TUGAS TUTORIAL 2
PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA / PDGK4204
DOSEN PENGAMPU RENA MUKTI SARI, M.Pd.
NAMA : SITI MAESAROH NIM : 857019023
UPBJJ BANDAR LAMPUNG POKJAR BARADATU WAY KANAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA TAHUN 2023
Isilah pertanyaan dibawah ini dengan jawaban dan bahasa anda sendiri!
1. Jelaskan hakikat kuri kulum pada mata pelajaran ditingkat SD/MI!
Jawab:
Kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh sekolah untuk siswa. Dengan adanya program perencanaan yang disediakan siswa dapat melakukan berbagai kegiatan belajar sehingga mendorong perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan pendidikan yang telah ditentukan.
Menurut saya hakikat kurikulum pada mata pelajaran adalah suatu program yang telah direncanakan oleh sekolah yang akan menjadi pedoman untuk menyusun rancangan pada setiap mata pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa pada kegiatan belajar mengajar yang terdiri dari beberapa komponenan yaitu:
a. Tujuan Pembelajaran b. Materi
c. Strategi Pembelajaran d. Organisasi Kurikulum e. Evaluasi
2. Bagaimana cara untuk dapat memilih atau mengembangkan materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD untuk kelas tinggi?
Jawab:
Setiap kelas dalam Kurikulum Bahasa Indonesia SD Tahun 2004 dimulai dengan aspek mendengarkan yang sudah ditetapkan Standar Kompetensinya. Kemudia Standar Kompetensi dijabarkan dalam bentuk tabel yang terdiri atas Kompetensi Dasar, Hasil Belajar, Indikator, dan Materi Pokok. Setelah aspek mendengarkan, diikuti oleh aspek berbicara, aspek membaca, dan aspek menulis begitu seterusnya.
Sistematika ini semua sama untuk kelas 1 samapai kelas 6.
Adapun cara untuk memilih atau mengembangkan materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD untuk kelas tinggi adalah kita dapat mempelajari terlebih dahulu mengenai kajian buku teks. Menurut W.F.Mackey (dalam hanafi,1981) penyusunan buku teks didasarkan pada prinsip:
a) Seleksi b) Gradasi c) Presentasi d) Repetisi
Setelah kita memahami mengenai kajian buku teks dalam pembelajaran Bahasa Indonesia guru harus menetapkan terlebih dahulu kompetensi siswa yang mana yang akan dikembangkan. Misalnya, kompetensi dasar yang akan dikembangkan
berhubungan dengan aspek membaca untuk siswa kelas 4 maka guru harus mencari dahulu dalam kurikulum 2004 Standar Komptensi untuk aspek membaca siswa kelas 4. Contohnya membaca; Standar Kompetensi : mampu membaca dan memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca melalui membaca memindai, membaca sekilas, membaca intesif, dan membaca teks untuk orang lain, serta membaca cerita rakyat dan pantun.
Guru juga dapat memanfaatkan buku teks yang ada, yaitu Lancar Berbahasa Indonesia 2 untuk Sekolah Dasar Kelas 4, materi yang berhubungan dengan aspek membaca yang dipadukan dengan apresiasi sastra adalah Pelajaran 1 C.2. Mari membaca cerita!
3. Bagaimana cara merancang penilaian MMP, baik dalam bentuk penilaian proses maupun penilaian hasil?
Jawab:
Evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses pengumpulan, pengolahan, dan pemahaman data (informasi) untuk menentukan kualitas sesuatu yang terkandung dalam data tersebut penilaian dalam pembelajaran MMP berkenaan dengan penilaian terhadap proses dan penilaian terhadap hasil.
Dalam penilian proses dapat dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam proses pembelajaran dimaksud, guru akan memperhatikan aktivitas respon, kegiatan, minat, sikap, dan upaya-upaya siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut perkembangan dan kemajuan berbasis sosial akan diketahui. Bukan hanya itu, masalah dan kesulitan- kesan yang dihadapi siswa dalam belajar juga dapat terdeteksi. Demikian juga dengan respon yang dan tanggapan siswa terhadap kemajuan belajar yang dicapainya atau terhadap masalah yang dihadapinya akan dapat diketahui. Penilaian proses ini terdiri dari tiga ranah, yaitu ranah kognisi, afeksi, dan psikomotor. Dalam pembelajaran MMP, teknik tes dapat dilakukan dengan mengetahui dan menilai sejauh mana kemampuan penguasaan siswa dalam kemelekhurufan (kemampuan membaca tingkat dasar) dan kemampuan menulis secara teknis.
Dengan demikian dalam merancang penilaian proses MMP dapat dilakukan dengan cara menyusun alat penilaian teknis tes ataupun non tes, dalam pelaksanaan penilaian proses alat penilaian teknis tes dapat merancang tes secara tertulis, lisan, maupun perbuatan, sehingga guru dapat:
a) Guru dapat merancang alat penilaian yang penyajian maupun pengerjaannya dilakukan dalam bentuk tertulis.
b) Guru merancang alat penilaian yang penyajian maupun pengerjaannya dilakukan dalam bentuk lisan.
c) Guru merancang alat penilaian penugasanya dapat disampaikan secara tertulis dan lisan dan pengerjaanya oleh siswa dilakukan dalam penampilan dan perbuatan.
d) Guru juga dapat merancang penilian sika, minat, dan kepribadian siswa.
Adapun penilaian hasil adalah untuk menentukan pencapaian atau hasil belajar siswa. Alat penilaian yang digunakan bisa berupa tes maupun non tes untuk menilai pencapaian hasil belajar siswa dalam pembelajaran MMP di kelas rendah dimaksudkan untuk menilai kemampuan siswa dalam hal kemelekhurufan yang dicapainya. Kemampuan-kemampuan dimaksud meliputi pengenaan atas satuan- satuan lambang bahasa yang berupa huruf suku kata, kata, dan kalimat sederhana.
Dalam merancang penilaian hasil guru dapat merancang tes membaca formal dapat mengambil bentuk-bentuk seperti berikut ini:
a) Membaca nyaring siswa diminta untuk melafalkan lambang tertulis baik berupa lambang yang berupa huruf, suku kata, kata, atau kalimat sederhana. Melalui tes ini guru akan dapat menilai kemampuan siswa dalam mengidentifikasi lambang- lambang bunyi melafalkannya dan memaknainya.
b) Wacana rumpang dalam berbagai tataran kebahasaan sesuai dengan pemfokusan pembelajaran yang diberikan . teknis teknik-teknik isian rumpang untuk membaca formulaan tidak berpatokan pada teknik isian rumpang sebagaimana halnya untuk membaca tingkat lanjut yang aturannya sudah baku, misalnya dengan pelepasan setiap kata kalimat keenam atau ketujuh secara konsisten.
c) Menjawab mengajukan pertanyaan dari teks tertulis teks sederhana
Untuk sekedar mengecek pemahaman siswa terdapat teks-teks sederhana, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan sederhana untuk menilai kemampuan siswa dalam memahami lambang-lambang tertulis.
4. Bagaimana cara anda untuk dapat penyusun model pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus menulis di SD kelas rendah?
Jawab:
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat difokuskan pada salah satu komponen bahan pengajaran, yaitu kebahasaan, keterampilan berbahasa, atau sastra.
Langkah-langkah pembelajjaran ditentukan oleh komponen bahan pengajaran apa yang menjadi fokus dalam pembelajaran. Jika difokuskan pada salah satu aspek keterampilan menulis maka kegiatan belajar-mengajar ditujukan untuk mencapai tujuan pengembangan kompetensi dari salah satu aspek keterampilan menulis dengan
pembagian waktu yang lebih banyak untuk aspek keterampilan menulis yang menjadi fokus pembelajaran saat itu.
Dalam menyusun model pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus menulis pada kelas rendah kita dapat menentukan tujuan pembelajaran terlebih dahulu, misalnya dengan tujuan pembelajaran mampu menulis pengalaman sendiri maka langkah-langkah pembelajarannya adalah:
a) Tanya jawab tentang pengalaman masing-masing siswa yang menarik
b) Beberapa siswa disuruh menceritkana pengalamannya yang menarik didepan kelas
c) Siswa menuliskan pengalamannya dibuku masing-masing.
d) Umpan balik dengan teman sebangku
e) Masing-masing merivisi tulisannya dengan menggunakan huruf bersambung f) Guru memberikan komentar pada beberapa tulisan siswa yang salah dan
beberapa tulisan siswa yang bagus.
g) Menutup pelajaran dengan memberikan pekerjaan rumah menulis dengan huruf sambung.
5. Jelaskan teknik menyimak yang efektif untuk anak SD kelas rendah!
Jawab:
Menyimak sangat dekat dengan makna Sangat dekat maknanya dengan mendengarkan dan mendengar. Mendengar artinya menangkap bunyi-bunyi bahasa tanpa unsur kesehatan dan tidak memahami betul apa yang didengar. Mendengarkan adalah mendengar sesuatu dengan sungguh-sungguh karena ada yang menarik perhatian dan dengan unsur kesengajaan. Menerima pesan, gagasan, informasi, pikiran kaum perasaan, yang disampaikan dengan bahasa lain. Menyimak melibatkan unsur-unsur kejiwaan. Agar dapat menyimak dengan baik menyimak perlu mengetahui syarat menyimak efektif adapun cara tersebut adalah:
a) Menyimak dengan berkonsentrasi
Menyimak dengan berkonsentrasi adalah kegiatan memusatkan pikiran, perasaan, dan perhatian terhadap bahan si makanan yang disampaikan pembicara.
b) Menelaah materi simakan
Untuk menelaah materi simakan, penyebab dapat melakukan hal-hal berikut ini 1) Mencari arah dan tujuan pembicaraan, 2) Mencoba membuat penggalan- penggalan pembicaraan dari awal sampai akhir, 3) Metode dan teknik yang tidak tepat dalam situasi komunikasi tersebut, 4) Pakaian pembicara dan 5) Pembicara yang tidak menarik, merangsang, dan tidak menyenangkan.
c) menyimak dengan kritis
Yang dimaksud dengan menyimak kritis adalah aktivitas menyimak yang para penyimaknya tidak dapat secara langsung menerima gagasan pembicara atau tidak searah dalam memahami suatu konsep dengan
Untuk teknik menyimak yang efektif untuk kelas rendah kita dapat menggunakan teknik Simak-Ulang Ucap. Teknik simak ulang ucap biasanya digunakan dalam memperkenalkan bunyi bahasa dan cara pengucapannya. Teknik ini sangat cocok untuk pembelajaran mendengarkan di SD kelas 1. Guru sebagai modal membaca atau mengucapkan bunyi bahasa tertentu yang telah dipilih sesuai dengan kebutuhan siswa dibaca pelan-pelan, jelas, adalah lafal dan intonasi yang tepat.
Siswa meniru ucapan guru. Pengucapan kembali dilakukan secara klasikal berkelompok, atau individu. Untuk mengetahui daya simak siswa maka guru dapat melakukan penilaian secara individu kepada masing-masing siswa.
Selain dengan menggunakan simak ulang ucap guru juga dapat menggunakn teknik simak-jawab. Teknik ini paling sering digunakan guru karena pada setiap kesempatan grup pasti memberi pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa. Materi dapat berupa pengetahuan yang baru, yang sedang diajarkan, atau materi yang sudah diajarkan.
Guru juga dapat menggunakan teknik simak-baca, untuk melaksanakan teknik cuma baca, guru terlebih dahulu menyiapkan bahan semacam tulis. Sebelum siswa membaca guru memberi rambu-rambu apa yang harus dibaca titik setelah siswa membaca, guru memberi pertanyaan pertanyaan yang ada kaitannya dengan isi bacaan.