• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Mahar Perempuan Bangsawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat

N/A
N/A
Newmind for Indonesia

Academic year: 2024

Membagikan "Penentuan Mahar Perempuan Bangsawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

PENENTUAN MAHAR PEREMPUAN BANGSAWAN BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN. Studi Kasus di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat). Penentuan Mahar Perempuan Bangsawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (Studi Kasus di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat)” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk di seminarkan. Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian proposal skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak.

Teman-teman penulis Fiddha dan Estifada yang senantiasa menyemangati dan mendengar berbagai cerita penulis selama menyelesaikan proposal skripsi ini;. Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas bantuan dalam menyelesaikan proposal skripsi ini. Penentuan Mahar Perempuan Bangsawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (Studi Kasus di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat).

Latar belakang

Gelar Raden adalah gelar yang bangsawan yang di berikan kepada mereka yang memiliki jasa besar terhadap kerajaan di pulau Lombok dan keturunan perempuannya bergelar „Lale‟. Desa Bonder adalah Desa yang terletak di kecamatan Praya Barat, Desa ini berdiri sekitar tahun 1967, Desa Bonder memilik pondok pesantren yang sangat terpandang sehingga warga masyarakat yang berdomisili di sini mempunyai religious yang cukup baik, seharusnya mahar yang di gunakan tidak memberatkan, namun faktanya terdapat sekelompok masyarakat yang bergelar bangsawan meminta mahar yang tidak main-main dan jenis mahar yang di gunakan dalam menentukan mahar di Desa ini terutama yang bergelar bangsawan sangat tinggi, pada tahun 1967 mahar dari warga bangsawan di desa Bonder ini cukup melegit kisaran Rp. 70.000.000 juta dan Emas, di tahun 1999 sampai saat ini, seperti salah satu tokoh masyarakat yang saya wawancara, penentuan mahar mengalami perkembangan yang sangat signifikan, yang di mana perempuan yang hanya lulusan SMP atau MTs uang mahar yang di berikan sebesar Rp dan emas 5/10 gram, hal ini di lihat dari stara sosial dari perempuan dan selain itu perempuan yang.

Semakin tinggi pendidikan perempuan semakin tinggi pula mahar yang akan di tentukan dan tradisi ini terus meluas di masyarakat seolah-olah mahar hal yang paling utama demi mewujudkan sebuah pernikahan. Ada salah satu kasus di Bonder yang di mana maharnya terbilang sangat tinggi di kalangan masyarakat Bonder, yang diamana salah satu laki-laki yang hanya lulusan SMA dan menikahi perempuan bangsawan lulusan S1 Perawat, yang di mana mahar yang di minta sanagat tinggi yaitu uang Rp. 50.000.000 juta, Rumah beserta isi dan tanah 1 are Di samping itu juga banyak perempuan yang lulusan S1 yang belum menikah di karenakan pria segan untuk menikahinya sebab maharnya terlalu tinggi.

Rumusan masalah

Tingkat pendidikan bukan hanya berpengaruh terhadap pihak perempuan saja tetapi banyak pria yang belum menikah di karenakan tingkat pendidikannya yang lebih rendah dari pada perempuan. Dari pribadi perempuan sendiri cenderung memilih pasangan yang dengan latar pendidikan yang lebih tinggi atau minimal setara dengan mereka. Bagaimana praktik pemberian mahar perempuan bangsawan berdasarkan tingkat pendidikan di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat.

Bagaimaana pandangan masyarakat mengenai penentuan mahar perempuan bangsawan berdasarkan tingkat pendidikan di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat.

Tujuan dan manfaat penelitian

Penelitian ini juga di harapkan mampu memotivasi pihak lain yang memiliki perhatian terhadap penelitian ini.

Ruang lingkup dan setting penelitian

Telaah pustaka

Penelitian yang di lakukan oleh Muliana dengan judul “Penentuan mahar berdasarkan tingkat pendidikan mempelai wanita di tinjau menurut hukum keluarga islam (studi kasus di kecamatan jaya kabupaten aceh jaya)”. Hasil penelitian Muliana membicarakan tentang mahar dan pendidikan mempelai wanita di kecamatan jaya kabupaten aceh yang di mana mahar ini di tentuakn menurut tingkat pendidikan calon mempelai wanita. Factor-faktor yang menyebabkan masyarakat kecamatan jaya kabupaten aceh menentukan mahar dan tingkat pendidikan dan untuk mengetahui pandangan ulama lokal mengenai penentuan mahar berdasarkan tingkat pendidikan dan untuk mengetahui pandang hukum islam mengenai penentuan mahar berdasarkan tingkat pendidikan.

Penelitian yang di lakukan oleh muliana sejalan dengan penelitian- penelitian yang memiliki topik tentang Mahar berdasarkan tingkat pendidikan mempelai wanita, dengan jenis penelitian kualitatif. Namun perbedaannya terletak pada fokus penelitian, yang mana Muliana memfokuskan kepada penentuan mahar berdasarkan tingkat pendidikan mempelai wanita sedangkan penelitian memfokuskan pada pengaruh tingkat pendidikan dan gelar bangsawan dalam menentukan mahar dengan penelitian yang berbeda.6. Penelitian yang di lakukan oleh Mudrikah dengan judul “Penetapan mahar dalam pernikahan di Lombok (studi hukum adat dan hukum islam)”.

6Muliana “penentuan mahar berdasarkan tingkat pendidikan mempelai wanita di tinjau menurut hukum islam (studi kasusu di kecamatan jaya kabupaten aceh jaya), (skripsi fakultas syariah dan hukum UIN ar-raniry darussalam-banda aceh 2016),. Penelitian yang di lakukan oleh mudrikah serupa dengan topik penelitian- penelitian yakni sama-sama membahas tentang penetapan mahar dan jenis penelitian yang sama yaitu pendekatan kualitatif.7. Hasil penelitian yang dilakukan oleh ahmad khaerul kholidi dalam prosos pernikahan masyarakat bangsawan dan masyarakat biasa pada proses adat tradisi merarik di desa banyu urip semuanya sama tetapi ketika masyarakat bangsawan menikah dengan sesama bangsawan prosos pelaksanaan pernikahan lebih kental dengan nuansa tradisional dan juga stratifikasi socialnya akan lebih tinggi, sebaliknya ketika masyarakat biasa yang tidak memiliki gelar bangsawan maka proses pernikahannya biasa-biasa saja.

7 Mudrik “penetapan mahar dalam pernikahan di lombok NTB (studi hukum adat dan hukum islam) (skripsi prodi ilmu agama islam konsentrasi ilmu syariah institute ilmu al-qur‟an). Dari penelitian yang di lakukan oleh ahmad khaerul kholidi jika di bandingkan dengan penelitian-peneliti ternyata memiliki kesamaan, adapun persamaan yaitu mengkaji tentang gelar bangsawan di Lombok dan menggunakan metode penelitian kualitatif.8. Penentuan Mahar berdasarkan tingkat pendidikan pengantin perempuan perspektif hukum adat dan hukum islam” penelitian yang dilakukan oleh Muhammad ridwan yaitu dalam penentuan mahar yang di lakukan masyarakat purba baru merupakan bentuk pelaksanaan adat dalihahn na tolu yang sudah berlaku sejak dahulu, metode penentuan mahar yaitu dengan cara musyawarah dan mufakat secara keluarga dengan keluarga pengantin, dan bahasa yang di gunakan dalam menentukan mahar ini yaitu bahasa adat mandaling.

Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad ridwan dengan penelitian- penelitian yang lain sejalan dan memiliki topic tentang mahar berdasarkan tingkat pendidikan , dengan jenis penelitian yang sama yaitu penelitian kualitatif.9.

Kerangka teori

Mahar bukan merupakan rukun dalam perkawinan, tetapi ketentuan islam menyebutkan sebagai suatu kewajiban yang harus dibayarkan oleh seorang laki-laki kepada calon istrinya. Menurut ibnu Qayyim, istilah mahar dengan sidaq tidak berbeda fungsinya jika yang dimaksud merupakan pemberian suatu dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan dalam sebuah perkawinan. Mahar merupakan pemberian yang dilakukan oleh pihak mempelai laki- laki pada pihak mempelai perempuan yang hukum wajib.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa mahar adalah pemberian pihak mempelai laki-laki kepada pihak mempelai perempuan berupa harta atau manfaat karna adanya ikatan perkawinan. Dasar hukum adanya mahar dalam perkawinan, terdiri atas dasar hukum yang di ambil dari Al-Qur‟an dan dasar hukum dari al-sunnah. Di lengkapi oleh pendapat ulama tentang kewajiban pembayaran maha oleh mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan dan juga hukum positif yang berlaku sebagai ketentuan Negara.

Salah satu hak istri yang harus di berikan oleh suami yaitu hak kebendaa dalam hal ini yang di maksud adalah mahar. Meskipun mahar bertujuan untuk mengangkat derajat perempuan pada umumnya, dalam islam hal itu tidak dilakukan dengan cara yang memberatkan pihak suami, sehingga jumlah mahar tidak dibatasi jumlah di ukur dengan kemampuan ekonomi suami, hal ini dilakukan karna adanya perbedaan kaya dan miskin, luas dan sempitnya rezeki seseorang, selain itu tiap masyarakt memiliki tradisi masing-masing dalam merealisasikan pembayaran mahar yang terpenting, ada kesepakatan di antara suami dan istri yang bersangkutan. Apabila calon mempelai wanita menyetujui, penyerahan mahar boleh di tangguhkan baik untuk seluruhnya atau untuk sebagian, mahar yang belum di tunaikna penyerahannya menjadi hutang calon mempelai pria.

Dikarenakan mahar merupakan hak seorang perempuan, maka dialah yang menentukan jumlah mahar yang mempelai perempuan inginkan, dapat juga perempuan tersebut menentukan maharnya dengan jumlah yang sedikit atau jumlah maharnya yang tinggi namun kembali lagi dengan kesanggupan calon pria/ calon suami. Mahar musamma yaitu mahar yang sudah di sebut atau di janjikan kadar dan besrnya ketiak akad nikah atau mahar yang dinyatakan kadarnya pada waktu akad nikah. Mahar mitsil yaitu mahar yang seharusnya di berikan kepada perempuan yang bisa diterma oleh perempuan-perempuan selainnya yang sepadan dengan nya, baik dari segi usia, kecantikan, harta, akal, agama, kegadisan, kejandaan, maupun negerinya ketika akad nikah di langsungkan.17.

Hal ini di atur dalam pasal 30 “calon mempelai pria wajib membayar mahar kepada calon istri yang jumlah, bentuk dan jenisnya disepakati oleh kedua belah pihak.” Pernikahan di dalam agama islam merupakan sebuah ibadah dan juga salah satu sunah Rasulallah yang sangan di anjurkan untuk laki-laki maupun perempuan yang telah mampu secara lahir dan batin karena itu tidak dibenarkan untuk memberatkan atau menyulitkan terlaksananya acara akad nikah dengan menerapkan syarat-syarat tertentu yang sangat sulit dipenuhi. Hal ini di tinjau dari atauran pasal 31 KHI yang menerangkan bahwa penentuan mahar berdasarkan atas kesederhanaan dan kemudahan yang di anjurkan dalam islam. Sebenarnnya tidak ada nilai dan minimal mahar yang akan di berikan calon pengantin laki-laki ke calon pengantin perempuan, hukum islam sendiri tidak memberikan batasan tentang besar jumlah mahar, akan tetapi, Rasulallah SAW melalui berbagai hadis menganjurkan mahar itu ringan dan mudah.

Metode penelitian

Sistematika pembahasan

Perlu di ketahui bahwa penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangna dan penulisannya mengikuti pedoman skripsi atau pedoman karya ilmiah UIN Mataram. Muliana “penentuan Mahra Berdasarkan Tingkat Pendidikan mempelai wanita di tinjau menurut hukum islam (UIN Ar-raniry darussalam banda aceh 2016). Ahmad khaerul kholidi “tradisi merarik masyarakat bangsawan dan masyarakat biasa suku sasak di limbok (studi kasus di desa banyu urip kec praya barat kab. Lombok tengah NTB) (UIN sunan kalijaga Yogyakarta, thn 2016) Muhammad ridwan “penentuan mahar berdasarkan tingkat pendidikan pengantin.

Rencana jadwal penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini didapati jawaban bahwa Hak waris anak menurut hukum adat sasak di desa penujak Kecematan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah Provinsi

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada (1) bagaimana persepsi masyarakat terhadap pendidikan perempuan di Desa Bangun Jaya Kecamatan Katingan Kuala, (2) apa saja faktor

Margin Pemasaran Gabah Beras di Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Pada Saluran Kedua...52... Kerangka pikir teoritis penelitian “ Analisis

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan peramalan terhadap TPAK perempuan di Jawa Barat berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu tingkat pendidikan,

Berdasarkan penjabaran tabel 3, 4 dan penjabaran perhitungan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa produksi beras di Kecamatan Praya Barat mengalami surplus, hal ini dapat dilihat

Analisis Tinjaun Ekonomi Syariah Terhadap Praktek Jual Beli Rumput Secara Borongan di Desa Batu Jangkih Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah Jual beli adalah suatu kesepakatan

Penggunaan media visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas V SDN Mertak Kesambik Desa Beber Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Tahun

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama anak perempuan di Desa Baru Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan