Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengiriman sampah plastik ilegal yang dilakukan oleh Jerman ke Turki pada periode. Berdasarkan data yang dianalisis dengan menggunakan teori dan konsep tersebut, hasil penelitian ini menyoroti dampak pengiriman sampah plastik ilegal yang dilakukan Jerman ke Turki pada periode yang berdampak pada sektor lingkungan, kesehatan masyarakat, dan sosial pada Turki.
DAFTAR ISI
DAFTAR SINGKATAN
PENDAHULUAN
- Pernyataan Masalah
- Pertanyaan Penelitian
- Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Kerangka Konseptual
- Metode Penelitian
- Sistematika Penulisan
Pengiriman sampah plastik yang dilakukan oleh Jerman telah dilakukan sejak tahun 1987, dengan berbagai negara sebagai tujuan pengirimannya. Pengiriman sampah plastik yang dilakukan Jerman ke Turki ini menyebabkan banyak permasalahan lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat Turki.
Pendahuluan
Pada penelitian ini, digunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka (library research) melalui sejumlah literatur, jurnal, artikel terutama yang dirilis oleh Greenpeace, hingga berita dari berbagai media massa yang terkait dengan fenomena pengiriman sampah plastik ilegal yang dilakukan Jerman ke Turki periode 2019–. Data yang telah terkumpul dari berbagai sumber ini kemudian dikelompokkan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan oleh pengiriman sampah plastik ilegal, lalu dianalisis menggunakan konsep Keamanan Lingkungan, sehingga akan ditemukan hasil penelitian.
Penanganan Sampah Plastik Global
Pengiriman Sampah Plastik Ilegal Dari Jerman ke Turki Bab ini membahas pengiriman sampah plastik ilegal yang dilakukan dari
Dampak Pengiriman Sampah Plastik Ilegal dari Jerman ke Turki Periode 2019 – 2021
Penutup
PENANGANAN SAMPAH PLASTIK GLOBAL
Penanganan Sampah Plastik Global
Tidak hanya dibiarkan pada lahan terbuka saja, setiap tahunnya sekitar 8 juta ton sampah plastik dibuang ke lautan dan mengganggu ekosistem laut (Geneva Environment Network, 2023). Salah satu cara yang digunakan menangani sampah plastik ini adalah dengan cara dibakar (Pathak et al., 2023). Walau cara ini sangat mudah untuk dilakukan, pembakaran sampah plastik dapat mengakibatkan polusi dan pencemaran udara, hingga mengakibatkan kenaikan gas rumah kaca (Greenpeace, 2022).
Oleh karena itu, pembakaran sampah plastik dianggap sebagai metode pengelolaan yang tidak ramah lingkungan dan dapat menyebabkan dampak negatif yang serius (Velis & Cook, 2021). Proses daur ulang melibatkan pengumpulan, pemilahan, hingga pemrosesan sampah plastik untuk diubah menjadi bahan baku baru (Lyng et al., 2014). Proses daur ulang dapat mengurangi ketergantungan pada produksi plastik baru dan mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke tempat.
Proses ini merupakan metode termokimia, di mana sampah plastik akan melalui proses pemanasan pada suhu tinggi tanpa udara.
Tantangan dalam Pengelolaan Sampah Plastik Global
Selain sulitnya sampah plastik terurai pada tanah, sampah plastik juga memerlukan biaya yang besar dalam pengelolaannya. Setiap tahunnya, diperlukan biaya lebih dari 32 miliar dolar Amerika untuk mengumpulkan, memilah, membuang, dan mendaur ulang sampah plastik dalam jumlah yang besar (Gikandi, 2021). Tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, diperlukan pula kemampuan sumber daya manusia untuk melakukan pengelolaan sampah plastik ini (Nikiema . & Asiedu, 2022).
Oleh karena itu, diperlukan investasi yang besar pula untuk sekadar mengelola sampah plastik (Eriksen et al., 2017). Pada sebagian besar kota di negara berkembang, sebagian besar sampah plastik yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik. Padahal, diperkirakan bahwa dalam 30 tahun kedepan, jumlah sampah plastik akan meningkat sebanyak empat kali lebih besar, sehingga adanya infrastruktur yang merata dan memadai sangatlah diperlukan (Guglielmi, 2017).
Selain infrastruktur teknologi dan biaya yang tinggi, kesadaran masyarakat juga menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah plastik yang menjadi hambatan signifikan.
PENGIRIMAN SAMPAH PLASTIK ILEGAL DARI JERMAN KE TURKI
Pengiriman Sampah Plastik antar Negara
Pengiriman sampah plastik antar negara ini diatur dalam The Basel Convention on the Control of Transboundary Movements of Hazardous Wastes and their Disposals (the Basel Convention) atau Konvensi Basel. Adanya pengiriman sampah plastik yang tidak memenuhi syarat dan aturan yang berlaku ini kemudian disebut sebagai pengiriman sampah plastik ilegal (Greenpeace, 2021b). Pengiriman sampah plastik ilegal antar negara biasanya terjadi akibat kurangnya industri di sebagian besar negara maju dan untuk menghindari biaya pengelolaan yang memadai.
Salah satu contoh pengiriman sampah plastik antar negara ini adalah yang dilakukan dari Jerman ke Republik Ceko di akhir tahun 2005. Pengiriman sampah plastik ini dilakukan secara ilegal dan menimbulkan kerugian bagi Ceko, terutama permasalahan lingkungan (Vail, 2007). Selain itu, terdapat pula pengiriman sampah plastik yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Kanada ke Malaysia.
Sedangkan contoh lain pengiriman sampah plastik ilegal yang dilakukan negara maju ke negara berkembang dalam satu dekade terakhir dan akan disorot lebih.
Pengiriman Sampah Plastik Ilegal dari Jerman ke Turki
Kawasan ini tidak hanya dihuni oleh tumpukan sampah plastik dari negara-negara Eropa saja, namun terdapat lahan agrikultur terbuka, kanal irigasi, dan beberapa kawasan industri. Tidak hanya itu, sampah plastik yang menumpuk di sana juga tergabung dengan sampah pembuangan industri sekitar (Greenpeace, 2022). Ditambah lagi, sekitar 241 truk penuh sampah plastik datang ke Turki setiap hari dari seluruh Eropa.
Oleh karena itu, fenomena ini disebut sebagai pengiriman sampah plastik yang dilakukan secara ilegal, akibat adanya kesalahan pelabelan dan dokumentasi palsu. Pengiriman sampah plastik yang dilakukan oleh negara maju ke negara berkembang seringkali juga terjadi untuk mencapai standar lingkungan tertentu, sehingga negara maju mengurangi sampah plastiknya dengan cara mengirimnya ke negara berkembang (Kallenbach et al., 2022). Tidak hanya itu, krisis ekonomi juga menjadi alasan lain mengapa pemerintah Turki cenderung tetap menjalankan pengiriman sampah plastik dari Eropa, khususnya Jerman ini.
Sebelum pengiriman sampah plastik ilegal yang dilakukan Jerman ke Turki Periode Jerman ternyata memiliki ‘sepak terjang’ serupa dalam.
Proses dan Rute Pengiriman Sampah Plastik Ilegal dari Jerman ke Turki
Menurut laporan dari Michaelson, pada tahun 2020 Jerman mengirimkan 141 kontainer berisi sampah plastik yang salah satunya dikirimkan ke Turki dan tiba setelah adanya larangan pengiriman sampah plastik di China. Kontainer ini kebanyakan berisi sampah plastik yang telah membusuk, rusak, terfermentasi karena adanya mikroorganisme, hingga berbau busuk. Pada tahun 2021, terdapat 37 kontainer berisi sampah plastik dari Jerman disita di pelabuhan Antwerpen dalam perjalanannya ke Turki, dan berhasil dikembalikan ke Jerman.
Namun banyak kontainer berisi sampah plastik Jerman yang berhasil lolos ke Turki dan belum dilakukan tindak lanjut. Pengiriman sampah plastik ini diketahui berisi plastik campuran yang tidak dapat didaur ulang, sehingga melanggar Konvensi Basel. Selain itu, banyak fasilitas daur ulang sampah plastik di Turki yang menerima pengiriman sampah plastik ini tidak memiliki izin pengolahan sampah plastik (Greenpeace, 2022).
Tempat yang menjadi tujuan dari sebagian besar pengiriman sampah plastik dari Jerman ini adalah Provinsi Adana.
DAMPAK PENGIRIMAN SAMPAH PLASTIK ILEGAL DARI JERMAN KE TURKI PERIODE 2019 – 2021
Dampak Lingkungan Turki
Dampak lingkungan Turki terhadap adanya pengiriman sampah plastik ilegal dari Jerman menjadi perhatian utama dalam konteks keamanan lingkungan. Kedekatan geografis antara negara Jerman dan Turki menjadikan pengiriman sampah plastik ini lebih mudah untuk dilakukan (Zambrana, 2023). Sampah plastik yang dikirimkan dari Jerman ke Turki secara ilegal ditemukan belum sepenuhnya berhasil dikelola dengan baik.
Atas hal inilah, tumpukan sampah plastik yang dibiarkan begitu saja menjadikan Turki menanggung dampak lingkungan yang signifikan. Selain itu, sampah plastik yang dibiarkan menumpuk di TPA dapat menyumbang lebih dari 15% emisi gas metana (Vasarhelyi, 2023). Ia banyak melihat pembakaran sampah plastik yang dilakukan di pinggir jalan, sehingga asapnya mengganggu pernapasan (Unal, 2021).
Emisi gas rumah kaca yang timbul dari penimbunan dan pembakaran sampah plastik juga menyumbang masalah perubahan iklim, yang secara langsung juga berkaitan dengan keamanan global.
Dampak Kesehatan Masyarakat Turki
Paparan polusi sampah plastik ini tidak hanya timbul ketika sampah ditimbun begitu saja, namun polusi juga dapat timbul akibat proses daur ulang sampah plastik. Proses ini dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan pekerja dan masyarakat yang tinggal di sekitar fasilitas daur ulang sampah plastik. Fasilitas daur ulang dan pembuangan sampah plastik di Turki juga banyak ditemukan berdekatan dengan daerah padat penduduk, sehingga menjadi dampak serius bagi kesehatan warga yang tinggal di sekitarnya.
Istanbul, jantung industri daur ulang sampah plastik Turki, udaranya dipenuhi bahan kimia yang digunakan dalam daur ulang plastik. Pun di Adana, letak pabrik daur ulang sampah plastik di sana bersebelahan dengan rumah masyarakat (Jones, 2022). Bahkan, di beberapa daerah di Adana dan Bayrampas, terdapat narasumber yang mengetahui beberapa fasilitas daur ulang sampah plastik di turki beroperasi tanpa izin dari pihak berwenang terkait dan tanpa listensi atau ilegal.
Jika dilihat dari perspektif konsep keamanan lingkungan, pengiriman sampah plastik ilegal ini menjadi ancaman serius terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia.
Dampak Sosial Turki
Namun, perusahaan daur ulang sampah plastik tidak memiliki cukup sumber daya manusia untuk mengelola sampah plastik secara efektif. Tidak hanya pengungsi saja, The Guardian menyorot terdapat anak-anak berusia sembilan tahun yang bekerja di pusat daur ulang sampah plastik di Turki. Padahal, aturan yang berlaku di Turki menyebutkan bahwa siapapun yang berusia di bawah 18 tahun dilarang bekerja di fasilitas sampah, termasuk di fasilitas daur ulang sampah plastik dan TPA setempat.
Namun, belum ada perubahan signifikan terhadap pekerja di fasilitas daur ulang sampah plastik dan perlindungan terhadap mereka yang bekerja di sekitar TPA di Turki (McVeigh, 2022). Keuntungan yang mereka peroleh sangat kecil, sedangkan bagian tertinggi diberikan kepada pemilik fasilitas daur ulang sampah plastik. Terlebih lagi, mayoritas pekerja di fasilitas daur ulang sampah plastik dan TPA berasal dari kelompok yang termarjinalkan, termasuk pengungsi dan migran, yang seringkali tidak memiliki hak-hak pekerja yang diakui dan perlindungan hukum.
Kondisi kerja yang buruk, pengabaian hak-hak pekerja, dan keterlibatan pekerja di bawah umur dalam proses daur ulang sampah plastik menjadi bagian integral dari adanya ancaman ini.
PENUTUP
Kesimpulan
Pengelolaan sampah plastik yang tidak sesuai standar menyebabkan adanya pelepasan gas berbahaya seperti metana, yang berkontribusi pada polusi udara, yang kemudian membahayakan masyarakat jika menghirup udara berbahaya ini. Kandungan kimia beracun yang terkandung dalam plastik juga memberikan risiko kesehatan yang serius bagi masyarakat Turki. Adanya fakta bahwa banyak masyarakat yang tinggal di lingkungan fasilitas daur ulang sampah plastik dan tempat pembuangan akhir yang terbuka semakin memperparah dampaknya bagi kesehatan masyarakat setempat.
Konsep keamanan lingkungan menggambarkan bahwa dampak dari kerusakan lingkungan ini dapat berbahaya bagi kesehatan masyarakat Turki. Selanjutnya, dampak sosial dari adanya pengiriman sampah plastik ilegal ini menimbulkan permasalahan bagi kesejahteraan pekerja di fasilitas daur ulang sampah plastik dan pemulung di sekitar TPA. Adanya kondisi kerja yang berbahaya, upah minimum, maraknya pekerja di bawah umur, hingga tidak adanya perlindungan hukum menambah tantangan yang dihadapi Turki.
Dengan demikian, penelitian ini telah menjawab pertanyaan yang diajukan di awal, yaitu “Bagaimana dampak pengiriman sampah plastik dari Jerman ke Turki periode Sebagaimana terungkap, pengiriman sampah plastik ini menyebabkan dampak lingkungan, kesehatan masyarakat, dan sosial yang juga dianalisis menggunakan konsep keamanan lingkungan.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
The Truth Behind Trash The scale and impact of the international trade in plastic waste. The Impact of Plastic Waste on Health and Free Health Checks for The Community of Lopo Village, Gorontalo Regency. Malaysia has sent back tons of plastic waste to rich countries, saying it won’t be their ‘garbage dump.’ CNN.