al-Qur’an dibukukan ?
Alasan utama mengapa al-qur'an di bukukan adalah karena
wafatnya rosulullah dan banyaknya para penghafal al-qur'an yang meninggal sebab berperang melawan kemurtadan dan nabi
palsu, perang ini disebut perang yamamah. Pembukuan ini juga dilakukan karena adanya kekhawatiran para sahabat akan
musnahnya al-qur'an,serta umar bin khatab khawatir jika makin
banyak penghafal al-qur'an gugur maka sebagian besar al-qur'an
akan hilang,karena itu ia mengusulkan kepada kholifah abu bakar
untuk membukukan al-qur'an menjadi satu mushaf.
MASA MASA DIBUKUKANNYA AL-QUR’AN
Banyak sahabat hafidz mati syahid pada perang yamamah.Abu bakar dan
umar mulai
nmengumpulkan lembaran al-qur'an
USMAN BIN AFFAN
Belum terkumpul menjadi satu mushaf.Banyak sahabat yang langsung menghafalkan wahyu saat
turun
Al-qur'an dibukukan dan penulisan diseragamkan / dibakukan sesuai dengan
dialek suku quraisy
ROSULULLAH SAW
ABU BAKAR ASY
SHIDDIK
Siapa saja yang membukukan Al- Qur'an?
Khalifah Usman Bin Affan membentuk tim yang membukukan Al-Qur’an dengan beranggotakan:
1. Zaid bin Tsabit 2. Saad bin Ash
3. Abdullah bin zubair
4. Abdurrahman bin Hisyam
Pembukuan Al-Qur’an ini bertujuan agar lembaran berisi ayat-ayat Al-Qur’an terkumpul dalam satu buku dan dalam pembakuan, penulisan dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an juga diseragamkan.Mushaf tersebut diaggap sah dan
akhirnya di distribusikan ke beberapa negara,mulai dari
Mekkah,Syam,Yaman,Bahrain,Madinah,hingga ke negara-negara arab Iainnya
.Perbedaan proses pengumpulan
.
.
Abu bakar Usman bin Affan
Di zaman abu bakar tujuan membukukan Al-Qur’an adalah menghimpun Al-Qur’an secara keseluruhan menjadi satu mushaf. Dan kekhawatiran para sahabat karna banyak nya hafizt qur’an yang meninggal akibat perang yamamah.
Serta metode pengumpulannya adalah dengan mengumpulkan potongan ayat di berbagai tempat seperti pelepah kurma, ataupun tulang belulang.
Usman memperbaiki atau membakukan Al-Qur’an menjadi satu mushaf karna adanya perbedaan qira’ah, persebaran umat islam bukan hanya di madinah atau makkah saja, metode itu menyalin mushaf abu bakar dalam satu bahasa (dialek) diantaranya 7 bahasa yaitu quraisy.
Pembakuan ini bertujuan agar tidak
adanya perselisihan antar umat islam.
Naskah-naskah Al-Qur’an
Naskah tertua disimpan di University of Birmingham,
Inggris
Tubingen Fragment di simpan di universitas
Tubingen ,Jerman
Manuskrip Sana’a di masjid Agung Sana, Yaman
Naskah-naskah Al-Qur’an
Kini Codex Parisino-Petropolitanus di simmpan di 4 institusi berbeda:
Biblioteque nationale de France, perpustakaan Nasional Rusia,
Perpustakaan Vatikan, dan koleksi Khalili di London
Naskah topkapi di musium Istana Topkapi,
Istanbul,Turki
Makna 7 Huruf Di Dalam Al-
Qur’an
02
AL-QUR’AN DITURUNKAN 7 HURUF?
Menurut sebagian para ulama , bahwa tujuh huruf itu adalah tujuh macam bahasa dari bahasa-bahasa Arab yang ada, artinya bahwa kata-kata dalam Al-Qur’an secara keseluruhan tidak keluar dari ketujuh macam bahasa Arab yaitu bahasa yang paling fasih dikalangan bangsa Arab, meskipun sebagian besarnya dalam bahasa Quraisy, sedangkan sebagian yang lain dalam bahasa huzail, Tsaqif,
hawazin, Kinanah, Tamim atau Yamamah. Dengan demikian, secara keseluruhan
Al- Qur’an mencakup ke tujuh bahasa tersebut. Namun bukanlah setiap kata boleh
dibaca dengan setiap bahasa, tetapi tujuh bahasa itu tersebar dalam Al-Qur’an
.Bukti Hadist
Al-Qur'an memang diturunkan dengan 7 huruf sesuai dengan hadits:
هيلع هللا ىلص هللا لوسر لاق" : لاق هنأ امهنع هللا يضر سابع نبا نع ىلع ليربج ينأرقأ : ملسو "فرحأ ةعبس ىلإ ىهتنا ىتح ينديزيو ،هديزتسأ لزأ ملف ،هتعجارف فرح امهريغو ملسملاو يراخبلا هجرخأ Artinya: dari sahabat Ibnu Abbas beliau berkata: Rasulullah bersabda:
“malaikat Jibril membacakan (Al Qur’an) kepadaku dengan satu huruf.
Kemudian aku selalu meminta agar huruf itu ditambah, dan Jibril pun menambahnya kepada ku sampai selesai dengan tujuh huruf.” (HR.
Bukhori
● PENDAPAT PERTAMA
Menurut Ibnu Hatim as-Sijistani, Qur’an diturunkan dalam bahasa Quraisy, Huzail, Tamim, Azad, Rabi’ah, Haazin, dan Sa’d bin Bakar. Dan diriwayatkan pula pendapat lain.“
• PENDAPAT KEDUA
Menurut Abu ‘Ubaid bahwayang dimaksud bukanlah setiap kata boleh dibaca dengan tujuh bahasa, tetapi tujuh bahasa yang bertebaran dalam Qur’an.
Sebagiannya bahasa Quraisy, sebagian yang lain bahasa Huzail, Hawazin, Yaman dan lain-lain. Dan sebagian bahasa-bahasa itu lebih beruntung karena dominan dalam Qur’an.“
• PENDAPAT KETIGA
Menurut Abu ‘Ubaid bahwayang dimaksud bukanlah setiap kata boleh dibaca dengan tujuh bahasa, tetapi tujuh bahasa yang bertebaran dalam Qur’an.
Sebagiannya bahasa Quraisy, sebagian yang lain bahasa Huzail, Hawazin, Yaman dan lain-lain. Dan sebagian bahasa-bahasa itu lebih beruntung karena dominan dalam Qur’an."
Ini Dia Pendapat Beberapa Ulama!
● PENDAPAT KEEMPAT
tujuh macam hal yang di antaranya terjadi ikhtilaf (perbedaan), yaitu:
a. Ikhtilaful asma’(perbedaan kata benda)
b. Ikhtilaf fil i’rab atau Perbedaan dalam segi I’rab, c. Perbedaan Dalam Tasrif
• PENDAPAT KELIMA
Segolongan ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf tersebut adalah qiraat tujuh
.
Ini Dia Pendapat Beberapa Ulama!
Wallahu a'lam
bishshawab, shukran lak