• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDALAMAN MATERI (Lembar Kerja Resume Modul)

N/A
N/A
sanni fitrilaila

Academic year: 2024

Membagikan "PENDALAMAN MATERI (Lembar Kerja Resume Modul) "

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENDALAMAN MATERI (Lembar Kerja Resume Modul)

1. Dosen :

Prof. Dr. Winarno, S.Si.,M.Pd.

2. Nama :

Nurul Khabib

3. Mapel/Kelas :

Pendidikan Agama Islam / J1

4. Judul Modul : Pengembangan Profesi Guru 5. Kegiatan Belajar : Kode Etik Guru (KB 3)

NO BUTIR REFLEKSI /JAWABAN

1

Peta Konsep (Beberapa istilah dan definisi) di

modul bidang studi

A.

Kode Etik Guru

Pengertian dan Tujuan Kode Etik Profesi

Kode Etik Profesi Keguruan

Etos Kerja dan Profesionalisme Guru

Kode Etik Guru Indonesia

Karakter Guru Abad 21

Kode Etik Guru

Pengertian dan Tujuan Kode Etik Profesi

Menurut Hornby sebagaimana yang dijelaskan Udin

Saefuddin Saud (2009) kode etik secara leksikal

didefinisikan sebagai berikut ”code as collection of

laws arranged in a system; or system of rules and

principles that has been accepted by society or a class

or group of people”, dan ”ethic as system of moral

principles, rules of conduct”. kode etik profesi pada

hakikatnya merupakan suatu sistem peraturan atau

perangkat prinsip-prinsip keprilakuan yang telah

diterima oleh kelompok orang-orang yang tergabung

dalam himpunan organisasi keprofesian tertentu.

(2)

B.

k

C.

enaga kependidikan

enciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis

mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan

memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan

ngembangan kode etik guru

ahap pembahasan/perumusan (tahun 1971-1973),

hap pengesahan (Kongres PGRI ke XIII November 1973), (

hap penguraian (Kongres PGRI XIV, Juni 1979) tahap penyempurnaan (Kongres XVI, Juli 1989).

hubungan guru atau tugas guru

pembentukan pribadi peserta didik kejujuran profesional,

kejujuran dalam memperoleh dan menyimpan informasi tentang peserta didik pembinaan kehidupan sekolah

orang tua murid dan masyaraka

pengembangan dan peningkatan kualitas diri, sesama guru (hubungan kesejawatan)

organisasi profesi,

pemerintah dan kebijakan pemerintah di bidang pendidika

Syarat-syarat Profesi (Syafrudin Nurdin)

Panggilan hidup yang sepenuh waktu;

Pengetahuan dan kecakapan atau keahlian Kebakuan yang universal;

Pengabdian

Kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif;

Otonom Kode etik

Klien

Berperilaku pamong Bertanggung jawab

Kode Etik Profesi Keguruan

Etos Kerja dan Profesionalisme Guru

(3)

D.

terminologi kualifikasi profes

profes semi profesi terampil tidak terampil

quasi profes

Definisi meliputi aspek Ilmu pengetahuan tertentu Aplikasi kemampuan/kecakapan;

Berkaitan dengan kepentingan umum.

landasan etika kerja para guru

Menjadi guru adalah meneruskan perjuangan para ulama.

Menjadi guru adalah Ibadah Menjadi guru adalah berkah Menjadi guru adalah pengabdian ilmu

Menjadi guru adalah amanah

Kode Etik Guru Indonesia

Guru Indonesia memedomani dasar-dasar sebagai berikut (AD/ART PGRI, 1994):

Guru berbakti membimbing peserta didik membentuk manusia berjiwa Pancasila.

Guru secara pribadi dan bersama-sama,

mengembangkan meningkatkan mutu Guru memiliki dan

melaksanakan kejujuran Guru memelihara hubungan profesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan

sosial Guru berusaha memperoleh

informasi tentang peserta didik

Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI

Guru menciptakan suasana

sekolah sebaik-baiknya Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan

Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat

(4)

E.

Karakter Guru Abad 21

Pengertian Profil Guru Abad 21 Karakteristik Guru Abd 21 Kompetensi Guru Abad 21

krar Guru Indonesia”

Kami Guru Indonesia, adalah insan pendidik Bangsa yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kami Guru Indonesia, bersatu dalam wadah organisasi perjuangan kesatuan Bangsa

yang berwatak kekeluargaan.

Kami Guru Indonesia, adalah pengemban dan pelaksana cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Pembela dan pengamal Pancasila yang setia pada UUD 1945.

Kami Guru Indonesia, menjunjung tinggi Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap Bangsa, Negara serta

kemanusiaan Kami Guru Indonesia,

bertekad bulat mewujudkan tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa.

Karakter Guru Abad 21

1. Pengertian Profil Guru Abad 21

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi abad 21 telah mengubah karakteristik peserta didik sehingga memerlukan orientasi dan cara pembelajaran yang inovatif. Penyesuaian peran guru perlu dilakukan utamanya karena adanya perubahan karakteristik peserta didik generasi mileneal menjadi karakteristik generasi z, istilah yang mewakili generasi abad 21.

2. Karakteristik Guru Abd 21 Fenomena disrupsi”

 belajar tidak lagi terbatas pada paket-paket pengetahuan terstruktur namun belajar tanpa batas sesuai minat (continuum learning)

 Pola belajar menjadi lebih informal;

 keterampilan belajar mandiri (self-motivated learning)

 banyak cara untuk belajar dan banyak sumber yang bisa diakses seiring pertumbuhan MOOC (massive open online course)

(5)

2

Daftar materi bidang studi yang sulit dipahami pada modul

Tidak ada

3

Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi dalam pembelajaran

Salatiga, 20 Juni 2023 Mahasiswa,

NB: Disesuaikan dengan modul masing-masing

Nurul Khabib

Idealisme yang terkandung dalam kode etik profesi guru adakalanya tidak sejalan dengan fakta yang terjadi disekitar para profesional.

Orientasi pembelajaran di Indonesia

a. Berpikir kritis dan penyelesaian masalah (critical thinking and problem solving).

b. Kreatifitas dan inovasi (creativity and innovation c. Pemahaman lintas budaya (cross-cultural

understanding) d. Komunikasi

e. Komputer dan literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (computing and ICT literacy) f. Karir dan kehidupan (life and career skill) g. Karakter Moderat

3. Kompetensi Guru Abad 21 a. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik,

b. Kompetensi Kepribadian

Menurut Hall dalam Suyanto (2013) kepribadian dapat didefinisikan sebagai berikut: “The personality is not series of biographical facts but something more general and enduring that is inferred from the facts”

c. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan yang harus dimiliki guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara aktif dengan siswa, sesama pendidik, tenaga

kependidikan.

d. Kompetensi Profesional

Menurut Suyanto (2000) kompetensi profesional, memiliki pengetahuan yang luas pada bidang studi yang diajarkan, memilih dan menggunakan berbagai

metode mengajar di dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan.

Referensi

Dokumen terkait

langkah dalam Lembar Kerja Siswa ini yaitu diberikan masalah kontekstual hal ini agar membangkitkan semangat dan membuka pikiran siswa. Setelah itu guru memberikan arahan agar

c) Melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan proses belajar mengajar. d) Membantu guru dalam menyusun pelajaran. e) Sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan

Buatlah rancangan kegiatan yang sesuai dengan bentuk kerja sama antara orang tua dan guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran. no Nama kegiatan Arti/ makna

abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis representasi kimia pada materi larutan penyangga, mendeskripsikan tanggapan guru dan

Sedangkan dalam melaksanakan tugas mengajar, guru perlu memiliki moral kerja untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah, karena moral kerja yang tinggi

Kemampuan seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif serta aktif akan mampu memberikan dorongan dan semangat siswa dalam meningkatkan dan mengembangkan

Kondisi ini menggambarkan bahwa guru masih memerlukan dorongan agar meningkatkan upayanya terutama yang berkenaan dengan mengembangkan profesi, menyusun struktur

Kemampuan seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif serta aktif akan mampu memberikan dorongan dan semangat siswa dalam meningkatkan dan mengembangkan