PENELITIAN SEJARAH, PENULISAN SEJARAH (HISTORIOGRAFI), DAN
KETERKAITAN DENGAN TEORI SOSIAL
PENELITIAN SEJARAH, PENULISAN SEJARAH (HISTORIOGRAFI), DAN
KETERKAITAN DENGAN TEORI
SOSIAL
PENELITIAN
SEJARAH Proses mengkaji secara sistematis suatu peristiwa
masa lalu dalam rangka mendapatkan pengetahuan
dan pemahaman yang
mendalam serta makna dari
peristiwa itu
lANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEJARAH
1. Pemilihan Topik
Proses menentukan peristiwa yang akan dijadikan sebagai
objek penelitian
2. Heuristik
Proses pengumpulan data dan berbagai sumber sejarah
3. Kritik dan Verifikasi
Proses pemeriksaan keaslian dan kredabilitas dari sumber
sejarah
4. Interpretasi
Proses menafsirkan keterkaitan makna dari berbagai sumber
yang telah diverifikasi
5. Historiografi
Proses penulisan laporan sejarah atau penulisan
sejarah
SUMBER-SUMBER SEJARAH
Sumber sejarah adalah jejak masa lampau yang berisi
informasi tentang
masa lampau
JENIS-JENIS SUMBER SEJARAH
Sumber Primer
Data utama yang didapatkan langsung dari subjek dan objek penelitian atau dibuat oleh orang
yang menyaksikan, mendengar,
atau mengalami langsung peristiwa tersebut
Contoh : Arsip, hasil wawancara, fosil dan artefak
Berdasarkan Sifat
Sumber Sekunder
Sumber yang didapat dari orang yang mendengar
peristiwa tersebut dari orang lain
Contoh : buku dan majalah, laporan penelitian, penelitian
sejarah, surat dan surat
kabar yang tidak sezaman
JENIS-JENIS SUMBER SEJARAH
Berdasarkan Bentuk
Sumber Tertulis
Sumber berbentuk
tulisan yang didalamnya terdapat informasi
sejarah
Contoh : Prasasti,
naskah, arsip dan koran
Sumber Lisan
Keterangan-keterangan yang diperoleh dari pelaku
dan saksi sejarah
Contoh : Gus Dur bercerita tentang bagaimana
jabatannya sebagai Presiden Indonesia harus berakhir
dalam waktu singkat
Sumber Benda
Sumber berbentuk
artefak atau hasil-hasil budaya yang ditemukan
di suatu tempat
Contoh : Peralatan-
peralatan penunjang
kegiatan manusia, foto
dan bangunan bersejarah
HISTORIOGRAFI
(PENULISAN SEJARAH)
Historiografi berasal dari bahasa latin historiographia. Historia
berarti ‘sejarah’ dan graphia berarti ‘penulisan’
Historiografi merupakan tahap akhir dari langkah-langkah
penelitian sejarah, yaitu penulisan
sejarah
MODEL PENULISAN HISTORIOGRAFI
Model Deskriptif Naratif
Penulisan sejarah hanya berisi narasi kronologis,
jadi model ini hanya bersifat informatif
Model Deskriptif Argumentatif
Narasi peristiwa memiliki bobot tambah yaitu analisis peristiwa yang berfokus tentang sebab-
akibat dan menjawab pertanyaan sejauh mana peristiwa masa lalu tersebut memberikan kontribusi untuk
masa depan
FUNGSI HISTORIOGRAFI
Fungsi Genetis
Mengungkapkan bagaimana asal-usul dari sebuah
peristiwa
Fungsi ini terlihat pada sejumlah penulisan sejarah,
seperti Babad Tanah Jawi, Sejarah Melayu, dan
Prasasti Kutai
Fungsi Didaktis
Karya-karya sejarah itu memuat pelajaran,
hikmah, serta suri tauladan yang penting bagi para pembacanya
Fungsi Pragmatis
Berkaitan dengan upaya melegitimasi suatu kekuasaan agar
terlihat kuat dan
berwibawa
PERKEMBANGAN HISTORIOGRAFI DI INDONESIA
Penulisan sejarah yang dilakukan lebih
merupakan ekspresi budaya yang menghasilkan usaha untuk merekam peristiwa masa lalu
HISTORIOGRAFI TRADISIONAL
Ciri-ciri Historiografi Tradisional
Bersifat Istana Sentris (berpusat pada keinginan dan kepentingan raja) 1.
Bersifat feodal-aristokratis karena berfokus pada kehidupan kaun bangsa feodal, bukan kehidupan rakyat jelata
2.
Subjektivitas tinggi karena penulis hanya mencatat peristiwa penting di kerajaan dan atas permintaan sang raja
3.
Tujuannya melegitimasi dan melanggengkan kekuasaan raja 4.
Banyak mengandung anakronisme dalam penyusunannya 5.
Umumnya penulisannya tidak disusun secara ilmiah 6.
Contohnya Babad, Hikayat,
Tambo,dsb
PERKEMBANGAN HISTORIOGRAFI DI INDONESIA
Karya-karya sejarah yang ditulis pada masa
pemerintah kolonial berkuasa di Nusantara Indonesia, yaitu sejak zaman VOC hingga pendudukan Jepang di
Indonesia
HISTORIOGRAFI KOLONIAL
Ciri-ciri Historiografi Kolonial
Karya pada umumnya dihasilkan oleh sejarawan kolonial 1.
Lebih menonjolkan peran orang-orang Belanda di Indonesia 2.
Menggunakan prespektif eropasentris, aktivitas penduduk pribumi tidak mendapat perhatian’
3.
Penggunaan sumber-sumber primer seperti syair, hikayat, dan babad cenderung diabaikan
4.
Geschendenis van
Nederlandsch Indie karya F. W Stapel
PERKEMBANGAN HISTORIOGRAFI DI INDONESIA
Penulisan sejarah dengan bangsa Indonesia sebagai aktor utamanya yang mulai marak
setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945
HISTORIOGRAFI MODERN
Ciri-ciri Historiografi Modern
Menampilkan peranan rakyat, tidak hanya tokoh besar saja 1.
Bersifat Indonesia-sentris 2.
Sesuai dengan pandangan hidup Bangsa Indonesia 3.
Disusun oleh orang-orang atau penulis-penulis Indonesia sendiri
4.
Pemberontakan Petani Banten tahun 1888 oleh
Sartono Kartodirjo