• Tidak ada hasil yang ditemukan

pendahuluan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pendahuluan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Asset yang paling penting bagi suatu organisasi adalah sumber daya manusia, karena pada dasarnya manusia berfungsi sebagai faktor penggerak bagi setiap kegiatan di dalam perusahaan. Suatu organisasi dapat melakukan aktivitasnya untuk mencapai tujuan yang di inginkan perlu adanya manajemen yang baik terutama sumber daya manusia, karena sumber daya manusia merupakan modal utama dalam merencanakan, mengorganisir, mengarahkan serta menggerakkan sumber daya lainnya yang ada dalam suatu organisasi.

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Tugas manajemen sumber daya manusia adalah mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya. Keberhasilan maupun kegagalan dalam sebuah organisasi sangat berhubungan erat dengan pelaku-pelaku organisasi tersebut, atau dengan kata lain sumber daya manusia mempunyai peran yang sangat penting (strategis) sebagai penentu berhasil tidaknya pencapaian kinerja dalam suatu organisasi.

Apapun bentuk dan tujuan dalam sebuah organisasi, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi. Sumber daya yang dimiliki Univeraitas terbatas sifatnya. Maka Universitas dituntut untuk mampu memberdayakan dan mengoptimalkan sumber daya manusia guna mencapai tujuan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Indonesia, berusaha melaksanakan Tri Dahrma perguruan tinggi, sesuai amanat undang-undang Republik Indonesia Nomer 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 60 menyebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban untuk melakasanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarkat. Selain itu UM Metro selalu berupaya untuk memenuhi standar nasional pendidikan permenristek-dikti Nomer 44 Tahun 2015 tentang standar nasional pendidikan tinggi, pasal 1 yang menyebutkan bahwa standar nasional pendidikan tinggi adalah satuan standar yang meliputi standar nasional pendidikan, ditambah dengan standar nasional penelitian, dan standar nasional pengabdian kepada masyarakat.

(2)

Selain memenuhi tugas Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Khusus untuk dosen perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM), termasuk UM Metro mengemban tugas Catur Dharma, yakni Tri Dharma perguruan tinggi ditambah dengan tugas pengembanan dan implementasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahhan (AIK).

Dengan demikian hendaknya seorang dosen dituntut menguasi berbagai kemampuan teknis dan non teknis mulai dari merancang, melaksanakan samapai mengevaluasi kegitan belajar mengajar. untuk mencurahkan semua perhatian dan fokus pada tujuan dari perguruan tinggi dosen wajib melakukan Tri Dharma perguruan tinggi maupun tugas lain yang menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga pendidik yang dimana hal ini menjadi pertanyaan tentang kompetensi dosen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sebagai contohnya adalah dosen sering kali ada keterlambatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga pendidik dan dosen juga terkadang mendadak mengkonfirmasi bahwa kelasnya diundur sehingga dalam hal ini mahasiswa dirugikan dilihat dari segi waktu dan tenaga, kejadian ini tidak sedikit mahasiswa yang mencurahkan isi hatinya pada teman sejawatnya, yang mana hal ini bisa berimbas pada minat mahasiswa yang akan mendaftar pada perguruan tinggi. Sebagai tenaga pendidik seorang dosen dituntut untuk memiliki komitmen organisasi yang baik guna untuk memajukan perguruan tinggi kedepannya.

Kompetensi mempunyai hubungan yang erat dengan pendidikan,semakin tinggi tingkat pendidikan diharapkan akan semakin meningkatnya kompetensi seorang dosen, karena mempunyai jenjang pendidikan yang tinggi, pengalaman serta dedikasi yang baik sehingga bisa meningkatkan kinerja. Berikut data tingkat pendidikan dosen Universitas Muhammadiyah Metro :

Tabel 1. Tingkat Pendididikan Dosen UM Metro

No Tingkat Pendidikan Jumlah

Dosen Presentase

1 Doktor (S3) 19 11%

2 Magister (S2) 158 89%

Jumlah 177 100%

Sumber : Bagian Kepegawaian UM,2021

Berdasarkan tabel diatas, Dosen Universitas Muhammadiyah Metro yang memiliki tingkat pendidikan doctor (S3) sebanyak 19 orang atau sebesar 11%,

(3)

sedangkan tingkat pendidikan magister (S2) sebanyak 158 orang atau sebesar 89%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas dosen Universitas

Muhammadiyah Metromemiliki tingkat pendidikan magister (S2) padahal

seharusnya Universitas mempunyai 30% dosen yang memiliki tingkat pendidikan berkualifikasi dokter atau strata tiga untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik serta menjadikan universitas sebagai word class university (WCU). Berikut ini adalah tabel jabatan akademik.

Tabel 2. Jabatan Akademik

No Jenjang Akademik Jumlah Presentase Tahun

1. Guru Besar 3 2% Per Desember 2020

2. Lektor Kepala 23 8% Per Desember 2020

3. Lektor 64 60% Per Desember 2020

4. Asisten Ahli 55 20% Per Desember 2020

5. Tenaga Pengajar 24 10% Per Desember 2020

Sumber : Bagian Kepegawaian UM,2021

Salah satu aspek yang dapat menunjang keberhasilan seorang dosen dalam mencapai kesuksesan bekerja adalah stres kerja yang rendah dan tidak berlebihan. Menurut Umar (2010:44) stres didefinisikan sebagai suatu kondisi ketegangan yang memengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang.

Terdapat hubungan langsung antara stres dan kinerja karena ketika seorang dosen memiliki tingkat stres yang tinggi, maka seorang dosen tidak akan mampu mengajar dengan baik dan optimal hal ini akan berdampak pada kinerjanya.

Menurut Robbins (2016), stres kerja adalah bagian masalah dari organisasi.

Stres tersebut dapat dikarenakan beban kerja yang besar atau harus bekerja lebih lama karena adanya perubahan sistem dalam organisasi. Stres kerja ini tercipta dalam usaha menyeimbangkan kehidupan kerja dan tanggung jawab organisasi dan keluarga. Menurut Sophiah (Dikutip dari Chaidir & Wajdi, 2011) Stress kerja merupakan suatu respon adoptif terhadap suatu situasi yang dirasakan menantang atau mengancam kesehatan seseorang. Dalam kehidupan berorganisasi stres kerja akan membawa dampak negatif terhadap kinerja.

Semakin tinggi stres kerja yang dirasakan seorang dosen akan semakin buruk

(4)

kinerja yang dihasilkan, tetapi apabila seorang dosen tersebut mampu meminimalisir stres kerja maka diharapkan kinerjanya juga semakin meningkat.

Stres kerja bisa dipengaruhi karena adanya beban pekerjaan yang semakin meningkat. Seharusnya beban pekerjaan yang semakin banyak bukanlah merupakan suatu halangan bagi dosen untuk menghasilkan kinerja yang semakin baik.

Tuntutan tugas yang ada pada Universitas menjadi salah satu penyebab timbulnya stres pada dosen karena begitu beratnya tuntutan tersebut. Faktor- faktor yang dapat menimbulkan stress bagi dosen antara lain tekanan untuk menghindari kekeliruan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang terbatas, beban kerja yang berlebihan, seorang pimpinan yang menuntut, serta rekan kerja yang tidak menyenangkan. Stres kerja yang dialami oleh dosen dapat merugikan universitas karena tidak imbangnya antara produktivitas dengan biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji, tunjangan, dan fasilitas lainnya. Banyak dosen yang tidak menyelesaikan beban mengajar dan administrasinya dengan berbagai macam alasan, ataupun pekerjaan yang tidak selesai pada waktunya.

Selain stres kerja yang dapat mempengaruhi kinerja adalah penilian kerja.

Menurut Hartantik (2014:119), penilian kerja adalah cara sistemasis untuk mengevaluasi prestasi, kontribusi, kontribusi, potensi, dan nilai dari seseorang karywan oleh orang-orang yang diberi wewenang perusahaan sebagai landasan pengembangan. Untuk mendapatkan penilian kerja yang baik dosen harus memberikan kinerja yang baik terhadap perguruan tinggi maupun mahasiswa sehingga perguruan tinggi dan mahasiswa bisa memberikan penilian yang baik terhadap dosen yang memberikan kinerja yang baik.

Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2006:67) kinerja adalah hasil kerja secara kulitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dosen bidang perkulihan merupakan persyaratan yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi sebagai bentuk refleksi evaluasi diri pada pelaksanaan perkulihan yang dilakukan oleh institusi itu sendiri. Kinerja juga bisa diartikan sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja

(5)

individu. Setiap Universitas akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja dosen, dengan harapan apa yang menjadi tujuan universitas akan tercapai.

Salah satu cara yang ditempuh oleh universitas dalam meningkatkan kinerja dosennya, misalnya dengan melalui pendidikan, pelatihan, pemberian motivasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta memilki disiplin.

Peningkatan kinerja dosen akan membawa kemajuan bagi universitas untuk dapat bertahan dan menjadi daya jual. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis akan melakukan penelitian yang berjudul ”Pengaruh Kompetensi, Job Stress, Sistem Penilaian Kerja Terhadap Kinerja Dosen Universitas Muhammadiyah Metro”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Apakah kompetensi berpengaruh terhadap kinerja dosen Universitas Muhammadiyah Metro?

2. Apakah job stress berpengaruh terhadap kinerja dosen Universitas Muhammadiyah Metro?

3. Apakah penilaian kerja berpengaruh terhadap kinerja dosen Universitas Muhammadiyah Metro?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Menguji pengaruh kompetensi terhadap kinerja dosen Universitas Muhammadiyah Metro

2. Menguji pengaruh job stress terhadap kinerja dosen Universitas Muhammadiyah Metro

3. Menguji pengaruh penilian kerja terhadap kinerja dosen Universitas Muhammadiyah Metro

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti

(6)

Penelitian ini meningkatkan kemampuan peneliti dalam menjawab permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terkait dengan pengaruh Kompetensi, Job Stress, Sistem Penilaian Kerja terhadap kinerja

2. Bagi Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi yang berkaitan dengan masalah pengaruh Kompetensi, Job Stress, Sistem Penilaian Kerja terhadap kinerja

3. Bagi Universitas

Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kepustakaan dan menambah wawasan ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai Kompetensi, stres kerja,penilaian kerja terhadap kinerja karyawan

Referensi

Dokumen terkait

Dosen merupakan salah satu kelompok sumber daya manusia yang sangat menentukan dalam keberhasilan melaksanakan tugas perguruan tinggi yang terkandung dalam Tri

Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, disebutkan bahwa tugas dosen berkaitan dengan pelaksanaan tiga hal utama yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Karenanya

dari mengikuti kegiatan pendidikan, dan melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta unsur penunjang yang mendukung pelaksanaan tugas pokok Dosen..

Tanggung jawab menjalankan tri dharma perguruan tinggi juga diemban oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) yang merupakan salah satu institusi

Oleh sebab itu sebagai bagian dari tanggungjawab dan tugas profesionalisme dosen, dalam mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi aspek Pengabdian pada Masyarakat (PPM),

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari tri dharma perguruan tinggi yang wajib dilakukan oleh seorang dosen. Sarana dan prasarana yang

bahwa sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tugas dosen selain tugas pokok sebagai pengajar juga harus melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maka perlu

bahwa sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tugas dosen selain tugas pokok sebagai pengajar juga harus melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maka perlu