• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDALAMAN MATERI (Lembar Kerja Resume Modul)

N/A
N/A
DPP Gaming

Academic year: 2023

Membagikan "PENDALAMAN MATERI (Lembar Kerja Resume Modul) "

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENDALAMAN MATERI

(Lembar Kerja Resume Modul)

NAMA MAHASISWA :

KELAS :

LPTK :

DOSEN PENGAMPU :

A. Judul Modul : AL-QUR’AN DAN HADIS

B. Kegiatan Belajar : KEDUDUKAN HADIS DAN FUNGSINYA TERHADAP AL-QU’RAN (KB 4)

C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN

1 Konsep (Beberapa istilah dan

definisi) di KB URGENSI KEBERADAAN HADIS

 Secara umum hadis (sunnah) merupakan penjelas (bayân) terhadap makna Al-Qur’an yang umum, global dan mutlak.

 Al-Qur’an menyebutkan dalam banyak ayat terkait kewajiban untuk memercayai dan menerima segala yang disampaikan oleh Rasul kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup. Perintah ini ditunjukkan dalam QS. Ali ‘Imran (3): 23 dan 179, QS. Al-Nisa (4):

59 dan 136, QS. Al-Maidah (5): 92, QS. Al-Nur (24):

54, QS. Al-Hasyr (59): 7 dan banyak lagi yang lainnya.

 hadis sendiri dalam beberapa riwayat secara tersurat menegaskan pentingnya hadis dalam kehidupan.

 ijmak ulama bahwa hadis ditetapkan sebagai sumber hukum kedua dalam syariat Islam. Beberapa peristiwa yang menjadi argumentasi hal tersebut di antaranya saat Umar Ibn Khattab yang menegaskan kepada hajar aswad bahwa keberadaannya hanyalah batu yang secara logika tidak layak untuk dimuliakan.

(2)
(3)

Tetapi karena Rasul mengecupnya, maka ia mengikuti sunnah.

nalar logis akal menunjukkan kebutuhan manusia terhadap hadis. Al-Qur’an sebagai sumber hukum yang global membutuhkan seperangkat penjelas dan perinci agar pesannya sampai kepada komunikan (manusia).

RAGAM FUNGSI HADIS BESERTA CONTOHNYA

Bayan Taqrir. Posisi hadis sebagai penguat

(taqrir/ta’kid) keterangan Al-Qur’an. Ia memantapkan dan mengokohkan apa yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, sehingga maknanya semakin terang benderang.

Bayan tafsir yaitu hadis berfungsi sebagai penjelas terhadap Al-Qur’an. Fungsi inilah yang terbanyak pada umumnya dilakukan hadis terhadap AlQur’an.

Bayan tafsir ini terdiri dari tiga macam, yaitu sebagai berikut:

Tafshil al-Mujmal Hadis memberi penjelasan secara terperinci pada ayat-ayat Al-Qur’an yang masih global, baik menyangkut masalah ibadah maupun hukum. Sebagian ulama menyebutnya bayan tafshil atau bayan tafsir.

Takhshish al-`Amm Pada fungsi ini, hadis mengkhususkan (mengecualikan) ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat umum. Sebagian ulama menyebut fungsi ini dengan bayan takhshish.

Taqyid al-Muthlaq Maksud dari taqyid al-Muthlaq adalah hadis berfungsi membatasi kemutlakan ayatayat Al-Qur’an. Al-Qur’an pada sebagian ayatnya menunjukkan ketentuan yang bersifat mutlak. Pada kondisi ini, hadis setema yang spesifik berperan

(4)

membatasinya, sehingga sebagian ulama menyebut fungsi ini dengan bayân taqyîd.

 Bayan Tasyri’ Yang dimaksud bayan tasyri‘ yaitu hadis berfungsi menciptakan hukum syariat yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an atau dalam Al-Qur’an hanya terdapat pokok-pokoknya saja. ‘Abbas Mutawalli Hamadah menyebut fungsi ini dengan “za’id ‘ala kitab al-karim”.

 Bayan Nasakh Hadis pada fungsi adalah membatalkan atau menghapus ketentuan yang terdapat dalam Al- Qur’an. Para ulama berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang mengakui fungsi ini dan ada juga yang menolaknya. Berada pada barisan pertama adalah golongan Mu’tazilah, Hanafiyah dan mazhab Ibn Hazm al-Zahiri. Sementara yang tergolong pada barisan kedua adalah Imam al-Syafi’i dan sebagian besar pengikutnya, kelompok Khawarij dan mayoritas mazhab Zahiriyyah.

(5)

2 Daftar materi pada KB yang sulit

dipahami  Hadis tentang hukum syuf’ah, hukum merajam wanita

pezina yang masih perawan, haramnya menikahi dua wanita bersaudara (antara isteri dengan bibinya) dan hukum tentang hak waris bagi seorang anak

 Sebenarnya, para ulama berbeda pendapat tentang fungsi hadis sebagai dalil pada sesuatu hal yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Mayoritas mereka berpendapat bahwa hadis berdiri sendiri sebagai dalil hukum. Sementara yang lain berpendapat bahwa hadis menetapkan dalil yang terkandung atau tersirat secara implisit dalam teks Al-Qur’an.

Hadis berfungsi membatasi kemutlakan ayat-ayat AlQur’an. Al-Qur’an pada sebagian ayatnya

menunjukkan ketentuan yang bersifat mutlak. Pada kondisi ini, hadis setema yang spesifik berperan membatasinya, sehingga sebagian ulama menyebut fungsi ini dengan bayân taqyîd.

3 Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi dalam pembelajaran

Akhir-akhir ini terutama di media televisi maupun digital mulai marak muncul para aktivis yang mencoba membenturkan antara dalil Qu’ran yang kemudian membingungkan orang awam. Contohnya seperti pernyataan bahwa tidak ada detail waktu sholat fardhu di Al-Qur’an secara spesifik. Hal ini pernah diungkapkan oleh Rocky Gerung, praktisi yang fokus di bidang filsafat. Pernyataan tersebut tentu merupakan salah satu miskonsepsi dalam pembelajaran, terutama dari materi Bayan tafsir, karena ada sumber hukum kedua dalam islam yaitu hadis yang di sini berperan sebagai penjelas ayat-ayat al- Qur’an.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut guru biologi kelas XI SMAN 4 Solok Selatan bahwa materi yang paling sulit dipahami siswa pada semester 1 kelas XI ini adalah materi jaringan tumbuhan karena