• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENARAPAN PASAL 33 UNDANG UNDANG DASAR 1945

N/A
N/A
Karina Aprilia

Academic year: 2025

Membagikan "PENARAPAN PASAL 33 UNDANG UNDANG DASAR 1945"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENARAPAN PASAL 33 UNDANG UNDANG DASAR 1945

TENTANG PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI LINGKUNGAN KLOJEN

Oleh :

Karina Aprilia 19010000192

Kelas A

Fakultas Hukum

Strata Satu Universitas Merdeka Malang 2023

(2)

Abstract

Every rule and law is passive and abstract. It is passive because it has no legal consequences and is abstract because it is broad. If nothing real happens. Abstract rules demand an active stimulus. Therefore, in order to be implemented, every legislation must first be understood. The basis of Indonesia's economic rules is contained in Article 33 of the 1945 Constitution, so this article is very important for the development of existing

regulations. In order for the purpose of creating economic rules to run in accordance with what is aspired to in Article 33 of the 1945 Constitution, Article 33 must be understood and interpreted.

Keywords: Interpretation, 1945 Constitution, constitution.

Abstrak

Setiap aturan dan hukum bersifat pasif dan abstrak. Ini pasif karena tidak memiliki akibat hukum dan abstrak karena sifatnya luas. jika tidak ada hal nyata yang terjadi. Aturan abstrak menuntut stimulus aktif. Oleh karena itu, agar dapat diterapkan, setiap peraturan perundang-undangan harus dipahami terlebih dahulu. Landasan aturan ekonomi Indonesia terdapat dalam Pasal 33 UUD 1945, sehingga pasal ini sangat penting bagi perkembangan regulasi yang ada saat ini. Agar tujuan terciptanya aturan-aturan ekonomi berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan dalam Pasal 33 UUD 1945, maka Pasal 33 harus dipahami dan dimaknai.

Kata Kunci: Penafsiran, UUD 1945, konstitusi.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) mengamanatkan bahwa negara menguasai dan mempergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat segala cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak, serta bumi, air, dan kekayaan alam. kekayaan yang terkandung di dalamnya.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berperan penting dalam penyelenggaraan perekonomian nasional dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu pelaku utama perekonomian nasional yang berdasarkan demokrasi ekonomi. Tindakan khusus pemerintah

(3)

untuk mewujudkan cita-cita bangsa dalam memajukan kesejahteraan umum direpresentasikan dengan adanya BUMN.

Keuangan BUMN dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) termasuk dalam lingkup keuangan negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (UU Keuangan Negara), sehingga pengelolaan dan tanggung jawabnya mengikuti mekanisme pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Dalam sistem keuangan negara, Pembiayaan BUMN dan BUMD dikategorikan sebagai kekayaan negara yang mandiri.

Menurut aturan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (UU BPK), BPK berkewajiban memeriksa pengelolaan keuangan BUMN/BUMD sebagai keuangan negara. rezim. Pengelolaan dan pengawasan harus dilakukan dengan baik untuk memaksimalkan fungsi BUMN.

Penyertaan modal oleh pemerintah federal atau pemerintah daerah dalam bentuk saham pada BUMN yang berbadan hukum Persero masih digunakan dalam perdebatan hukum. Sebab, status hukum uang negara ditetapkan dengan surat keputusan. Beberapa pihak bahkan meminta peninjauan kembali untuk membatalkan kesepakatan penetapan dana yang dikelola BUMN sebagai dana negara di MK. Ada dua permohonan terkait pengajuan Judicial Review UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN ke Mahkamah Konstitusi (MK) awal tahun 2018, di bulan yang sama. Proposal diajukan oleh Serikat Pekerja PLN4, Pemerhati Keadilan Sosial, dan peneliti ekonomi kerakyatan.

Dalam konteks Kota Malang, Wali Kota Malang menyatakan sosialisasi ini cukup menarik.

Kota Malang adalah rumah bagi tiga masalah ekonomi utama yang diangkat selama kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023. “Masalah pemulihan dan rekonstruksi yang pertama adalah daerah harus berpegang pada komitmen nasional untuk memulihkan perekonomian ke depan. Alhamdulillah pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Kota Malang mencapai 6,32 persen, level tertinggi dalam sepuluh tahun sebelumnya. , menurut Sutiaji.

Tiga perhatian ekonomi utama yang diangkat oleh presidensi ASEAN 2023 Indonesia adalah pemulihan dan pembangunan kembali, ekonomi digital, dan keberlanjutan mengingat tujuan pencapaian utama yang telah ditetapkan.

“Gubernur menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu tumpuan perekonomian Indonesia. Kota Surabaya dan Malang menjadi dua lagi penghalang bagi Jawa Timur. Tidak dapat dipungkiri Kota Malang mengalami perkembangan ekonomi terkuat selama sepuluh tahun terakhir,”. Bagian yang dipilih cukup menarik, lanjutnya. Menurutnya, sosialisasi perdagangan internasional yang sudah menjadi komitmen sangat tepat dilakukan di Kota Malang ini karena merupakan kota bisnis dan jasa. Yang kedua berkaitan dengan transisi ekonomi ke digital. Terdapat 21 perguruan tinggi di Malang yang berbasis IT, diantaranya tidak kurang dari Ada ratusan sarjana yang dibesarkan di kampus setiap tahun. Karena inkubasi, output siswa yang luar biasa, dan ekosistem yang mapan, ketika kita berbicara tentang digitalisasi, Insya Allah masuk akal. Lanjutkan belajar bagaimana membangun yang ketiga;

melakukan hal itu akan memastikan kelangsungan rencana kami, katanya.

(4)

Lebih lanjut Walikota Sutiaji mengatakan, laju perkembangan ekonomi kreatif Kota Malang akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan, tepatnya menjadi 10,5 persen pada tahun 2022 dibandingkan 4,7 persen pada tahun 2021.“Tanggung jawab kami adalah menciptakan linkage dan aliansi komersial yang mendunia. Kota Malang memiliki banyak potensi, dengan barang-barang UMKM yang kompetitif seperti bakso Malang, keripik tempe, dan keripik lainnya. Kota Malang yang fokus pada industri aplikasi dan game adalah Kota Kreatif E- commerce dan digitalisasi sedang diperkuat, lanjutnya. Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan siap membantu dan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Malang.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian sebelumnya, masalah-masalah berikut dapat disarankan:

1. Penanganan masalah kesejahteraan social di lingkungan Klojen.

2. Penanganan masalah perekonomian di lingkungan Klojen.

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian tersebut adalah untuk :

1. Penangan masalah kesejahteraan dan perekonomian di lingkungan Klojen.

PEMBAHASAN

Penafsiran Pasal 33 UUD 1945 Dalam Membangun Perekonomian Di lingkungan Klojen.

1. Pengertian Penafsiran Hukum

Setiap aturan dan hukum bersifat pasif dan abstrak. Abstrak Pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu disebut dengan “penafsiran” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mitra istilah interpretasi adalah interpretasi. Jika hukum dianggap sebagai ilmu, maka penafsiran hukum mengacu pada proses yang dilalui oleh seorang pengacara atau pengadilan untuk menyampaikan kesan atau makna dari suatu standar hukum. Menurut Sudikno Mertokusumo, penafsiran adalah salah satu cara untuk menemukan hukum yang memberikan pembenaran yang ringkas atas susunan kata hukum untuk menciptakan ruang.

Berkenaan dengan kejadian tertentu, penerapan aturan dapat diputuskan.

2. Landasan Penafsiran Hukum

Setiap aturan dan hukum bersifat pasif dan abstrak. Ini pasif dan abstrak karena bersifat umum dan tidak memiliki akibat hukum jika tidak ada kejadian aktual yang terjadi. Aturan yang abstrak dan membutuhkan rangsangan untuk berfungsi. Oleh karena itu, untuk menerapkan suatu ketentuan hukum terhadap suatu kejadian, terlebih dahulu harus dijelaskan dan kemudian ditafsirkan.

(5)

Gagasan bahwa hakim berfungsi sebagai penjaga gerbang hukum telah berubah secara signifikan sepanjang waktu. Karena hakim dianggap sebagai agen reformasi hukum yang signifikan, pergeseran ini terjadi. Ungkapan "hakim kemerdekaan dan kebebasan" kemudian diciptakan. Hakim dianggap memiliki pengetahuan tentang hukum, oleh karena itu mereka tidak dapat benar-benar menolak kasus dengan alasan bahwa itu adalah upaya terakhir atau garis pertahanan terakhir bagi mereka yang mencari keadilan. Hal ini menunjukkan betapa tidak sempurnanya kodifikasi hukum.

Penafsiran hukum sangat penting untuk studi hukum, dan karena dapat mengubah, memperluas, atau mengurangi makna konstitusi, dapat memiliki efek yang luas. Oleh karena itu, harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor, baik di dalam maupun di luar hukum.

Oleh karena itu, tanggung jawab utama seorang hakim adalah menyelaraskan aturan hukum dengan realitas sosial. Pengadilan harus menafsirkan undang-undang jika tidak dapat diterapkan sesuai dengan makna literalnya. Untuk membuat keputusan yang adil dan sesuai dengan hukum, hakim harus menafsirkan peraturan perundang-undangan jika tidak jelas.

tujuan hukum untuk mencapai kejelasan hukum. Akibatnya, hakim memiliki kewajiban di bawah hukum untuk menafsirkan undang-undang.

Meskipun seorang hakim secara hukum diharuskan untuk menafsirkan undang-undang, ada beberapa batasan tentang seberapa bebas mereka dapat melakukannya. Menurut Logemann, hakim harus mengalah kepada pembuat undang-undang. Dalam hal surat wasiat, kata-kata hukum tidak bisa begitu saja dibaca; hakim harus mencari mereka di sana. Pengadilan harus mempertimbangkan maksud legislatif karena dia tidak diizinkan untuk menafsirkan undang- undang dengan cara yang bertentangan dengan maksud tersebut. Akibatnya, hakim dilarang menerapkan penafsiran hukum yang sewenang-wenang. Hanya penafsiran yang sesuai dengan maksud pembuat undang-undang, yaitu penafsiran yang tepat, yang boleh digunakan oleh hakim dalam menafsirkan peraturan yang mengikat.

Penafsiran Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 a. Susunan Perekonomian

Perekonomian diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasarkan konsep kekeluargaan, menurut Pasal 33 Ayat 1. Apa yang dimaksud dengan istilah "disusun", "usaha bersama", dan

"asas kekeluargaan"? Ungkapan “perekonomian terstruktur” tentu saja merujuk pada suatu susunan kebijakan yang sistematis dan menyeluruh, mulai dari susunan nasional sampai dengan penyelenggaraan provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Prinsip dasar kekerabatan telah diintegrasikan ke dalam kerangka ekonomi. Tiga perspektif dapat digunakan untuk menganalisis usaha patungan berdasarkan kekerabatan: pemahaman mikro, pemahaman makro, dan usaha kolektif sebagai prinsip atau jiwa. Dalam arti skala kecil dan Gagasan tentang usaha patungan tidak diragukan lagi dapat dikaitkan, dalam arti terbatas, dengan koperasi.

Namun, jika interpretasi ini digunakan, seluruh puisi akan tampak aneh dan tidak jelas, seolah- olah seluruh sistem ekonomi setara dengan koperasi sebagai salah satu jenis perusahaan korporasi.

(6)

Baik struktur perusahaan maupun bentuk perusahaan diakui dalam literatur umum. Bentuk mengacu pada bentuk, sedangkan build mengacu pada struktur atau bouw. UU Koperasi mendefinisikan koperasi sebagai usaha ekonomi, dan jika bangun diartikan sebagai struktur, maka bentuk perusahaan lain seperti PT, Firma, CV, BUMN, dan PERUM juga dapat memiliki struktur koperasi dan mengusung semangat koperasi. Namun, bangun bukanlah satu-satunya jenis struktur kooperatif. Ini menyiratkan bahwa filosofi internal dan jaringan eksternalnya didirikan kebersamaan dan asas kekeluargaan.

sebuah perusahaan milik negara atau versi entitas komersial tunggal jiwa koperasi. Badan usaha milik negara tidak wajib berkooperasi hanya karena negara adalah pemiliknya, sehingga masalah kepemilikan tidak dapat digunakan untuk menentukan berjiwa koperasi atau tidak.

Selain itu, jika negara, sang pemilik, terus dirugikan, maka rakyat pun harus terus dirugikan.

Pertimbangan serupa harus diberikan pada gaya manajemen, hubungan karyawan-perusahaan, atau akses masyarakat terhadap keuntungan perusahaan. Jelas bahwa koperasi usaha negara ada jika pendapatan perusahaan hanya dibagi oleh manajemen atau direksi perusahaan. Jika bisnis yang dikelola negara yang bersangkutan kurang memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan.

Sistem kooperatif beroperasi dalam pengaturan yang menghargai kolaborasi dalam lingkungan spiritual berbasis kekeluargaan dan komunitas. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, ada dua kekuatan yang saling melengkapi yang bekerja di dunia: yang pertama adalah kolaborasi (kerja sama), dan yang kedua adalah kompetisi. Paradigma persaingan dominan membentuk arah, perspektif, analisis, dan metodologi dalam berpikir tentang evolusi ekonomi dalam literatur ilmu ekonomi, khususnya ekonomi neo-klasik, yang mengusung gagasan liberalisme ekonomi.

yang menurut ketentuan Pasal 33 Ayat (2) UUD 1945 wajib diurus oleh Kota Malang tepatnya Daerah Klojen, merupakan subyek dari cabang-cabang produksi yang penting bagi lingkungan Klojen dan mengatur hajat hidup orang banyak. cabang dari Produksi dapat digolongkan tidak penting bagi lingkup Klojen atau tidak mempengaruhi hajat hidup orang banyak, seperti dalam industri perhotelan. Untuk melindungi dan mensejahterakan lingkup klojen, serta untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan penduduk, dan ikut melaksanakan tatanan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa cabang-cabang strategis ini penting bagi lingkup Klojen, penjualan BUMN tidak terkait dengan liberalisasi atau faham liberalisme, yang saat ini mencemari pikiran kalangan pemerintah, mengingat Pasal 33 UUD 1945 pada dasarnya bersifat antiliberal.

C. Kekayaan Sumber daya Alam

Bumi, Air, dan Kekayaan didefinisikan dalam Pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Lingkup Klojen mengelola sumber daya alam yang terdapat di sana dan memanfaatkannya sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat. Ada tiga elemen penting lainnya dalam ayat ini: Sumber daya alam bumi, termasuk air dan kekayaannya, dieksploitasi semaksimal mungkin untuk kesejahteraan penghuninya. Air bumi adalah apa yang dibahas di sini, dan ini dapat dilihat sebagai termasuk

(7)

semua area tanah, air, dan udara serta semua aset berharga yang ditemukan di dalam, di bawah, atau di atasnya.

Hanya bumi dan air, beserta isinya, yang ditentukan dalam rumusan di atas; udara dibiarkan keluar. Saat ini, ada juga banyak harta karun di langit di hal. Seperti jalur transportasi dan jaringan telekomunikasi, memiliki nilai ekonomis. Demikian pula, jenis polusi udara yang ada di dalamnya juga dapat mengakibatkan kerugian finansial. Maklum, hal seperti itu tidak diperhatikan saat UUD 1945 ditulis. Namun, karena kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi kontemporer, sekarang ada barang-barang yang ada Ketentuan Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 juga harus dipahami dalam konteks ekonomi wilayah udara. Karena itu, konstitusi yang dibuat di masa lalu harus dipandang sebagai dokumen yang hidup, yang maknanya terus berubah.

Kekayaan yang terdapat pada tanah, air, dan sumber daya alam lainnya dimanfaatkan untuk menjamin rakyat Klojen mencapai tingkat kemakmuran yang sebesar-besarnya, sehingga menegaskan kembali kedaulatan dan kedudukan fundamental rakyat. Demokrasi ekonomi dibenarkan dalam hal ini oleh fakta bahwa kepentingan masyarakat mengesampingkan kepentingan individu sebagai pertimbangan yang paling penting. Oposisi masyarakat terhadap konsensus de facto Washington yang menghambat potensi pemenuhan kekayaan rakyat secara maksimal belakangan ini semakin kuat, terutama di kalangan generasi muda di kampus.

Tidak ada kemampuan pengurus lingkup Klojen menjalankan prinsip-prinsip ayat (3) Pasal 33 UUD 1945, baik dari manajemen perusahaan maupun dari peraturan perundang-undangan yang berlaku pada perusahaan, harus cukup signifikan untuk membenarkan privatisasi. Jika tidak, manajemen harus diperbaiki dan pemborosan harus dihilangkan. Meskipun liberalisasi cenderung meningkatkan efisiensi sosial dan mengarah pada kemakmuran komunal yang lebih besar, namun kecil kemungkinannya untuk meningkatkan efisiensi ekonomi (pertumbuhan perusahaan dan laba).

Keputusan untuk menempatkan tanggung jawab sosial perusahaan di atas efisiensi ekonomi dengan menerapkan Washington Consensus on Our State Enterprises hanya akan mendorong individu dari posisi utama (substansial) ke posisi sampingan (reducial). Ini tidak berarti bahwa CSR harus ditolak; sebaliknya, CSR sangat krusial terhadap doktrin kesejahteraan sosial, baik dalam arti filantropi kemanusiaan maupun dalam arti pemberdayaan, yang keduanya saat ini sedang dilaksanakan di cabang-cabang produksi lain di luar ayat (2) Pasal 33 UUD 1945.

Informasi dalam penguasaan cabang produksi dan sumber daya alam meliputi:

(a) informasi tentang usaha pertambangan dan energi;

(b) informasi mengenai kebutuhan dan ketersediaan mineral dalam jumlah besar.

Pemanfaatan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ditambang secara efisien, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat secara keseluruhan. tindakan yang diambil untuk memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan manusia di alam, seperti di industri energi. Kualitas hidup masyarakat dapat segera ditingkatkan dengan dibangunnya pembangkit listrik dengan tersedianya jaringan listrik sebagai sumber energi dan penerangan rumah.

(8)

Mineral dibutuhkan oleh masyarakat, namun persediaannya langka atau terbatas, dan banyak kehidupan masyarakat yang bergantung pada manajemen produksi. Sekalipun dikonsumsi oleh orang banyak, suatu cabang produksi yang mengatur hajat hidup orang tidak dapat dikategorikan demikian jika persediaannya terlalu banyak atau sedikit (terbatas) Banyak.

Berdasarkan batasan-batasan tersebut di atas, tidak tertutup kemungkinan mineral-mineral tertentu mengalami hal tersebut, padahal merupakan bahan baku krusial bagi suatu sektor pengolahan yang pada akhirnya akan dimakan atau dimanfaatkan oleh orang banyak. Dalam situasi ini, ukuran tidak hanya digunakan sebagai bahan mentah untuk proses pembuatan lainnya, tetapi juga secara tidak langsung sebagai makanan. Rumah tangga memiliki kemampuan untuk meningkatkan secara langsung di dalam kehidupan.

Oleh karena itu, memahami cabang-cabang produksi sangatlah penting cakupan tingkat ketersediaan Kecamatan Klojen bandingkan dengan Kecamatan lainnya cukup aktif dan berkembang. Daya dukung keinginan, kebutuhan, dan keinginan konsumen Tujuan penguasaan Lingkup Klojen atas barang-barang tersebut di atas adalah untuk mengambil langkah-langkah proaktif berikut untuk mencegah kemungkinan penggunaannya sebagai senjata penindasan dan eksploitasi orang lain. Bersamaan dengan itu, penting untuk memastikan bahwa setiap potensi dimanfaatkan dan dimanfaatkan dengan tujuan untuk memaksimalkan kemakmuran manusia.

D. Prinsip Demokrasi Ekonomi

Pasal 33 ayat 4 UUD 1945 menyatakan bahwa “perekonomian nasional disusun atas dasar demokrasi ekonomi. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keterpaduan, efektivitas-keadilan, keberlanjutan, kesadaran lingkungan, kemandirian, serta memperhatikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan prinsip demokrasi ekonomi yang meliputi :

(i) Kebersamaan,

(ii) Efisiensi berkeadilan, (iii) Berkelanjutan,

(iv) Berwawasan lingkungan, (v) Kemandirian,

(vi) Keseimbangan kemajuan, dan

(vii) Kesatuan ekonomi nasional konsep-konsep ini harus dipahami secara terpisah atau bersama-sama.

UUD 1945 dan Pasal 33 Ayat (4) UUD 1945 pasca reformasi sama-sama memperjelas konsep demokrasi ekonomi. Pengertian demokrasi politik dan demokrasi sama-sama tercantum dalam UUD 1945 Ekonomi. Artinya, individu, baik secara politik maupun ekonomi, memegang posisi kekuasaan tertinggi di negara kita. Rakyat yang berdaulat bertanggung jawab atas ekonomi dan semua sumber daya politik. Tentu tidak semuanya langsung diperintah oleh masyarakat ketika sistem demokrasi berjalan.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Pasal 33 ini menjelaskan bahwa perekonomian indonesia akan ditopang oleh 3 pelaku utama yaitu Koperasi, BUMN/D (Badan Usaha Milik Negara/Daerah), dan Swasta yang

Seiring dengan perkembangan perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ternyata mampu menghasilkan keuntungan bagi perusahaan, dan manfaat bagi perekonomian

Tingkat keberhasilan tersebut untuk mempercepat terwujudnya kesejahtraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan dasar yaitu penyelenggaraan pendidikan dasar,

Industri melalui Proyek Putar Kunci yang dilaksanakan dengan penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf b atau. kerja sama

Pameran tanggung jawab sosial perusahaan dalam CSR Bagimu Negeri adalah sebagai ajang untuk mengkomunikasikan berbagai inisiatif yang dilakukan oleh perusahaan

melaksanakan dan menegakkan ketentuan hukum positif perlu wewenang. Tanpa wewenang tidak dapat dibuat keputusan yuridis yang bersifat konkrit). Pembuatan dan

Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti mengenai segala kepentingan yang melatar belakangi maksud dan tujuan privatisasi BUMN seperti dijelaskan dalam Pasal 72 dan

19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara menyatakan bahwa Perusahaan Persero, yang selanjutnya disebut Persero, adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi