• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan model pembelajaran contextual - Repository UMJ

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan model pembelajaran contextual - Repository UMJ"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada proses pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran jarak jauh.

Fokus dan Subfokus Penelitian

Berdasarkan pemaparan di atas, penulis tertarik untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual yang digunakan guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada siswa kelas XI SMA N 1 Tajurhalang. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA Negeri 1 Tajurhalang Bogor”.

Rumusan Masalah

Kegunaan Penelitian

Sistematika Penulisan

Pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran pengajaran dan pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam 3. Untuk mendapatkan maklumat tentang pelaksanaan model pembelajaran pengajaran dan pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA N 1 Tajurhalang.

TINJAUAN PUSTAKA

Fokus dan Subfokus Penelitian

  • Pengertian Penerapan
  • Model Pembelajaran
  • Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning
  • Pendidikan Agama Islam

Memahami Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) merupakan salah satu model pembelajaran yang banyak dibicarakan orang. Ada lima ciri penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran contextual teaching and learning merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan berpikir aktif dan kritis siswa.

45 Wahyu susiloningsih, Model Pembelajaran Mengajar dan Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD Mata Pelajaran IPS Dasar, (Surabaya:Unispa Surabaya, 2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Pendidikan Agama Islam. Perencanaan pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran pendidikan agama Islam.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan Model Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran pada siswa kelas XI SMA N 1 Tajurhalang Bogor pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penggunaan metode wawancara diharapkan mampu mengungkap data atau informasi yang mendalam tentang model pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain menyusun RPP, guru menentukan materi apa yang cocok untuk menggunakan model Contextual Teaching and Learning.

Pembahasan temuan penelitian yang akan penulis paparkan mengenai model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam di GŠU N. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran menurut model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada mata kuliah PAI di XI. Guru harus menyusun RPP dengan materi yang sesuai dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual 2.

Gambar 2.1   Kerangka Berfikir
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

Kerangka Berfikir

Hasil Penelitian yang Relevan

METODOLOGI PENELITIAN

Tujuan Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitia

Tempat penelitian adalah tempat dilakukannya penelitian untuk memperoleh data atau informasi yang diperlukan dan berkaitan dengan masalah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2020/2021, waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari tanggal 29 Juli sampai dengan 31 Agustus.

Latar Penelitian

Metode dan Prosedur Penelitian

Data yang diperoleh berupa (perkataan, gambar dan perilaku) tidak berupa angka atau angka statistik, melainkan masih dalam bentuk kualitatif yang memiliki makna yang lebih kaya dari sekedar angka atau frekuensi.

Data dan Sumber Data

Sumber data primer adalah sumber data utama yang menunjukkan masalah yang akan diangkat dalam penelitian. Adapun sumber data utama dalam penelitian ini adalah guru pengajar kelas XI. kelas pendidikan agama Islam yaitu Bpk. Sihabudin, S.Ag, M, Pd. Sumber sekunder adalah sumber yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen.50 Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari dokumentasi.

Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

Observasi adalah pengamatan terhadap suatu obyek yang diteliti, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang akan dikumpulkan dalam penelitian51. Kegiatan dalam observasi adalah observasi proses pembelajaran model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam oleh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Google Meet. Wawancara adalah proses tanya jawab, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan informan atau narasumber yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut guna memperoleh informasi yang lebih detail sesuai dengan tujuan penelitian 52.

Dalam hal ini narasumber dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA N 1 Tajurhalang Bogor yang memiliki pengetahuan dan profesional tentang mata pelajaran yang dipelajari. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang studi yang bersumber dari dokumen. Melalui teknik dokumentasi ini, peneliti mengumpulkan data-data yang diperlukan di lokasi penelitian.

Teknik Analisis Data

Meneliti semua data yang tersedia dari berbagai sumber, baik dari wawancara, observasi yang dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya. Data yang telah dibaca, dipelajari dan ditelaah bisa sangat banyak jumlahnya, sehingga diperlukan reduksi (reduksi, kontraksi dan reduksi). Ini adalah upaya untuk membuat ringkasan sambil mempertahankan inti, proses, dan pernyataan yang ada.

Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk deskripsi singkat, peta, hubungan antar kategori, flowchart dan teks naratif. Setelah proses mereduksi dan menyajikan data secara sistematis selesai, peneliti kemudian harus menarik kesimpulan awal. Kesimpulan sementara ini biasanya masih belum jelas, namun pada fase selanjutnya akan lebih kokoh dan memiliki dasar yang kokoh.

Analisis dilakukan berdasarkan data yang diperoleh di sebanyak mungkin tempat dan dalam kurung waktu yang periodik, sehingga penulis dapat memiliki data yang banyak sampai data tersebut jenuh atau sama dan tidak ada data baru selama pencarian data berlangsung.

Validitas Data

  • Kalibrasi Data

Berkaitan dengan pengujian keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dengan menyajikan wawancara dengan guru PAI kelas XI SMA N 1 Tajurhalang Bogor mengenai penerapan model pembelajaran kontekstual. Prosedur pelaksanaan model pembelajaran kontekstual meliputi perencanaan pembelajaran dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran kemudian melaksanakan pembelajaran yang diakhiri dengan penilaian. Instrumen penilaian dalam Model Pembelajaran Kontekstual mengacu pada tiga aspek penilaian yaitu penugasan, kehadiran dan kegiatan belajar.

Ketiga aspek penilaian tersebut memungkinkan guru untuk mengukur pemahaman dan keberhasilan guru dalam menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Perencanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual teaching and learning agar lebih optimal, guru hendaknya menyiapkan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Nurlaili, “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Mata Pelajaran Geografi SMA N 5 Banda Aceh, Jurnal Vol.27, no.

Harus ada pembiasaan sejak dini melalui pengelompokan tugas dan penguasaan materi yang diinginkan melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Adapun manfaat model pembelajaran kontekstual adalah lebih mudah dipahami siswa karena lebih aplikatif dalam pelaksanaan pembelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Latar Penelitian

Pada mulanya SMA Negeri 1 Tajurhalang merupakan anak kelas dari SMA N 1 Depok dengan nama sekolah SMA N 1 Bojonggede. Pada tahun 1994 SMA N 1 Bojonggede menempati gedung baru milik sendiri yang terletak di Jalan Raya Tajurhalang Nomor 06 Kec. Secara geografis, SMA Negeri 1 Bojonggede berada di lingkungan sekolah yang berwawasan internasional (SMA Dwiwarna, SMA Madania, SMA Negeri 1 Parung, SMA/SMK Yadika, SMA Nusa Bangsa dan lain-lain).

SMA N 1 Bojonggede berbatasan di utara dengan Desa Sasak Panjang, selatan dengan Desa Nanggerang, timur dengan Desa Tonjong dan barat dengan Desa Kalisuren. Selanjutnya pada tahun 2005 sehubungan dengan pemekaran kecamatan Bojonggede dan kecamatan Tajurhalang, dengan keputusan Bupati Bogor Nomor : 421/348/Ktsp/Huk/2005 tanggal 28 November 2005 SMA Negeri 1 Bojonggede berubah nama menjadi SMA N 1 Tajurhang sampai sekarang. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Surat Sekda Provinsi Nomor BKD tanggal 19 April 2016 tentang usulan peralihan dari Pegawai Negeri Sipil Kabupaten menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Aparatur Sipil Negara Provinsi, efektif 1 Oktober 2016, pengelolaan pendidikan menengah dialihkan kepada PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menjadi sekolah berkarakter (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, berintegritas) berprestasi dan peduli lingkungan berlandaskan iman dan taqwa.

Gambar 4.1  Struktur Organisasi  SMA N 1 Tajurhalang Bogor
Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMA N 1 Tajurhalang Bogor

Temuan Penelitian

Penulis melakukan wawancara dengan SMA N 1 Tajurhalang pada bulan Agustus 2020 dengan Bapak. Sihabudin selaku guru pengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI yang tentunya berkaitan dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Merencanakan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Perencanaan pembelajaran tidak terlepas dari pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, maka disini guru menyusun RPP sesuai dengan materi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Dalam pendidikan jarak jauh tentunya ada kelebihan dan kekurangan dalam penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning ini Pak. ujar Sihabudin.

Perencanaan Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan model yang akan digunakannya dalam pembelajaran, selain itu guru juga menyesuaikan materi pembelajaran dengan model pembelajaran tersebut. Pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning berlangsung sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, namun pada kelas e-learning guru menyela beberapa langkah pelaksanaan pembelajaran karena ini merupakan hasil penyesuaian. Penilaian dalam model pembelajaran kontekstual pembelajaran meliputi tiga aspek penilaian, yaitu penilaian tugas siswa berupa portofolio, presentasi hasil presentasi siswa, rekaman penjelasan atau pemanfaatan bacaan al-Qur'an siswa.

Perencanaan model pembelajaran pembelajaran kontekstual mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA N 1 Tajurhalang dibuat dengan prosedur yang sistematis mulai dari menentukan materi yang sesuai dengan menggunakan model pembelajaran pembelajaran kontekstual dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan materi. Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk proses belajar mengajar hendaknya tidak hanya diterapkan pada aspek ibadah dan Al Quran saja, tetapi juga dapat diterapkan pada materi lain seperti sejarah kebudayaan Islam atau materi yang memang membutuhkan kontekstualisasi dengan kehidupan sehari-hari.

Tabel 4.10   Laporan KBM
Tabel 4.10 Laporan KBM

Pembahasan Penelitian

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Oleh karena itu, guru menggunakan model pembelajaran kontekstual karena dianggap sebagai model pembelajaran mandiri yang memudahkan siswa memahami materi dan memberikan kesan kepada siswa dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari atau fenomena yang terjadi.

Gambar

Gambar 2.1   Kerangka Berfikir
Gambar 4.1  Struktur Organisasi  SMA N 1 Tajurhalang Bogor
Tabel 4.2  Data Pegawai  Pegawai  GT  CAPEG  GTT
Tabel 4.5  Luas Tanah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ke tU trUde dd r i t lau, khi t r i n Thuan Thanh va Phan Rang, Phan Rf vSn cdn la khu viic tu tri cua Chiem Thanh, sii tie'n vao d i t Chan Lap cua Vigt Nam da dUdc thuc d i y qua viec