Pendidikan agama Islam bagi keluarga penghafal Al Quran untuk membangun karakter sosial keagamaan di Desa Wonolelo Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul. Memiliki keluarga yang bernuansa religius akan sangat bermanfaat dalam proses pendidikan agama Islam pada anak. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Wonolelo Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul terdapat beberapa keluarga dan pasangan suami istri yang salah satunya penghafal Alquran.
Keluarga penghafal Al-Quran merupakan keluarga yang mempunyai strata sosial, religiusitas dan tradisi keagamaan tersendiri, termasuk selalu penghafal Al-Quran. Dengan latar belakang orang tua yang demikian, tentu saja hal ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap pendidikan agama Islam pada anak. Berdasarkan hasil penelitian, dalam proses pendidikan agama Islam pada keluarga penghafal Al-Quran, yaitu pendidikan aqidah, pendidikan syariah atau ibadah, dan pendidikan akhlak, penekanan pada pendidikan Al-Quran adalah yang paling utama. Dengan proses pendidikan agama Islam melalui pendidikan Al-Quran, berbagai karakter dan adat istiadat dipelajari oleh orang tua.
Dengan membiasakan pembelajaran Al-Qur'an di keluarga maka akan tertanam sikap cinta Al-Qur'an pada diri anak. Dengan landasan pembelajaran Al-Qur’an seiring berjalannya waktu maka keimanan, syariat, dan akhlak anak dengan sendirinya akan terbangun. Dalam kaitannya dengan mempelajari Al-Qur'an dan menjaga hafalannya juga harus dibarengi dengan menjaga sikap.
Konsonan Rangkap karena Syaddah ditulis rangkap
ﻦﻳﺪّﻘﻌﺘﻣ ﺓّﺪﻋ
Bila dimatikan ditulis h
ﺔﺒﻫ ﺔﻳﺰﺟ
Bila ta’ marbutah hidup atau dengan harakat, fathah, kasrah dan dammah ditulis t
Vokal Pendek ِ◌
Vokal Panjang
Vokal Rangkap fathah + ya’ mati
Vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata dipisahkan dengan Apostrof
ﻢﺘﻧﺃﺃ ﺕّﺪﻋﺃ
Kata Sandang Alif + Lam
ﻥﺃﺮﻘﻟﺍ ﺱﺎﻴﻘﻟﺍ
ءﺎﻤﺴﻟﺍ ﺲﻤﺸﻟﺍ
Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat
ﺽﻭﺮﻔﻟﺍ ﻱﻭﺫ ﺔﻨﺴﻟﺍ ﻞﻫﺃ
ﻢْﺴِﺑ ﱠﺮﻟا ِﷲا
ﻦَْﲪ ْﻲِﺣﱠﺮﻟا
ﺪْﻤَْﳊَأ ﱢﻞﻟ
لْﻮُﺳﱠرﷲا
Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini, baik langsung maupun tidak langsung, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
PENDAHULUAN
LANDASAN TEORI
GAMBARAN UMUM KELUARGA PENGHAFAL AL- QUR’AN DESA WONOLELO KECAMATAN PLERET
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELUARGA PENGHAFAL AL-QUR’AN DALAM MEMBANGUN
PENUTUP
Latar Belakang Masalah
Orang penghafal Al-Qur'an (al-hamil atau al-hafidz) tentunya sudah membacanya berkali-kali sebelum menghafalnya. Satu-satunya kegiatan membaca yang dianggap ibadah adalah membaca Al-Qur'an (al-muta'abbad bitilawatihi). Misalnya Umar bin Khattab yang merasa khawatir ketika banyak sahabatnya penghafal Al-Qur'an (70 orang) yang gugur dalam perang Yamamah.
Khawatir teman-teman penghafal Al-Qur'an yang lain akan meninggal, maka mereka berkumpul untuk mencatat (tadwin) al-. 4Abi Zakaria Yahya Sharafuddin an-Nawawi, At-Tibyan fi Adabi Hamalat al-Qur'an (Jakarta: Dinamika Barokah Utama), 44. Tugas pengumpulan Al-Qur'an pada akhirnya dipimpin oleh Zaid bin Thabit, seorang pemuda yang pernah adalah penulis wahyu Nabi.
Jadi dapat dikatakan bahwa para hafiz Al-Qur'an ini mempunyai peranan yang sangat besar dalam menjaga eksistensi dan menjaga kesucian Al-Qur'an. Hal ini terlihat dari besarnya peran mereka dalam pengumpulan dan pencatatan (tadu'in) Al-Qur'an pada masa Abu Bakar al-Siddiq. Menurut ajaran Islam, menghafal Al-Qur’an bukan hanya sekedar aktivitas kognitif berupa transfer hafalan dari teks ke otak.
Bagaimanapun, menghafal Al-Qur'an merupakan internalisasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam hati dan perilaku umat manusia. Tidak mengherankan bila ketika turunnya wahyu, menghafal teks menjadi salah satu sistem yang digunakan untuk mencatat Al-Qur'an. Dalam perkembangan selanjutnya, menghafal Al-Qur’an menjadi sebuah tradisi di berbagai kalangan masyarakat Indonesia.
Baca Makna Al-Qur'an dalam Ali S}abuni, al Tibyan fi Ulumil Qur'an (Beirut: Alimul Politik, t.th), 7. Bagaimana proses pendidikan agama Islam bagi keluarga yang mempelajari Al-Qur'an dengan hati di Desa Wonolelo Kecamatan Pleret Bantu. Bagaimana proses pendidikan agama Islam bagi keluarga penghafal Alquran dalam membangun karakter sosial keagamaan di Desa Wonolelo Kecamatan Pleret Bantul.
Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian
Memotivasikan keluarga yang menghafaz al-Quran untuk meningkatkan lagi Pendidikan Agama Islam dalam lingkungan keluarga, serta menambah khazanah ilmu tentang Pendidikan Agama Islam yang merujuk kepada realiti masa kini.
Kajian Pustaka
Pendidikan agama Islam yang diterapkan adalah pola ganjaran, ganjaran dan motivasi, demokratis, ganjaran dan lingkungan serta pola demokrasi terbuka. Secara keseluruhan tujuan penelitian ini adalah mengungkap nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an. Penting sekali untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak sejak usia dini, bahkan sebelum anak dilahirkan.
Penelitian mengenai pendidikan keluarga Islam juga telah banyak diteliti oleh para pakar pendidikan, diantaranya adalah penelitian Tri Hastutik Marlianingsih yang bertajuk “Pendidikan Agama Islam pada Anak pada Keluarga Single Parent di Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Semarang”. Model pengasuhan anak pada keluarga kyait dinilai masih kuat dalam menjaga akhlak dalam pendidikan anak, hal ini tidak lepas dari sumber nilai agama yaitu Al-Qur'an dan hadis Nabi sebagai pedoman dalam mendidik anak. kehidupan yang baik. 8Tri Hastutik Marlianingsih, Pendidikan Agama Islam pada Anak pada Keluarga Single Parent di Desa Kalongan Kecamatan.
Penelitian Riswandi, Mahasiswa Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, (2013) Budaya Menghafal Al-Qur'an Bagi Hāfidz Hāfidzah di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini menemukan beberapa kesimpulan. Pertama, ada beberapa metode yang dilakukan oleh para hafidz-hāfidzah di lingkungan UIN Sunan Kalijaga sebagai upaya melestarikan hafalan Al-Qur'an yang telah mereka hafal, antara lain: (1) Wirid al-Qur'an (2) Menjadi imam berjamaah doa ah (3) Mengajari orang lain dengan mendengarkan hafalannya pada saat deposisi dan diskusi. Kedua, beberapa upaya yang dilakukan UKM Divisi Tahfidz Al-Mizan dalam mengembangkan guru Alquran di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, antara lain: (1) Sebagai wadah bagi siswi dan siswi untuk mengembangkan hafalan Alquran. 'anit. 1 (2) Pemberian pengajaran ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hafalan Al-Qur'an.
Persamaannya sama-sama mempelajari pendidikan agama Islam di keluarga, namun perbedaannya terletak pada objek penelitiannya. Sedangkan jika dilihat dari pengumpulan datanya, penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yang datanya dikumpulkan dari para penghafal Al-Quran di Desa Wonolelo Kecamatan Pleret Bantul. Subyek data merupakan sumber data yang diperoleh dalam penelitian.Subyek data dalam penelitian ini adalah keluarga Hafidzoh di Desa Wonolelo Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul, Suami,.
Sedangkan yang menjadi subjek penelitian ini adalah proses Pendidikan Agama Islam pada orang tua penghafal Al-Quran. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi partisipan, dimana peneliti mencoba melibatkan dan terlibat langsung dengan masyarakat desa di Wonolelo untuk mengamati dan memahami proses pendidikan agama Islam pada keluarga penghafal Al-Quran. Setelah data direduksi maka data menjadi lebih terfokus yaitu mengenai pendidikan agama Islam keluarga penghafal Al-Qur’an.
Sistematika Pembahasan
Di sini Anda akan menemukan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran yang membangun berdasarkan hasil penelitian.
Kesimpulan
Saran
Orang tua hendaknya berpikir ke depan tidak hanya dalam mendidik anaknya saja, tetapi juga mendidik dirinya sendiri agar memiliki ilmu yang baik sehingga mampu mendidik anaknya dengan baik. Jangan sampai anak merasa asing di rumah dan bersama orang tuanya, sehingga menyebabkan anak mencari tempat dan teman yang lebih nyaman untuk dirinya.
Penutup
Abdul Aziz Abdul Rauf, Tips Sukses Menjadi Hafidz Da'iyah Al-Qur'an, (Bandung: Pt Syaamil Cipta Media, 2004. Ajari anak bahwa Al-Qur'an adalah kitab Allah yang menjadi pedoman hidup manusia.