• Tidak ada hasil yang ditemukan

pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam hukum publik juga diatur tindakan pengamanan luar biasa terhadap anak yang melanggar hukum. Disiplin anak bertanggung jawab dalam Islam ditanggung oleh orang tuanya karena wali wajib membesarkan anaknya menjadi pribadi yang hebat. Seringkali, anak-anak yang berada di pusat penahanan perkembangan tidak diberikan hak-haknya selama berada di sana.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk membincangkan dan meneliti dengan mengangkat tajuk “Pemenuhan hak kanak-kanak menghadapi hukum berdasarkan Fiqh Siyasah”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Implementasi Pemenuhan Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum selama berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Kota Hukum Sedangkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Kota Bengkulu berdasarkan Fiqih Siyasah dan UU Perlindungan Anak 1. Bagi anak di dalam bertentangan dengan hukum, perlindungan terhadap perwujudan hak-haknya harus diberikan oleh Lembaga Khusus Pembinaan Anak. Dari pernyataan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa LPKA sangat memperhatikan perlindungan hak kesehatan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kota Bengkulu.

Berdasarkan gambaran siyasah fiqih dalam pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan hukum dalam hal ini di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota Bengkulu.

Kajian Terdahulu

Metodelogi Penelitian

Untuk keadaan ini, wilayah penelitian yang dilakukan para ilmuwan adalah di Balai Pembinaan Khusus Anak Kota Bengkulu. Peneliti memilih pendekatan seperti ini karena data informasi yang dibutuhkan peneliti dapat diperoleh langsung di lokasi Lembaga Khusus Pembinaan Anak. Sumber data sekunder atau informasi tambahan adalah informasi yang diperoleh melalui berbagai pertemuan, yang tidak diperoleh secara langsung oleh para ilmuwan dari subjek eksplorasi.9 Sumber informasi pilihan yang digunakan para ahli memadukan Bahan Hukum Sekunder, dalam beberapa buku hukum, antara lain dalil, postulat dan persatuan dengan hukum dan buku harian yang sah.

Disini penulis menetapkan kriteria yang diambil sebagai sampel, yaitu sampelnya adalah anak binaan LPKA Kota Bengkulu dan telah menyelesaikan pelatihan minimal 4 bulan serta bersedia menjawab pertanyaan penulis.

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI

Pengertian Anak

  • Hak-Hak Anak
  • Sistem peradilan anak
  • Perlindungan hukum terhadap anak dibawah umur menurut

Dalam undang-undang no. 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak, anak dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu anak yang berhadapan dengan hukum, anak yang berhadapan dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi suatu perbuatan. tindakan kriminal. Istilah sistem peradilan pidana anak merupakan istilah yang digunakan sebagai pengertian terhadap sejumlah lembaga yang menjadi anggota pengadilan, yaitu kepolisian, kejaksaan dan penasihat hukum, aparat penegak hukum, rumah tahanan anak, dan fasilitas tumbuh kembang anak. ketentuan umum Pasal 1 UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (JCU) menjelaskan bahwa Sistem Peradilan Pidana Anak adalah keseluruhan proses penanganan perkara anak yang berhadapan dengan hukum, mulai dari tahap penyidikan sampai dengan tahap rujukan pasca pidana.

23 Setya Wahyudi, Implementation of Diversion ideas in Reforming Juvenile Criminal Justice System in Indonesia, (Yogyakarta: Genta Publisihing, 2011) str.35.

Pengertian Fiqh siyasah

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkonsumsi harta saudaramu dengan cara yang batil, kecuali harta itu diperoleh dengan cara berdagang atas persetujuan bersama di antara kamu. Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Para ahli fiqih secara umum membagi orang yang berhak mendapat dukungan dari seseorang menjadi 4 jenis, salah satunya adalah anak-anak.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengetahui (QS al-Hujurat: 13).

Perlindungan hukum terhadap anak dibawah umur menurut fiqh

Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya. itu ada di dalam rahim dan bahkan ketika janin belum memiliki jiwa. Wajar jika setiap orang tua menyayangi anaknya, namun Islam tetap memerintahkan orang tua untuk menunjukkan perasaan sayang kepada anaknya. Al-Aqro’ berkata: “Aku mempunyai 10 orang anak, namun aku belum pernah mencium satupun dari mereka.

Mendengar hal itu, Nabi lalu memandangnya dan bersabda: “Siapa yang tidak mencintai tidak akan dicintai” (HR Bukhori-Muslim). Diceritakan pada suatu hari Nabi sedang mengimami solat berjemaah. Kemudian Hasan dan Husain datang. Ketika Rasulullah sedang sujud, mereka berdua naik ke atas punggungnya, dan Rasul memanjangkan sujud itu sehingga kedua cucunya turun dari punggungnya. Selesai solat, para sahabat bertanya kenapa dia buat begini, salah seorang dari mereka rukuk lama. Nabi menjawab, "Dua cucuku naik ke belakangku dan aku tidak berani menyuruh mereka turun."

Oleh karena itu, dari sudut pandang pemerintah, kewajiban terpenting seorang pemimpin (imam) adalah melindungi dan menjaga hak-hak masyarakat serta mewujudkan hak-hak asasi manusia, seperti hak milik, hak untuk hidup, hak untuk menyatakan pendapat, hak untuk menyatakan pendapat, dan hak untuk menyatakan pendapat. hak atas penghasilan yang layak, hak menjalankan agama dan hak-hak lainnya34. Mendorong setiap individu untuk menjadi sumber kebaikan bagi orang lain dan bukan menjadi sumber keburukan bagi orang lain. Hukum Islam bertujuan untuk menjadi dasar bagi hukum lain yang lebih spesifik seperti hukum pidana Islam.

Dalam hukum pidana Islam, martabat dan hak hidup manusia serta hak-hak yang berkaitan dengannya mendapat perhatian yang maksimal. 34Imam Al-Mawardi, Hukum Al-Ahkam As-Sulthaniyyah tentang Administrasi Negara dalam Syariat Islam, (Jakarta: Darul Falah, 2006), hal.

DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN

  • Sejarah Berdirinya Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota
  • Visi Misi Dan Tata Nilai LPKA Kota Bengkulu
  • Tujuan, Program Kerja Dan Sasaran LPKA Kota Bengkulu
  • Keadaan Pegawai LPKA Kota Bengkulu
  • Sarana dan Prasarana Kantor LPKA Kota Bengkulu
  • Mekanisme kerja Dan Bidang Kerja LPKA Kota Bengkulu

Jadi, dengan perubahan ini, generasi muda yang bersentuhan dengan hukum akan mendapat bimbingan pendidikan yang besar. LPKK ini mensyaratkan anak-anak yang bersentuhan dengan hukum dilatih pengajaran formal dan informal, dengan kerjasama peralatan kerja lainnya. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) akan membangun kerangka yang menekankan pada penyelenggaraan bantuan pelatihan luar biasa bagi anak di lembaga pemasyarakatan.

Perkembangan pribadi anak harus mendapat perhatian khusus, sebagaimana kontak anak dengan hukum sangat penting bagi pembentukan seseorang, khususnya pada pendidikan menengah. Anak yang berstatus narapidana atau tahanan menjadi sasaran pelayanan yang berkaitan dengan pengembangan moral, pendidikan, atau agama anak. Kehadiran ayat-ayat Al-Quran dan al-Hadits yang berhubungan dengan generasi muda menunjukkan betapa Islam fokus pada anak-anak.

Anak berhak terlebih dahulu mendapat pendidikan di keluarga, sebelum mendapat pelatihan di sekolah. Generasi muda pada awalnya mungkin menunjukkan sifat tauhid dari orang tuanya, seperti halnya ajaran Islam lainnya. Demikian pula dalam penerapan disiplin, harus dibuat kualifikasi antara perlakuan terhadap orang dewasa dan anak yang mendapat hukuman.

Anak-anak yang ditahan diperlakukan dengan penuh simpati dan dihargai atas ketenangan manusiawi dan kepuasan atas kebutuhan mereka. Negara membuat pengaturan dan pedoman yang memberdayakan keluarga dalam memenuhi kebebasan anak dalam keluarga.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan Pemenuhan Hak Anak Yang Berhadapan Dengan

Mendidik anak merupakan tanggung jawab bersama antara ibu dan ayah, sehingga diperlukan pendamping yang mempunyai keyakinan dan pemahaman yang sama dalam membesarkan anak. Anak lebih mendapat pendidikan sebagai gambaran (teladan) khusus dari orang tuanya, meskipun petunjuknya bersifat lisan, konformis, dan berwibawa. Meski begitu, Islam sebenarnya memerintahkan agar wali menunjukkan rasa sayang kepada anaknya agar anak benar-benar merasakan bahwa orang tuanya menyayangi dan menyayanginya.

Tidak disarankan untuk berasumsi bahwa para wali dengan sengaja menjauhkan anaknya dari dunia game ini. Cara yang paling umum untuk melindungi anak tidak boleh berlebihan dan berfokus pada dampak terhadap iklim dan anak itu sendiri, sehingga upaya untuk melindungi mereka tidak memberikan hasil yang kurang baik. Peraturan, upaya dan pelatihan yang menjamin pengakuan terhadap jaminan hak-hak anak terutama didasarkan pada pemikiran bahwa anak merupakan kelompok yang lemah, meskipun ada kelompok anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan dan kemajuannya, begitu nyata, mendalam. dan mendalam. secara langsung.

Keselamatan anak sangat berharga bagi anak-anak dan orang tuanya serta otoritas publik, sehingga koordinasi kerja sama dalam keselamatan anak harus dilakukan untuk mencegah terjadinya karakteristik yang tidak wajar dalam kegiatan keselamatan anak secara umum. Pembahasan mengenai penikmatan kebebasan anak tentunya juga harus fokus pada pemenuhan hak-hak khusus anak yang bergelut dengan hukum, mengingat ketika seorang anak memasuki siklus hukum maka kebebasan bawaan anak semakin besar. Anak-anak tidak boleh menjadi sasaran perlakuan buruk atau disiplin lain yang kejam atau merendahkan martabat, hukuman mati atau penjara seumur hidup tanpa kesempatan untuk dilahirkan.

Anak harus mendapat perbaikan fisik dan mental serta integrasi sosial kembali oleh negara untuk memulihkan kewarasan anak. Anak-anak yang melanggar hukum pidana harus segera dididik dan jujur ​​dengan diri mereka sendiri, orang tua atau wali mereka yang sah dan mendapat bantuan hukum atau bantuan lain yang sesuai dalam perencanaan dan pelaksanaan hak asuh mereka.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Islam sangat menjunjung dan menjaga hak kanak-kanak kerana banyak yang tersenarai dalam Al-Quran dan hadis agar anak-anak yang mendapat pendidikan tetap mendapat hak mereka. Berdasarkan fiqh siyasah, hak kanak-kanak yang merangkumi hak perlindungan, hak untuk hidup, hak untuk kebajikan, hak untuk diterima dan hak untuk bermain telah dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan Akta Perlindungan Kanak-kanak, yang meliputi hak untuk terus hidup, hak untuk berkembang dan berkembang, hak untuk perlindungan terhadap diskriminasi, dan perlindungan dalam proses undang-undang dilaksanakan dengan baik.

Meskipun anak-anak yang dipenjara menerima pendidikan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kota Bengkulu, hak-hak narapidana, seperti hak atas pendidikan, tidak ditegakkan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh kurangnya fasilitas memadai yang dapat digunakan untuk kegiatan pendidikan dan kurangnya konfirmasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Hak untuk mendapatkan kasih sayang juga belum terlaksana dengan baik, karena orang tua jarang menjenguknya, dan karena pandemi, narapidana tidak bisa bertemu dan hanya bisa berkomunikasi melalui video call, dan hal ini sangat menghambat komunikasi keluarga dengan narapidana.

Saran

Warga binaan hendaknya selalu terus belajar dan terus meningkatkan diri selama berada di Lembaga Pembinaan. Pergunakanlah fasilitas yang ada dan laksanakan kegiatan bermanfaat yang dilaksanakan di Institute of Development agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan jadikan apa yang telah terjadi sebagai pembelajaran agar kedepannya bisa lebih bijak dalam bertindak. Toha Anggoro, 2008, Metode Penelitian, Jakarta: Universitas Terbuka Imam Al-Mawardi, Al-Ahkam Es-Sulthaniyyah, 2006, Hukum.

Administrasi Negara dalam Syariat Islam, Jakarta: Darul Falah Kamal Muchlar, 1974, Asas-asas Hukum Islam yang Berkaitan dengan Perkawinan. Muchamad Iksan, 2012, Hukum Perlindungan Saksi Korban dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Press. Saifuddin Azwar, 1998, Metode Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Belajar Setya Wahyudi, 2011, Penerapan gagasan penyimpangan dalam pembaharuan sistem.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak Republik Indonesia Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Lembaga Kenakalan Remaja. Agus Budiono, Slide Kuliah Metode Penelitian Hukum di Magister Kenotariatan, Universitas Pelita Harapan, Jakarta: Universitas Pelita Harapan, 2016, slide 21. Berikut gambar yang diambil saat penulis melakukan wawancara penelitian di Lembaga Pembinaan Khusus Anak ( LPKA) Kota Bengkulu.

Referensi

Dokumen terkait

Kebutuhan konsumen akan kebersihan badan sudah menjadi sangat penting baik remaja atau pun dewasa yang tinggal di lingkungan yang di harus kan untuk menjaga kebersih dan

Menurut Sayyid Sabiq bahwa yang dapat di kenai hukuman qishas adalah orang yang sudah dewasa sedangkan anak yang di bawah umur tidak dikenai sanksi pidana atas

Terbukanya akses pendidikan bagi semua anak, khususnya ABH adalah sebuah keharusan apabila ingin melihat anak Indonesia tumbuh dan berkembang sebagaimana

P1 Kalau materi dari saya sendiri mba, kan saya sudah bersuami udah ada keluarga sendiri jadi ya ndak enak kalau merepotkan yang lain mba?. Saat ibu ada masalah keluarga juga

Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar penyelesaian perkara anak yang berkonflik dengan hukum diselesaikan melalui proses diversi dan menghasilkan

Jawab: Saya malah senang mas anak saya masuk di PAUD, lha disana malah menjadi anak yang mandiri we (dengan senyum), sekarang sudah bisa ganti pakaian sendiri, makan sendiri

Karena pada masa ini bermula dari lahirnya seseorang sampai mencapai usia tujuh (7) tahun. Meskipun realitanya terkadang seorang anak sudah dapat membedakan sesuatu

Kalau pun sudah menikah, dia kerjanya ikut suami di kebun dan memasak di dapur, hanya itu tugasnya ketika sudah besar, lalu untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalaupun akhirnya mereka