BAB I PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan menulis teks ekspositori di Kelas VIII SMPIT IQRA Kota Bengkulu. Masih kurangnya model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran menulis ekspositori pada siswa kelas VIII SMPIT IQRA Kota Bengkulu.
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Keunggulan lainnya yaitu perolehan teori dari penelitian ini adalah mampu memperkaya atau memperkuat penguasaan peneliti terhadap unsur-unsur teknik pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi baru terhadap model pembelajaran bahasa Indonesia di SMPIT IQRA Kota Bengkulu. Sehingga siswa mampu membuat teks eksplanasi dengan baik dan benar untuk memberikan informasi yang jelas, dan selain itu hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi.
Dalam pembelajaran teknik 3M dalam pembelajaran menulis ekspositori, penelitian dapat memperkaya pengetahuan mengenai situasi dan kondisi perkembangan pengajaran bahasa Indonesia dalam teks ekspositori.
Definisi Operasional
BAB II LANDASAN TEORI
Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu proses yang panjang dimana terdapat hubungan timbal balik antara pihak-pihak yang terlibat, sehingga pembelajaran suatu saat dapat disebut sebagai sumber belajar dan begitu pula sebaliknya. Belajar dan belajar merupakan dua hal yang saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pendidikan. Belajar dan mengajar dikatakan sebagai salah satu bentuk pendidikan yang menciptakan interaksi antara guru dan siswa.
Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dan guru, dengan materi pembelajaran, metode penyampaian, strategi pembelajaran dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.24 Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah interaksi antara siswa dan guru dalam suatu proses pembelajaran.
Model Pembelajaran 3M
Model ini harus dibaca terlebih dahulu, diperhatikan isi dan bentuknya, dianalisis dan distrukturkan serta hal-hal lain yang harus dilakukan, barulah tiba saatnya untuk ditulis. Pada tahap ini siswa akan diberikan teks eksplanasi yang dijadikan model yang dekat dengan dunia sekitarnya. Pada tahap ini siswa akan mengolah hasil struktur dan kaidah kebahasaan yang telah dilihatnya dari contoh teks eksplanasi yang telah disiapkan.
Pada fase ini, siswa akan mengolah hasil tersebut menjadi kerangka teks ekspositori baru. Strategi ini dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Dengan strategi ini, ada yang berpendapat bahwa proses mental ini berkaitan erat dengan proses pemahaman.
Menulis
28 Menulis adalah kegiatan mengungkapkan pikiran, gagasan, atau pendapat yang akan disampaikan kepada orang lain (pembaca) melalui media bahasa tulis, sehingga dapat dipahami persis seperti yang dimaksudkan penulis.29. Dari penjelasan tersebut peneliti menyimpulkan bahwa menulis adalah komunikasi tidak langsung yang menyampaikan gagasan atau pesan dengan menggunakan media sebagai alat penyampaiannya.
Teks Eksplanasi
Indikator Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi dalam
Penelitian Terdahulu
Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Ni Made Anggarawati dengan judul “Penerapan model pembelajaran Pailkem untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita. Penelitian kedua dilakukan oleh Putie Mayang Sari dengan judul “Pengaruh teknik 3M terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Budisatrya Medan pada tahun ajaran. Kesepakatan penelitian ini adalah penggunaan teknik 3M dalam pembelajaran. untuk menulis.” 41 Persamaannya sama-sama menggunakan teknik 3M (Meniru, Mengolah dan Mengembangkan) dalam pembelajarannya dan yang membedakan hanya menggunakan teks yang berbeda, penelitian Tri Puji Bayu Pamungkan menggunakan cerita pendek sedangkan peneliti menggunakan teks penjelasan teks.
Selain itu, Zukhruf Ambarsari melakukan penelitian dengan judul “Kemampuan menulis teks ekspositori kompleks dengan teknik 3M (mengamati, meniru, mengembangkan) lintas kelas”. 41Tri Puji Bayu Pamungkas, “Pembelajaran menulis cerpen dengan teknik 3M (Meniru, Menyusun, Mengembangkan),” Jurnal Pendidikan Satrasia, vol.3 no.2 (Juli 2019): hal.137. 42 Zukhruf A mbarsari “Kemampuan Menulis Teks Ekspositori Kompleks Menggunakan Teknik 3M (Amati, Tiru, Kembangkan) Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Medan Tahun Pembelajaran Jurnal UNIMED, Vol.
Penelitian sebelumnya selanjutnya dilakukan oleh Hetilaniar dengan judul “Kelayakan Modul Pementasan Monolog dengan Metode Role Playing dan Teknik 3M.”43 Persamaan penelitian ini dengan peneliti adalah menggunakan model pembelajaran 3M. Penelitian terbaru dilakukan oleh Lovera Bani Angie dengan judul “Meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur menggunakan teknik 3M pada siswa SMA. 44 Lovera Bani Angie,”Meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur menggunakan teknologi 3M pada siswa Smpn 3 Sungai Betung.”
Pengaruh teknik 3M terhadap kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Budisatrya Medan. Perbedaan penelitian Putie Mayang Sari dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian Putie Mayang Sari. Perbedaan penelitian Tri Puji Bayu Pamungkas dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah peneliti lebih fokus pada teknik 3M.
Perbedaan penelitian Hetilaniar dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian yang dilakukan Hetilaniar menguji kelayakan modul, sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti adalah penerapan model. Persamaan penelitian Lovera Bani Angie dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah menggunakan teknik 3M untuk modelnya.
Kerangka Berpikir
Fokus peneliti adalah “Penerapan model pembelajaran 3M (Imitate, Elaborate, Develop) dalam pembelajaran menulis teks ekspositori bagi siswa kelas VIII SMPIT IQRA Kota Bengkulu”. Hasil penulisan ekspositori Aisyah Muyassarah, dari data penilaian hasil menulis ekspositori pada penerapan model pembelajaran 3M diketahui bahwa Aisyah mampu memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks ekspositori. sebagai hasilnya. Hasil penulisan ekspositori nadiyah nur safiyah, dari data penilaian hasil penulisan ekspositori penerapan model pembelajaran 3m diketahui nadiyah mampu memahami struktur dan.
Hasil penulisan teks ekspositori Raisa Destriana, dari data penilaian hasil menulis teks eksplanasi pada penerapan model pembelajaran 3M diketahui bahwa Raisa mampu memahami struktur dan kaidah kebahasaan.
BAB III METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu
Kesimpulan penting mengenai masalah penelitian dapat diambil dari lokasi atau lokasi kejadian. Penelitian ini dilakukan di SMPIT IQRA' Kota Bengkulu yang terletak di Jalan Bali no.
Sumber Data
Sumber data sekunder dapat digunakan dalam penelitian, fungsinya sebagai sumber data pelengkap 48 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sumber data primer yaitu Ibu. Astuti sebagai guru bahasa Indonesia kelas VIII.
Subjek dan Informan
50 Informan dalam penelitian ini adalah Ibu Astuti selaku guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII. ke kelas J SMPIT IQRA' kota Bengkulu.
Teknik Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan dalam observasi dapat berupa panduan observasi, tes, angket, gambar dan rekaman audio. Dalam observasi ini peneliti mengamati proses pembelajaran siswa VIII. kelas ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan, artinya peneliti hanya berperan sebagai pengamat tak kasat mata dalam proses berlangsungnya kegiatan yang diamati.
Wawancara tidak terstruktur, terstandar, informal atau terfokus dimulai dengan pertanyaan umum dalam lingkup yang luas. Wawancara biasanya diikuti dengan kata kunci, agenda, atau daftar topik yang akan dibahas dalam wawancara. Dan data yang dihasilkan dari wawancara bersifat terbuka, menyeluruh dan tidak terbatas, sehingga dapat menjadi informasi yang utuh dan menyeluruh dalam mengungkap penelitian kualitatif.
Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai Ny. Astuti selaku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMPIT IQRA Kota Bengkulu.
Teknik Keabsahan Data
Triangulasi sumber untuk menguji keandalan data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh dari beberapa sumber. Teknik triangulasi untuk menguji keterandalan data dilakukan dengan cara mengecek data terhadap sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara pada pagi hari ketika sumbernya masih segar dan bebas masalah akan memberikan data yang lebih berharga dan karenanya lebih dapat diandalkan.
55 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi waktu karena triangulasi waktu dilakukan pada waktu atau kesempatan yang berbeda.
Teknik Analisis Data
Tahap penelitian pendahuluan merupakan tahap dimana rancangan dibuat dan segala sesuatu yang perlu dilakukan sebelum suatu penelitian dilakukan. Jika semuanya sudah dipersiapkan maka tahap selanjutnya adalah implementasi, pada tahap ini peneliti sudah terjun ke lapangan untuk melakukan penelitian dan menerapkan model pembelajaran 3M. Pada tahap ini peneliti menganalisis data dan mengolah data yang diperoleh dari berbagai tahapan di atas.
Pada tahap analisis data penelitian ini, peneliti menganalisis dan mengolah data, dimulai dari penerapan model pembelajaran 3M dan keterampilan menulis siswa hingga dokumentasi dan catatan. Reduksi data merupakan bagian analisis yang menyaring, mengkategorikan, mengarahkan, menghilangkan data yang tidak perlu, dan mengorganisasikannya agar dapat disimpulkan dan diverifikasi. Representasi yang dimaksud Miles dan Huberman adalah kumpulan informasi terstruktur yang memberikan peluang untuk inferensi dan tindakan.
Dalam kondisi seperti itu, peneliti menjadi rentan melakukan kesalahan atau bertindak sembarangan dan ceroboh, sehingga menarik kesimpulan yang sepihak, terisolasi, dan tidak berdasar. Manusia tidak mampu menangani informasi dalam jumlah besar; Bias kognitif adalah menyederhanakan informasi yang kompleks menjadi bentuk atau konfigurasi yang sederhana, selektif, dan mudah dipahami. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah menarik kesimpulan dan memverifikasi.
Namun apabila kesimpulan yang diambil sejak awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang disempurnakan adalah kesimpulan yang valid. Kesimpulan adalah isi hasil penelitian yang menguraikan pendapat saat ini berdasarkan uraian sebelumnya atau keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif. Kesimpulan yang diambil harus sesuai dengan objek penelitian yang diuraikan, tujuan penelitian, dan hasil penelitian.
Tahap kesimpulan merupakan tahap akhir. Pada tahap ini, data yang dikumpulkan diselesaikan berdasarkan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menyimpulkan data berdasarkan penerapan model pembelajaran 3M dan keterampilan menulis siswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pembahasan
Hasil penulisan teks eksplanasi Amanda Khairunisyah, dari data penilaian hasil menulis teks eksplanasi pada penerapan model pembelajaran 3M diketahui Amanda mampu memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi dengan baik serta hasil menulis teks ekspositori Amanda mendapat nilai cukup dengan skor 64 dan. Hasil penulisan teks eksplanasi Rindu Justisia, dari data penilaian hasil menulis teks eksplanasi pada penerapan model pembelajaran 3M diketahui Rindu mampu memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi dengan baik dan hasilnya penulisan teks eksplanasi Rindu mendapat nilai. Menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan media video untuk meningkatkan keterampilan menulis ekspositori”.
PENUTUP
Saran
Tahap pengembangan merupakan tahap pengembangan kerangka teks ekspositori menjadi teks ekspositori baru. Kegiatan Inti - Guru menjelaskan materi teks ekspositori mulai dari makna, struktur dan kaidah kebahasaan teks ekspositori.