KELOMPOK 7 (D)
Anggota :
1. 1. Bayu Adam Anggada (2101010154)
2. 2. Ammar Rahman (2101010193)
3. 3. Bimo Prasetyo (2101010181)
Pencarian Elemen Lebih Cepat daripada Brute Force:
•
Binary Search: Algoritma pencarian ini bekerja dengan cara membagi data menjadi dua bagian danmembandingkan elemen tengah dengan elemen yang
dicari. Ini memerlukan waktu logaritmik dalam kasus rata- rata dan sangat efisien untuk data yang sudah diurutkan.
•
Hashing: Jika Anda memiliki data yang bisa diindeks dengan baik, teknik hashing dapat digunakan untuk mencari elemen dalam waktu konstan (O(1)).Pengurutan Elemen Lebih Cepat daripada Brute Force:
• Merge Sort: Merge sort adalah algoritma yang efisien untuk
mengurutkan data dalam O(n log n) waktu dalam kasus terburuk. Ini bekerja dengan membagi data menjadi dua bagian, mengurutkan kedua bagian tersebut, dan kemudian menggabungkannya.
• Quick Sort: Quick sort adalah algoritma yang efisien untuk
mengurutkan data dalam O(n log n) waktu dalam kasus rata-rata. Ini bekerja dengan memilih elemen pivot, mempartisi data menjadi dua bagian, dan mengurutkan kedua bagian tersebut secara rekursif.
Pengujian Bilangan Prima Lebih Cepat daripada Brute Force:
•
Sieve of Eratosthenes: Ini adalah algoritma klasik untuk menghasilkan semua bilangan prima hingga batastertentu. Dengan kompleksitas waktu O(n log log n), ini jauh lebih cepat daripada pengujian satu per satu
menggunakan brute force.
Perhitungan Nilai Polinom Lebih Cepat daripada Brute Force:
•
Algoritma FFT (Fast Fourier Transform): FFT adalah algoritma yang sangat cepat untuk mengalikan danmenghitung polinom dalam waktu O(n log n). Ini sering digunakan dalam perhitungan berbasis polinom seperti dalam pengolahan sinyal dan grafik komputer.