P RAKATA
Analitik yaitu penelitian yang dilakukan harus dibuktikan dan dijelaskan dengan metode ilmiah dan terdapat hubungan sebab akibat antar variabel. Eksplorasi, yaitu penelitian yang tujuannya untuk menemukan pengetahuan baru yang belum ada sebelumnya. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data utama.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang mengkaji sudut pandang partisipan dengan strategi yang interaktif dan fleksibel. Dengan demikian, pengertian penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti keadaan objek alam dimana peneliti sendiri sebagai instrumen utamanya.
M ENGAPA P ERLU K ARYA I LMIAH ?
Esai ilmiah adalah suatu karya tulis yang menyajikan pendapat, gagasan, reaksi, atau hasil penelitian yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah. Jenis esai ilmiah sangat beragam, antara lain makalah, tesis, tesis, disertasi, dan laporan penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah karya tertulis yang menyajikan gagasan, pendapat, reaksi, fakta, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan seluruh kegiatan ilmiah dan menggunakan berbagai bahasa ilmiah.
Makalah merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu permasalahan yang pembahasannya berdasarkan data lapangan yang bersifat empiris-objektif. Kertas kerja, seperti halnya skripsi, merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data empiris di lapangan. Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih dengan analisis yang terperinci.
Karya ilmiah populer adalah karya ilmiah yang ditulis dengan bahasa populer sehingga mudah dipahami masyarakat dan menarik untuk dibaca. Esai ilmiah populer merupakan jenis esai ilmiah yang mempunyai ciri-ciri esai ilmiah, yaitu menyampaikan fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis, serta penyajiannya jelas, ringkas, dan akurat. Seseorang yang ingin menulis sebuah karya ilmiah selalu dihadapkan pada keterampilan yang harus dikuasainya.
Melakukan karya ilmiah lebih pada kemauan dan tekad untuk menyelesaikan pekerjaan dibandingkan sekedar kemampuan intelektual yang dimiliki. Kesediaan lebih mengacu pada kesediaan untuk menemukan apa yang dibutuhkan dalam karya ilmiah. Beberapa persyaratan dibawah ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang yang menulis karya ilmiah.
B AB III
K ARYA I LMIAH DAN M ETODOLOGI
Seperti apa Karya Ilmiah?
Artikel ilmiah merupakan hasil rangkaian gagasan yang dihasilkan dari pemikiran, fakta, peristiwa, gejala, dan pendapat. Dengan demikian, seorang penulis karya ilmiah menyusun kembali berbagai bahan informasi menjadi sebuah karangan yang utuh. Karya ilmiah menyajikan serangkaian sebab akibat dengan pemahaman dan penalaran induktif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
Karya ilmiah pada hakikatnya bersifat ekspositori, dimana informasi disajikan secara rinci agar lebih jelas. Harus mendefinisikan secara tepat setiap istilah, sifat dan makna yang digunakan agar tidak menimbulkan kebingungan atau keraguan. Bahasa ilmu pengetahuan bersifat objektif dan berusaha tidak menunjukkan ciri-ciri individual (gaya impersonal) sehingga bentuk kalimat sering kali lepas dari jati diri penulisnya.
Standar, yaitu struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah baku bahasa Indonesia baik mengenai struktur kalimat maupun kata. Logis, yaitu gagasan atau pesan yang disampaikan melalui bahasa ilmiah dalam bahasa Indonesia dapat diterima oleh akal. Sesuai, yaitu gagasan yang dikemukakan harus sesuai dengan gagasan yang dimaksudkan oleh pembicara atau penulis dan tidak boleh mengandung makna ganda.
Denotatif tidak bersifat konotatif, yaitu kata-kata yang digunakan dipilih menurut makna sebenarnya dan tidak melibatkan perasaan karena hakikat ilmu pengetahuan adalah obyektif. Ringkas, yaitu gagasan dan gagasan yang diungkapkan dalam kalimat pendek seperlunya, menggunakan kata-kata seperlunya, tidak berlebihan, namun isinya akurat. Secara berurutan, yaitu gagasan yang diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan tingkatannya, baik dalam kalimat maupun paragraf.
Metode atau Metodologi?
Mengenai perbedaan keduanya, metodologi penelitian membahas tentang konsep teoritis berbagai metode termasuk kelebihan dan kekurangannya dalam kajian ilmiah, yang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan metode terbaik untuk digunakan dalam suatu penelitian. Kedua istilah ini berkaitan erat dengan istilah teknis, yaitu cara-cara khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu yang ditemui dalam pelaksanaan prosedur. 34; metodos” terdiri dari dua suku kata, yaitu “metha” yang berarti melalui atau melalui dan “hodos” yang berarti cara atau cara.
Jadi metodologi dapat diartikan sebagai ilmu/metode yang digunakan untuk memperoleh kebenaran melalui pencarian dengan prosedur tertentu untuk menemukan kebenaran atau tergantung pada kenyataan yang diteliti. Metodologi penelitian adalah seperangkat aturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh para praktisi dalam suatu disiplin ilmu. Penelitian adalah suatu penyelidikan sistematis untuk menambah sejumlah pengetahuan dan juga merupakan upaya sistematis dan terorganisir untuk menyelidiki masalah-masalah tertentu yang memerlukan jawaban.
Tujuan motivasi dan penelitian secara umum pada hakikatnya sama, yaitu cerminan dari keinginan manusia untuk selalu berusaha mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motif dalam melakukan penelitian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengkonfirmasi kecurigaan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
Pengertian masalah yaitu data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang belum diketahui yang kemudian diketahui. Mengantisipasi masalah berarti menggunakan data penelitian untuk memastikan bahwa masalah tersebut tidak muncul.
Langkah dalam Metode Ilmiah
Penentuan metode pengumpulan data meliputi penyusunan instrumen kuesioner ukuran sampel, kriteria responden, dan etika penelitian. Penentuan analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis gap dan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Menetapkan tujuan penelitian berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi merupakan tugas peneliti sebelum melanjutkan proses pengumpulan data.
Dalam proses ini, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah penentuan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Tahap selanjutnya adalah menentukan metode pengumpulan data, meliputi penyusunan instrumen, kriteria responden, jumlah sampel, dan etika pengumpulan data. Tahap terakhir adalah analisis data yang terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, analisis gap dan analisis IPA serta diagram kartesius.
Uji validitas merupakan pengujian instrumen data penelitian untuk mengetahui reliabilitas dan keakuratan instrumen pengukuran yang digunakan serta untuk mengetahui apakah ada pertanyaan dalam kuesioner yang sebaiknya diganti karena dianggap tidak relevan. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut dapat menyelidiki sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut, maka dilakukan uji validitas dengan cara membandingkan r hitung dengan r dari tabel. Untuk melakukan analisis kesenjangan persepsi-ekspektasi, selisih nilai mean setiap item persepsi dan item ekspektasi dihitung dengan menggunakan nilai nilai ekspektasi – nilai persepsi.
Untuk mengetahui apakah kinerja sudah sesuai dengan kepentingan pengguna jasa dan untuk mengetahui tingkat kepuasannya maka kepentingan dan pelayanan nyata diwakili dengan huruf Y dan persamaan 1-3 (Supranto, 2006) dan hasilnya dapat dilihat pada diagram kelompok tingkat kepuasan pada Gambar 4. Selanjutnya diagram kuadran 1 sampai dengan 4 digunakan untuk menggambarkan tingkat atau posisi hasil penilaian yang telah dirumuskan sebelumnya, seperti terlihat pada Gambar 4.2. Artinya variabel tersebut dianggap kurang penting oleh responden dan kinerjanya tidak terlalu istimewa.
P ENYEBERANGAN OLEH P ENUMPANG
Variabel-variabel tersebut kemudian disusun dalam bentuk tabel kuesioner yang nantinya akan dibagikan kepada responden seperti terlihat pada Tabel 5.1. Tiket/tiket saya diperiksa dengan teliti oleh petugas kapal, barang bawaan yang saya bawa diperiksa dengan teliti oleh petugas kapal. Dalam keadaan darurat, saya dapat dengan jelas mengenali titik berkumpul dan dengan jelas mengenali sinyal alarm perakitan.
Awak kapal memberikan informasi evakuasi dengan baik dan awak kapal menggunakan identifikasi/tanda yang mudah saya kenali. Awak kapal memberikan informasi tentang penggunaan jaket pelampung yang benar. Saya dapat melihat lokasi alat pemadam kebakaran tersebut dan letaknya tidak jauh dari tempat saya berada. Petunjuk penggunaan alat pemadam kebakaran mudah saya pahami. Anggota kru memberikan informasi tentang penggunaan alat pemadam kebakaran yang benar.
Di antara 16 pertanyaan (variabel) terkait keselamatan, uji validitas menunjukkan bahwa seluruh variabel persepsi dan harapan adalah valid. Hal ini dapat menimbulkan situasi panik ketika penumpang tidak tahu harus bertanya kepada siapa.
P ERWIRA P ERMESINAN K APAL /M ASINIS K APAL
Pengendalian pengoperasian kapal dan perawatan orang-orang di kapal V14 Menjaga kelaikan laut kapal. Memiliki kemampuan mengelola operasional permesinan di atas kapal dan memiliki kemampuan teoritis dalam merencanakan dan menjadwalkan operasional permesinan kapal. Memiliki kemampuan melakukan penjagaan ruang mesin yang aman (Keep a safe engine room watch).
Memiliki kemampuan memahami karakteristik mesin induk mulai dari diesel, turbin uap dan gas, termasuk kecepatan, kinerja dan konsumsi bahan bakar minyak 4. Memiliki kemampuan langsung dalam menangani permasalahan dan perbaikan pengendalian, peralatan kelistrikan dan elektronik. Memiliki kemampuan mengelola prosedur pemeliharaan dan perbaikan yang aman dan efektif (mengelola prosedur pemeliharaan dan perbaikan yang aman dan efektif) 2.
Memiliki ketrampilan praktis dalam memastikan praktik kerja yang aman (enjaminan praktik kerja yang aman) D. FUNGSI KOMPETENSI UNTUK MENGENDALIKAN OPERASI KAPAL DAN MENANGANI PERANGKAT KAPAL 1. memastikan kepatuhan terhadap persyaratan pencegahan polusi. Penilaian kompetensi operator kapal ditentukan dengan menghitung tingkat persepsi dan harapan pada masing-masing kelompok kompetensi. Dari Tabel 6.3 terlihat bahwa tingkat kesesuaian fungsi mesin kelautan untuk seluruh variabel tidak mencapai 100%.
Berdasarkan Gambar 6.1, dimensi kompetensi fungsional teknik kapal untuk V3 dan V7 termasuk dalam kuadran I (under action). Hal ini menunjukkan bahwa V1, V2, V5 dan V6 penting bagi insinyur kapal yang memiliki kinerja tinggi mengenai variabel-variabel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa V4 yang mempengaruhi kepuasan pengguna, kompetensi insinyur kapal dinilai terlalu berlebihan dalam penerapannya.
B AB VII
P ENGOPERASIAN K APAL
STS TS N S SS STP TP N P SP . disediakan dengan memberikan pelatihan dalam keadaan tertentu 23) Adanya benturan kemampuan fisik dibuktikan dengan pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja di kapal. Kurangnya waktu untuk merespons situasi yang ada diperkirakan dengan adanya prosedur operasi standar untuk bertindak. Analisis kesenjangan dimulai dengan perbandingan rata-rata nilai yang diamati dan yang diharapkan.
Dalam hal ini gap analysis diawali dengan pertanyaan dari kelompok pertama yaitu keadaan operator. Sedangkan V14 membahas permasalahan terkait kurangnya kewaspadaan saat berlayar yang diatasi dengan penerapan standar operasional yang tepat. V27 membahas tentang antisipasi kekurangan input sensor yang bertugas dengan menambah petugas tambahan yang bertugas sesuai dengan prosedur yang ada.
Selain itu, hasil gap analysis yang disajikan pada bar chart pada Gambar 7.2 menunjukkan adanya gap pada pertanyaan/variabel V26, V27, V28, V29, V30, V32, V36 dan V38. Sedangkan V36 dikaitkan dengan konsumsi energi yang berlebihan pada saat tidak masuk kerja yang ditandai dengan pemberian waktu istirahat sesuai ketentuan yang ada. Gambar 7.3 menyajikan hasil analisis kesenjangan antar kelompok faktor yaitu antara kelompok kondisi operator, faktor personal dan faktor lingkungan.
D AFTAR P USTAKA
T ENTANG P ENULIS