• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI USAHA KULINER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN TECHNIQUE FOR OTHERS REFERENCE BY SIMILARITY TO IDEALSOLUTION (TOPSIS) - Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI USAHA KULINER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN TECHNIQUE FOR OTHERS REFERENCE BY SIMILARITY TO IDEALSOLUTION (TOPSIS) - Repository"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

Sistem pendukung keputusan rekomendasi wirausaha menggunakan metode AHP dan TOPSIS (Studi Kasus Kabupaten Probolinggo). Metode AHP dan metode TOPSIS merupakan salah satu metode sistem pendukung keputusan yang dapat digabungkan dengan cara menghitung bobot kriteria menggunakan metode AHP, kemudian dilanjutkan dengan menghitung nilai preferensi untuk pemeringkatan alternatif kewirausahaan menggunakan metode metode TOPSIS. Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu bentuk metode pengambilan keputusan yang pada dasarnya berusaha menutupi segala kekurangan metode-metode sebelumnya.

Alat utama metode AHP adalah hierarki fungsional dengan input utamanya adalah persepsi manusia. Alasan penggunaan metode AHP karena metode AHP mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan metode lainnya, antara lain sebagai berikut. Menurut Hwang dan Zeleny yang dikutip (Kusumadewi, 2006), proses pengambilan keputusan pada dasarnya adalah memilih alternatif.

TOPSIS didasarkan pada konsep bahwa alternatif pilihan terbaik tidak hanya mempunyai jarak terpendek dari solusi ideal positif (A + ), tetapi juga mempunyai jarak terjauh dari solusi ideal negatif (A -) (Hwang, 1981) (Zeleny, 1982). Solusi ideal positif memaksimalkan kriteria manfaat dan meminimalkan kriteria biaya, sedangkan solusi ideal negatif memaksimalkan kriteria biaya dan meminimalkan kriteria manfaat (Fan dan Cheng, 2009). Dalam metode TOPSIS, alternatif optimal adalah alternatif yang paling dekat dengan solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif.

TOPSIS menggunakan prinsip bahwa alternatif yang dipilih harus mempunyai jarak terpendek dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif secara geometris dengan menggunakan jarak Euclidean untuk menentukan kedekatan relatif suatu alternatif terhadap solusi optimal.

Tabel 2 1 Random Index
Tabel 2 1 Random Index

Langkah-langkah Metode TOPSIS Secara umum 1. Membangun normalized decision matrix

Membangun weighted normalized decision matrix

Menentukan matriks solusi ideal dan matriks solusi ideal negatif Solusi ideal positif (A + ) dihitung berdasarkan

Tentukan jarak antara nilai masing-masing alternatif terhadap matriks solusi ideal positif dan matriks ideal negatif.

Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif

Unified Modelling Language (UML)

  • Use Case Diagram
  • Activity Diagram
  • Sequence Diagram
  • Class Diagram

Use case digunakan untuk mengetahui fitur apa saja yang ada pada sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fitur tersebut. Proses interaksi orang atau sistem lain dengan suatu sistem informasi yang akan tercipta di luar sistem informasi yang akan tercipta dengan sendirinya, yaitu meskipun lambang aktornya adalah gambaran seseorang. Fungsionalitas yang disediakan oleh sistem sebagai unit-unit yang melakukan pertukaran dalam jumlah besar antar unit atau aktor biasanya dinyatakan dengan kata kerja di awal frase nama use case.

Komunikasi antar aktor dan use case yang ikut serta dalam use case atau use case tersebut mempunyai interaksi dengan para aktor. Hubungan antara use case tambahan dan use case adalah use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri meskipun use case tambahan tersebut tidak memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan. Generalisasi dan spesialisasi (umum-spesifik) hubungan antara dua use case, dimana satu fungsi lebih umum dibandingkan fungsi lainnya.

Hubungan dari use case tambahan dengan use case dimana use case yang ditambahkan tersebut memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsionalitas atau sebagai syarat untuk eksekusi use case ini. Sukamto dan Shalahuddin (2013), “Diagram aktivitas menggambarkan alur kerja atau aktivitas suatu sistem atau proses bisnis atau menu-menu dalam perangkat lunak.” Diagram aktivitas menggambarkan alur kerja atau aktivitas suatu sistem pada perangkat lunak.

Sukamto dan Salahuddin (2013), “Diagram kelas menggambarkan struktur sistem dalam arti mendefinisikan kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.” Kelas diambil dari definisi use case (controller) Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari definisi use case, kelas ini biasa disebut kelas proses yang menangani proses bisnis pada perangkat lunak. Kelas yang Diambil dari Definisi Data (Model) Kelas yang digunakan untuk menyimpan atau mengemas data menjadi satu kesatuan yang diambil atau disimpan dalam database.

Tabel 2.3 Simbol Activity Diagram
Tabel 2.3 Simbol Activity Diagram

Entity Relationship Diagram (ERD)

  • ENTITAS (entity)
  • RELASI (relation)

Entitas biasanya berupa orang, benda, tempat, peristiwa, dan sebagainya (contoh: karyawan, pelajar, hobi, orang tua, anggota, suku, dan sebagainya). Setiap entitas memiliki sejumlah atribut yang relevan dengan sistem yang dimodelkannya (misalnya: seorang siswa memiliki atribut nama, ID, alamat, dll, yang berguna untuk sistem informasi bisnis yang dipelajarinya). Sebagai konsekuensi logis dari hubungan antar entitas, kunci utama entitas dasar akan kembali muncul sebagai kunci asing di entitas anak.

Kunci asing adalah kunci utama suatu entitas yang digunakan oleh entitas lain untuk mengidentifikasi suatu contoh hubungan. Relasi adalah peristiwa atau transaksi yang terjadi antara dua entitas yang informasinya perlu disimpan dalam database.

Relasi Binery

Relasi Unary

KARDINALITAS (Derajat Relasi)

Relasi satu-ke-satu berarti setiap himpunan entitas hanya dapat berelasi dengan satu himpunan entitas lainnya. Pada gambar di atas terlihat bahwa himpunan pasangan hanya berelasi tepat dengan satu himpunan entitas istri. Pada gambar di atas terlihat himpunan ibu mempunyai banyak relasi dengan himpunan entitas anak. Maksudnya, satu ibu dapat mempunyai banyak anak, dan satu anak hanya dimiliki oleh satu ibu.

Gambar 2.5 Relasi Satu ke satu (one to one)
Gambar 2.5 Relasi Satu ke satu (one to one)

Banyak ke Banyak ( Many to Many )

  • Data Base
  • DBMS (Database Management System)
  • Framework
  • PHP( Hypertext Preprocessor)
  • Codeigniter

Pada gambar di atas terlihat bahwa satu himpunan mahasiswa mempunyai banyak hubungan dengan himpunan satuan mata kuliah dan salah satu himpunan mata kuliah mempunyai banyak hubungan dengan himpunan unit mahasiswa.Dalam artian satu mahasiswa dapat mempunyai banyak mata kuliah dan satu mata kuliah dapat dimiliki oleh banyak mahasiswa. Basis data juga dapat diartikan sebagai kumpulan data terpadu yang dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari dengan cepat. DBMS (Database Management System) adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengelola basis data dan melakukan operasi pada data yang diminta oleh banyak pengguna.

Yang pertama adalah bahasa DDL atau singkatannya Data Definition Language yang digunakan untuk menggambarkan desain database secara keseluruhan. DDL (Data Definition Language) dapat digunakan untuk membuat tabel baru, memuat indeks atau memodifikasi tabel. Menurut Betha Sidik (2012), framework adalah kumpulan instruksi yang dikumpulkan ke dalam kelas dan fungsi dengan fungsinya masing-masing untuk memudahkan pengembang memanggilnya tanpa harus menulis sintaks program yang sama berulang kali dan dapat menghemat waktu. .

PHP Menurut (Das & Saikia, 2016), PHP adalah bahasa pemrograman skrip sisi server yang bersifat open source. PHP merupakan bahasa pemrograman yang bersifat server-side, sehingga script dari PHP nantinya akan diproses di server. Selain itu, PHP juga merupakan bahasa pemrograman open source. Menurut Betha Sidik (2012), CodeIgniter merupakan salah satu framework PHP yang bersifat open source dan menggunakan metode MVC (Model, View, Controller) untuk memudahkan pengembang atau pemrogram dalam membangun suatu aplikasi.

Ukuran kecil Ukuran yang kecil sendiri menjadi keunggulan dibandingkan framework lain yang berukuran besar dan membutuhkan resource besar dalam eksekusi dan penyimpanannya. Controller adalah kode program (berupa kelas OOP) yang digunakan untuk mengontrol aliran atau dengan kata lain sebagai model dan pengontrol tampilan 2.13 HTML (HyperText Markup Language). Menurut (Endra & Aprilita, 2018), HTML adalah bahasa pemrograman standar yang digunakan untuk membuat halaman web, yang kemudian dapat dibuka.

Gambar

Tabel 2 1 Random Index
Tabel 2.2 Simbol Use Case Diagram
Tabel 2.3 Simbol Activity Diagram
Tabel 2.4 Simbol Sequence Diagram
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, metode AHP dan metode TOPSIS memiliki penyelesaian yang berbeda, dimana alternatif terpilih pada metode AHP dipilih

Dalam membangun sistem pendukung keputusan, maka digunakan metode Analytic Hierarchy Prosess (AHP) untuk menentukan prioritas kriteria dengan membuat

Dengan adanya sistem pendukung keputusan penerimaan asisten laboratorium komputer menggunakan metode AHP dan TOPSIS ini dapat membantu kepala laboratorium komputer dalam

Kombinasi metode AHP dan TOPSIS sudah banyak diterapkan dalam sistem pendukung keputusan, dari latar belakang di atas dapat diketahui bahwa berbagai penelitian

Dengan adanya sistem pendukung keputusan penerimaan asisten laboratorium komputer menggunakan metode AHP dan TOPSIS ini dapat membantu kepala laboratorium komputer dalam

menggunakan metode AHP dan TOPSIS meliputi penentuan matriks berbandingan berpasangan, normalisasi perbandingan berpasangan, perhitungan bobot prioritas kriteria,

Pemanfaatan Sistem Pendukung Keputusan dengan metode AHP dan SAW, dapat menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan

Ilmadi, Mita Suryani 2019 Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Perusahaan Jasa Pengiriman Terbaik Dengan Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS Berdasarkan hasil