ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 32
Telaah Pendidikan Karakter Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SD Kurikulum Merdeka
Ihsan Budi satria1, Siti Rochmiyati1, Banun Havifah Cahyo Khosiyono1*
1Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
*Corresponding Author e-mail: [email protected]
1. Abstract
Study of Character Education in Indonesian Elementary School Textbooks Merdeka Curriculum. Basic Education Study Program Thesis Directorate of Postgraduate Graduate University Tamansiswa Yogyakarta 2023. This research includes (1) To describe the study of grade I Indonesian textbooks on the independent curriculum, (2) To describe the study of Grade II Indonesian textbooks on the independent curriculum, ( 3) To describe the study of grade IV elementary school Indonesian textbooks on the independent curriculum. This type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques using the reading and writing technique were carried out by reading, understanding the contents of the book, studying the contents of the book, and noting the character education contained in the Indonesian language textbooks in the Merdeka Curriculum Elementary School. This study also used data analysis techniques from data reduction, data display, and data verification by validating the data using focus group discussions (FGD). The results of the study are (1) dimensions of faith, fear of the one and only God and noble character found in personal morals, morals towards humans, morals towards nature and national morals, but no state morals are found in class I books and no religious morals are found in class books I, II, and IV. Whereas (2) the global diversity dimension, (3) the cooperative dimension, (4) the independent dimension, (5)
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 33
the critical reasoning dimension, and (6) the creative dimension have been found in class I, II, and IV books.
Keywords: Indonesian language textbooks, independence curriculum, character education, Pancasila student profiles
2. Pendahuluan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana peserta didik dalam kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi perannya di masa yang akan datang (Rahman, 2022). Pendidikan juga merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran agar peserta didik secara aktif dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan pada pengendalian dirinya, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara (UU No.20 tahun 2003; Sulangsih, Yulia, & Khosiyono, 2023). Pendidikan harus lebih berperan dalam membangun individu yang mampu mengimplementasikan karakter dan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengembangkan buku teks Sekolah Dasar bahasa Indonesia yang mampu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, yang bertujuan mengevaluasi pendidikan karakter untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada buku teks (Rochmiyati,dkk , 2022)
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan watak maupun perilaku peserta didik dalam mengoptimalkan potensinya, agar menjadi orang yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Aspek perencanaan IKM (implementasi kurikulum merdeka) meliputiperacangan kurikulum, perancangan tujuan pembelajaran ATP (alur tujuan pembelajaran), KI diganti dengan CP (capaian pembelajaran), perencanaan pembelajaran dan asesmen, penyusunan/pengembangan modul atau perangkat ajar, perencanaan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila (Direktorat KSSK Madrasah, 2022). Adapun projek untuk menguatkan pencapaian Profil
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 34
Pelajar Pancasila yang dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Pendidikan karakter merupakan suatui prosedur yang dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter terhadap pelajar meliputi wawasan, pemahaman diri, keteguhan hati, dan komponen semangat serta langkah mengimplementasikan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, orang lain, lingkungan, maupun masyarakat, sehingga akan terwujud insan kamil. Hal tersebut saling mengaitkan profil Pelajar Pancasila dengan pendidikan karakter yang diterapkan pada kurikulum merdeka.
Adapun gambar Profil Pelajar Pancasila yang harus dipelajari dalam menerapkan Kurikulum Merdeka yaitu sebagai berikut.
Gambar 1. Profil Pelajar Pancasila
Berdasarkan Profil Pelajar Pancasila di atas terdapat beberapa karakter yang diterapkan dalam Profil Pelajar Pancasila pada buku teks yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berahlak mulia, berkebhinekaan global, kerja sama, kemandirian, penalaran kritis, dan kreatif (Kemendikbud, 2022). Pendidikan karakter pada buku teks perlu ditelaah lebih baik dengan melakukan kajian-kajian pada buku teks bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka melalui Profil Pelajar Pancasila, karena mengingat penerapan Kurikulum Merdeka ini masih sangat baru serta pemahaman dan pengembangan siswa dalam pendidikan karakter di sekolah masih kurang. Hal ini dapat disesuaikan dengan melihat kondisi buku teks masing-masing di sekolah. Namun yang menjadi pusat perhatian terlebih dahulu adalah buku yang diajarkan kepada peserta
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 35
didik, apakah dalam buku teks tersebut terdapat pendidikan karakter atau hanya beberapa Bab saja. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menelah pendidikan karakter untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Buku Teks Bahasa Indonesia kelas I, II, dan IV SD Indonesia. Berdasarkan pembahasan di atas peneliti mengangkat judul penelitiannya yaitu “Telaah Pendidikan Karakter dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SD Kurikulum Merdeka”. Penelitian ini berfokus pada telaah buku teks Bahasa Indonsia SD di kelas I, II, dan IV. Tujuan penelitian iniyaitu untuk mendeskripsikan penerapan profil pelajar pancasila pada buku teks SD kelas I, II, dan IV pada kurikulum merdeka.
2.1. Pendidikan karakter
Pendidikan karakter yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah Elkind dan Sweet (dalam Sa’adah, 2018) yang berpendapat bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengupayakan untuk dilakukan maupun yang disengaja dalam memahami, peduli, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai inti etis/susila. Pendidikan karakter juga berkaitan dalam pengembangan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan sikap yang positif guna dapat mewujudkan individu yang dewasa dan bertanggung jawab (Suwardani, 2020; Khosiyono, 2022). Dengan adanya pendidikan karakter pada anak sekolah dasar, diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai yang dipelajarinya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-harinya, sampai ia berumur dewasa nanti.
Pendidikan karakter adalah pembelajaran yang berupaya mengadarkan seseorang dalam hal baik, baik dari segi watak maupun perilaku dan kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Rochmiyati et.al, 2022). sesorang berkarakter yang baik yaitu sesorang yang mampu mengendalikan perilaku terhadap pada dirinya dan perilaku sesama individu yaitu dapat memberikan perilaku baik terhadap dirinya seperti menjaga tutur bahasa dalam berkomunikasi, dapat mencerminkan perilaku baik, dapat mengendalikan dirinya ke arah yang positif, serta menolong sesama manusia maupun teman disekitarnya, dapat berbagi satu sama lain, dapat bertanggung jawab dan tidak membedakan satu sama lain.
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 36
2.2. Buku teks
Buku teks adalah buku yang disusun para ahli sebagai penunjang proses pembelajaran yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum pada bentuk tertulis (Ni’mah:2014). Buku teks juga merupakan buku pelajaran pada bidang studi tertentu, dan merupakan buku standar yang disusun oleh para pakar pada bidang itu dalam maksud-maksud dan tujuan instruksional, yang dilengkapi dengan sarana- sarana pengajaran yang sesuai dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah- sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran (Ernawati, 2018). Buku teks merupakan salah satu komponen sebagai penunjang yang dapat digunakan dalam panduan aktivitas pembelajaran dan sebagai sarana sumber belajar, yang terdapat isi materi pembelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik, materi disusun sedemikian rupa, dan terstruktur (Puji dan Wuryandari, 2017). Buku teks juga merupakan bagian utuh sebagai pedoman peserta didik dalam proses belajar dan tempat untuk mencari berbagai macam pengetahuan. Dengan adanya buku teks peserta didik dapat lebih mudah berkembang secara luas baik dalam mengembangkan IPTEK dengan positif maupun dalam mengembangkan perilaku-perilaku pada kehidupan sehari- harinya. Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 2013 pasal 1 ayat 23 yang memaparkan bahwa buku teks pelajaran adalah sumber pembelajaran utama dalam mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti. Sementara yang dimaksud dengan kompetensi inti adalah tingkat kemampuan dalam pencapaian standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkatan kelas atau program. Kompetensi dasar adalah kemampuan dalam pencapaian kompetensi inti yang harus diperoleh siswa dan siswi dengan pembelajaran. Pada standar yang disusun oleh pakar dalam bidangnya dan digunakan sebagai penunjang program pembelajaran dan digunakan untuk mata pelajaran tertentu. Penggunaan buku teks tersebut didasarkan pada tujuan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum. Selain menggunakan buku teks, pengajar dapat menggunakan sarana-sarana ataupun teknik yang sesuai dengan tujuan yang sudah
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 37
dibuat sebelumnya. Penggunaan yang memadukan buku teks, teknik serta sarana lain ditujukan untuk mempermudah pemakai buku teks terutama peserta didik dalam memahami materi pada saat kegiatan belajara mengajar berlangsung (KBM).
2.3. Kurikulum merdeka
Kurikulum merupakan bagian dari jiwa pendidikan. Dalam pelaksanaannya, kurikulum dapat dievaluasi dengan inovatif, dinamis, berkala serta sesuai dengan perkembangan zaman, kualitas yang diperlukan masyarakat, dan pengguna lulusan.
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang menomor satukan pada pengembangan karakter melalui konten pembelajaran Profil Pelajar Pancasila yang dibentuk seperti Berahlak kepada Tuhan yang Maha Esa,dan Berahlak Mulia, Kebhinekaan Global, Mandiri, Bernalar kritis, Bergotong royong dan Kreatif (Solehudi, 2022). Kurikulum Merdeka adalah kurikulm dengan pembelajaran kegiatan siswa di sekolah yang berbagai macam, dimana konten tersebut akan lebih baik, agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kualitasnya (Khorirurijal, 2022). Pada kurikulum merdeka ini, terdapat tiga macam kurikulum yaitu kurikulum merdeka belajar, pilihan, dan berbagi. Dari keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila tersebut terdapat elemen yang diimplemenasikan pada tiap dimensi.
3. Method
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif (Yin, 2014). Metode deskriptif kualitatif ialah metode yang bertujuan pada pembuatan deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu (Sukmadinata, 2011:73). Waktu penelitian dilakukan selama enam bulan. unit analisis dalam penelitian ini adalah pendidikan karakter Profil Pelajar Pancasila dan buku teks kelas I, II, dan IV SD dengan sumber data buku teks bahasa Indonesia SD kelas I,II dan IV. Teknik baca dan catat dokumentasi yang dilakukan dengan membaca, memahami isi buku, menelaah isi buku, dan mencatat pendidikan karakter apa saja yang ada pada buku teks bahasa Indonesia SD Kurikulum Merdeka dan
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 38
instrumen penelitian ini dibekali dengan kartu data yang akan divalidasi oleh para pakar.
Tehnik pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi atau focus group discussion (FGD) dengan diawali validasi data instrument yang dilakukan oleh ahli expert judgment. expert judgment dilakukan oleh ahli pengajaran bahasa Indonesia berpendidikan S3/Doktor dan ahli bidang pendidikan karakter berpendidikan S3 dan S1. Pakar atau expert judgment dibekali istrumen berupa kartu data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
4. Results and Discussion
4.1. Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa Dan Berakhlak Mulia.
Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia adalah peserta didik yang berakhlak pada hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut di dalam kehidupannya sehari-hari (BSKAP, Kemdikbudristek, 2022). Adapun karakter pada dimensi ini, yaitu akhlak beragama tidak ditemukan pada buku kelas I, II, dan IV. Akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam telah ditemukan pada buku kelas I, II, dan IV, namun akhlak bernegara pada kelas I tidak ditemukan sedangkan pada kelas II, dan IV telah ditemukan.
Tabel 1. dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia Dimensi beriman kepada
Tuhan YME dan berakhlak mulia
Kelas I
Bab Kelas II
Bab Kelas IV Bab
Akhlak beragama - - -
Akhlak pribadi II, III, V I, VIII I, III,IV
Akhlak kepada manusia V, VI, VIII II, V I, III, V, VII
Akhlak kepada alam I, VIII VII II
Akhlak bernegara - V V
Dimensi Berkebhinekaan Global
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 39
Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikir dan terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa (BSKAP, Kemdikbudristek, 2022).
Adapun karakter pada dimensi ini, yaitu ditemukan pada buku teks bahasa Indonesia SD kelas I, II, dan IV dengan indikator (1) mengenal dan menghargai budaya, (2) komunikasi dan interaksi budaya, (3) refleksi dan tanggung jawab terhadap kebhinekaan, dan (4) berkeadilan sosial. Namun tidak semua bab diterapakan Profil Pelajar Pancasila.
Tabel 2. Dimensi berkebhinekaan global Dimensi Berkebhinekaan
Global Kelas I
Bab Kelas II
Bab Kelas IV Bab Mengenal dan menghargai budaya II, III, IV, V,
VI, VIII I, II, IV,
VIII I
Komunikasi dan interaksi budaya III, V, VII II, III, V,
VII V, VII, VIII Refleksi dan tanggung jawab
terhadap kebhinekaan III, VII, VIII III, IV, VI VI
Berkeadilan sosial V III II, V, VII
Dimensi Bergotong Royong
Pelajar Indonesia yang memiliki kemampuan bergotong-royong yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar ,mudah dan ringan(BSKAP, Kemdikbudristek, 2022).
Adapun karakter pada dimensi ini, yaitu ditemukan pada buku bahasa Indonesia SD kelas I, II, dan IV dengan indikator (1) kolaborasi, (2) kepedulian, dan (3) berbagi. Namun tidak semua bab diterapkan Profil Pelajar Pancasila.
Tabel 3. Dimensi bergotong royong Dimensi Bergotong Royong Kelas I
Bab Kelas II
Bab Kelas IV Bab
Kolaborasi I, VI II II, III
Kepedulian I IV, V I, III, IV
Berbagi V, VI IV, VI I
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 40
Dimensi Mandiri
Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya (BSKAP, Kemdikbudristek, 2022). Adapun karakter pada dimensi ini, yaitu ditemukan pada buku bahasa Indonesia SD kelas I, II, dan IV dengan indikator (1) pemahaman diri dan situasi yag dihadapi, dan (2) regulasi diri. Namun tidak semua bab diterapkan Profil Pelajar Pancasila.
Tabel 4. Dimensi mandiri Dimensi Mandiri Kelas I
Bab Kelas II
Bab Kelas IV Bab Pemahaman diri dan situasi
yangdihadapi III, V IV I
Regulasi diri I, V IV VII
Dimensi Bernalar Kritis
Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya (BSKAP, Kemdikbudristek, 2022).
Contohnya siswa yang memperoleh dan memproses informasi serta gagasan, menganalisis sekaligus mengevaluasi dan merefleksikan pemikiran dalam berpikir.
Adapun karakter pada dimensi ini, yaitu ditemukan pada buku bahasa Indonesia SD kelas I, II, dan IV dengan indikator (1) memperoleh dan memproses informasi dari gagasan, (2) menganalisis dan mengevaluasi penalaran, dan (3) merefleksi dan mengevaluasi pemikiran sendiri. Namun tidak semua bab diterapakan Profil Pelajar Pancasila.
Tabel 5. Dimensi bernalar kritis Dimensi Bernalar Kritis Kelas I
Bab Kelas II
Bab Kelas IV Bab Memperoleh dan memproses
informasi dari gagasan I, II, IV, V II, V, VII I, II, III, IV, V Menganalisis dan mengevaluasi
penalaran VII II, III IV, V
Merevleksi dan mengevaluasi
pemikiran sendiri III V V
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 41
Dimensi Kreatif
Pelajar yang kreatif yang mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuat yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak (BSKAP Kemdikbudristek, 2022). Adapun dimensi pada karakter ini, yaitu ditemukan dibuku bahasa Indonesia SD kelas I, II, dan IV dengan indikator (1) menghasilkan gagasan orisinal, (2) menghaslkan karya dari tinadakan yang orisinal, dan (3) memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternative solusi permasalahan. Namun tidak semua bab diterapkan Profil Pelajar Pancasila.
Tabel 6. Dimensi kreatif Dimensi kreatif Kelas I
Bab Kelas II
Bab Kelas IV Bab
Menghasilkan gagasan orisinal I VII VII
Menghasilkan karya dari tindakan
yang orisinal I, VIII IV, V V
Memiliki keluwesan dalam mencari
alternative solusi permasalahan I II, V V
5. Conclusion
Telaah pendidikan karakter dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak Mulia sebagian besar telah ditemukan di buku teks bahasa Indonesia kelas I, II, dan IV SD. Indikator yang belum ditemukan yaitu akhlak beragama di buku kelas I, II, dan IV, dan di buku kelas I belum ditemukan akhlak bernegara. Namun tidak semua bab menerapkan Profil Pelajar Pancasila dan elaah pendidikan karakter dimensi berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif telah ditemukan di buku teks bahasa Indonesia kelas I, II, dan IV SD. Namun tidak semua bab menerapkan Profil Pelajar Pancasila. Dengan adanya penelitian ini peserta didik, mampu menerapkannya dengan baik dikehidupannya sehari-hari dan bagi dinas pendidikan, sebaiknya dalam buku diterapkan perbab pendidikan karakter, supaya tercipatany peserta didik yang beradap.
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 42
6. References
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Edisi revisi. Jakarta:
PT. rineka cipta.
BSKAP, Kemendikbud. (2022). Dimensi elemen dan sublemen profil pelajar pancasila pada Kurikulum Merdeka.
Bungin. (2011). Peneliti kualitatif. Jakarta:Kencana Prenada Media Group
Direktorat KSSK Madrasah, (2022). Panduan implementasi kurikulum merdeka padamadrasah. https;//Sikurma.kemenang.go.id/upload/file-info/- kirim_panduan_IKM_pada_Madrasah_rev (26-10-2022) akses tanggal 30 maret 2023. Jam 22.00 wita.
Rochmiyati, dkk. (2020). Implementasi Tri-n (Niteni-Nirokke-Nambahi) dan Ppk (Penguatan Pendidikan Karakter) pada perangkat pembelajaran teks deskripsi kelas VII di SMP. Jurnal pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 9(1), 8-13..
Kemdikbudristek. (2022). Capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah pada Kurikulum Merdeka Khorirurijal. (2022). Pengembangan Kurikulum Merdeka. Malang: CV. Literasi nusantara
abadi.
Khosiyono, B. H. C, et al. (2021). Evaluating English Syllabus for Maritime Vocatioanal School: Towards redesigning a new syllabus. MEXTESOL Journal, 45 (2), n2.
Khosiyono, B. H. C., Rochmiyati, S., Ghozali, I., Temitope, S. J., Fajarudin, M., &
Suharyanto, A. M. (2022). Representation of character education values based on Lickona’s perspective in english textbook at Indonesian elementary school.
Tamansiswa International Journal in Education and Science (TIJES), 4(1), 53-59.
Mahsun. (2005). Metode penelitian bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Miles, M. B. & Huberman, A. M. (2014). Analisis data kualitatif. Terjemahan tjetjep rohendi, Jakarta: Penerbit universitas Indonesia.
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 43
Moleong, L,J. (2014). Metode penelitian kualitatif, edisi revisi.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muslich, M. (2010). Text box writing:dasar-dasar pemahaman, penulisan dan pemakaian buku teks. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media.
Ni’mah, Z. (2014) dalam Ernawati, Y. 2018. Buku Teks dan Komponen Penilaian Buku Teks Kurikulum 2013”.dalam jurnal telaah buku teks tematik terpadu .Jurnal ilmiah:Bina edukasi http://journal.binadarma.ac.id/index.php/jurnalbinaedukasi Rochmiyati, dkk. (2022). Pendidikan karakter untuk mewujudkan pancasila profil siswa
buku teks bahasa Indonesia. Jurnal the institute of research and compunity service, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia.
Rochmiyati, S., Khosiyono, B. H. C., Rahmawati, D. N., & Astuti, D. (2022, September).
The Need Analysis of Digital Materials Based on Character Education in Elementary School. In PGSD UST International Conference on Education (Vol. 3, No. 1, pp. 28- 31).
Rahman Bp, Abd. 2022. Pengertian pendidikan ilmu pendidikan dan unsure.Malang:journal.Unismuh.coid
Sa’adah, R. (2018). Landasan teori pendidikan karakter http://eprints.unisnu.ac.id. Akses pada tanggal 15 februari 2023. Jam 15.40 Wita.
Solehudi, dkk. (2022). Konsep implementasi kurikulum prototype. jurnal basicedu vol. 6, no 4:hal 7491.
Sugiono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&B. Bandung: PT Alfabet
Sukmadinata, N, S. (2017). Metode penelitian pendidikan. Bandung:Remaja Rosadakarya.
Sulangsih, Y., Yulia, Y., & Khosiyono, B. H. C. (2023). Pengembangan kurikulum untuk meningkatkan pendidikan karakter di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 3420-3433.
ISSN:2964-6774(ONLINE)|VOLUME2NO.12023 44
Suwardani, P, N. (2020). Quo vadis” pendidikan karakter dalam merajut harapan bangsa yang bermartabat. Bali: UNHI Press.
Yin, Robbert K. (2014). Studi kasus desain & metode. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.