• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendahuluan Balai Besar Penangkapan Ikan

N/A
N/A
Aida Rachma

Academic year: 2023

Membagikan "Pendahuluan Balai Besar Penangkapan Ikan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) merupakan lembaga pemerintah di Indonesi yang focus pada pengembangan sumberdaya perikanan dan kelautan.

Terdapat beberapa kantor BBPI yang berlokasi di seluruh Indonesia. Salah satu BBPI yang dapat dikunjungi yakni BBPI Kota Semarang. BBPI Semarang atau Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan bedara dibawah Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesa (KKP RI). BBPI Semarang berfokus pada pengembangan sumberdaya perikanan dan keluatan. BBPI bertanggung jawab terhadap pengembangan teknologi penangkapan ikan, peningkatan hasil perikanan dan pemberian bimbingan teknis kepada nelayan mengenai seputar perikanan. BBPI Semarang telah diakui atas pengembangan inovasi dan upayanya dalam meningkatkan industri perikanan di Indonesia. Badan tersebut memberikan pelayanan seperti pebuatan alat tangkap, perbaikan mesin kapal, penyewaan alat tangkap, serta penyediaan perlengkapan kapal dan alat tulis. BBPI Semarang juga memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada nelayan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya.

Permesinan kapal mengacu pada bidang teknik keluatan yang berhubungan dengan desain, kontruksi, dan pemeliharaan mesin kapal dan system propulasi.

Permesinana kapal merupakan bidang studi yang memadukan unsur teknik mesin dengan berbagai aspek pembuatan kapal. Cakupan ilmu yang dipelajari dalam mesin kapal mengacu pada macam mesin industri seperti mesin motor, bubut, mesin miling, scraper, dan CNC (Computer Numerically Control). Permesinan kapal juga memperlajari mengenai inovasi pengembangan teknologi penangkapan ikan, peningkatan hasil perikanan dan pemberian bimbingan teknis kepada nelayan.

Permesinan kapal juga merupakan pembelajaran mengenai keterampilan dan pengetahuan teknis dibidang system bahan bakar, system pelumas, system pembuangan, system kelistrikan, dan system pneumatic. Permesinan kapal juga mengenal istilah mesin induk. Menurut Darma et al. (2010) dalam Ziliwu et al.

(2)

(2021), mesin induk adalah tenaga penggerak utama yang berfungsi untuk merubah tenaga mekanik menjadi tenaga pendorong bagi propeller kapal agar kapal dapat bergerak, dalam pengoperasiannya mesin induk yang selalu dalam kondisi hidup secara terus menerus dan menimbulkan panas pada bagian mesin, maka akan menimbulkan akibat panas hasil pembakaran sehingga terjadi kenaikan temperatur, terutama pada bagian-bagian yang saling bersentuhan langsung dengan ruang bakar.

Alat bantu pengkapan ikan (ABPI) merupakan salah satu teknologi alat atau perlengkapan yang digunakan dalam penangkapan ikan untuk meningkatkan efesiensi dan produktivitas nelayan. Beberapa contoh alat bantu penangkapan ikan antar lain berbagai jenis jaring, pelempar tali pancing, rumpon dan mesin dek penangkan ikan.

Nelayan juga memanfaatkan teknologi modern seperti System Information Geography (SIG) dan GPS untuk membantu mereka menemukan daerah penangkapan ikan potensial dan meningkatkan hasil tangkapan. Alat bantu penangkapan ikan yang sering ditemui di wilayah penangkapan di Inodonesia yaitu berupa rumpon. Rumpon merupakan ABPI yang berfungsi menarik perhatian ikan agar berkumpul pada suatu kawasan perairan sehingga dengan demikian lebih memudahkan penangkapannya dengan alat tangkap yang sesuai, karena posisi daerah penangkapan telah diketahui sejak dini. Menurut Wudianto et al. (2019), dengan menggunakan rumpon berbagai alat tangkap dapat dioperasikan secara lebih efesien.

Tujuan utama untuk meningkatkan laju tangkap, efisiensi waktu dalam pencarian gerombolan ikan sehingga mengurangi biaya operasi kapal dan memudahkan operasi penangkapan ikan.

Potensi sumberdaya ikan di peraian Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama bagi Indonesia. Berdasarkan kelimpahan sumberdaya tersebut mayoritas penduduk Indonesia memanfaatkan sumberdayaa tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Berbagai macam eksploitasai terhadap sumberdaya laut menjadikan ekosistem laut terancam rusak. Salah satu ekploitasi yang langsung berdampak besar terhadap keseimbangan ekosistem laut yatu kegiatan penangkapan ikan secara tidak terkelola. Namun, seiring berjalannya waktu kegiatan penangkapan terus saja meningkat hingga terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap kegiatan

(3)

perikanan. Salah satunya yaitu terjadinya over fishing. Pelanggaran yang terjadi seringkali dilakukan oleh perusahaan penangkapan besar baik dari dalam Indonesia maupun dari luar negeri. Hal ini menjadi sebuah kendala besar bagi nelayan-nelayan kecil di Inonesia karena mempengaruhi jumlah tangkapan yang didapat. Semakin sulitnya nelayan kecil mendapatkan target tangkapan sesuai yang telah ditetapkan dan permasalahan semakin bertambah dikarenakan biaya perbekalan yang semakin naik.

Penangkapan ikan sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai berbagai macam peraturan yang meliputi jumlah penangkapan dan spasies yang boleh ditangkap, alat tangkap yang boleh digunakan, wilayah penangkapan dan lain sebagainya. Beberapa contoh regulasi yang mengatur yaitu PP No. 27 Tahun 2021 tentang Penangkapan Ikan dan/atau Pembudidayaan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan NKRI, Permen KKP No. 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bangu Penangkapan Ikan, kemudian regulasi yang terbaru yakni mengenai PP No. 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur.

Regulasi terbaru ini diharapkan dapat membantu permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh nelayan-nelayan di Indonesia. Selain itu, regulasi yang berlaku diharapkan dapat mengelola sumberdaya laut Indonesia agar tetap lestari. Solusi lain untuk meningkatkan SDM wilayah pesisir yaitu dengan meningkatkan kualiatas serta keterampilan nelayan dan keluarga pesisir untuk memanfaatkan sumberdaya ikan secara berkelanjutan. Pemberdayaan masyarakat pesisir juga diperlukan untuk memberikan kesadaran atas menjaga kelesatarian ekosistemlaut agar tetap terjaga dan terus dimanfaatkan. Bantuan mengenai modal usaha, sosialisai pengembangan industri laut, pembangunan kompleks pelabuhan dan fasilitas sarana prasarana teknologi untuk mengoptimalkan produksi hasil tangkapan juga sangat dibutuhkan bagi masyarakat pesisir.

1.2. Tujuan Praktikum

Tujuan yang dilakukan dalam kegiatan Praktikum Mesin dan Alat Bantu Penangkapan Ikan 2023 adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa dapat mengetahui jenis – jenis mesin yang digunakan pada kapal penangkap ikan.

(4)

2. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja mesin pada kapal penangkap ikan.

3. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis alat bantu yang digunakan pada kapal penangkap ikan.

4. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja alat bantu yang digunakan pada kapal penangkap ikan.

1.3. Manfaat Praktikum

Manfaat yang didapat selama kegiatan Praktikum Mesin dan Alat Bantu Penangkapan Ikan 2023 adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai jenis-jenis masin yang digunakna pada kapal penangkapan ikan;

2. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip kerja meisn pada kapal penangkapan ikan;

3. Mahasiswa dapat menjelaskan jenis-jenis alat bantu yang digunakan pada kapal penangkapan ikan

4. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja alat bantu yang digunakan pada kapal penangkapan ikan.

1.4. Waktu dan Tempat

Praktikum Mesin dan Alat Bantu Perikanan 2023 dilakukan pada waktu kelas praktikum di jam 14.30WIB-selesai di ruang C 303, salah satu Gedung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kemudian praktikum lapangan dilakukan pada Hari Selasa, 7 November 2023 tepatnya dimulai pada pukul 07.00WIB - selesai yang akan diselenggarakan di Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Kota Semarang.

DAFTAR PUSTAKA

Ziliwu, W, B., Agustinus, J, S., dan Richard, A, R. 2021. Perawatan dan Perbaikan Sistem Pendingin Mesin Induk pada Kapal Perikanan. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 26(1): 1-6.

Widianto., Agustinus, A, W., Fayakun, S, dan Mahiswara. 2019. Kajian Pengelolaan Rumpon Laut dalam Sebagai Alat Bantu Penangkapan Tuna di Perairan Indonesia. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia. 11(1): 23-27.

Referensi

Dokumen terkait

Kategori daerah penangkapan ikan potensial untuk alat tangkap gillnet di perairan Pulau Enggano, berdasarkan indikator produktivitas, jumlah spesies dan ukuran ikan..

Jenis ikan yang tertangkap dengan pukat cincin, jaring insang dan pancing tonda dari lo- kasi pemasangan rumpon bambu dan rumpon drum plastik di Perairan Kei Kecil adalah

Evaluasi Alat Tangkap Ikan Pelagis Yang Ramah Lingkungan di Perairan Maluku dengan Menggunakan Prinsip CCRF (Code of Conduct for Responsible Fisheries)..

Pengembangan teknologi penangkapan ikan di perairan Teluk Lampung lebih difokuskan pada jenis alat tangkap yang ramah lingkungan, sehingga tidak merusak habitat dan

Pengembangan teknologi penangkapan ikan di perairan Teluk Lampung lebih difokuskan pada jenis alat tangkap yang ramah lingkungan, sehingga tidak merusak habitat dan

Data primer mencakup data penangkapan ikan (alat tangkap dan ikan hasil tangkapan), karakteristik fisik dan kimia perairan (pH, DO, amoniak, kebauan, sampah, deterjen,

51/Kpts/IK.250/1/97 dijelaskan ada 3 jenis rumpon antara lain: (1) rumpon perairan dasar merupakan alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dan ditempatkan pada dasar perairan

Surrounding nets purse seine Jaring lingkar merupakan alat penangkapan ikan yang mempunyai prinsip penangkapan dengan cara melingkari gerombolan ikan sasaran tangkap menggunakan jaring