• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Economic Order Quantity untuk Meningkatkan Efisiensi Persediaan Bahan Baku di CV. ZLD

N/A
N/A
Nguyα»…n Gia HΓ o

Academic year: 2023

Membagikan "Penerapan Economic Order Quantity untuk Meningkatkan Efisiensi Persediaan Bahan Baku di CV. ZLD"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Penerapan Economic Order Quantity untuk Meningkatkan Efisiensi Persediaan Bahan Baku di CV. ZLD

Zehan Maulana1*, Ade Momon Subagyo2

1,2Program Studi Teknik Industri, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

*Koresponden email: [email protected]

Diterima: 1 Januari 2023 Disetujui: 31 Januari 2023

Abstract

In addition to the production process, to be able to compete with competitors, companies must also pay attention to inventory and manage it. This is because inventory plays an important role in company activities. This research is aimed at increasing the efficiency of inventory management in the procurement of raw materials. The data used is in the form of historical data on the company's raw material consumption for 2021 from the results of company report documentation. The analysis is carried out using the Economic Order Quantity method to obtain a more economical ordering period for raw materials. The results obtained are that the company has not been efficient in its raw material inventory management. The EOQ results show that raw material orders were made 48 times from the previous 62 times. From these results, there was also a decrease in storage costs from the previous Rp. 7,471,369 to Rp. 7,156,601. Then for the company's safety stock value, which is 23,024 kg, it was not taken into account before.

Keywords: raw materials, inventory, efficiency, economical, EOQ

Abstrak

Selain proses produksi, untuk dapat bersaing dengan kompetitor perusahaan juga harus memperhatikan persediaan dan mengaturnya. Hal ini karena persediaan berperan penting dalam aktivitas perusahaan.

Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi manajemen persediaan dalam pengadaan bahan baku.

Data yang digunakan berupa data historis konsumsi bahan baku perusahaan selama tahun 2021 dari hasil dokumentasi laporan perusahaan. Analisis yang dilakukan yaitu dengan metode Economic Order Quantity untuk mendapatkan periode pesan bahan baku yang lebih ekonomis. Hasil yang didapatkan yaitu perusahaan belum efisien dalam manajemen persediaan bahan bakunya. Hasil EOQ menunjukkan pemesanan bahan baku dilakukan 48 kali dari sebelumnya 62 kali. Dari hasil itu juga terjadi penurunan biaya penyimpanan dari sebelumnya Rp. 7.471.369 menjadi Rp. 7.156.601. Kemudian untuk nilai safety stok perusahaan yaitu sebesar 23.024 kg, dari sebelumnya tidak diperhitungkan.

Kata Kunci: bahan baku, persediaan, efisiensi, ekonomis, EOQ

1. Pendahuluan

Pada kondisi saat ini dengan teknologi yang begitu pesat berkembang, persaingan tiap perusahaan menjadi semakin ketat. Karena pada era perdagangan bebas secara global ini, persaingan menjadi begitu ketat dan luas, karena itu perusahaan harus selalu siap dengan segala kondisi. Setiap perusahaan perlu merumuskan strategi yang tepat dalam menanggapi persaingan yang begitu ketat seperti saat ini, sejalan dengan kondisi teknologi dan kegiatan produksi yang semakin berkembang [1]. Selain itu, perusahaan harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada tiap konsumennya dari produk yang dimiliki sebagai bentuk bersaing di era saat ini [2]. Dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut salah satu hal yang dapat dilakukan adalah mengendalikan persediaan yang dimiliki salah satunya bahan baku secara tepat [3]. Hal ini dilakukan karena dengan kemampuan mengendalikan persediaan bahan baku dengan baik, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan baik dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Melalui pengendalian tersebut perusahaan akan mampu memproduksi produknya secara konsisten dan terus menerus dengan tepat waktu untuk terus memenuhi permintaan konsumen [4].

Persediaan adalah salah satu bagian dari bentuk modal yang dimiliki oleh perusahaan yang sangat penting. Hal ini karena modal perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya mayoritas berasal dari persediaan yang dimiliki [5]. Peran persediaan dalam aktivitas operasional perusahaan memiliki peran penting dan sangat strategis [6][7]. Kemudian dalam mencapai proses produksi yang dapat dikatakan efisien, perusahaan harus mampu melakukan pengendalian terhadap biaya produksi yang dialokasikan.

Mengendalikan biaya bahan baku maupun pada persediaannya menjadi salah satu cara yang dapat

(2)

5022

merupakan aspek yang berperan penting dan memiliki pengaruh strategis pada keberlangsungan bisnis perusahaan. Pelaksanaan pengendalian persediaan ini merupakan sebuah usaha untuk memperhitungkan pengadaan bahan baku secara menyeluruh dengan tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan [9]. Economic Order Quantity (EOQ) adalah salah satu dari sekian banyak metode yang digunakan dalam melakukan pengendalian persediaan. Selain itu penggunaan metode ini sudah sangat banyak dilakukan oleh penelitian serupa dalam kasus pengendalian persediaan. Penggunaan metode EOQ adalah berfokus pada kuantitas dalam melakukan pembelian bahan baku yang paling ekonomis pada satuan waktu periode pemesanan.

Fungsi lain dari metode ini adalah untuk membuat kondisi biaya penyimpanan dan pemesanan menjadi seimbang.

CV ZLD Nusantara merupakan pabrik produsen yang berfokus pada penjualan beras yang dimulai dari proses produksi awal berbentuk gabah. Setiap harinya selalu banyak konsumen yang memesan beras, akan tetapi sering kali para konsumen gagal memesan dikarenakan tidak adanya stok beras. Maka dari itu kontrol sistem dalam hal pengendalian persediaan sangat dibutuhkan pada kegiatan produksi, agar kegiatan produksi dan pengiriman pesanan pada konsumen bisa lebih efektif dan optimal. Melalui metode EOQ diharapkan dapat memberikan usulan kepada perusahaan dalam melakukan pemesanan bahan baku kembali serta frekuensi pesan yang harus dilakukan. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi manajemen persediaan dari perusahaan dalam pengadaan bahan baku.

Terdapat beberapa acuan dari penelitian terdahulu seperti, penelitian yang dilakukan [10], EOQ digunakan dalam identifikasi kondisi biaya persediaan bahan baku yang lebih efisien. Hasilnya diketahui terdapat selisih antara kondisi saat ini dengan hasil EOQ yang lebih kecil dibandingkan perhitungan perusahaan. Penelitian yang dilakukan [11], EOQ digunakan dengan Safety Stock dan ROP agar tidak terjadi stockout atau stagnasi. Hasilnya diketahui bahwa melalui perhitungan yang dilakukan terjadi peningkatan efisiensi dibandingkan kondisi saat ini. Penelitian yang dilakukan [12], EOQ digunakan untuk menentukan manajemen persediaan yang tepat dalam menentukan order yang ekonomis. Hasil menunjukkan bahwa perusahaan belum efektif pada pengendalian persediaannya karena biaya saat ini lebih tinggi dibandingkan hasil perhitungan EOQ. Penelitian yang dilakukan [13], ditujukan untuk mengetahui serta melakukan analisis pada manajemen persediaan bahan baku di PT. WPP.

Hasilnya diketahui bahwa perusahaan belum cukup efektif dalam mengendalikan persediaannya, dikarenakan biaya saat ini lebih besar dibandingkan perhitungan EOQ. Penelitian yang dilakukan [14], tujuan penggunaan metode EOQ menentukan waktu pemesanan kembali bahan baku serta total pemesanan yang ekonomis. Hasilnya menunjukkan bahwa perhitungan EOQ lebih efektif dan ekonomis dibandingkan yang diterapkan oleh perusahaan.

2. Metode Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di CV. ZLD Nusantara yang merupakan produsen beras yang berlokasi di Karawang. Dalam meningkatkan efisiensi persediaan melalui penggunaan metode EOQ pada penelitian ini dimulai dengan studi pendahuluan. Studi ini bermaksud untuk mempelajari hubungan teori dengan objek penelitian melalui studi literatur dan lapangan. Kemudian data yang dibutuhkan dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara ataupun dokumentasi. Terdapat beberapa data yang digunakan antara lain seperti data pemakaian bahan baku, jumlah pemesanan dan frekuensinya, hingga beberapa biaya yang memiliki kaitan dengan persediaan.

Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode EOQ untuk mengidentifikasi jumlah pemesanan dan frekuensi yang ekonomis. Selain itu untuk mendapatkan safety stock, dan biaya penyimpanan yang lebih ekonomis. Hingga akhirnya didapatkan kesimpulan dari pelaksanaan penelitian ini. Adapun alur pelaksanaan pada penelitian ini dibuatkan alur aktivitas seperti pada Gambar 1.

Gambar 1. Alur penelitian Sumber: [15]

(3)

3. Hasil dan Pembahasan 3.1. Data Penelitian

Persiapan pemeriksaan stok beras sedang berlangsung di CV. ZLD Nusantara akan diselesaikan menggunakan strategi EOQ (Economic Order Quantity). Informasi stok beras yang dipakai pada pelaksanaan penelitian ini adalah informasi stok pada periode Januari 2021 sampai dengan Desember 2021 yang dibuat dalam periode angka. Informasi harga bahan baku beras tersebut seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Harga bahan baku (gabah) Periode Harga Bahan Baku/Kg (Rp)

1 4400

2 4300

3 4500

4 4500

5 4400

6 4400

7 4400

8 4300

9 4500

10 4500

11 4400

12 4400

Sumber: PT. ZLD, 2021

Adapun data pemakaian bahan baku dari CV/ ZLD pada periode Januari-Desember yaitu seperti pada Tabel 2.

Tabel 2. Pemakaian bahan baku (Gabah) Periode Pemakaian (kg)

1 47500

2 59000

3 42000

4 31000

5 35500

6 59500

7 68900

8 34000

9 70000

10 65800

11 45000

12 67000

Total 625200

Rata-rata 52100

Sumber: PT. ZLD, 2021

Kemudian data pemesanan aktual dan frekuensi pemesanan yang dilakukan oleh perusahaan pada kondisi saat ini seperti pada Tabel 3.

Tabel 3. Kuantitas dan frekuensi pemesanan Periode Frekuensi Pemesanan Per pesanan

1 8 48000 6000

2 6 60000 10000

3 5 40000 8000

4 5 30000 6000

5 2 35000 17500

6 4 60000 15000

7 4 56000 14000

8 8 74000 9250

9 4 46000 11500

10 4 55000 13750

11 8 60000 7500

12 4 70000 17500

(4)

5024

Dari data pada Tabel 3 diketahui pada kondisi saat ini perusahaan dalam satu tahun melakukan 62 kali pemesanan dengan total pemesanan 634000 Kg. Data tersebut yang akan digunakan sebagai bahan untuk menganalisis menggunakan metode EOQ dan diketahui proses tersebut sudah efektif atau belum.

Selain data-data persediaan tersebut, dibutuhkan juga data biaya pemesanan setiap kali melakukan pesanan dan biaya penyimpanan bahan digudang dalam satu tahun tersebut. Adapun data biaya pemesanan yaitu seperti pada Tabel 4.

Tabel 4. Biaya pemesanan

Jenis biaya Biaya sekali pesan (Rp) Biaya bongkar muat 50000

Biaya transportasi 25000

Total Biaya 75000

Sumber: PT. ZLD, 2021

Hasil pada Tabel 4 dapat diketahui bahwa biaya pemesanan untuk sekali pesan adalah sebesar Rp.

75.000, kemudian untuk data biaya penyimpanan yang dikeluarkan yaitu seperti pada Tabel 5.

Tabel 5. Biaya penyimpanan

Jenis biaya Biaya sekali pesan (Rp)

Biaya listrik 5000000

Biaya sewa gudang 24000000

Total Biaya 29000000

Biaya simpan/kg 46.39

Sumber: PT. ZLD, 2021

Dari Tabel 5 biaya simpan/kg tersebut didapatkan dari hasil total biaya penyimpanan dibagi dengan rata-rata pemakaian bahan baku dalam satu tahun dan didapatkan biaya penyimpanan/kg adalah Rp. 46,39.- 3.2. Analisis Economic Order Quantity

a. Penentuan pembelian yang paling ekonomis

Penggunaan metode EOQ pada tujuan utama adalah untuk mendapatkan jumlah yang ekonomis dalam melakukan pembelian bahan baku. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat melaksanakan produksi secara konsisten namun tidak mengalami kondisi persediaan yang berlebihan, sehingga menciptakan kondisi yang tidak ekonomis. Penerapan metode ini yang pertama dilakukan adalah mendapatkan jumlah pembelian yang ekonomis agar persediaan lebih efisien.

Perhitungan menggunakan EOQ dilakukan pada setiap periode dalam satu tahun dan digunakan dengan rumus berikut:

𝐸𝑂𝑄 = √2𝑆𝐷 𝐻

Adapun contoh aplikasi perhitungan pada periode Januari adalah sebagai berikut:

𝐸𝑂𝑄 = √2𝑆𝐷 𝐻

𝐸𝑂𝑄 = √2(75000)(47500) 46,39 𝐸𝑂𝑄 = 12394 π‘˜π‘”

Frekuensi pembelian yang paling ekonomis untuk periode Januari 2020 yaitu : 𝐹 =47500

12394

𝐹 = 3,8 kali pemesanan atau dibulatkan menjadi 4 kali pemesanan

Kemudian untuk hasil perhitungan pada bulan selanjutnya dilakukan dengan persamaan yang sama seperti pada periode bulan Januari. Didapatkan hasil perhitungan untuk seluruh periode seperti pada Tabel 6.

(5)

Tabel 6. Hasil perhitungan EOQ periode Januari-Desember Periode Pemakaian (kg) EOQ per Bulan Frekuensi Pesan

1 47500 12394 4

2 59000 13813 4

3 42000 11654 4

4 31000 10012 3

5 35500 10714 3

6 59500 13871 4

7 68900 14927 5

8 34000 10486 3

9 70000 15045 5

10 65800 14587 5

11 45000 12063 4

12 67000 14720 5

Total 625200 48

Sumber: Hasil pengolahan data, 2022

b. Total Inventory Cost (TIC)

Kemudian pada tahapan selanjutnya yaitu melakukan perhitungan pada total biaya penyimpanan ayau TIC. Untuk menganalisis TIC yaitu digunakan rumus sebagai berikut:

𝑇𝐼𝐢 = (𝑅

𝑄) 𝑆 + (𝑄 2) 𝐢

Untuk total biaya persediaan saat ini dalam satu tahun dihitung menggunakan rumus di atas dapat diketahui sebagai berikut:

𝑇𝐼𝐢 = (𝑅

𝑄) 𝑆 + (𝑄 2) 𝐢 𝑇𝐼𝐢 = (47500

6000) 75000 + (6000

2 ) 46,39 𝑇𝐼𝐢 = 𝑅𝑝. 732.905

Kemudian untuk hasil TIC pada periode selanjutnya sebelum dianalisis menggunakan EOQ adalah seperti pada Tabel 7.

Tabel 7. Hasil perhitungan TIC saat ini

Periode Frekuensi Pemesanan Per pesanan TIC

1 8 48000 6000 732905

2 6 60000 10000 588176

3 5 40000 8000 630853

4 5 30000 6000 732905

5 2 35000 17500 609442

6 4 60000 15000 585389

7 4 56000 14000 579160

8 8 74000 9250 599666

9 4 46000 11500 576497

10 4 55000 13750 577989

11 8 60000 7500 648944

12 4 70000 17500 609442

Total 62 634000 7471369

Sumber: Hasil pengolahan data, 2022

Adapun contoh perhitungan untuk menganalisis TIC setelah menggunakan EOQ pada periode bulan Januari adalah sebagai berikut:

𝑇𝐼𝐢 = (𝑅

𝑄) 𝑆 + (𝑄 2) 𝐢 𝑇𝐼𝐢 = (47500

12394) 75000 + (12394 2 ) 46,39 𝑇𝐼𝐢 = 𝑅𝑝. 574.866

(6)

5026

Kemudian untuk hasil perhitungan pada bulan selanjutnya dilakukan dengan persamaan yang sama seperti pada periode bulan Januari. Didapatkan hasil perhitungan TIC untuk seluruh periode setelah menggunakan EOQ yaitu seperti pada Tabel 8.

Tabel 8. Hasil perhitungan TIC periode Januari-Desember Periode Frekuensi Pemakaian (kg) EOQ per Bulan TIC

1 4 47500 12394 574886

2 4 59000 13813 640709

3 4 42000 11654 540580

4 3 31000 10012 464425

5 3 35500 10714 496992

6 4 59500 13871 643419

7 5 68900 14927 692380

8 3 34000 10486 486379

9 5 70000 15045 697885

10 5 65800 14587 676625

11 4 45000 12063 559553

12 5 67000 14720 682767

Total 48 625200 44964 7156601

Rata-rata 52100 12857

Sumber: Hasil pengolahan data, 2022

c. Penentuan Safety Stock

Untuk menentukan safety stok, terlebih dahulu harus diketahui nilai standar deviasi ataupun standar kepentingan yang terjadi perkiraan penggunaan persediaan dengan kondisi nyata dalam menggunakan persediaan tersebut. Penentuan safety stock ini ditujukan untuk perusahaan agar memiliki perhitungan ataupun penilaian kondisi persediaan masih dalam keadaan aman atau tidak, sehingga perusahaan dapat melakukan pengambilan keputusan untuk melakukan pengadaan bahan baku kembali. Mengetahui nilai ini menjadi penting dalam manajemen persediaan karena akan membantu perusahaan dalam pemantauan persediaan yang dimiliki secara berkala.

Untuk menghitung safety stock digunakan rumus:

𝑆𝑆 = 𝑍 Γ— 𝑆𝐷 Dimana :

𝑆𝐷 = βˆšβˆ‘(𝑋 βˆ’ π‘Œ)2 𝑁

Untuk menghitung standar deviasi dapat dibuat tabel terlebih dahulu yaitu tabel perhitungan standar deviasi. Dasar dari perhitungan ini yaitu dengan menggunakan penggunaan bahan baku secara nyata pada setiap periode yang ditentukan. Adapun hasil tabel perhitungan tersebut yaitu seperti pada Tabel 9.

Tabel 9. Hasil perhitungan standar deviasi

Periode X Y (X-Y) (X-Y)2

1 47500

52100

-4600 21160000

2 59000 6900 47610000

3 42000 -10100 102010000

4 31000 -21100 445210000

5 35500 -16600 275560000

6 59500 7400 54760000

7 68900 16800 282240000

8 34000 -18100 327610000

9 70000 17900 320410000

10 65800 13700 187690000

11 45000 -7100 50410000

12 67000 14900 222010000

Jumlah 625200 2336680000

Sumber: Hasil pengolahan data, 2022

(7)

Jadi, didapatkan hasil standar deviasi yang untuk periode Januari-Desember tahun 2021 yaitu sebagai berikut:

𝑆𝐷 = βˆšβˆ‘(𝑋 βˆ’ π‘Œ)2 𝑁

𝑆𝐷 = √2336680000 12 𝑆𝐷 = 13954,33027 Sehingga untuk nilai safety stock nya yaitu:

𝑆𝑆 = 𝑍 Γ— 𝑆𝐷 𝑆𝑆 = 1,65 Γ— 13954,33027 = 23024,64495

3.3. Pembahasan EOQ

Dalam penggunaan metode EOQ didapatkan beberapa hasil perhitungan yaitu pemesanan ekonomis, frekuensi pemesanan, stok aman, hingga biaya persediaan. Adapun perbandingan sebelum dan sesudah penggunaan EOQ pada beberapa hasil tersebut yaitu seperti pada Tabel 7.

Tabel 7. Perbandingan Hasil EOQ dan Sebelumnya

No. Keterangan Metode Konvensional Metode EOQ

1. Kuantitas rata-rata pemesanan per pesan (Kg) 16021 12857

2. Frekuensi pemesanan (kali) 62 48

3. Safety Stock - 23024.64495

4. Total Biaya persediaan 7471369 7156601

Sumber: Hasil pengolahan data, 2022

Pada Tabel 7 dapat dilihat bahwa perbandingan dari beberapa variabel antara kondisi saat ini dengan setelah dianalisis menggunakan metode EOQ. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kondisi yang terjadi saat ini belum cukup ekonomis dan efisien karena dalam hasil masih menunjukkan lebih ekonomis setelah pemakaian EOQ. Contohnya seperti frekuensi pemesanan dalam satu tahun untuk kondisi saat ini yaitu sebanyak 62 kali, sedangkan setelah dianalisis frekuensi pemesanan dapat dilakukan dalam 48 kali.

Kemudian pada total biaya persediaan dapat diketahui hasil setelah analisis EOQ lebih hemat Rp. 314.767 dari kondisi saat ini

4. Kesimpulan

Penerapan metode EOQ ditujukan untuk menganalisis efisiensi manajemen persediaan perusahaan dalam pengadaan bahan bakunya. Analisis dilakukan pada empat aspek yaitu kuantitas pemesanan, frekuensi pemesanan, safety stock, dan biaya persediaan. Hasil EOQ menunjukkan pemesanan bahan baku dilakukan 48 kali dari sebelumnya 62 kali. Dari hasil itu juga terjadi penurunan biaya penyimpanan dari sebelumnya Rp. 7.471.369 menjadi Rp. 7.156.601. Kemudian untuk nilai safety stock perusahaan yaitu sebesar 23.024 kg, dari sebelumnya tidak diperhitungkan. Lalu dari total biaya persediaan dapat diketahui hasil setelah analisis EOQ lebih hemat Rp. 314.767 dari kondisi saat ini. Dari semua aspek yang diperhitungkan pada penelitian ini, dapat diketahui bahwa hasil yang didapatkan melalui metode EOQ memberikan rekomendasi yang lebih baik dan ekonomis.

. 5. Referensi

[1] D. F. Hidayat, J. Hardono, And I. Ardiansyah, β€œPenerapan Pengendalian Persedian Produksi Batako Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Di Cv. Indah Kiat,” J. Tek., Vol. 11, No. 2, Pp. 40–52, 2022, [Online]. Available: Http://Jurnal.Umt.Ac.Id/Index.Php/Jt/Index.

[2] S. Laoli, K. S. Zai, And N. K. Lase, β€œPenerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (Rop), Dan Safety Stock (Ss) Dalam Mengelola Manajemen Persediaan Di Grand Katika Gunungsitoli,” J. Emba, Vol. 10, No. 4, Pp. 1269–1273, 2022.

[3] Widyastika And N. Khairani, β€œPenerapan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada PT. Busur Inti Indo Panah,” Karismatika, Vol. 6, No. 1, Pp. 29–44, 2020.

[4] Niken Trisma Widya Maharani And E. N. Hakimah, β€œPenerapan Metode Eoq Untuk Optimasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Batu Split Pada CV. Hasta Nofa Mandiri,” Simp. Manaj. Dan

(8)

5028

[5] Y. A. Nugraha, R. K. Niswatin, And R. Helilintar, β€œPenerapan Metode Eoq Untuk Analisa Penjualan Produk Umkm Di Kabupaten Nganjuk,” Gener. J., Vol. 6, No. 1, Pp. 13–21, 2022.

[6] V. N. Suryani, R. R. Daniati, And N. Kustiningsih, β€œPenerapan Metode Eoq Sebagai Pengendalian Persediaan Bahan Baku UKM Serendipity Snack,” J. Account. Financ., Vol. 3, No. 1, Pp. 10–17, 2022.

[7] N. Zarni And F. H. Badruzzaman, β€œPenerapan Model Eoq Pada Persediaan Barang Untuk Banyak Produk (Multi-Item),” J. Ris. Mat., Vol. 2, No. 1, Pp. 9–16, 2022, Doi: 10.29313/Jrm.V2i1.669.

[8] I. P. C. P. Dewi, I. N. T. Herawati, And I. M. A. Wahyun, β€œAnalisis Pengendalian Persediaan Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Guna Optimalisasi Persediaan Bahan Baku Pengemas Air Mineral,” J. Akunt. Profesi, Vol. 10, No. 2, Pp. 54–65, 2019.

[9] I. A. D. Bintari And A. Wintarti, β€œPenerapan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dengan Backorder Untuk Optimalisasi Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak,” J. Ilm. Mat., Vol. 7, No. 3, Pp. 155–162, 2019.

[10] P. M. Palupi, L. Korawijayanti, And R. Handoyono, β€œPenerapan Metode Economic Order Quantity ( Eoq ) Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Persediaan Bahan Baku ( Studi Kasus Pada Pt Nusamulti Centralestari ),” In Prosiding Seminar Nasional Unimus, 2018, Vol. 1, Pp. 426–435.

[11] Veronica M.Dampung, A. Maidin, And R. M. Y, β€œPenerapan Metode Konsumsi Dengan Peramalan, Eoq, Mmsl Dan Analisis Abc-Ven Dalam Manajemen Perbekalan Farmasi Di Rumah Sakit Pelamonia Makassar,” J. Media Farm., Vol. 14, No. 1, Pp. 97–104, 2018.

[12] B. F. Rambitan, J. S. B. Sumarauw, And A. H. Jan, β€œAnalisis Penerapan Manajemen Persediaan Pada Cv. Indospice Manado,” J. Emba, Vol. 6, No. 3, Pp. 1448–1457, 2018.

[13] M. Sundah N., A. H. Jan, And M. M. Karuntu, β€œPenerapan Economic Order Quantity (Eoq) Pada PT. Woloan Permai Perkasa,” J. Emba, Vol. 7, No. 4, Pp. 4661–4670, 2019.

[14] H. Halima And D. Pravitasari, β€œPenerapan Metode Economic Order Quantity Sebagai Upaya Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tepung Pada Rifani Bakery Blitar,” Jurnalku, Vol. 2, No. 2, Pp. 155–166, 2022, Doi: 10.54957/Jurnalku.V2i2.184.

[15] H. Hamdani, W. Wahyudin, And C. G. G. Putra, β€œAnalisis Pengendalian Kualitas Produk 4l45w 21.

5 My Menggunakan Seven Tools Dan Kaizen,” Go-Integratif J. Tek. Sist. Dan Ind., Vol. 02, No. 02, Pp. 112–123, 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Didasari hal tersebut tujuan penelitian ini difokuskan kepada perencanaan persediaan bahan baku RA2-021 dan RA2-023 selama periode tahun 2022 untuk mengetahui nilai Economic

Hasil dan Pembahasan 3.1 Pengumpulan data Dalam penelitian ini, data yang diperlukan adalah data tentang pengembangan persediaan bahan baku termasuk pembelian dan penggunaan baku