• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Algoritma Brute-Force dan Algoritma A Untuk Mencari Rute Terpendek Antar Klinik Kecantikan di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Algoritma Brute-Force dan Algoritma A Untuk Mencari Rute Terpendek Antar Klinik Kecantikan di Kota Medan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Antusiasme masyarakat kota Medan pada Klinik Kecantikan cukup tinggi. Klinik Kecantikan melayani sesuai keluhan dan perawaatan konsumen, termasuk konsultasi masalah kulit, pengobatan dan lain sebagainya. Banyak pilihan dapat diambil untuk sampai ke lokasi Klinik Kecantikan terdekat yang diinginkan, akan tetapi ada keadaan dimana Klinik Kecantikan yang dituju sedang tidak buka atau tutup. Sehingga dibutuhkan rute terpendek untuk menuju Klinik Kecantikan yang lain. Data yang berupa jarak dan rute untuk menuju Klinik Kecantikan yang diinginkan diambil dari Google maps, dengan jumlah simpul (vertex) sebanyak 10 untuk kemudian diterapkan kedalam sebuah graf. Untuk memecahkan masalah graf maka digunakan algoritma, dalam hal ini algoritma A*, dan algoritma Brute Force digunakan untuk memecahkan masalah pencarian rute terpendek, Berdasarkan Hasil penelitian Klinik Kecantikan terdekat yang dicari dengan menggunakan algoritma A* dan algoritma Brute Force menghasilkan total jarak yang bernilai sama dan running time yang berbeda di mana algoritma A* memiliki nilai running time yang lebih cepat dibandingkan algoritma Brute Force. Namun Brute-Force menghasilkan jarak optimum sementara A* sub optimum

Kata kunci : Graf, algoritma A*, algoritma brute force, running time, klinik kecantikan

(2)

COMPARISON ALGORITHM BRUTE-FORCE AND A* ALGORITHM TO FIND THE SHORTEST ROUTE BETWEEN BEAUTY CLINIC IN MEDAN CITY

ABSTRACT

Public enthusiasm for beauty clinic is particularly high in Medan city. Beauty Clinic serves the appropriate complaints and treatment for consumers , including consultation skin problems, treatment, etc Many options can be taken to get to the location of the nearest desired Beauty Clinic,but there’s a condition when the Beauty Clinic on the go is not open or closed. The Data of distance and the route to the location Are desirable taken from Google maps, with the number of nodes about 10 and it will be implemented into a graph . To solving a graf problem it also need algorithms, in this case A* algorithm, and Brute Force algorithm are used to solve the searching shortest path problem, Based on the results the nearby Beauty Clinic that found using the A* algorithm and Brute Force algorithm produces the same total distance but with a different running times which is the A* algorithm is faster than brute force algorithm. However Brute-Force produces the optimum distance while the A* is optimum.

Keywords: Graph, algorithm A*, algorithm brute force, running time, beauty clinic

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh dari perhitungan diatas untuk menentukan rute terpendek menggunakan algoritma Greedy adalah melalui node A − a1 − B dengan total jarak 3,7Km

Algoritma Dijkstra adalah suatu algoritma rakus dimana algoritma ini digunakan untuk mencari rute permasalahan terpendek antara simpul sumber dan simpul tujuan

Pencarian rute terpendek (shortest path) merupakan salah satu metode untuk menyelesaikan masalah rute perjalanan, metode shortest path problem dapat menggunakan berbagai

Namun pada penulisan ini akan dicari rute fuzzy terpendek dengan menggunakan Algoritma Brute Force, Algoritma Sisi Terurut, Algoritma Tetangga Terdekat (Near- est Neighbor

Purwananto, Yudhi; Purwitasari, Diana; Wibowo, Agung., 2005, “Implementasi dan Analisis Algoritma Pencarian Rute Terpendek di Kota Surabaya”, Jurnal Penelitian dan

Salah satu algoritma yang digunakan untuk mempercepat pencarian solusi masalah rute terpendek adalah dengan algoritma heuristik. Salah satu algoritma dalam heuristik yang cukup

Data peta dari peta OSM digunakan sebagai database untuk membangun struktur graf berbobot dan berarah untuk pencarian rute terpendek dari suatu tempat ke tempat yang

Algoritma Dijkstra memecahkan masalah pencarian jalur terpendek antara dua simpul dalam graf berbobot dengan jumlah total terkecil, dengan mencari jarak terpendek antara simpul awal