PENDAHULUAN KOSMETIK
D o s e n : a p t . P u t u A y u R a t i h L i s t i a n i , S . F a r m . , M . S c .
DEFINISI KOSMETIK
Bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut , kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan , mew angikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik
TUJUAN
PEMAKAIAN KOSMETIK
Membersihkan
Mewangikan
Mengubah Penampilan Memperbaiki
Bau Badan Melindungi dan atau memelihara
pada kondisi baik
Jenis Sediaan Kosmetik
Epidermis : Sediaan Perawatan Kulit
Rambut: Shampoo, Hair Conditioner
Kuku: Nail gel
Bibir: Lipstik
Organ Genital bagian luar: Feminine Hygiene
Gigi: Pasta Gigi
HAL YANG HARUS
DIPERHATIKAN
Halal ? Aman ?
Terdaftar BPOM ?
CONTOH KOSMETIK YANG BERBAHAYA
K O S M E T IK Y A N G A M A N
CONTOH KOSMETIK YANG
AMAN
BAHAN – BAHAN
BERBAHAYA PADA
KOSMETIK
MERKURI FORMALIN RHODAMIN HIDROKINON
CARA
MENGHINDARI BAHAYA
KOSMETIK
• S i m p a n k o s m e t i k d a l a m w a d a h t e r t u t u p d a n l e t a k k a n d i t e m p a t y a n g t i d a k t e r k e n a s i n a r m a t a h a r i .
• P e n g a w e t k o s m e t i k b e r g u n a m e m b a n t u m e n g h a l a u b a k t e r i . J a d i , h i n d a r i k o s m e t i k d a r i p a p a r a n s u h u p a n a s y a n g d a p a t m e r u s a k p e n g a w e t t e r s e b u t .
• J a n g a n s a l i n g m e m i n j a m k o s m e t i k d e n g a n o r a n g l a i n u n t u k m e n c e g a h i n f e k s i d a n p e n y e b a r a n b a k t e r i .
• J i k a A n d a i n g i n m e n c o b a j e n i s k o s m e t i k b a r u , s e l a l u g u n a k a n s p o n s y a n g b a r u j u g a .
• H a t i - h a t i m e n g g u n a k a n k o s m e t i k d i b a g i a n m a t a . A p a b i l am a t a s e d a n g m e n g a l a m i i r i t a s i, t u n d a p e m a k a i a n k o s m e t i k h i n g g a m a t a b e n a r - b e n a r s e h a t .
• S e g e r a b u a n g k o s m e t i k A n d a , j i k a s u d a h b e r u b a h w a r n a a t a u b a u .
• J a n g a n g u n a k a n l a g i k o s m e t i k y a n g s u d a h l a m a , a p a l a g ik e d a l u w a r s a.
• U s a h a k a n u n t u k m e n g g u n a k a n k o s m e t i k y a n g m e n c a n t u m k a n s e m u a k a n d u n g a n b a h a n n y a p a d a l a b e l k e m a s a n .
• G u n a k a n p r o d u k y a n g t e r d a f t a r d a n s u d a h m e n d a p a t i z i n e d a r d a r i B a d a n P e n g a w a s O b a t d a n M a k a n a n ( B P O M ) .
• J a n g a n t e r g i u r i k l a n
THANK YOU.
REGULASI KOSMETIK
Apt. Indra Apsari S.
Apa itu
Kosmetik?
—PerBPOM
Kosmetik adalah bahan atausediaanyang dimaksudkan untukdigunakan pada bagian luar tubuhmanusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital
bagian luar, atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untukmembersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuhpada
kondisi baik
IZIN PRODUKSI KOSMETIK
●
Pembuatan kosmetika hanya dapat dilakukan oleh industri kosmetika yang
memiliki izin produksi yang berlaku selama 5 tahun.
IZIN PRODUKSI KOSMETIK
● Izin produksi kosmetika diberikan sesuai bentuk dan jenis sediaan kosmetika yang akan dibuat, maka izin produksi dibedakan atas 2 golongan, yaitu :
○ Golongan A dapat membuat semua jenis kosmetika
○ Golongan B dapat membuat jenis sediaan kosmetika tertentu dengan menggunakan teknologi sederhana.
Bentuk dan Jenis Kosmetika yang Dapat Diproduksi Industri Kosmetik Golongan B
Bentuk Sediaan Jenis Sediaan
Cair Eau de Cologne, pewangi badan, minyak rambut, pembersih kulit wajah, astringent, penyegar kulit
Cairan Kental Sabun Mandi, minyak mandi. Perawatan kaki, shampoo, kondisioner, minyak rambut, pembersih rambut dan tubuh, pembersih kulit wajah, lulur, minyak pijat, perawatan kulit badan dan tangan
Krim Lulur, krim pijat, hair creambath
Semisolid Pomade
Padat Sabun mandi, garam mandi, rempah-rempah, lulur, mangir, bedak dingin
Serbuk Serbuk mandi, lulur, mangir, bedak badan, deodorant, antiperspirant Suspensi Lulur, bedak cair, mangir
Persyaratan Industri Kosmetika
Golongan A Golongan B
Memiliki Apoteker sebagai
penanggungjawab Memiliki sekurang-kurangnyaTenaga Teknis Kefarmasiansebagai
penanggungjawab Memiliki fasilitas produksi sesuai dengan
produk yang akan dibuat Memiliki fasilitas produksi dengan
teknologi sederhana sesuai produk yang akan dibuat
Memproduksi semua bentuk dan jenis
sediaan. Dilarangmemproduksi kosmetika sediaan
bayi, mengandung bahan antiseptic, anti ketombe, pencerah kulit dan tabir surya Memiliki fasilitas laboratorium Bentuk dan jenis sediaan kosmetika
dengan teknologisederhana
Wajib menerapkan CPKB Menerapkan hygiene dan sanitasi dan dokumentasi
CPKB
Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik yang selanjutnya disingkat CPKB adalah seluruh aspek kegiatan pembuatan Kosmetika yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya.
CPKB
● Personalia
● Bangunan Dan Fasilitas
● Peralatan
● Sanitasi Dan Higiene
● Produksi
● Pengawasan Mutu
● Dokumentasi
● Audit Internal
● Penyimpanan
● Kontrak Produksi Dan Pengujian
● Penanganan Keluhan Dan Penarikan Produk
Persyaratan Kosmetika Beredar
● Kosmetika terdaftar/ternotifikasi
● Memenuhi persyaratan teknis kosmetika
● Memiliki DIP (Dokumen Induk Produksi)
● Diproduksi pada sarana yang sudah menerapkan CPKB
● Kosmetika impor masuk sesuai ketentuan pemasukan kosmetika (melalui SKI)
Persyaratan Teknis
● Persyaratan Mutu
Kosmetika harus memenuhi persyaratan mutu sebagaimana tercantum dalam Kodeks Kosmetika Indonesia, standar lain yang diakui, atau sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
● Persyaratan Penandaan
Penandaan harus berisi informasi mengenai Kosmetika secara lengkap, obyektif, dan tidak menyesatkan
Persyaratan Teknis
● Persyaratan Keamanan
Dibuktikan melalui hasil uji dan/atau referensi empiris/ilmiah lain yang relevan
● Persyaratan Kemanfaatan dan Klaim
Klaim kemanfaatan harus mengacu pada Pedoman Klaim Kosmetika sebagaimana tercantum dalam lampiranPerBPOM No 3 th 2022
Penandaan Minimal
7. Nomor bets
8. Ukuran, isi, atau berat bersih 9. Tanggal kedaluwarsa 10. Nomor notifikasi
11. Peringatan/perhatian dan keterangan lain, jika dipersyaratkan 1. Nama Kosmetika
2. Kemanfaatan/Kegunaan 3. Cara Penggunaan 4. Komposisi
5. Nama dan Negara produsen
6. Nama dan Alamat lengkap pemohon notifikasi
Klaim
Klaim dapat dibuat dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut : (PerBPOM No 3 th 2022)
1. Klaim dievaluasi dari keseluruhan kalimat 2. Klaim harus benar dan dapat dibuktikan
3. Klaim harus objektif, tidak merendahkan perusahaan, organisasi, industri atau produk pesaing
4. Klaim tidak menjanjikan hasil mutlak seketika
5. Klaim tidak menggunakan kalimat yang bertujuan untuk mengobati atau mencegah suatu penyakit.
Klaim
6. Klaimtidakmenggunakan kata-kata yang berlebihanseperti “tidak berbahaya”, “ampuh” atau kata-kata yang bermakna sama, sertatidak menggunakan kata-kata superlatifseperti “paling”, “top” atau kata-kata berawalan “ter-” yang bermakna sama.
7. Klaimtidakmencantumkan pernyataantidak mengandungingredients yang diperbolehkan dalam kosmetika, kecualiuntuk bahan yang terkait dengan budaya, agama, dan/atau yang terbukti dapat menimbulkan alergi.
8. Klaim tidak mencantumkan pernyataan tidak mengandung bahan yang dilarang dalam kosmetika.
PERSYARATAN TEKNIS BAHAN
• Persyaratan Keamanan dan Kemanfaatan
Pemenuhan persyaratan ini dapat dibuktikan melalui hasil uji laboratorium, dan/atau referensi ilmiah/empiris lain yang relevan
• Persyaratan Mutu
Harus sesuai dengan standar yang diakui atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
• Bahan Kosmetika yang diizinkan tercantum dalam lampiran PerKa BPOM No. 23 Tahun 2019
FORMULASI KOSMETIK
apt. Indra Apsari S.
FORMULA
=
RESEP
FORMULA KOSMETIK
Formula kosmetik adalah daftar bahan-bahan beserta persentasenya yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk kosmetik, dilengkapi
dengan metode dan teknik pembuatannya.
FORMULASI
Formulasi adalah proses perancangan formula untuk mendapatkan sediaan kosmetik
sesuaiparameter yang diinginkan.
PARAMETER FORMULASI
STABILITAS
Mempertahankan kualitas sediaandari
perubahan yang mungkin terjadi akibat pengaruh faktor-faktor
eksternal.
KENYAMANAN
Memastikan sediaan memiliki organoleptis yang sesuai dengan tujuan penggunaan produk, standar dan
keinginan.
EFEKTIVITAS
Memastikan sediaan dapat
memberikan efek yang
optimal
LAINNYA
Parameter lain yang menunjang fungsi seperti Absorpsi, lama kontak, transferability.
PARAMETER STABILITAS
FISIK
Pemisahan fase, pengendapan, kerapuhan,
perubahan fase
KIMIA
Oksidasi
BIOLOGI
Kerusakan akibat aktivitas mikrobiologi
PARAMETER EFEKTIVITAS
Setiap bahan aktif memiliki range konsentrasi optimal yang berbeda sesuai dengan fungsiyang diharapkan
KONSENTRASI OPTIMAL
KONDISI OPTIMAL
Kondisi basis harus disesuaikan untuk mendukung kinerja bahan
aktif.
PARAMETER KENYAMANAN
Kenyamanan pengguna merupakan salah satu parameter esensial untuk menjamin kepuasan konsumen. Hal ini dipengaruhi oleh tekstur/konsistensi, bau dan warna sediaan, serta sensasi ketika diaplikasikan di kulit dan benefit yang dirasakan.
BAHAN KOSMETIK
02
Bahan esensial dalam pembuatan kosmetik
THICKENING AGENT
Thickening agents (pengental) adalah bahan yang digunakan untukmenentukan bentuk akhir dari sediaan. Pada umumnya, fungsi utama dari thickening agents adalah untukmeningkatkan viskositassediaan.
SERUM A SERUM B
THICKENING AGENT
Selain itu, thickening agents juga berperan dalam :
o Mengubah sifat alir dan visual sediaan
o Mensuspensikan bahan-bahan tidak larut seperti pigmen dan pearling agents
o Menstabilkan emulsi dan suspensi
THICKENING AGENTS
1. Polymers
a. Cellulose-Based : Hydroxyethylcellulose (HEC), HPMC, CMC-Na b. Natural : Gom Xanthan, Karagenan, Pektin
c. Starch Based : Hydroxypropyl Starch Phospate d. Acrylic Based : Carbomer
e. Mineral Based : Silica
2. Wax
a. Hewani : Beeswax
b. Nabati : Carnauba wax, Sunflower wax, Rice Bran Wax c. Mineral : Microcrystalline wax, Ozokerite wax
3. Non-ionic Thickeners
N.B : Pemilihan Thickening agent disesuaikan dengan hasil akhir yang diinginkan.
SURFAKTAN
Surfaktan atausurface active agent adalah suatu bahan yang dapat menurunkan tegangan antar-muka antara2 faseyang tidak saling campur. Hal ini disebabkan oleh molekul surfaktan yang mengandung gugushidrofilik(suka air) dan lipofilik(suka minyak) padamolekul yang sama.
MINYAK
AIR
SURFAKTAN
○ Surfaktan banyak digunakan sebagai agen pembasah, detergen, pengemulsi, pendispersi, lubrikan, dll.
Pada umumnya, surfaktan
memegang lebih dari satu peranan dalam sebuah formulasi.
○ Penggunaan surfaktan dalam kosmetik bergantung tidak hanya pada fungsinya, tetapi juga pada kontribusinya dalam stabilitas, estetika dan keamanan sediaan.
SURFAKTAN
1. Surfaktan anionik
Agen pembusa, deterjen, dan agen pembasah yg lebih baik daripada surfaktan golongan lain
2. Surfaktan kationik
Sering digunakan sebagai antibakteri pada sabun cair dan mouthwash, antistatic pada hair products
3. Surfaktan non-ionik
Menghasilkan busa yang lebih sedikit, dapat berperan sebagai emulsifier 4. Surfaktan amfoter/zwitterion
Cenderung mild sehingga banyak digunakan dalam produk personal care
MINYAK LEMAK
Minyak merupakan bahan yang umum digunakan dalam formulasi kosmetik, seperti dalam
pembuatan krim, lotion, dan salep
MINYAK LEMAK
Pemilihan jenis minyak/lemak didasarkan pada karakter minyak yang akan mempengaruhihasil akhir serta fungsi yang diinginkan.
Apabila minyak/lemak yg digunakan berbentuk padat pada suhu ruang, maka sediaan yang dihasilkan akan semakin kental/padat.
MINYAK / LEMAK
1. Minyak dan Lemak
a. Hewani : Adeps Lanae, Beeswax
b. Nabati : Jojoba oil, Olive oil, Cocoa butter
2. Fatty Alcohol : cetyl alcohol, stearyl alcohol
3. Mineral Oils : petrolatum, paraffin liquid, cera
4. Ester : stearic acid, isopropyl palmitate, isopropyl myristate
5. Silicone : dimethicone, cyclopentasiloxane, dimethiconol
PENGAWET ANTIMIKROBA
○ Pengawet adalah bahan yang berfungsi untukmembunuh atau mencegah pertumbuhan mikroorganismeyang dapat mengkontaminasi sediaan.
○ Pengawet yang digunakan harus memilikiperlindungan spektrum luas terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur
○ Pengawet yang digunakan harus efektif pada pH sediaan
○ Pengawettidakditambahkan sebagai kompensasi dari kondisi manufaktur yang tidak higienis, melainkan untuk meminimalisir kontaminasi
mikroorganisme selama pemakaian oleh konsumen
PENGAWET ANTIMIKROBA
1. Aldehida
: formaldehyde, imadozolidinyl urea
2. Glycol ester : phenoxyethanol, caprylyl glycol
3. Isothiazolinones
: methylisothiazolinone
4. Organic acid : asam benzoate, asam sorbate
5. Paraben
: methylparaben, propylparaben
ANTIOKSIDAN
• Antioksidan adalah bahan yang berfungsi untukmencegah proses oksidasiakibat adanya radikal bebas.
• Penambahan antioksidan ke dalam sediaan kosmetik dapat membantu menjaga stabilitassediaan denganmencegah terjadinya reaksi oksidasi.
• Antioksidan memiliki 2 peranan, yaitu mencegah degradasi ingredients dalam sediaan sekaligus melindungi sel-sel kulit dari kerusakan.
ANTIOKSIDAN
Antioksidan Primer
Bekerja dengan cara memutus rantai reaksi oksidasi secara langsung.
e.g : vitamin C, vitamin E Antioksidan Sekunder
Meregenerasi dan mencegah degradasi dari antioksidan primer.
e.g : dihydrolipoic acid, N-acetyl cysteine
N.B : Antioksidan primer dan sekunder dikombinasikan untuk mendapatkan efek sinergi
FRAGRANCE
Fragrance merupakan essential oils atau senyawa aromatik yang digunakan untuk memberikan aroma pada sediaan, baik untuk
menyamarkan bau ingredients yang tidak enak ataupun untuk menarik konsumen.
FRAGRANCE
Fragrance dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu natural fragrance dan synthetic fragrance
• Natural fragrance merupakan fragrance yang diperoleh
dari mengekstraksi wangi tumbuhan atau hewan.
• Synthetic fragrance dibuat dari derivat petroleum atau
natural fragrance yang dimodifikasi secara kimia.
pH ADJUSTER
pH adjuster adalah bahan yang ditambahkan untuk mengatur nilai pH sediaan. pH adjuster dapat membantu menjamin stabilitas dan efektivitas dari sediaan. Senyawa yang umum ditambahkan sebagai pH adjuster adalah asam sitrat (menurunkan pH) dan triethanolamine (meningkatkan pH).
KOSMETIKA PEMBERSIH
apt. Indra Apsari S.
pembersih
Oil Based Cleanser
Pembersih berbasis minyak
Water Based Cleanser
Pembersih berbasis air
01 02
Kosmetik Pembersih adalah jenis kosmetik yang diformulasikan untuk mampu membersihkan kotoran pada kulit.
sabun 01
sabun
s a p o n i f i k a s i
Sabun merupakan garam dari asam lemak yang dibuat melalui reaksi saponifikasi antara basanatrium atau kalium denganasam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani.
Sifat sabunditentukan olehkomposisi asam lemak dan basayang digunakan. Garam natrium dari asam lemak jenuh dengan rantai panjang akan
menghasilkansabun padat, sedangkan garam kalium dari asam lemak tidak jenuh dengan rantai pendek akan menghasilkansabun krim atau cair.
Metode pembuatan sabun terdiri atas metodecold process
dan hot process
Sabun transparan dibuat dengan menambahkan etanol, glycerine, atau gula.
metode pembuatan
sabun transparan
formula sabun padat
No Ingredient Fungsi %(100g)
1 Coconut Acid Pengemulsi 20,00 2 Minyak Kelapa Sawit Basis 80,00
3 Glycerin Humektan 6,00
4 NaOH Agen
Pengalkali 17,57 5 Purified Water Pelarut 44,00
6 Na EDTA Agen
Pengkelat 0,20 7 Natrium sitrat Pengatur pH 0,50
Cara pembuatan :
1. Campur bahan 1-3, dipanaskan hingga suhu 80oC (Campuran A) 2. Larutkan NaOH dalam air
(Campuran B)
3. Campurkan Campuran A dan B, tambahkan Na EDTA dan Natrium Sitrat
4. Tuangkan ke dalam cetakan dan keringkan
Spesifikasi : pH : 10,0-10,5
formula sabun cair
No Ingredient Fungsi %(100g)
1 Coconut Acid Pengemulsi 15
2 Asam Sitrat Pengatur pH 1
3 Glycerin Humektan 3
4 KOH Agen Pengalkali 5,68
5 Purified water (1) Pelarut 24
6 Na EDTA Agen Pengkelat 0,20
7 Natrium glukonat Pengatur pH,
Humektan 1
8 HPMC Thickening agent 0,4
9 Purified water (2) Pelarut Ad 100
Cara pembuatan :
1. Larutkan KOH dalam Purified water(1) (Campuran A) 2. Masukkan Coconut acid, Asam
sitrat dan glycerine ke dalam campuran A, panaskan hingga suhu 80oC (Campuran B) 3. Larutkan HPMC ke dalam
Purified water(2) (Campuran C) 4. Masukkan Na EDTA dan
Natrium glukonat ke dalam Campuran B
5. Dinginkan Campuran B hingga suhu 45oC, tambahkan Campuran C
Spesifikasi : pH : 9,8-10,5
shampoo 02
shampoo
Shampo pada umumnya terbuat dari surfaktan amfoter dan kationik, thickening agents dan penstabil busa
Untuk menjamin kestabilannya, penggunaan stabilizer, pengawet dan pengatur keasaman harus diperhatikan.
shampoo
Viskositas optimum shampoo adalah mudah dituang ke telapak tangan dan tidak mudah jatuh.
Pada umumnya shampoo terdiri 30-40% surfaktan anionik, sekitar 10% surfaktan amfoter, 3-6%
thickening agents dan surfaktan non-ionik lainnya.
Viskositas dapat dipengaruhi oleh pH.
formula shampoo
No Ingredients %(100g)
1 Sodium laureth sulfate (30%) 28
2 Cocamide DEA 3
3 Cocamide propyl betaine (30%) 9
4 Disodium laureth sulfosuccinate 8
5 Polyquaternium-10 0,6
6 Na EDTA 0,1
7 Na Benzoate 0,2
8 NaCl 0,3
9 PEG-20 sorbitan cocoate 0,6
10 Fragrance 0,2
11 Methyl isothiazolinone (10%) 0,1
12 Bis (C13-15 alkoxy) PG amodimethicone 0,5
13 Asam sitrat 50% 0,3
14 Purified water Ad 100
1. Panaskan air hingga suhu 80oC, larutkan bahan 5-8 (Campuran A)
2. Campurkan bahan 9-10 (Campuran B)
3. Tambahkan bahan 1-4 ke dalam Campuran A
4. Dinginkan hingga suhu 45oC, lalu tambahkan Campuran B dan bahan 11-12
5. Adjust pH dengan larutan asam sitrat dan tambahkan sisa air
New generation cleanser
03 Cleansing cream
● Cleansing cream adalah cleanser yang mengandung minyakyang digunakan untuk mengangkat kotoran, minyak dan makeup dari kulit.
● Minyakyang terkandung dalam cleansing cream dapatmelarutkan minyak dan kotorandari kulit serta membantu melembabkan kulit.
● Cleansing cream biasanya dibuat dari kombinasi mineral oil, petrolatum, air dan wax.
formula cleansing cream
No Ingredients %(100g)
1 Liq. Paraffin 40
2 Beeswax 15
3 Borax 1
4 Methylparaben 0,5
5 Rose oil 0,5
6 Purified water Ad 100
1. Panaskan bahan 1-2 pada suhu 70oC hingga meleleh, aduk hingga homogen (fase minyak) 2. Larutkan borax dan
methylparaben ke dalam air dan panaskan hingga suhu 800C (fase air)
3. Tuangkan fase minyak ke dalam fase air perlahan-lahan sambil diaduk hingga membentuk konsistensi krim
4. Dinginkan hingga suhu 45oC, masukkan rose oil, aduk hingga homogen
Cleansing oil
● Cleansing Oil adalah oil-based cleanser yang dapat membantu menghapus makeup, kotoran dan minyak berlebih pada kulit.
● Cleanser tradisional membersihkan menggunakan surfaktan, dimana
surfaktan dapat mengikat minyak, makeup dan kotoran membentuk suspense yang nantinya akan dibilas oleh air
Cleansing oil
● Cleansing oil bekerja dengan cara melarutkan makeup dan kotoran yang larut dalam minyak.
● Penambahan surfaktan dan emulsifier dalam cleansing oil berfungsi untuk membantu cleansing oil beserta kotoran yang telah dilarutkan mudah dibilas dengan air atau water-based cleanser.
formula cleansing oil
No Ingredients %(100g)
1 Grapeseed Oil 50
2 Sunflower Oil 29,85
3 Sodium Lauroyl Lactylate 15 4 Sodium Isostearoyl Lactylate 5
5 Tocopherol 0,1
6 Fragrance 0,05
• Campurkan bahan 1-5, panaskan hingga suhu 80oC, aduk hingga homogen
• Dinginkan hingga suhu 45oC, tambahkan fragrance
• Micellar water adalah cleanser yang terdiri atas air dan micel. Micel dapat mengikat kotoran dan minyak dari kulit dan membuatnya mudah untuk dibersihkan tanpa perlu dibilas
• Micellar water pada umumnya dibuat menggunakan air, moisturizer seperti glycerin, dan mild surfactant.
• Micellar water bekerja dengan cara membentuk micel, yang dapat membantu untuk mengangkat kotoran dan minyak dari kulit.
Micellar water Formula micellar water
No Ingredients %(100g) Fungsi
1 Disodium cocamphodipropionate 3 Surfaktan
2 Sodium trideceth sulfate 4,5 Surfaktan
3 Dimethyl lauramide 0,75 Solubilizer
4 PEG 0,25 Emollient
5 Dipropylene glycol 0,5 Solubilizer
6 Glycerin 0,5 Emollient
7 Fragrance q.s Fragrance
8 Asam sitrat (50%) q.s pH adjuster
9 Polyaminopropyl biguanide 0,2 Preservative
10 Purified water Ad 100 Basis
1. Campurkan bahan 2-7 hingga homogen (Campuran A) 2. Masukkan air ke dalam
sebuah wadah, masukkan Campuran A, lakukan pengadukan.
3. Adjust pH dengan larutan asam sitrat
4. Tambahkan preservative selama pengadukan.
Gentle Cleanser
● pH yang terlalu basa menjadi salah satu factor yang dapat meningkatkan resiko sensitivitas dan perlambatan penyembuhan pada pasien dermatitis
● Maka dari itu kulit yang lebih sensitif dan mengalami gangguan patologis seperti dermatitis membutuhkan sabun yang lebih lembut.
Gentle Cleanser
● Gentle cleanser tidak bergantung pada proses saponifikasi yang melibatkan basa dalam pembuatannya dan lebih
melibatkansurfaktan yang lembutdan berukuranmolekul besarseperti golongan glycoside.
● Penambahan bahan lain yang dapat meningkatkan fungsi barrier kulit seperti kolesterol, glycerin dan ceramide juga kerap ditambahkan
Kosmetik Perawatan
apt. Indra Apsari S.
Moisturizer 01
PELEMBAB
● Moisturizer adalah salah satu produk yang paling penting dan paling umum digunakan untuk perawatan kulit.
● Moisturizer biasanya digunakan setiap hari untuk menjaga kelembaban kulit, membuat kulit terasa lebih sehat dan mencegah penuaan dini.
● Moisturizer umumnya diformulasikan dengan bahan-bahan emollient dan/atau humektan yang dapat membantu menghidrasi kulit.
● Moisturizer bekerja dengan mekanisme hidrasi yang berbeda-beda sesuai dengan bahan yang dikandungnya.
Moisturizer ●
Humektan : Membantu menarik airdari lapisan tengah kulit ke permukaan. Apabila kelembaban udara >80% humektan dapat menarik air dari udara●
Emollient : Emollient dapat melembutkan kulit dan mengembalikan lipid pada lapisan teratas kulit sehingga dapat membuat kulit tampak lebih halus●
Occlusive : Mencegah hilangnya air dari permukaan kulitdengan membentuk lapisan hidrofobik pada permukaan kulitHYDRATION
Krim
Krim umumnya mengandung 15-40% minyak yang diemulsikan dalam air. Krim
dapat membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit karena adanya kandungan
minyak di dalamnya.
Jenis Moisturizer
Lotion
Lotion umumnya mengandung 5-25% minyak dan bahan larut minyak. Karena kandungan air yang tinggi, lotion memiliki
konsistensi cairyang membuatnya light-weight dan
mudah diaplikasikan.
Gel
Gel merupakan liquid yang dikentalkan, umumnya berbahan dasar air dan mengandung bahan- bahan yang larut air. Gel pada umumnya tidak mengandung
minyaksehingga direkomendasikan untuk kulit
berminyak.
Formul a
Krim
No Ingredients %(100 g)
1 Asam stearate 5,4
2 Cetyl ethylhexanoate 4
3 Cetyl palmitate 0,8
4 Squalane 1,8
5 Behenyl alcohol 2,4
6 Polysorbate 80 2,4
7 Sorbitan oleate 0,8
8 Dimethicone 0,8
9 Glycerin 2,4
10 Propyl paraben 0,1
11 Methyl paraben 0,2
12 NaOH 10% q.s
13 Purified water Ad 100
• Panaskan bahan 1-10 hingga suhu 80oC hingga meleleh, aduk hingga homogen (Fase minyak)
• Panaskan purified water dan methyl paraben hingga suhu 80oC
• Masukkan fase minyak ke dalam fase air perlahan-lahan sambil diaduk hingga terbentuk emulsi
• Adjust pH dengan larutan NaOH
Formula Lotion
No Ingredients %(100 g)
1 Asam stearate 3
2 Glyceryl stearate 1,2
3 Cetyl hexanoate 3,6
4 Squalane 1,2
5 Behenyl alcohol 0,8
6 Octyldodecanol 0,6
7 PEG-40 stearate 0,6
8 PEG-25 stearate 0,20
9 Dimethicone 0,8
10 Propyl paraben 0,1
11 Mehtyl paraben 0,1
12 Xanthan gum 0,2
13 Butylene glycol 5
14 NaOH 10% 1,8
15 Purified water Ad 100
• Panaskan bahan 1-11 hingga suhu 70oChingga meleleh, aduk hingga homogen (Fase minyak)
• Dispersikan Xanthan gum dalam Butylene glycol, tambahkan air dan methyl paraben, panaskan hingga suhu 70oC(Fase air)
• Masukkan fase minyak ke dalam fase air perlahan-lahan sambil diaduk hingga terbentuk emulsi
• Dinginkan hingga suhu 45oC, adjust pH dengan larutan NaOH
Formula Gel
No Ingredients %(100 g)
1 Purified water 76,55
2 Uniphen P-23 0,3
3 Glycereth-26 2,5
4 Carageenan 0,5
5 Lipo CD-SA 12,5
6 Unimoist U-125 2
7 Imidazolidinyl urea 0,25
8 Hyaluronic acid 4
9 NaCl 25% 0,4
10 Triethanolamine q.s
• Panaskan bahan 1-3 hingga suhu 75oC sambil diaduk dengan kecepatan sedang/tinggi (Campuran 1)
• Perlahan-lahan tambahkan glycereth ke dalam campuran 1
• Dinginkan campuran hingga suhu 40oCdan tambahkan Lipo CD-SA sambil diaduk dengan kecepatan rendah
• Tambahkan Unimoist U-125, dinginkan hingga suhu 350C
• Tambahkan Imidazolidinyl urea, dinginkan hingga suhu 25oC
• Tambahkan Hyaluronic acid dan NaCl
• Adjust pH hinga 3,8-4,2 dengan TEA
● Serum adalah produk perawatan kulit yang mengandung 1 atau lebih bahan aktif dengan konsentrasi yang lebih tinggidibandingkan sediaan lainnya.
● Sesuai dengan bahan aktif yang dikandungnya, serum biasanya digunakan untuk membantu mengatasi masalah kulit yang spesifik, seperti hiperpigmentasi, jerawat, kerutan halus, dll.
02 Serum
● Serum biasanya dikemas dalam botol kecil dengan dropper, dan biasanya hanya digunakan sebanyak 2-3 tetes untuk seluruh wajah.
● Serum biasanya digunakan setelah cleansing dan sebelum moisturizer.
Serum
Formula Serum
No Ingredients %(100 g)
1 Water 89,4
2 Glycerin 3
3 Sodium gluconate 0,2
4 Resveratrol 0,5
5 Caprylyl glycol EHG 1 6 Glyceryl ascorbate 5
7 Hyaluronic acid 0,7
8 Xanthan gum 0,2
• Campurkan bahan 1-3, aduk hingga larut dan homogen
• Tambahkan bahan 4-8 satu per satu sambil diaduk menggunakan homogenizer atau sheer mixer hingga homogen dan tidak ada gumpalan.
• Kemas dalam botol yang tidak tembus cahaya.
● Toner adalah produk perawatan kulit dengan konsistensi cair yang digunakan setelah cleanser untuk mengembalikan keseimbangan pH kulit serta mempersiapkan kulit untuk menerima perlakuan berikutnya.
● Toner diformulasikan dengan
mengkombinasikan moisturizing agent seperti ceramide, hyaluronic acid, dll untuk membantu melembabkan kulit.
● Kandungan dasar toner pada umumnya adalah air, glycerine, moisturizing agent dan
thickening agents
Toner
Formula Toner
No Ingredients %(100 g)
1 Butylene glycol 4
2 Pentylene glycol 1,2
3 Phenoxy ethanol 0,6
4 Glycerin 4
5 Magnesium ascorbate
phospate 1
6 Sodium citrate 0,5
7 Gardenia florida
extract 0,3
8 Sophora angustifolia
extract 0,3
9 Lactobacillus/pear juice ferment filtrate 0,3
10 Raffinose 0,5
11 Purified water Ad 100
• Campurkan bahan 1-4, aduk hingga homogen (Campuran A)
• Larutkan Vitamin C dan Sodium citrate dalam air (Campuran B)
• Tuangkan Campuran A ke dalam Campuran B. Tambahkan bahan 7- 10
Masker
● Masker adalah produk
perawatan kulit yang berbentuk krim atau pasta atau lembaran yang digunakan untuk menutupi seluruh wajah selama beberapa waktu tertentu.
● Masker dapat menghantarkan bahan aktif dalam konsentrasi tinggi dengan lebih baik karena waktu kontaknya yang lebih lama di kulit.
● Masker biasanya dapat membantu menghidrasi, melembapkan, mengencangkan, mencerahkan atau mengeksfoliasi kulit tergantung bahan aktif yang dikandungnya.
Masker
Clay MaskMasker berbahan dasar clay atau charcoal yang berfungsi untuk membantu menyerap minyak berlebih dari permukaan kulit dan membantu mengangkat kotoran dari pori-pori. Masker jenis ini biasanya perlu dicuci setelah penggunaannya.
Jenis Masker
Peel-Off Mask
Masker yang dapat “dikupas”
setelah kering. Peel-off mask dapat mengangkat lapisan sel kulit mati dan membuat kulit terasa lebih halus
Sheet Mask Sheet mask biasanya terbuat dari kertas atau kapas yang direndam dalam larutan bahan aktif.
Jenis Masker
Sleeping Mask Sleeping mask adalah masker yang dapat menghidrasi kulit selama tidur. Sleeping mask biasanya berbahan dasar minyak sehingga dapat mengunci kelembaban kulit semalaman.
Formula Clay Mask
No Ingredients %(100 g)
A Water (1) 54,4
A Polyvinyl alcohol 12
B Bentonite 2,5
B Water (2) 15,1
C Propanediol 5
C Hydrolyzed Oat Protein 5
C Na EDTA 0,1
C Aloe Barbadensis Leaf
Juice 0,9
C Kaolin 5
D Preservative q.s
• Panaskan campuran A pada suhu 85oC hingga larut dan homogen
• Dispersikan Bentonite dalam air sambil diaduk hingga terbasahi semua (Campuran B)
• Campurkan bahan-bahan C hingga homogen
• Masukkan Campuran C ke dalam Campuran A sambil diaduk hingga homogen.
• Masukkan Campuran A sedikit demi sedikit ke dalam campuran tadi sambil diaduk.
• Masukkan preservative dan aduk hingga homogen
Formula
Peel Off Mask
No Ingredients %(100 g)
A Water (1) 60,58
A Polyvinyl alcohol 14
A Bis-PEG-18 Methyl Ether
Dimethyl Silane 4
B Glycerin 3
B Propylene glycol 1
C Vaccinium Myrtillus Fruit
extract 2
C NaOH 0,92
D Tocopheryl acetate 0,5
D Polysorbate-20 0,5
E Ethanol 12
F Water (2) 0,5
F Sodium ascorbyl phospate 0,2
G Phenoxyethanol 0,8
• Campurkan bahan-bahan A, panaskan hingga suhu 85oC hingga PVA larut
• Masukkan bahan-bahan B ke dalam Campuran A
• Tambahkan bahan-bahan D sambil diaduk
• Tambahkan fase E, fase F dan G satu per satu sambil diaduk
• Dinginkan hingga suhu 40oC, tambahkan bahan-bahan C sambil diaduk
DEKORATIF
KOSMETIK
Introduction
Kosmetik dekoratif adalah kosmetik yang digunakan untuk mengubah atau memodifikasi penampilan pada area
tertentu dengan menggunakan warna.
TUJUAN
MEMPERCANTIK
Mempercantik dan mengubah penampilan
MENUTUPI
Menutupi kekurangan atau cacat pada kulit.
MENYEHATKAN
Meningkatkan dan/atau melindungi dan menjaga
kesehatan kulit
KARYA SENI
Pada kesempatan tertentu make-up dapat menjadi karya seni yang apresiatif
Pertimbangan Formulasi
Performance Metode Aplikasi
Pengguna Tipe Kemasan
Cara Pemakaian
Bahan - Bahan Umum
● Talk
● Kaolin
● Zinc oxide
● Calcium carbonate
● Metallic soaps
● Starches
● Modified starches
● Walnut flour
● Micronized plastics
● Mica
● Powdered silk
● Pigments
● Treated pigments
● Preservative
● Antioxidants
● Fragrance
Merupakan produk yang digunakan untuk memperbaiki tampilan bibir dengan memberi warna dan kilau,
serta mempertegas garis bibir Merupakan produk yang
digunakan pada mata untuk membuat mata terlihat lebih cantik dan memberikan kesan
“sehat”
Jenis Kosmetik Dekoratif
Lip Makeup Eye Makeup
Merupakan produk yang digunakan untuk memberi warna
dan menonjolkan fitur wajah.
Facial Makeup Foundation adalah kosmetik yang diaplikasikan pada wajah dan leher meratakan warna kulit, menutupi blemish dan kekurangan pada wajah, serta sebagai basis sebelum penggunaan kosmetik
dekoratif lainnya.
Facial Makeup
FOUNDATION
BASIS FOUNDATION
● Oil and emollient-based : berbahan dasar minyak atau lemak dengan tambahan pigment
● Oil-based shakers : berupa emulsi dengan fase terpisah, dibutuhkan pengocokan pada penggunaannya
● Alcohol-based : menggunakan campuran air dan alkohol denaturasi sebagai bahan dasarnya dengan tambahan pigment
● Powder based : menggunakan talc sebagai bahan dasarnya, dengan tambahan pigment, emollients, skin adhesion agents dan bahan pengikat.
● Water-based : berupa emulsi antara air dan minyak yang stabil
● Silicone-based : menggunakan campuran air dan silicone sebagai bahan dasar untuk memberikan hasil yang halus dan terasa light-weight di kulit.
Formulasi Foundation
● Campurkan bahan-bahan pigment
● Masukkan lechitin ke dalam air. Tambahkan TEA, CMC dan Magnesium Aluminium Silicate, aduk hingga homogen
● Masukkan campuran pigmen
● Panaskan hingga suhu 75oC
● Campurkan bahan-bahan fase minyak, panaskan hingga 75oC
● Tuangkan fase minyak ke dalam fase air perlahan-lahan dengan pengadukan hingga homogen
● Larutkan preservative dalam propylene glycol, masukkan ke dalam campuran tadi
● Dinginkan hingga suhu 35oC, tambahkan fragrance
Ingredients % (w/w)
Oil Phase
Stearic acid 2,60
Propylene Glycol 1,90
Lanolin alcohol 9,50
Cetyl palmitate 1,00
Isopropyl myristate 4,00
Pigments
Kaolin 4,25
Titanium dioxide 6,75
Yellow Iron Oxide 0,50
Brown Iron Oxide 0,80
Water Phase
Deionized water 64,00
Triethanolamine 1,00
Carboxymethyl cellulose 0,20
Magnesium Aluminium silicate 0,50
Lecithin 2,00
Propylene glycol 1,00
Preservative q.s
Fragrance q.s
BEDAK
Bedak merupakan kosmetik yang diaplikasikan pada wajah untuk menutupi kekurangan minor dan mengurangi kilau pada wajah akibat sebum berlebih. Berdasarkan bentuknya, bedak dibedakan menjadi:
● Loose powder : bedak tabur bertekstur ringan
● Pressed powder : bedak dengan ukuran partikel yang lebih besar dan dikemas dalam bentuk padat
● Two-way cake : foundation dalam bentuk pressed powder
Formulasi Loose Powder
● Dispersikan fragrance pada Magnesium carbonate
● Campurkan Talc, Zinc stearate, Magnesium carbonate/fragrance, preservative dan pigment hingga homogen
● Gerus dan ayak hingga mencapai derajat kehalusan yang
diinginkan
Ingredients % (w/w)
Talc 74,80
Zinc stearate 7,50
Magnesium carbonate 1,00
Black Iron Oxide 0,30
Red Iron Oxide 3,00
Yellow Iron Oxide 3,00
Mica, Barium sulphate, Titanium dioxide
10,00
Fragrance 0,15
Preservative q.s
Blusher Formulasi Pressed Blusher
● Campurkan Talc, Zinc stearate, Magnesium carbonate,
preservative dan pigment hingga homogen
● Tambahkan liquid ester, aduk hingga homogen
● Ayak hingga mencapai derajat kehalusan yang dinginkan
● Masukkan ke dalam wadah, press hingga padat
Ingredients % (w/w)
Talc 78,30
Zinc stearate 5,00
Liquid ester 5,00
Titanium dioxide 2,00
D&C Red No.6 Ba Lake 0,05 D&C Red No.7 Ca Lake 0,40
Yellow Iron Oxide 1,00
Black Iron Oxide 0,05
Methylparaben 0,10
Propylparaben 0,05
Imidazolidinyl Urea 0,10 Titinated Mica Pearl 8,00
Eye Makeup!
Eye Shadow
Formulasi
Cream Eye Shadow
● Dispersikan pigmen dalam petroleum jelly dan isopropyl myristate
● Panaskan dan aduk
● Masukkan bahan-bahan lainnya
● Panaskan campuran hingga suhu 70-75oC dan aduk hingga homogen
Ingredients % (w/w)
Pigments 20,0
Petroleum jelly, Petrolatum ad 100,0
Isopropyl myristate 36,0
Liq. Lanolin 4,0
Microcrystalline wax 8,0
Beeswax 4,0
Maskara
Formulasi
Maskara Padat
● Campur dan lelehkan semua bahan wax, aduk hingga homgen
● Tambahkan bahan lainnya dan aduk hingga homogen
● Tuang campuran ke dalam cetakan dan dinginkan
Ingredients % (w/w)
Triethanolamine stearate 40,00
Paraffin wax 30,00
Beeswax (Cera Alba) 12,00 Anhydrous lanolin 5,00 Black Iron oxide 13,00
Preservative q.s
Eyeliner
Formulasi
Eyeliner Liquid
● Masukkan air ke dalam wadah mixing, tambahkan lecithin, preservative dan propylene glycol
● Dispersikan pigmen dan pearl, aduk dengan kecepatan tinggi
● Tambahkan ammonium acrylate copolymer dan acrylic/acrylate copolymer, aduk dengan kecepatan rendah
● Tambahkan TEA perlahan-lahan untuk menetralkan acrylic/acrylate copolymer dan mengentalkan produk
Ingredients % (w/w)
Demineralized water 75,70
Lecithin 0,30
Propylene Glycol 2,5
Acrylic/Acrylate Copolymer 5,00
Triethanolamine 1,00
Ammonium Acrylate Copolymer 5,00
Preservative q.s
Black Iron Oxide 5,00
Mica and Black Iron Oxide 5,00
Lip Products
● Lipstick
Lipstick adalah lip product yang paling umum, berbahan dasar minyak atau wax, dicetak berbentuk batang dengan ujung membulat.
● Lip Gloss
Lip Gloss biasanya berbentuk cair, umumnya tidak mengandung atau mengandung sedikit pigmen, dan dapat membuat bibir nampak berkilau
● Lip Liner
Lip Liner biasanya berbentuk pensil, berbahan dasar wax dan pigmen
Lip Products
● Lip Cream
Lip Cream adalah versi cair atau kental dari lipstick yang dikemas dalam botol kecil dilengkapi dengan aplikator yang sesuai
● Lip Tint
Lip Tint merupakan lip product dengan basis liquid atau gel, di mana basis tersebut dapat menguap meninggalkan pigment yang dapat menempel di bibir dalam jangka waktu yang cukup lama
Formulasi Lipstick
● Campur dan panaskan semua bahan hingga suhu 80-90oC. Aduk hingga homogen, hindari terbentuknya gelembung
● Tuangkan ke dalam cetakan dan dinginkan hingga padat.
Ingredients % (w/w)
Ozokerite wax 4,00
Candelila wax 11,00
Octyl Dodecanol 25,00
C30-45 Alkyl Methicone 5,00
Cyclomethicone 26,00
Petrolatum 4,00
Lanolin oil 9,00
Avocado oil 2,00
Oleyl alcohol 8,00
Pigments 6,00
Formulasi Lip Cream
● Campur dan panaskan bahan-bahan Fase A hingga suhu 75oC, aduk hingga homogen
● Masukkan Fase B ke dalam Fase A, aduk homogen
● Dinginkan hingga suhu 45oC, kemas dalam botol yang sesuai.
Ingredients % (w/w)
Phase A
Triglyceride 56,30
Octyldodecanol 18,00
Castor Oil 6,00
Beeswax 2,50
Talc 6,00
Shea butter 2,00
Glycerin 1,00
Mica 2,00
Phase B
Iron Oxide Brown 0,50
Red No. 7 D&C Lake 0,30
Titanium dioxide 2,00
Mica Red 2,00
Mica Luster Black 2,00
α-tocopherol 0,20
Flavor 0,20