Apa saja unsur pendorong dan penghambat ibu hamil di Desa Kamal Arjasa dalam pelaksanaan pendidikan antenatal? Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah: Untuk mendeskripsikan pemahaman ibu hamil di Desa Kamal mengenai pendidikan kehamilan dalam perspektif Islam. Untuk mengetahui unsur pendorong dan penghambat ibu hamil di desa Kamal dalam pelaksanaan pendidikan antenatal dalam perspektif Islam.
PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Apa saja faktor pendorong dan penghambat ibu hamil di desa Kamal Arjasa dalam melaksanakan pendidikan kehamilan dalam perspektif Islam?
Tujuan penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran atau pengetahuan ilmiah tentang pentingnya pendidikan kehamilan dalam perspektif Islam. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya pendidikan pralahir dalam Islam, yang dapat membantu tumbuh kembang anak, sehingga dapat menambah pengetahuan pendidikan agama Islam serta dapat menambah keterampilan dan pengalaman dalam melakukan penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa referensi terhadap penelitian sebelumnya sebagai referensi bagi mahasiswa.
Definisi Istilah
Perspektif adalah sudut pandang atau sudut pandang.17 Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang ajarannya berlandaskan Al-Quran dan hadis.18 Perspektif Islam adalah sudut pandang terhadap suatu peristiwa dari sisi Islam, baik dari segi materi maupun wawasan pembahasan Islam. . Perspektif Islam didasarkan pada sumber hukum Islam dengan melihat segala sesuatu yaitu Al-Quran dan hadis. Dalam hal ini perspektif yang dimaksud adalah pandangan Islam tentang cara membesarkan anak dalam kandungan.
Sistematika Pembahasan
Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan dan saran yang membangun. Pada bagian ini peneliti mencatat berbagai hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan, kemudian membuat ringkasan, apakah penelitian tersebut sudah diterbitkan atau belum diterbitkan (disertasi, disertasi, disertasi dan sebagainya). Dari pemaparan di atas dapat kita lihat persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu, hal ini membuktikan bahwa penelitian yang bertajuk “Pendidikan Pralahir Dalam Perspektif Islam di Desa Kamal Arjasa” ini benar-benar orisinal.
Kajian Teori
Hal ini merupakan cara dasar untuk melatih dan berperilaku agar bayi dapat merespon rangsangan yang diberikan orang tua kepada bayi dalam kandungan. Saat usia kehamilan mencapai lima bulan atau dua puluh minggu, alat indera anak dalam kandungan berpotensi menerima rangsangan dan sensasi dari luar. Ada beberapa cara membesarkan anak dalam kandungan yang pernah diterapkan dalam lingkungan budaya umat beriman pada masa lalu, antara lain sebagai berikut.
Segala bentuk ibadah, mahdhah dan ghiru mahdhah, wajib dan sunnah dapat dijadikan metode membesarkan anak dalam kandungan. Bayi dalam kandungan pada usia 20 minggu (lima bulan) lebih mampu menyerap informasi melalui stimulus pengalaman atau sensasi dasar yang diberikan ibunya. Cara ini memberikan tekanan pada anak dalam kandungan untuk lebih aktif dan kreatif bahkan mampu melakukan tindakan pendidikan lainnya dengan penuh ketaatan kepada orang tua.
Cara ini disebut sebagai metode interaksi antara anak dalam kandungan dengan orang-orang di luar kandungan, seperti ibu, ayah, saudara kandung, dan anggota keluarga lainnya. Cara ini dimaksudkan sebagai cara ibu untuk mengikutsertakan dan mengajak anak dalam kandungan untuk ikut beraktivitas dalam setiap langkah dan tindakannya. Bayi dalam kandungan kerap melakukan tindakan positif, seperti menendang atau memutari perut ibunya.
Pendidikan bagi anak dalam kandungan yang mempunyai tujuan langsung yaitu terlaksananya proses penerapan pendidikan secara konkrit dan mudah dipraktikkan oleh para pendidik (orang tua).
Lokasi Penelitian
Subjek penelitian
Tingkat pendidikannya bervariasi yaitu SD 4 orang, SMP 3 orang, Gimnasium 3 orang, Universitas 2 orang, sedangkan ibu hamil yang buta huruf tidak termasuk, karena kesulitan mencari tempat dan waktu. Sedangkan tingkat ekonomi meliputi ibu hamil dari tingkat kemampuan ekonomi, menengah, dan kurang mampu secara ekonomi. Mereka dimasukkan sebagai informan dalam penelitian ini karena dianggap mengetahui informasi yang dibutuhkan peneliti khususnya mengenai pendidikan antenatal pada ibu hamil.
Pemilihan kedua orang ini didasarkan pada pertimbangan bahwa orang-orang tersebut mempunyai pemahaman mengenai pendidikan kehamilan pada ibu hamil di Desa Kamal karena orang-orang tersebutlah yang menjalankan posyandu dan merupakan bagian dari pengurus PKK.
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Kajian Dokumen
Saat melakukan wawancara, peneliti harus mendengarkan dengan cermat dan mencatat apa yang ditemukan informan. Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan pemikiran terus menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian.44 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis dari pemikiran Miles & Huberman. Pada fase ini, peneliti terlebih dahulu bertemu dengan pihak Puskesmas dusun untuk mencari data jumlah ibu hamil.
Selanjutnya peneliti mencatat perkataan narasumber, beserta mengamati prosesnya sesuai fokus penelitian sesuai dengan pedoman penelitian. Dalam buku Miles & Huberman tertulis “Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, pengabstraksian dan/atau transformasi data yang muncul dalam keseluruhan korpus (badan) catatan lapangan tertulis, wawancara, transkrip, dokumen, dan bahan empiris lainnya.46 Kondensasi data adalah proses memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mengubah catatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, dan bahan (temuan) empiris lainnya.Reduksi cenderung memilah lalu memilih, sedangkan kondensasi adalah keseluruhan difilter menyesuaikan data tanpa memilah (menyusut) data.
Pada tahap ini data yang terkumpul dievaluasi terutama kaitannya dengan kualitas dan kesesuaian data. Pada tahap ini hasil wawancara, observasi dan studi dokumen dikelompokkan berdasarkan penelitian masing-masing. Kesimpulan awal yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan berubah kecuali ditemukan bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya.
Tetapi sekiranya kesimpulan yang dikemukakan pada peringkat awal disokong dengan bukti yang sah dan konsisten ketika pengkaji turun ke lapangan untuk mengumpul data, maka kesimpulan yang dikemukakan adalah kesimpulan yang boleh dipercayai.
Keabsahan Data
Tahap-Tahap Penelitian
Pengumpulan data dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan telaah dokumen. Setelah seluruh data terkumpul dan tersusun, selanjutnya dianalisis dengan bantuan teknik analisis kualitatif, yaitu dengan menggunakan uraian tentang apa yang diperoleh selama pengumpulan data. Berdasarkan data BPS Kabupaten Jember tahun 2000, rata-rata curah hujan di Desa Kamal selama tahun 2010 mencapai 2501 mm.
Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember mencapai 2500 mm yang merupakan curah hujan tertinggi pada periode tersebut. Secara administratif Desa Kamal terletak di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember dikelilingi oleh desa-desa tetangga. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.
Jarak dari desa Kamal ke ibu kota kecamatan adalah 1,5 km yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 menit. Penduduk desa Kamal sebagian besar berprofesi sebagai petani, karena menurut keadaan desa Kamal dikelilingi oleh persawahan dan tidak terdapat gedung-gedung tinggi.
Penyajian Data dan Analisis Data
- Pemahaman Pendidikan Pranatal dalam Perspektif Islam oleh ibu hamil desa Kamal Arjasa
- Penerapan Pendidikan Pranatal Perspektif Islam oleh ibu hamil desa Kamal Arjasa
- Unsur Pendorong dan Penghambat dalam Pendidikan pranatal Data mengenai unsur pendorong dan penghambat dalam pendidikan
Dalam pendidikan pranatal, terdapat beberapa perkara yang perlu difahami oleh ibu bapa terutamanya ibu. Pendidikan pranatal pada asasnya merangkumi pengetahuan asas yang harus difahami oleh pendidik atau ibu hamil serta oleh ibu bapa. Seperti yang dilaporkan oleh ibu-ibu hamil di kampung Kamal, ketika memilih pasangan, mereka harus mematuhi kriteria yang sesuai dengan anjuran Islam.
Pengetahuan ibu hamil di Desa Kamal tentang informasi kehamilan dalam memilih pasangan ada yang dapat diterapkan dan ada pula yang tidak. Hal ini juga didasari oleh tingkat pengetahuan dan pendidikan yang dimiliki oleh ibu hamil di desa Kamal. Namun masih banyak ibu hamil yang belum menyadari pentingnya pendidikan bagi janin yang dikandungnya sesuai anjuran Islam karena keterbatasan pendidikan dan ekonomi.
Hal ini senada dengan yang dijelaskan oleh Ibu Sulistyowati, “Kondisi ibu hamil di kampung Kamal bermacam-macam ya Kak, dari yang berbadan gemuk, ada yang berperut kurus dan ada yang biasa-biasa saja. Namun ada ibu hamil yang jarang mengikuti pelatihan yaitu Ibu Deni Safitri, Ibu. Samiat. Tradisi yang biasa diikuti oleh para ibu hamil adalah seluruh ibu hamil di desa Kamal telah mengikutinya walaupun tingkat perekonomiannya rendah.
Berdasarkan temuan penelitian diatas menunjukkan bahwa ibu hamil di desa Kamal telah melaksanakan pendidikan kehamilan dan memahami pendidikan kehamilan. Unsur pendorong yang dialami ibu hamil di Desa Kamal dalam terlaksananya pendidikan kehamilan adalah adanya unsur dukungan dari keluarga dekat dan orang-orang disekitarnya. Meski sebagian besar ibu hamil dibiayai oleh suami, namun ada pula ibu hamil yang harus melakukannya sendiri.
Pembahasan Temuan
- Pemahaman Pendidikan Pranatal Perspektif Islam Di Desa Kamal Arjasa
- Penerapan Pendidikan Pranatal Perspektif Islam Di Desa Kamal Arjasa
- Unsur Pendorong dan Penghambat Pendidikan Pranatal Ibu Hamil Desa Kamal Arjasa
Pengasuhan anak dalam kandungan yang dipahami oleh ibu hamil di Desa Kamal dimulai dari masa mencari suami hingga saat melahirkan, namun tidak semua orang memahami hal tersebut. Dalam proses pelaksanaan pendidikan anak dalam kandungan, ibu hamil biasanya menggunakan prinsip-prinsip yang telah disampaikan dan disertai dengan metode-metode untuk memudahkan pelaksanaan pendidikan dalam kandungan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan kehamilan menurut Islam yang dilakukan oleh ibu hamil adalah berupa memberikan kasih sayang dan memberikan rangsangan yang baik kepada anak dalam kandungan serta menggunakan prinsip dan metode yang sesuai. dianggap tepat. tentang apa yang dilakukan ibu hamil..
Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Ubes Nur Islam dan Nur Baiti, namun tidak semua prinsip yang dikemukakan oleh Ubes Nur Islam digunakan oleh ibu hamil di kampung Kamal. Hal ini sejalan dengan kondisi yang menjadi kendala ibu hamil di Desa Kamal yaitu kondisi fisik yang rentan terhadap penyakit dan kondisi rahim yang memang lemah. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa unsur pendorong yang dimiliki oleh ibu hamil adalah unsur pendidikan, agama, dan lingkungan.
Sedangkan unsur penghambatnya adalah unsur finansial serta kondisi fisik dan psikis yang dimiliki ibu hamil. Pemahaman ibu hamil di Desa Kamal Arjasa mengenai pendidikan kehamilan dalam perspektif Islam adalah memahami dan meyakini bahwa anak dalam kandungan dapat dibesarkan dan direncanakan sesuai harapan orang tua. Unsur-unsur pendorong dan penghambat yang dialami ibu hamil di desa Kamal dalam pelaksanaan pendidikan kehamilan dalam perspektif Islam adalah sebagai berikut.
Unsur motivasi ibu hamil di desa Kamal yang pertama adalah dukungan dari keluarga dekat, suami dan lingkungan.
Saran
Unsur penghambat ibu hamil berupa ketidakamanan kondisi fisik dan emosional serta keadaan ekonomi ibu hamil dan keluarganya. Pendidikan Pralahir Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Implementasinya dalam Pengembangan Potensi Anak (kajian kitab Tuhfah al-Maudud bi Ahkami Al-Maulid)", Skripsi, Jurusan Pendidikan Islam Konsentrasi Pendidikan Agama Islam, Sunan Kalijaga Universitas Yogyakarta. Mansur, M.A dan Ubes Nur Islam, Tesis, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Penyelenggaraan Pendidikan Pralahir di Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Skripsi, Institut Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
Kepada Petugas puskesmas pembantu desa