LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN 3 TAHUN 2022
PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM DALAM PENINGKATAN KEDISIPLINAN PEMBARUAN
SURAT IZIN PRAKTIK (SIP) TENAGA KEPERAWATAN DI RSUD R.A.A.
TJOKRONEGORO PURWOREJO TAHUN 2022
Disusun oleh:
Nama : Kun Fadhilah, S.K.M.
NIP : 19931006 202012 2 003
Jabatan : Pengelola Pelayanan Kesehatan
Instansi : RSUD R.A.A. Tjokronegoro Kabupaten Purworejo
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
DIREKTORAT JENDERAL TENAGA KESEHATAN
BALAI PELATIHAN KESEHATAN SEMARANG
PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM DALAM PENINGKATAN KEDISIPLINAN PEMBARUAN SURAT IZIN PRAKTIK (SIP) TENAGA
KEPERAWATAN DI RSUD R.A.A. TJOKRONEGORO PURWOREJO TAHUN 2022
Disusun oleh : Nama : Kun Fadhilah, S.K.M.
NIP : 19931006 202012 2 003
Jabatan : Pengelola Pelayanan Kesehatan
Instansi : RSUD R.A.A. Tjokronegoro Kabupaten Purworejo
Telah disyahkan pada Seminar Hasil Aktualisasi Pelatihan Dasar Golongan III Angkatan 3
Tahun 2022
Semarang, 08 Juli 2022 Penguji
dr. Wulandari Indri Hapsari, MPH NIP. 19800114 200912 2 002
Mentor
Supadi, S.Kep., Ns NIP. 19740724 199403 1 002
Coach
Murcita, S.Pd., M.Kes NIP. 19651102 198603 1 0001
ii Mengetahui,
Kepala Bapelkes Semarang
Asep Zaenal Mustofa, SKM., M.Epid NIP. 19660106 198803 1 002
iii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………...………...………... i
LEMBAR PENGESAHAN ………..
DAFTAR ISI ……….……...
Ii iii KATA PENGANTAR ……….……...
ABSTRAK ……….……...
DAFTAR TABEL ……….……...
DAFTAR GAMBAR ……….……...
iv vi vii viii BAB I PENDAHULUAN …….………... 1
A. Latar Belakang ……...………... 1 B. Tujuan ... 2
1. Tujuan Umum ...
2. Tujuan Khusus ...
2 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………...
A. Profil RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo ...
1. Visi Organisasi ...
2. Misi Organisasi ...
3. Nilai-Nilai Organisasi ...
4. Struktur Organisasi ...
5. Kedudukan dan tugas peserta ...
B. Nilai-Nilai Dasar PNS ...
C. Kedudukan dan Peran PNS untuk mendukung terwujudnya Smart Governance ...
D. Landasan Teori Isu ...
BAB III HASIL AKTUALISASI ………...………...………..
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ... ..
B. Pembahasan Hasil Kegiatan Aktualisasi ... ..
C. Rekapitulasi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS ... ..
D. Manfaat Kegiatan Aktualisasi ... ....
E. Rencana Tindak Lanjut (RTL) Aktualisasi ….. ... ..
BAB IV PENUTUP ………...
A. Kesimpulan ...
B. Saran ………...
REFERENSI ………...
LAMPIRAN ……..………...
3 3 3 3 3 3 4 4
8 14 17 17 25 60 60 62 68 68 70 71 73
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, nikmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Aktualisasi dengan judul “Penerapan Early Warning System Dalam Peningkatan Kedisiplinan Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan Di RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Purworejo Tahun 2022”, Aktualisasi ini tak lepas dari sebagai persyaratan untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2022 yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Bapelkes Semarang.
Aktualisasi (RA) merupakan kegiatan yang dilakukan penulis di lingkungan RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo. Laporan Aktualisasi ini telah penulis selesaikan dengan maksimal berkat bantuan maupun dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin menuliskan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Fithri Edhi Nugroho, S.E., MM. selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Purworejo;
2. Bapak Asep Zaenal Mustofa, SKM., M.Epid selaku Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Semarang;
3. Ibu dr. Wulandari Indri Hapsari, MPH selaku Penguji yang telah memberikan saran dan masukan sehingga laporan aktualisasi ini menjadi lebih baik;
4. Bapak Murcita, S.Pd., M.Kes selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, masukan, dan pengarahan penyusunan laporan aktualisasi ini;
5. Bapak Supadi, S.Kep., Ns selaku Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo serta Mentor yang telah memberikan bimbingan, masukan, dan arahan dalam kegiatan aktualisasi penulis;
6. Bapak/Ibu Widyaiswara yang telah memberikan ilmu kepada peserta Pelatihan Dasar CPNS;
7. Bapak dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT-KL., M.Kes. selaku Direktur RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo;
8. Ibu dr. Hanuke Ari Rachmawati B., MM selaku Kepala Bidang Pelayanan RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo;
9. Seluruh rekan-rekan di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo khususnya Bidang Pelayanan RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo;
10. Seluruh rekan-rekan peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan 3;
v
11. Semua pihak yang telah membantu untuk menyelesaikan laporan aktualisasi ini.
Penulis menyadari bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh dari sempurna.
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan laporan aktualisasi ini dan semoga laporan aktualisasi ini dapat bermanfaat.
Semarang, 08 Juli 2022 Penulis,
Kun Fadhilah, S.K.M.
NIP. 19931006 202012 2 003
vi ABSTRAK
PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM DALAM PENINGKATAN KEDISIPLINAN PEMBARUAN SURAT IZIN PRAKTIK (SIP) TENAGA KEPERAWATAN DI RSUD R.A.A. TJOKRONEGORO PURWOREJO TAHUN
2022
Kun Fadhilah, S.K.M.
19931006 202012 2 003 RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo
Nilai-Nilai Dasar PNS yang harus diaktualisasikan adalah Ber-AKHLAK dengan akronim Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Hal tersebut menjadikan dasar dalam pelaksanaan sebagai PNS dalam melayani masyarakat termasuk dalam pelaksanaan aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS.
Masih kurangnya kedisiplinan Tenaga Keperawatan di Bidang Pelayanan tahun 2022 dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) yang masa berlakunya habis di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo menjadi core isu yang harus dipecahkan dan diselesaikan dengan penerapan Early Warning System dalam Peningkatan Kedisiplinan Pembaharuan Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan. Kegiatan pemecahan isu: 1. Mengkaji ulang isi form Checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah tersedia; 2. Membuat SPO pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan yang mendekati masa berlaku habis; 3. Membuat Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet ; 4. Sosialisasi Penerapan Early Warning System dalam Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan ; 5. Evaluasi penerapan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet .
Rencana tindak lanjut: 1. Memberi Pengajaran kepada rekan kerja di Bidang Pelayanan agar dapat mengakses Google Spreadsheet yang telah penulis aplikasikan; 2. Monitoring dan Evaluasi terkait kedisiplinan atau ketepatan waktu tenaga keperawatan dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) setelah adanya Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet terkait masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP); 3. Mengembangkan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet untuk tenaga kesehatan yang lain di Bidang Pelayanan; 4. Memelihara Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet yang telah ada yaitu sebagai pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan dengan mengupdate tanggal masa berlaku Surat Izin Praktik di Google Spreadsheet. Hasil pemecahan isu adalah adanya Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet terkait masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan.
Kata Kunci: BerAKHLAK, Early Warning System, Surat Izin Praktik (SIP)
vii
DAFTAR TABEL
Tabel III.1. Rekapitulasi Kegiatan Aktualisasi ………... 22 Tabel III.2. Rekapitulasi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS ………. 60 Tabel III.3 Formulir Rencana Tindak Lanjut Aktualisasi ……….. 62
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar II.1 Struktur Organisasi RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo ….…… 3 Gambar III.1 Form Checklist terbaru ……….. 29 Gambar III.2 SPO Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Perawat dan Bidan …… 38 Gambar III.3 Screenshoot Early Warning System menggunakan Google
Spreadsheet ………..……. 46 Gambar III.4 Notulen Sosialisasi ……… 52 Gambar III.5 Hasil evaluasi ……….……….. 59
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan bahwa Surat Izin Praktik yang selanjutnya disingkat SIP adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota kepada Tenaga Kesehatan sebagai pemberian kewenangan untuk menjalankan praktik. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan / atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan dimana yang dimaksud upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh Pemerintah dan/atau masyarakat.
Disebutkan dalam pasal 3 pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 tahun 2013 tentang Komite Keperawatan bahwa Tenaga keperawatan ialah meliputi perawat dan bidan. Terkait dengan hal tersebut diatas, penulis menemukan dan menentukan core isu (prioritas isu) dari diagram fishbone yang sebelumnya ditapis dengan APKL yang perlu dilakukan pemecahan isu sesuai dengan rancangan aktualisasi penulis yaitu terkait masih kurangnya kedisiplinan Tenaga Keperawatan di Bidang Pelayanan tahun 2022 dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) yang masa berlakunya habis di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo.dimana per tanggal 31 Maret 2022 terdapat 4 petugas atau tenaga keperawatan yang masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) nya habis dan belum diperbarui serta terdapat beberapa tenaga keperawatan yang mendekati masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) nya habis. Hal tersebut jika tidak segera ditindaklanjuti akan semakin banyaknya tenaga keperawatan yang tidak disiplin dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) dan untuk menghindari adanya sanksi-sanksi yang muncul sesuai peraturan peundang- undangan.
Dengan adanya isu tersebut penulis telah melaksanakan pemecahan isu tersebut dalam aktualisasi/habituasi dan melalui Pelatihan Dasar CPNS ini, penulis selaku peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan 3 Bapelkes Semarang menyusun laporan aktualisasi yaitu yang berjudul
“Penerapan Early Warning System Dalam Peningkatan Kedisiplinan Pembaharuan Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan Di RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Purworejo Tahun 2022” dan berkontribusi untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai BerAKHLAK di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Menyelesaikan isu “masih kurangnya kedisiplinan Tenaga Keperawatan di Bidang Pelayanan tahun 2022 dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) yang masa berlakunya habis di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo” dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Ber-AKHLAK dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi.
2. Tujuan Khusus
a. Mendalami isu masih kurangnya kedisiplinan Tenaga Keperawatan di Bidang Pelayanan tahun 2022 dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) yang masa berlakunya habis di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo.
b. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka menyelesaikan isu.
c. Melaksanakan setiap tahapan kegiatan dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS.
d. Mendeskripsikan kontribusi output setiap kegiatan terhadap pencapaian visi dan misi organisasi.
e. Mendeskripsikan kontribusi setiap output kegiatan terhadap penguatan nilai-nilai organisasi.
f. Mendeskripsikan manfaat kegiatan aktualisasi dalam rangka menyelesaikan isu.
g. Membuat Rencana Tindak Lanjut Aktualisasi.
3 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Profil RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo 1. Visi RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo:
“Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang handal, modern dan berbudaya”
2. Misi RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo:
a. Memberikan pelayanan yang professional dan berkualitas;
b. Mengembangkan pelayanan berbasis tekhnologi;
c. Menyediakan pelayanan yang terjangkau; dan d. Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
3. Nilai-nilai RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo:
Nilai-nilai yang dianut oleh Rumah Sakit adalah Keterbukaan, Kebersamaan, Profesional, Kejujuran dan Kedisiplinan.
4. Struktur Organisasi RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo:
Gambar II.1 Struktur Organisasi RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo
5. Kedudukan dan tugas peserta
Berdasarkan SK Bupati Purworejo Nomor 813/8739 tahun 2020 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo Formasi 2019 dengan jabatan peserta sebagai Pengelola Pelayanan Kesehatan Unit Kerja Seksi Pelayanan Medis RSUD R.A.A. Tjokronegoro. Uraian tugas pokok dan rincian kegiatan jabatan peserta yaitu Pengelola Pelayanan Kesehatan termuat dalam SKP yakni:
a. Tugas Pokok
Melakukan kegiatan pengelolaan dan penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan.
b. Rincian Kegiatan
Rincian kegiatan Pengelola Pelayanan Kesehatan yaitu:
1) Melaksanakan perhitungan denda layanan pada pasien JKN.
2) Melaksanakan pendaftaran bayi baru lahir pada pasien JKN.
3) Melaksanakan penanganan permasalahan administrasi pasien JKN.
4) Melaksanakan pembuatan dokumen di bidang pelayanan.
5) Melaksanakan identifikasi masa berlaku surat izin praktik (SIP) bidang pelayanan.
6) Melaksanakan pengarsipan dokumen di bidang pelayanan.
7) Melakukan pengolahan data Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pelayanan.
8) Melakukan penyajian data Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pelayanan.
Selain tugas diatas, terdapat tugas tambahan yaitu mengikuti pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional. Adapun pelaksanaan kegiatan di aktualisasi ini menitikberatkan pada tugas melaksanakan identifikasi masa berlaku surat izin praktik (SIP) bidang pelayanan.
B. Nilai-Nilai Dasar PNS
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 tanggal 26 Agustsus 2021 tentang Implementasi Core Values dan Employer Branding Aparatur Sipil Negara, disebutkan bahwa dalam rangka penguatan budaya kerja sebagai salah satu strategi transformasi pengelolaan
ASN menuju pemerintahan berkelas dunia (World Class Government), Pemerintah telah meluncurkan Core Values (Nilai-Nilai Dasar) ASN BerAKHLAK dan Employer Branding (Bangga Melayani Bangsa). Adapun Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK dengan penjabaran akronim:
1. Berorientasi Pelayanan
Berorientasi Pelayanan merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Values ASN BerAKHLAK yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat.
Adapun panduan perilaku / kode etik dari nilai Berorientasi Pelayanan sebagai pedoman bagi ASN dalam pelaksanaan tugas sehari-hari yaitu:
a. Memahami dan Memenuhi Kebutuhan Masyarakat b. Ramah, Cekatan, Solutif, dan Dapat Diandalkan c. Melakukan perbaikan tiada henti.
Adapun kalimat afirmasi pada nilai Berorientasi Pelayanan ialah “Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat”.
2. Akuntabel
Definisi akuntabel adalah bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab dari amanah yang dipercayakan kepadanya. Dalam konteks akuntabel, panduan perilaku/kode etik tersebut adalah:
a. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi.
b. Kemampuan menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien.
c. Kemampuan menggunakan kewenangan jabatannya dengan berintegritas tinggi.
Kalimat afirmasi pada nilai Akuntabel ialah “Kami bertanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan”.
3. Kompeten
Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas merupakan definisi dari kompeten. Terkait dengan perwujudan kompetensi ASN dapat diperhatikan dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 20 Tahun
2021 dalam poin 4, antara lain disebutkan bahwa panduan perilaku (kode etik) kompeten yaitu:
a. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah.
b. Membantu orang lain belajar.
c. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
Adapun kalimat afirmasi pada nilai kompeten yaitu “Kami terus belajar dan mengembangkan kapabilitas”.
4. Harmonis
Harmonis ialah saling peduli dan menghargai perbedaan. Terdapat tiga hal yang dapat menjadi acuan untuk membangun budaya tempat kerja nyaman dan berenergi positif yaitu membuat tempat kerja yang berenergi, memberikan keleluasaan untuk belajar dan memberikan kontribusi serta berbagi kebahagiaan Bersama seluruh anggota organisasi. Adapun Kode Etik/Panduan Perilaku pada nilai Harmonis yaitu:
a. Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya.
b. Suka menolong orang lain.
c. Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Kalimat afirmasi pada nilai Harmonis ialah “Kami saling peduli dan menghargai perbedaan”.
5. Loyal
Definisi dari nilai Loyal adalah berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara. Bagi seorang Pegawai Negeri Sipil, kata loyal dapat dimaknai debagai kesetiaan, paling tidak terhadap cita- cita organisasi, dan lebih-lebih kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Panduan perilaku / kode etik dari nilai Loyal adalah:
a. Memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, setia pada NKRI serta Pemerintahan yang sah.
b. Menjaga nama baik sesame ASN, Pimpinan, Instansi dan Negara.
c. Menjaga rahasia jabatan dan negara.
Kalimat afirmasi pada nilai Loyal ialah: “Kami berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara”. Dengan kata kuci nilai Loyal: Komitmen, Dedikasi, Kontribusi, Nasionalisme, dan Pengabdian.
6. Adaptif
Adaptif ialah terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Batasan dari pengertian adaptif:
a. Proses mengatasi halangan-halangan dari lingkungan.
b. Penyesuaian terhadap norma-norma untuk menyalurkan.
c. Proses perubahan untuk menyesuaikan dengan situasi yang berubah.
d. Mengubah agar sesuai dengan kondisi yang diciptakan.
e. Memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk kepentingan lingkungan dan sistem.
f. Penyesuaian budaya dan aspek lainnya sebagai hasil seleksi alamiah.
Adapun panduan perilaku/kode etik dari nilai Adaptif adalah:
a. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan.
b. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas.
c. Bertindak proaktif.
Terdapat kalimat afirmasi pada nilai adaptif yaitu “Kami terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan”, dengan kata kunci Inovasi, Antusias terhadap perubahan dan Proaktif.
7. Kolaboratif
Kolaboratif ialah membangun Kerjasama yang sinergis. Terdadapt 3 (tiga) tahapa dalam melakukan Assesment terhadap tata Kelola kolaborasi yaitu mengidentifikasi permasalahan dan peluang, merencanakan aksi kolaborasi serta mendiskusikan strategi untuk mempengaruhi. Adapun kode etik atau panduan perilaku dari nilai kolaboratif adalah:
a. Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi.
b. Terbuka dalam bekerjasama untuk menghasilkan nilai tambah.
c. Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan Bersama.
Kalimat afirmasi pada nilai kolaboratif yaitu “Kami membangun Kerjasama yang sinergis”, dengan kata kunci nilai kolaboratifnya adalah kesediaan bekerjasama, sinergis untuk hasil yang lebih baik.
C. Kedudukan dan Peran PNS untuk mendukung terwujudnya Smart Governance
Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara.
Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Untuk menciptakan profesionalisme Aparatur Sipil Negara, perlu adanya pengimplementasian dari manajemen ASN dan Smart ASN.
1. Manajemen ASN a. Kedudukan ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik dan bersih dari praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada Instansi Pemerintah. Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.
Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri.
Kesatuan bagi ASN ini sangat pnting, menginat dengan adanya desentralisasi dan otonomi daerah, sering terjadi adanya isu putra yang hamper terjadi dimana-mana sehingga perkembangan birokrasi menjadi stagnan di daerah-daerah. Kejadian tersebut merupakan ancaman bagi kesatuan bangsa.
b. Peran ASN
Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:
1) Pelaksana kebijakan publik;
2) Pelayan publik; dan
3) Perekat dan pemersatu bangsa.
Selanjutnya Pegawai ASN bertugas:
1) Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
2) Memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas.
3) Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selanjutnya peran dari pegawai ASN adalah perencana, pelaksana, dan pengawas peleyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang professional, bebas dan dari interventasi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
c. Hak dan Kewajiban ASN
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh hukum, suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik pribadi maupun umum. Dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau layak diterima.
Hak PNS dan PPPK yang diatur dalam UU ASN sebagai berikut:
PNS berhak memperoleh:
1) Gaji, tunjangan, dan fasilitas;
2) Cuti;
3) Jaminan pension dan jaminan hari tua;
4) Perlindungan; dan
5) Pengembangan kompetensi.
Sedangkan PPPK berhak memperolah:
1) Gaji dan tunjangan;
2) Cuti;
3) Perlindungan; dan
4) Pengembangan kompetensi.
Selain hak sebagaimana disebutkan diatas, berdasarkan pasal 70 UU ASN disebutkan bahwa setiap Pegawai ASN memiliki hak dan
kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Berdasarkan pasal 92 UU ASN Pemerintah juga wajib memberikan perlindungan berupa:
1) Jaminan kesehatan;
2) Jaminan kecelakaan kerja;
3) Jaminan kematian; dan 4) Bantuan hukum.
Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan yang bersifat kontraktual. Dengan kata lain kewajiban adalah sesuatu yang sepatutnya diberikan. Kewajiban pegawai ASN yang disebutkan dalam UU ASN adalah:
1) Setia dan taat pada Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pemerintah yang sah;
2) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang;
4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab;
6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;
7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan; dan
8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN
Dalam UU ASN disebutkan bahwa ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN.
Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar Pegawai ASN:
1) Melakukan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;
2) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3) Melayani dengan sikap hormat, Sopan, dan tanpa tekanan;
4) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
5) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;
6) Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara;
7) Menggunakan kekayaan dan barang milik Negara secara bertanggungjawab, efektif, dan efisien;
8) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakannya tugasnya;
9) Memberikan infromasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
10) Tidak menyalahgunakan informasi intern Negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
11) Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN; dan
12) Melaksanakan ketentuan peraturan perundan-undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.
2. Smart ASN
Sesuai dengan 5 arahan presiden dalam upaya percapatan transformasi digital, pengembangan SDM merupakan salah satu fokus presiden. Berdasarkan petunjuk khusus dari Presiden pada Rapat Terbatas Perencanaan Transformasi Digital, bahwa transformasi digital di masa pandemi maupun pandemi yang akan datang akan mengubah secara structural cara kerja, beraktivitas, berkonsumsi, belajar, bertransaksi yang sebelumnya luring dengan kontak fisik menjadi lebih
banyak ke daring yang akan dihadapi oleh semua lapisan masyarakat termasuk ASN.
Kompetensi literasi digital diperlukan agar seluruh masyarakat digital dapat menggunakan media digital secara bertanggungjawab. Hal ini termaasuk dalam visi misi Presiden Jokowi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Penilaiannya dapat ditinjau dari etis dalam mengakses media digital (digital ethics), budanya menggunakan digital (digital culture), menggunakan media digital denga naman (digital safety), dan kecakapan menggunakan media digital (digital skills).
a. Implementasi Literasi Digital
Kerangka kerja literasi digital untuk kurikulum terdiri dari digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Kerangka kurikulum literasi digital digunakan sebagai metode pengukuran tingkat kompetensi kognitif dan afektif masyarakat dalam menguasai teknologi digital. Adapun pengertian dari masing-masing kerangka kurikulum literasi digital adalah:
1) Digital Skill : Kemampuan mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti 2) Digital
Culture
: Kemampuan membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam keseharian dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK.
3) Digital Ethics : Kemampuan menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.
4) Digital Safety
: Kemampuan mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
b. Etika Bermedia Digital
Media digital digunakan oleh siapa saja yang berbeda latar pendidikan dan tingkat kompetensi. Karena itu, dibutuhkan panduan etis dan control diri (self-controlling) dalam menghadapi jarak perbedaan-perbedaan tersebut dalam menggunakan media digital, yang disebut dengan Etika Digital. Empat prinsip etika tersebut menjadi ujung tombak self-control setiap individu dalam mengakses, berinteraksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi di ruang digital, sehingga media digital benar-benar bisa dimanfaatkan secara kolektif untuk hal-hal positif.
c. Cakap Bermedia Digital
Digital Skills merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Adapun indikator dan sub-Indikator kecakapan digital:
Dasar 1 : Pengetahuan dasar menggunakan perangkat keras digital (HP, PC) dan pengetahuan dasar mengoperasikan piranti lunak (software) serta aplikasi.
Dasar 2 : Pengetahuan dasar tentang mesin telusur (saerch engine) dalam mencari informasi dan data, memasukkan kata kunci dan memilah berita benar.
Dasar 3 : Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi chat dan media sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi, mengunduh dan mengganti Settings.
Dasar 4 : Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi dompet digital dan e-commerce untuk memantau keuangan dan bertransaksi secara digital.
d. Aman Bermedia Digital
Kompetensi keamanan digital merupakan kecakapan individual yang bersifat formal dan mau tidak mau bersentuhan dengan aspek hukum
positif. Secara individual, terdapat tiga area kecakapan keamanan digital yang wajib dimiliki oleh pengguna media digital:
1) Kognitif : Memahami berbagai konsep dan mekanisme proteksi baik terhadap perangkat digital (lunak maupun keras) maupun terhadap identitas digital dan data diri.
2) Afektif : Empati agar pengguna media digital punya kesadaran bahwa keamanan digital bukan sekedar tentang perlindungan perangkat digital sendiri dan data diri sendiri, melainkan juga menjaga keamanan pengguna lain sehingga tercipta sistem keamanan yang kuat.
3) Konatif atau behavioral
: Langkah-langkah praktis untuk melakukan perlindungan identitas digital dan data diri.
e. Budaya Bermedia Digital
Kompetensi keamanan digital merupakan kecakapan individual yang bersifat formal dan mau tidak mau bersentuhan dengan aspek hukum positif. Secara individual, terdapat tiga area kecakapan keamanan digital yang wajib dimiliki oleh pengguna media digital.
D. Landasan Teori Isu
Disiplin merupakan suatu keadaan tertib dimana seseorang mematuhi peraturan atau ketentuan yang berlaku. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dinyatakan bahwa disiplin PNS adalah kesanggupan PNS untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang- undangan.
Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan bahwa Surat Izin Praktik yang selanjutnya disingkat SIP adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota kepada Tenaga Kesehatan sebagai pemberian kewenangan untuk menjalankan praktik. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan / atau keterampilan melalui Pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis
tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan dimana yang dimaksud upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh Pemerintah dan/atau masyarakat.
Terkait dengan Surat Izin Praktik (SIP), tenaga kesehatan yang menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan di luar praktik mandiri wajib memiliki Surat Izin Praktik (SIP). Surat Izin Praktik (SIP) yang dinyatakan tidak berlaku karena:
1. Tempat praktik tidak sesuai lagi dengan Surat Izin Praktik (SIP).
2. Masa berlakunya habis dan tidak diperpanjang.
3. Dicabut atas perintah pengadilan.
4. Dicabut atas rekomendasi Organisasi Profesi dan/atau pejabat yang berwenang memberikan izin.
5. Yang bersangkutan meninggal dunia.
Disebutkan dalam pasal 3 pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 tahun 2013 tentang Komite Keperawatan bahwa Tenaga keperawatan ialah meliputi perawat dan bidan. Terkait persyaratan pembuatan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga kesehatan, terdapat beberapa hal yang harus dilengkapi yang terdiri dari:
1. Surat permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.
2. Surat Permohonan kepada Bupati Purworejo Cq. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Purworejo.
3. Foto Copy KTP yang masih berlaku.
4. Foto berwarna ½ badan ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
5. Foto Copy STR yang dilegalisir.
6. Surat keterangan sehat dari dokter yang berSIP.
7. Rekomendasi dari Organisasi Profesi.
8. Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten.
9. Surat pernyataan bermaterai yang diketahui oleh Direktur Rumah Sakit / Pimpinan Fasilitas Kesehatan.
10. Pakta Integritas.
11. Foto Copy Ijazah terakhir yang dilegalisir.
12. Surat Izin atasan langsung dari Direktur Rumah Sakit / Pimpinan Fasilitas Kesehatan.
Selanjutnya untuk proses pembaharuan maupun pengajuan, apabila dokumen-dokumen tersebut telah lengkap kemudian diupload di website Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu hingga proses approve (persetujuan) dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah selesai dan Surat Izin Praktik (SIP) dapat diambil di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau untuk di Kabupaten Purworejo yaitu di Mall Pelayanan Publik Purworejo dengan membawa semua berkas persyaratan tersebut yang telah diupload. Terkait dengan masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) adalah sesuai dengan masa berlaku Surat Tanda Registrasi (STR).
17 BAB III
HASIL AKTUALISASI
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi 1. Deskripsi Isu
Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan / atau keterampilan melalui Pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Dalam melaksanakan kewenangan tersebut terdapat salah satu dokumen administrasi yang harus dimiliki yaitu Surat Izin Praktik (SIP).
Di Seksi Keperawatan Bidang Pelayanan RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo, terdapat beberapa Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan yang masa berlakunya habis. Dengan adanya hal tersebut apabila dilihat dengan peraturan perundang-undangan belum memenuhi kewajibannya sebagai tenaga kesehatan yang menjalankan praktik di bidang pelayanan kesehatan.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2013 tentang Komite Keperawatan Rumah Sakit, tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik di bidang pelayanan kesehatan wajib memiliki izin dalam bentuk Surat Izin Praktik (SIP).
Dari 113 orang Tenaga Keperawatan, per 31 Maret 2022 terdapat 4 orang tenaga keperawatan yang Surat Izin Praktik (SIP)nya belum diperbaharui dan terdapat beberapa tenaga keperawatan lain yang sudah mendekati habisnya masa berlaku pada SIPnya. Hal tersebut mendasari penulis dengan mendapatkan prioritas isu masih kurangnya kedisiplinan Tenaga Keperawatan di Bidang Pelayanan tahun 2022 dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) yang masa berlakunya habis di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo. Prioritas isu tersebut hasil dari tapisan isu menggunakan APKLdengan rumusan isu sebelumnya sejumlah 3 (tiga) isu dan kemudian ditentukan prioritas isu untuk menemukan core isu dengan teknik analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth).
2. Analisis Penyebab Masalah
Kategori penyebab permasalahan yang digunakan adalah Machine (mesin atau teknologi), Method (metode atau proses), Man (manusia/tenaga kerja), dan Material (termasuk raw material, konsumsi, dan informasi). Berikut hasil analisis penyebab masalah terkait isu masih kurangnya kedisiplinan Tenaga Keperawatan di Bidang Pelayanan tahun 2022 dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) yang masa berlakunya habis di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo dengan menggunakan Fishbone Diagram:
a. Man (Manusia / Tenaga Kerja)
Dari faktor manusia/tenaga kerja (man), ialah kurangnya kesadaran dan kedisiplinan tenaga keperawatan dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP).
b. Material (termasuk raw material, konsumsi, dan informasi).
Dari faktor material ialah banyaknya berkas persyaratan pembaruan Surat Izin Praktik (SIP).
c. Method (metode atau proses)
Dari faktor method, ialah belum adanya SPO terkait pembaharuan SIP yang mendekati masa berlaku habis.
d. Machine (mesin atau teknologi)
Belum adanya media informasi secara digitalisasi terkait pemberitahuan masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP).
3. Rencana Kegiatan yang telah ditetapkan
a. Sesuai dengan rancangan aktualisasi dalam rangka pemecahan masalah, rencana kegiatan yang telah ditetapkan oleh peserta ialah :
1) Mengkaji ulang isi form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah tersedia, dengan tahapan kegiatan:
a) Menelaah dan mencocokkan isi form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah ada dengan yang terdapat di website Dinas Penanaman Modal dan Terpadu Satu Pintu.
b) Berkonsultasi dengan mentor hasil telaah atau kajian isi form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) untuk ditindaklanjuti.
c) Memperbaiki isi form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP).
2) Membuat SPO pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan yang mendekati masa berlaku habis, dengan tahapan kegiatan:
a) Melakukan Konsultasi dengan Mentor terkait pembuatan SPO Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP).
b) Konsultasi dengan kepala seksi keperawatan dan ketua komite keperawatan.
c) Mencari referensi SPO di Internet (Output: Tersedianya referensi SPO).
d) Membuat SPO pembaharuan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan yang mendekati masa berlaku habis.
e) Melakukan permohonan pengesahan SPO pembaharuan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan yang mendekati masa berlaku sesuai prosedur.
3) Membuat Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sesuai tanggal masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) sebagai pengingat masa berlaku SIP tenaga keperawatan, dengan tahapan kegiatan:
a) Melakukan Konsultasi dengan mentor untuk pembuatan Early Warning System.
b) Membuat email bidang pelayanan untuk membuat Google Spreadsheet.
c) Mendata masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan.
d) Mendata dan melengkapi alamat email tenaga keperawatan.
e) Melakukan Entry data SIP ke Google Spreadsheet dan Add-Ons Add Reminders sesuai data masa berlaku di SIP tenaga keperawatan dan alamat email masing-masing tenaga keperawatan.
4) Sosialisasi Penerapan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sebagai Pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan, SPO Pembaharuan Surat Izin Praktik (SIP) dan isi form Checklist Persyaratan Pengajuan SIP, dengan tahapan kegiatan:
a) Melakukan Konsultasi dengan Mentor terkait sosialisasi.
b) Membuat bahan atau materi sosialisasi.
c) Membuat undangan sosialisasi
d) Membagikan undangan sosialisasi kepada sasaran sosialisasi
e) Melaksanakan sosialisasi Penerapan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sebagai Pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan, SPO Pembaharuan Surat Izin Praktik (SIP) dan Form Checklist Persyaratan Pengajuan SIP.
5) Evaluasi Penerapan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sebagai Pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan di RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Purworejo, dengan tahapan kegiatan:
a) Konsultasi dengan mentor terkait pelaksanaan Evaluasi b) Membuat instrument evaluasi Penerapan Early Warning
System menggunakan Google Spreadsheet sebagai Pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan.
c) Melakukan evaluasi melalui menu sent email dan notifikasi yang sudah masuk ke email tenaga keperawatan yang masa berlaku SIPnya sudah habis.
d) Membuat laporan evaluasi.
b. Perubahan dari rencana kegiatan
Dalam pelaksanaan aktualisasi, untuk kegiatan tidak ada perubahan tetapi yang terdapat perubahan pada tahapan kegiatan sebagai berikut:
1) Kegiatan ke-2 membuat SPO pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan yang mendekati masa berlaku habis terdapat penambahan tahapan kegiatan yaitu konsultasi
dengan Kepala Seksi Keperawatan, Ketua Komite Keperawatan, Ketua DPK PPNI RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo terkait pembuatan SPO pembaruan SIP karena mengikuti atasa arahan dari kepala seksi keperawatan dan selanjutnya adanya penambahan konsultasi dengan bagian sekretariat terkait SPO dan merevisi/memperbaiki draft SPO sebelum dilakukan permohonan pengesahan karena masih terdapat hal yang perlu diperbaiki dari draft SPO sebelumnya.
2) Kegiatan ke-3 membuat Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sesuai tanggal masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) sebagai pengingat masa berlaku SIP tenaga keperawatan terdapat perubahan dari rencana sebelumnya membuat email bidang pelayanan diganti dengan membuat draft dan melakukan uji coba karena email bidang pelayanan telah dibuat oleh rekan kerja dan uji coba diperlukan untuk mengetahui apakah system yang akan penulis gunakan memberikan nilai sesuai yang diharapkan atau tidak yang selanjutnya melaaporkan hasil uji coba kepada mentor.
22 Isu : Masih Isu kurangnya kedisiplinan Tenaga Keperawatan di Bidang Pelayanan tahun 2022 dalam
memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) yang masa berlakunya habis di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo.
Pemecahan Isu : Penerapan Early Warning System dalamm peningkatan kedisiplinan pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo
Rekapitulasi kegiatan yang telah dilakukan peserta adalah:
Tabel III.1. Rekapitulasi Kegiatan Aktualisasi
Waktu Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Ketercapaian Bukti
(14 – 18 Juni
2022)
1. Mengkaji ulang isi form Checklist berkas
persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah tersedia.
1) Menelaah dan mencocokkan form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah ada/ tersedia dengan yang terdapat di website Dinas Penanaman Modal dan Terpadu Satu Pintu.
2) Konsultasi dengan mentor hasil telaah form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) untuk ditindaklanjuti.
3) Memperbaiki isi form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP)
Form Checklist Persyaratan
Pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Purworejo
100% Terlampir
(19-27 Mei 2022)
2. Membuat SPO pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga
keperawatan (Perawat dan Bidan) yang
1) Konsultasi dengan mentor terkait pembuatan SPOpembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan.
2) Konsultasi dengan Kepaala Seksi Keperawatan, Ketua Komite Keperawatan, Ketua DPK PPNI RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo terkait pembuatan SPO pembaruan SIP.
3) Mencari referensi pembuatan SPO terkait pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan di Internet.
SPO Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Perawat dan Bidan
100% Terlampir
23 6) Konsultasi dengan bagian Sekretariat terkait draft SPO sebelum
pengajuan pengesahan SPO
7) Memperbaiki atau merevisi draft SPO hasil dari konsultasi dengan mentor dan bagian sekretariat sebelum pengajuan pengesahan SPO.
8) Melakukan pengajuan pengesahan SPO pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Perawat dan Bidan.
(28 Mei – 10 Juni
2022)
3. Membuat Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sesuai tanggal masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) sebagai pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga
Keperawatan.
1) Konsultasi dengan mentor dan komite keperawatan (ketua sub komite mutu keperawatan) untuk pembuatan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet.
2) Mendata masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan sesuai jumlah data tenaga keperawatan dari Komite Keperawatan Rumah Sakit.
3) Mendata dan melengkapi alamat email tenaga keperawatan.
4) Menyusun draft dan melakukan uji coba Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet pada Add On-Add Reinders.
5) Melaporakan hasil uji coba Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet kepada mentor
6) Melakukan entry data Surat Izin Praktik (SIP) di Google Spreadsheet pada Add-Ons Add Reminders sesuai data masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan dan alamat email masing-masing tenaga keperawatan.
Screenshoot Google
Spreadsheet yang telah terentry
100% Terlampir
(11 – 18 Juni
2022)
4. Sosialisasi Penerapan Early Warning System dalam
Pembaruan Surat Izin Praktik
1) Melakukan Konsultasi dengan mentor terkait pelaksanaan sosialisasi.
2) Membuat bahan atau materi sosialisasi penerapan Early Warning System dalam pembaruan Surat Izin Praktik (SIP).
3) Membuat undangan sosialisasi Penerapan Early Warning System dalam Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan.
Notulen Sosialisasi, Daftar Hadir, Undangan dan Dokumentasi pelaksanaan Sosialisasi
100% Terlampir
24 5) Melaksanakan Sosialisasi Penerapan Early Warning System
dalam Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) Tenaga Keperawatan (20 –
27 Juni 2022)
5. Evaluasi
penerapan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sebagai
pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga
keperawatan di RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Purworejo
1) Konsultasi dengan mentor terkait pelaksanaan Evaluasi penerapan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sebagai pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo.
2) Membuat Instrumen Evaluasi Penerapan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet sebagai pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo.
3) Melakukan evaluasi menggunakan Checklist melalui reminder sent di Google Spreadsheet dan notifikasi yang sudah masuk ke email tenaga keperawatan yang masa berlaku SIPnya sudah habis.
4) Membuat Laporan evaluasi penerapan Warning System menggunakan Google Spreadsheet sebagai pengingat masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan di RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo
Laporan Evaluasi Penerapan Early Warning System menggunakan Google Spreadsheet
100% Terlampir
Dalam pelaksanaan aktualisasi/habituasi, penulis telah menyelesaikan seluruh kegiatan dengan baik. Dalam pelaksanaannya terdapat kendala yang penulis hadapi yaitu:
1. Adanya jadwal rapat lain di rumah sakit yang berbenturan dengan jadwal sosialiasi dan dapat diatasi dengan mengganti jadwal sosialisasi dengan maju 1 hari dari jadwal sebelumnya dan tidak berpengaruh dengan pelaksanaan tahapan kegiatan lainnya.
2. Terdapat beberapa tenaga keperawatan yang tidak hafal dengan alamat emailnya dan dapat diatasi dengan dibantu mencari di Handphone atas persetujuan tenaga keperawatan tersebut.
B. Pembahasan Hasil Kegiatan Aktualisasi 1. Kegiatan 1 :
Mengkaji ulang isi form Checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah tersedia.
a. Tahapan-tahapan kegiatan:
Tahapan 1 : Menelaah dan mencocokkan form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah ada/ tersedia dengan yang terdapat di website Dinas Penanaman Modal dan Terpadu Satu Pintu.
Tahapan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2022, dengan mencocokkan isi form checklist persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang telah ada dengan yang terdapat di website Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang kemudiaan ditelaah untuk dilakukan perbaikan. Output dari tahapan kegiatan 1 ini adalah adanya hasil telaah form checklist persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan.
Nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK yang saya terapkan pada tahapan kegiatan 1 ini adalah saya dalam menelaah persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan untuk mendapatkan kualitas form checklist yang baik sehingga dapat digunakan untuk acuan dalam melengkapi dokumen persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) (BERORIENTASI PELAYANAN:
kualitas). Saya dalam menelaah dan mencocokkan isi form checklist untuk melengkapi yang belum ada atau belum sempurna (BERORIENTASI PELAYANAN: Perbaikan tiada henti). Saya dalam menelaah dan mencocokkan isi form checklist melakukannya dengan teliti (AKUNTABEL: Cermat). Saya menelaah dan mencocokkan isi form checklist untuk melengkapi chechklist memperjelas checklist (KOMPETEN: Kualitas terbaik). Saya dalam menelaah dan mencocokkan isi form checklist dengan acuan dari website DINPMPTSP agar benar-benar sesuai dengan persyaratan yang tercantum dan dapat dijadikan pedoman dalam melengkapi berkas persyaratan (KOMPETEN: kinerja terbaik). Saya menelaah dan mencocokkan isi form checklist agar sesuai dengan peraturan
(HARMONIS: Selaras). Saya dalam menelaah dan mencocokkan isi form checklist menggunakan tenaga dan pikiran saya dengan baik dan maksimal (LOYAL: Dedikasi). Saya dalam menelaah dan mencocokkan isi form checklist dengan yang terdapat di website DINPMPTSP agar dapat melengkapi persyaratan yang belum terdapat di checklist dan dapat digunakan tenaga keperawatan di RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Purworejo (LOYAL: Kontribusi). Saya dalam menelaah dan mencocokkan checklist yang telah tersedia dengan yang terdapat di website DINPMPTS: Proaktif). Saya dalam menelaah dan mencocokkan deP untuk mengetahui daftar berkas yang lengkap agar dapt diperbarui (ADAPTIF: Antusias terhadap perubahan). Saya dalam mencocokkan checklist dengan mencermati dan mencatat persyaratan yang belum terdapat di checklist untuk dilakukan perbaikan (ADAPTIFngan memanfaatkan website DINPMPTSP sebagai acuan dalam mengetahui persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) secara lengkap. (KOLABORATIF: memanfaatkan sumberdaya untuk tujuan bersama).
Tahapan 2 : Konsultasi dengan mentor hasil telaah form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) untuk ditindaklanjuti.
Tahapan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022, konsultasi dengan mentor hasil telaah form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) untuk ditindaklanjuti. Konsultasi ini bertujuan untuk mendapatkan arahan dan masukan dari mentor agar dapat saya tindaklanjuti dengan melakukan perbaikan checklist.
Output dari tahapan kegiatan 2 ini adalah adanya hasil konsultasi dibuktikan dengan lembar konsultasi.
Nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK yang saya terapkan pada tahapan kegiatan 2 ini adalah saya dalam berkonsultasi kepada mentor bersikap sopan santun dan senyum (BERORIENTASI PELAYANAN: Ramah). Saya dalam berkonsultasi dengan mentor ikutserta andil dalam mencari tindaklanjut terkait hasil telaah checklist (BERORIENTASI PELAYANAN: Solutif). Saya dalam konsultasi dengan mentor menyampaikan hasil telaah untuk selanjutnya akan
saya tindaklanjuti dengan memperbaiki atau melengkapi checklist (BERORIENTASI PELAYANAN: Perbaikan tiada henti). Saya dalam berkonsultasi membawa hasil telaah, form checklist yang sudah ada, daftar checklist yang tertera di website dan daftar berkas yang perlu di upload di website Dinas PMPTSP dengan jelas dan detail (AKUNTABEL: Transparan). Saya dalam konsultasi dengan mentor terkait hasil telaah form checklist mencatat dengan baik hasil konsultasi untuk perbaikan (KOMPETEN: Kinerja Terbaik). Saya dalam berkonsultasi menerima saran dan masukan dengan baik tanpa mencela (HARMONIS: Menghargai perbedaan dan membangun lingkungan kerja yang kondusif). Saya saat berkonsultasi dengan mentor membuat kondisi lingkungan nyaman dan kondusif (HARMONIS: Membangun lingkungan kerja yang kondusif). Saya dalam berkonsultasi kepada mentor dengan bermusyawarah dengan baik untuk mendapatkan rencana tindaklanjut (LOYAL: Nasionalisme / Memegang teguh Ideologi Pancasila). Saya dalam berkonsultasi kepada mentor ikut serta memberi ide dan masukan (LOYAL:
Kontribusi). Saya dalam berkonsultasi bertujuann untuk memperbaiki, melengkapi dan menyesuaikan dengan daftar yang tertera di website Dinas PMPTSP (ADAPTIF: Antusias terhadap perubahan). Saya dalam konsultasi dengan mentor mencermati dan mencatat setiap arahan dan masukan yang diberikan dan menanyakan jika terdapat hal yang belum saya pahami (ADAPTIF: Proaktif). Saya dalam berkonsultasi dengan mentor mempersilahkan mentor untuk memberikan masukan dan arahan terkait hasil telaah dan tindakjutnya (KOLABORATIF: Kontribusi). Saya dalam berkonsultasi dengan mentor menyampaikan hal yang masih kurang saya pahami terkait arahan dari mentor (KOLABORATIF: Terbuka dalam bekerjasama).
Tahapan 3 : Memperbaiki isi form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP).
Tahapan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2022, memperbaiki isi form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP). Output dari tahapan kegiatan 3 ini adalah adanya hasil perbaikan form checklist dibuktikan dengan form checklist baru.
Nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK yang saya terapkan pada tahapan kegiatan 3 ini adalah saya memperbaiki isi form checklist dengan melengkapi form checklist sebelumnya sesuai dengan yang tercantum di website Dinas PMPTSP (BERORIENTASI PELAYANAN: Perbaikan tiada henti). Saya dalam memperbaiki isi from checklist bertujuan untuk memberikan checklist yang lengkap dan dapat digunakan sebagai acuan dalam melengkapi berkas persyaratan pengajuan Sura Izin Praktik (SIP) oleh tenaga keperawatan (BERORIENTASI PELAYANAN: Kualitas). Saya memperbaiki isi form checklist dengan teliti (AKUNTABEL: Cermat).
Saya memperbaiki isi form checklist persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan dengan jelas dan detail (AKUNTABEL: Transparan). Saya memperbaiki isi form checklist bertujuan untuk lebih mudah dipahami dan lebih lengkap (KOMPETEN: Kinerja terbaik). Saya memperbaiki isi form checklist untuk membantu mempermudah tenaga keperawatan dalam memahami berkas yang dibutuhkan (HARMONIS: Menolong orang lain). Saya memperbaiki isi form checklist persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sesuai dengan apa yang tercantum dalam website DINPMPSTP (HARMONIS: Selaras). Saya dalam memperbaiki isi form checklist menggunakan tenaga dan pikiran saya dengan baik dan maksimal (LOYAL: Dedikasi). Saya dalam memperbaiki isi form checklist berpedoman dari website Dinas PMPTSP yang merupakan informasi checklist yang terbaru untuk selanjutnya dilakukan pembaruan form checklist dari yang sebelumnya (ADAPTIF: Antusias terhadap perubahan). Saya segera menambahkan dan melengkapi checklist sesuai hasil telaah dan daftar persyaratan yang terdapat pada website DINPMPTSP (ADAPTIF:
Proaktif). Saya dala mencari informasi persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) melalui internet dengan mengakses di website DINPMPTSP (KOLABORATIF: Memanfaatkan sumberdaya).
b. Keterkaitan dengan Mata Pelatihan Agenda III : 1) Manejeman ASN
Mengkaji ulang form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah tersedia, melaksanakannya dengan cermat dan disiplin (Kode etik dan kode Perilaku ASN Nomor 2).
2) Smart ASN
Mengkaji ulang form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang sudah tersedia berorientasi dalam pemanfaatan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital yaitu Microsoft Word (Digital Skill).
c. Kontribusi Output terhadap Visi dan Misi RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo
Output kegiatan form checklist berkas persyaratan pengajuan Surat Izin Praktik (SIP) yang baru berkontribusi terhadap Visi yaitu
“terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang handal, modern dan berbudaya”, dengan berkontribusi pada Misi nomor 1 (satu) yaitu memberikan pelayanan yang professional dan berkualitas.
d. Kontribusi Output terhadap penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Output kegiatan dengan tersedianya form checklist yang baru menguatkan pada nilai Profesional. Output kegiatan dengan tersedianya form checklist yang baru menguatkan pada nilai Profesional. Dalam nilai professional ini keterkaitannya adalah sebagai acuan dalam memperbarui Surat Izin Praktik (SIP) sehingga sesuai dengan yang diperlukan dan dapat mempermudah dalam pengurusan pembaruan Surat Izin Praktik (SIP).
e. Bukti Output Kegiatan:
Gambar III.1 Form Checklist terbaru
2. Kegiatan 2:
Membuat SPO pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan (Perawat dan Bidan) yang mendekati masa berlaku habis.
a. Tahapan-tahapan kegiatan:
Tahapan 1 : Konsultasi dengan mentor terkait pembuatan SPO pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan.
Tahapan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2022, konsultasi dengan mentor terkait pembuatan SPO Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan untuk mendapatkan arahan terkait SPO yang akan dibuat. Output dari tahapan 1 ini adalah adanya masukan, arahan maupun saran dan masukan dari mentor dibuktikan dengan lembar hasil konsultasi.
Nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK yang saya terapkan pada tahapan kegiatan 1 ini adalah saya dalam berkonsultasi kepada mentor bersikap sopan santun dan senyum (BERORIENTASI PELAYANAN: Ramah). Saya dalam berkonsultasi dengan mentor ikutserta andil mencari ide terkait pembuatan SPO (BERORIENTASI PELAYANAN: Solutif). Saya dalam berkonsultasi membawa rancangan SPO dengan jelas serta detail dan form checklist yang baru sebagai acuan dalam pembuatan SPO (AKUNTABEL: Transparan).
Saya dalam berkonsultasi mencatat dengan baik hasil konsultasi sebagai salah satu panduan saya dalam membuat membuat SPO (KOMPETEN: Kualitas terbaik). Saya dalam berkonsultasi menerima saran dan masukan dengan baik dari mentor (HARMONIS:
Menghargai perbedaan). Saya saat berkonsultasi dengan mentor membuat kondisi lingkungan nyaman dan kondusif (HARMONIS:
Membangun lingkungan kerja yang kondusif). Saya dalam berkonsultasi juga ikut serta memberi ide dan masukan dengan mentor (LOYAL: Kontribusi). Saya dalam berkonsultasi ikut serta mencari alternatif agar SPO yang akan dibuat mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai acuan dalam pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) (ADAPTIF: Proaktif). Saya dalam berkonsultasi dengan mentor menyampaikan kesulitan dan yang belum saya pahami dalam
membuat SPO (KOLABORATIF: Terbuka dalam bekerjasama).
Saya dalam berkonsultasi dengan mentor mempersilahkan mentor untuk memberikan masukan dan arahan terkait isi SPO yang akan dibuat (KOLABORATIF: Kontribusi).
Tahapan 2 : Konsultasi dengan Kepaala Seksi Keperawatan, Ketua Komite Keperawatan, Ketua DPK PPNI RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Purworejo terkait pembuatan SPO pembaruan SIP.
Tahapan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2022, konsultasi dengan mentor terkait pembuatan SPO Pembaruan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga keperawatan untuk mendapatkan arahan terkait SPO yang akan dibuat. Output dari tahapan 2 ini adalah adanya masukan, arahan maupun saran dan masukan dari Kepala Seksi Keperawatan, Ketua Komite Keperawatan, Ketua DPK PPNI RSUD R.A.A.
Tjokronegoro Purworejo, dan bagian sekretariat dibuktikan dengan lembar hasil konsultasi.
Nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK yang saya terapkan pada tahapan kegiatan 2 ini adalah saya dalam berkonsultasi bersikap sopan santun dan senyum (BERORIENTASI PELAYANAN: Ramah).
Saya dalam berkonsultasi ikutserta andil mencari ide terkait pembuatan SPO (BERORIENTASI PELAYANAN: Solutif). Saya dalam berkonsultasi membawa rancangan SPO dengan jelas serta detail dan form checklist yang baru sebagai acuan dalam pembuatan SPO (AKUNTABEL: Transparan). Saya dalam berkonsultasi mencatat dengan baik hasil konsultasi sebagai panduan saya dalam membuat membuat SPO (KOMPETEN: Kualitas terbaik). Saya dalam berkonsultasi menerima saran dan masukan dengan baik (HARMONIS: Menghargai perbedaan). Saya saat berkonsultasi membuat kondisi lingkungan nyaman dan kondusif (HARMONIS:
Membangun lingkungan kerja yang kondusif). Saya dalam berkonsultasi juga ikut serta memberi ide dan masukan terkait pembuatan SPO (LOYAL: Kontribusi). Saya dalam berkonsultasi ikut serta mencari alternatif agar SPO yang akan dibuat mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai acuan dalam pembaruan Surat Izin