Technologia”Vol 14, No. 2, April 2023 140
PENERAPAN DAN PERBANDINGAN METODE AHP DAN TOPSIS UNTUK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK
Zatin Niqotaini
Prodi S1 Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
email: [email protected] Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan serta perbandingan metode AHP dan metode TOPSIS untuk sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan terbaik di PT. Sukses. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah absensi, dedikasi, disiplin, kerja sama, komunikasi, tanggung jawab. Dengan hasil uji sensitivitas dinyatakan bahwa metode AHP memiliki perubahan presentase sesitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode TOPSIS. Hal ini terlihat pada nilai uji senstivitas metode AHP dengan presentase nilai perubahan sensitivitas sebesar 1.65344%, sedangkan pada metode TOPSIS presentase nilai perubahan sensitivitas sebesar -0.001085%. Hasil pada metode AHP alternatif yang terpilih yaitu A5 dengan nama Melly, sedangkan hasil pada metode TOPSIS alternatif yang terpilih yaitu A5 juga dengan nama Melly, diketahui bahwa metode AHP relevan untuk pemilihan karyawan terbaik di PT. Sukses.
Keywords: AHP (Analytic Hierarchy Process), TOPSIS (Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution), Sistem Pendukung Keputusan.
1. PENDAHULUAN
Menurut [1] Karyawan merupakan salah satu aset terpenting yang dimiliki oleh perusahaan dalam usahanya mempertahankan kelangsungan hidup, berkembang, kemampuan untuk bersaing serta mendapatkan laba. Agar kualitas para karyawan terjaga dan meningkat, perusahaan perlu melakukan suatu penilaian kinerja pegawai berupa pemilihan karyawan terbaik. Pemilihan karyawan terbaik merupakan aspek yang cukup penting dalam manajemen kinerja. Pemilihan karyawan terbaik akan menghasilkan informasi yang valid dan berguna untuk keputusan administratif karyawan seperti promosi, pelatihan, transfer termasuk sistem reward dan keputusan-keputusan lain.
Ada banyak faktor yang menyebabkan timbulnya masalah dalam pemilihan karyawan terbaik. Diantaranya terkait faktor diskriminasi seperti jenis kelamin dan umur. Ada yang terkait data dan informasi, misalnya tersedia data yang salah tentang karyawan, biasanya informasi karena subyektifitas yang dominan.
Sedangkan faktor lainnya adalah kesalahan dalam membuat keputusan karena adanya intervensi dari berbagai pihak dan kurang cermatnya manajer atau pihak yang membuat keputusan tersebut. Masalah lainnya adalah terkait efektifitas, jika kandidat karyawan hanya beberapa saja yang dipilih menjadi
karyawan terbaik mungkin tidak banyak kendala.
Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini ialah menentukan pemilihan karyawan terbaik pada PT. Sukses. Oleh karena itu permasalahan diatas maka perlu dibangunnya sebuah sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan menggunakan metode TOPSIS (Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution) yang diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan dalam mendapatkan informasi, yang bertujuan untuk menentukan karyawan terbaik.
Penelitian sebelumnya mengenai Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode AHP Dan TOPSIS adalah hasil penelitian oleh [2]
menyatakan bahwa Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat merekomendasikan karyawan terbaik pada PT South Pacific Viscose berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan yaitu: pengetahuan, kemampuan, sikap, absensi, dan kerjasama dengan menggunakan metode AHP dan TOPSIS.
Dilakukan uji coba berupa memasukkan sample data karyawan sebanyak 300 orang kemudian berhasil diolah dalam waktu 0,9531 detik sehingga terbukti sistem ini melakukan perhitungan lebih cepat dibanding sebelumnya.
Hal ini secara garis besar telah meningkatkan proses perhitungan dan juga sistem ini dapat memberikan rekomendasi karyawan terbaik
berdasarkan ranking, dari 300 karyawan terdapat 3 karyawan dengan ranking terbesar yaitu: Hilman Bakhtiar 0.9549, Basuki Cahyo Setyo 0.9126 dan Dimas Haryandi 0.8276.
2. METODE PENELITIAN
Pada tahapan penelitian ini menentukan apa saja yang akan dilakukan sebagai berikut :
Gambar 1. Bagan Tahapan Penelitian 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Menentukan Kriteria Dan Alternatif
Proses pertama yang menjadi dasar dalam perhitungan yaitu dengan menentukan sebuah kriteria, berikut kriteria yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan dalam menentukan karyawan terbaik pada tabel 1.
Adapun tabel kriterianya sebagai berikut:
Tabel 1. Kriteria
Kriteria Keterangan Cost/Benefit
C1 Absensi Benefit
C2 Dedikasi Benefit C3 Disiplin Benefit C4 Kerja Sama Benefit
Kriteria Keterangan Cost/Benefit C5 Komunikasi Benefit C6 Tanggung
Jawab
Benefit
Keterangan Kriteria : 1. Absensi
Absensi disini menjelaskan bahwa sebuah kegiatan pengambilan data guna mengetahui jumlah kehadiran karyawan.
Setiap kegiatan yang membutuhkan informasi mengenai karyawan tentu akan melakukan absensi.
2. Dedikasi
Dedikasi disini menjelaskan bahwa sebuah pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan yang mulia, dedikasi ini bisa juga berarti pengabdian untuk melaksanakan cita-cita yang luhur dan diperlukan adanya sebuah keyakinan yang teguh.
3. Disiplin
Disiplin disini menjelaskan bahwa suatu bentuk tindakan manajemen untuk menengakkan standar-standar organisasi.
4. Kerja Sama
Kerja Sama disini menjelaskan bahwa kemampuan yang dimiliki suatu kelompok atau tim kerja dalam bekerja bersama- sama untuk mencapai tujuan, visi dan misi yang sama.
5. Komunikasi
Komunikasi disini menjelaskan bahwa pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan dapat berjalan.
6. Tanggung Jawab
Tanggung Jawab disini menjelaskan bahwa karyawan mematuhi semua pengaturan dan peraturan yang sudah ditentukan.
Berdasarkan kriteria diatas, maka selanjtunya akan dilakukan pemberian nilai bobot pada setiap kriteria, pada metode AHP pemberian nilai bobot kriteria menggunakan perbandingan skala 9, untuk pemberian bobot nilainya akan dijelasakan pada proses perhitungan AHP, untuk metode TOPSIS menggunakan skala pembobotan 1 sampai 5, sebagai berikut :
Tabel 2. Skala Pembobotan Bobot Kepentingan
1 Tidak Penting 2 Kurang Penting 3 Cukup Penting
4 Penting
5 Sangat Penting
Berikut merupakan pemberian bobot pada kriteria metode TOPSIS :
Tabel 3. Pembobotan Kriteria Kriteria Keteranagan Nilai
C1 Absensi 5
C2 Dedikasi 4
C3 Disiplin 4
C4 Kerja Sama 4
C5 Komunikasi 4
C6 Tanggung Jawab
5
Jumlah 26
3.2 Perhitungan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process)
Struktur hirarki sistem pendukung keputusan menentukan karyawan terbaik menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Struktur Hirarki AHP Setelah membuat hirarki, langkah selanjutnya yaitu melakukan matriks perbandingan berpasangan untuk perhitungan AHP.
Tabel 4. Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria C1 C2 C3 C4 C5 C6
C1 1 7 5 3 5 7
C2 1/7 1 5 3 5 1/5
C3 1/5 1/5 1 5 5 1
C4 1/3 1/3 1/5 1 1/3 1/3 C5 1/5 1/5 1/5 3 1 1/5
C6 1/7 5 1 3 5 1
Setelah melakukan perhitungan diatas, langkah selanjutnya yaitu perangkingan alternatif.
Perhitungan untuk menentukan pemilihan karyawan terbaik adalah sebagai berikut :
Dinda = (0.1298916 x 0,17021) + (0.3547390 x 0.18750) + (0.1079899 x 0.18000) + (0.0434753 x 0.17925) + (0.2559142 x 0.14286) + (0.1079899 x 0.18000)
= 0.17185
Ruslan = (0.1298916 x 0.14894) + (0.3547390 x 0.16667) + (0.1079899 x 0.16000) + (0.0434753 x 0.15338) + (0.2559142 x 0.16327) + (0.1079899 x 0.16000) = 0.16148
Andriawan = (0.1298916 x 0.17021) + (0.3547390 x 0.16667) + (0.1079899 x 0.18000) + (0.0434753 x 0.17133) + (0.2559142 x 0.18367) + (0.1079899 x 0.18000 )
= 0.17456
Naufal = (0.1298916 x 0.14894) + (0.3547390 x 0.16667) + (0.1079899 x 0.16000) + (0.0434753 x 0.15338) + (0.2559142 x 0.16327) + (0.1079899 x 0.16000) = 0.16148
Melly = (0.1298916 x 0.19149) + (0.3547390 x 0.16667) + (0.1079899 x 0.18000) + (0.0434753 x 0.19275) + (0.2559142 x 0.18367) + (0.1079899 x 0.18000) = 0.17826
Berdasarkan perhitungan perangkingan alternatif diatas, maka dapat dilakukan perangkingan alternatif. Berikut merupakan hasil perangkingan alternatif pemilihan karyawan terbaik.
Tabel 5. Hasil Perangkingan Alternatif Alter
natif
Nilai Rangking
A5 0.17826 1
A3 0.17456 2
A1 0.17185 3
A2 0.16148 4
A4 0.16148 4
A6 0.15238 5
Berdasarkan hasil perhitungan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), maka dapat disimpulkan bahawa rangking alternatif tertinggi dalam pemilihan karyawan terbaik adalah alternatif A5 dengan nama Melly dengan nilai 0.17826.
3.3 Perhitungan Metode TOPSIS (Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution)
Pada penelitian ini, peneliti mengambil sample data nama karyawan PT. Sukses yaitu Dinda, Ruslan, Andirawan, Naufal, Melly, Dea, yang akan ditentukan sebagai karyawan terbaik di PT.Lumbung Lintas Nusantara. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan karyawan terbaik di PT.Lumbung Lintas Nusantara adalah C1 Absensi, C2 Dedikasi, C3 Disiplin, C4 Kerja Sama, C5 Komunikasi, C6 Tanggung Jawab.
Nilai bobot kriteria ini berdasarkan keputusan dari pihak PT. Sukses.
Berikut ini adalah tabel nilai bobot kriteria untuk setiap kriteria yang digunakan dalam pemilihan karyawan terbaik di PT. Sukses, adalah sebagai berikut :
Tabel 6. Nilai Bobot Kriteria
No Nama Kriteria Nilai Bobot
1. Absensi (C1) 5
2. Dedikasi (C2) 4
3. Disiplin (C3) 4
4. Kerja Sama (C4) 4
5. Komunikasi (C5) 4
6. Tanggung Jawab (C6) 5 Berikut ini adalah sample data nama karyawan PT. Sukses yang digunakan sebagai alternatif data untuk yang akan ditentukan sebagai karyawan terbaik di PT. Sukses yaitu:
Tabel 7. Penormalisasian No Alternatif Nama Kriteria
C1 C2 C3 C4 C5 C6 1 Dinda 80 90 90 80 70 90 2 Ruslan 70 80 80 70 80 80 3 Andriawan 80 80 90 80 90 90 4 Naufal 70 80 80 70 80 80 5 Melly 90 80 90 90 90 90
6 Dea 80 70 70 70 80 70
3.4 Perbandingan Metode AHP dan Metode TOPSIS
Setelah mengetahui hasil nilai dari masing masing metode maka dibandingkanlah kedua metode tersebut, kedua metode yang digunakan
pada penelitian ini berperan dalam memilih karyawan terbaik di PT. Sukses. Hasil dari perbandingan metode AHP dan metode TOPSIS diperoleh bahwa alternatif A5 atas nama Melly muncul sebagai alternatif pemilihan karyawan terbaik di PT. Sukses, Berikut adalah tabel perangkingan metode AHP dan metode TOPSIS : Tabel 8. Perbandingan metode AHP dan
metode TOPSIS
Metode AHP Metode TOPSIS Nama
Alter natif
Nilai Bobot Prefer
ensi (Vi)
Rang king
Nama Alter natif
Nilai Bobot Prefere nsi (Vi)
Rang king
A5 0.178
26 1 A5 0.83276
2067 1 A3 0.174
56 2 A3 0.67174
4513 2 A1 0.171
85 3 A1 0.60647
0549 3 A2 0.161
48 4 A2 0.33877
4965 4 A4 0.161
48 4 A4 0.33877
4965 4 A6 0.152
38 5 A6 0.26548
6718 5 Max 0.178
26 Max 0.83276
2067
3.5 Uji Sensitivitas Metode AHP dan Metode TOPSIS
Berdasarkan perhitungan diatas, maka jumlah presentase perubahan rangking menggunakan metode AHP dan metode TOPSIS adalah sebagai berikut:
Tabel 9. Hasil Perhitungan Uji Sensitivitas Kriteria Metode AHP Metode TOPSIS Kriteria 1 +
(0,5) 0.09574% 0.00384%
Kriteria 1 + (1) 0.19149% 0.00775%
Kriteria 2 +
(0,5) 0.08333% -0.01625%
Kriteria 2 + (1) 0.17826% -0.03163%
Kriteria 3 +
(0,5) 0.09000% 0.00246%
Kriteria 3 + (1) 0.18% 0.00508%
Kriteria 4 +
(0,5) 0.09637% 0.00339%
Kriteria 5 +
(0,5) 0.19275% 0.00694%
Kriteria 5 + (1) 0.09183% 0.00267%
Kriteria 6 +
(0,5) 0.18367% 0.00549%
Kriteria 6 + (1) 0.09% 0.00302%
Kriteria Metode AHP Metode TOPSIS Jumlah 1.65344% -0.001085%
Apabila Berdasarkan hasil uji sensitivitas diatas dengan penambahan bobot kriteria 1 sampai dengan kriteria 6 dapat disimpulkan bahwa presentase nilai perubahan tertinggi terdapat pada metode AHP dengan nilai perubahan 1.65344% sedangkan metode TOPSIS memiliki nilai perubahan - 0.001085%. Dapat disimpulkan bahwa metode AHP memiliki nilai perubahan presentase sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode TOPSIS.
Sehingga metode AHP adalah metode yang relevan dalam pemilihan karyawan terbaik pada PT. Sukses.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil penerapan metode AHP dan metode TOPSIS untuk pemilihan karyawan terbaik pada PT. Sukses menghasilkan alternatif yang terpilih.
Hasil pada metode AHP alternatif yang terpilih yaitu A5 dengan nama Melly memperoleh nilai 0.17826, sedangkan hasil pada metode TOPSIS alternatif yang terpilih yaitu A5 dengan nama Melly memperoleh nilai 0.832762067.
2. Dari hasil perbandingan metode AHP dan metode TOPSIS, diketahui bahwa metode AHP cocok atau efisien untuk pemilihan karyawan terbaik di PT.
Sukses. Dengan hasil uji sensitivitas dinyatakan bahwa metode AHP memiliki perubahan presentase senstivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode TOPSIS.
Hal ini terlihat pada nilai uji sensitivitas metode AHP dengan presentase nilai perubahan sensitivitas sebesar 1.65344% sedangkan pada metode TOPSIS presentase nilai perubahan sensitivitas sebesar -0.001085%.
5. REFERENSI
[1] E. Wulansari Fridayanthie, A.
Kusumaningrum, and F. Agus Setiawan,
“Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Topsis Pada Pt Semangat Sejahtera Bersama,” J. Swabumi, vol. 8, no. 2, pp.
171–176, 2020.
[2] I. Herman Firdaus, G. Abdillah, F. Renaldi, and U. Jenderal Achmad Yani Jl, “Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Ahp Dan Topsis,” Semin. Nas. Teknol. Inf.
dan Komun., vol. 2016, no. Sentika, pp.
2089–9815, 2016.
[3] E. N. S. Purnomo, S. W. Sihwi, and R.
Anggrainingsih, “Analisis Perbandingan Menggunakan Metode AHP, TOPSIS, dan AHP-TOPSIS dalam Studi Kasus Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Siswa Program Akselerasi,” J. Itsmart, vol. 2, no.
1, pp. 16–23, 2013.
[4] D. N. Sholihaningtias, “Penerapan Metode Ahp Dan Topsis Dalam Menentukan Sales Promoter Yang Berhak Mendapatkan Bonus,” Djtechno J. Teknol. Inf., vol. 2, no.
1, pp. 1–12, 2021, doi:
10.46576/djtechno.v2i1.1250.
[5] C. A. Murti and A. A. Chamid, “Kombinasi Metode AHP Dan Topsis Pada Sistem Pendukung Keputusan,” Pros. SNATIF Fak. Tek. Univ. Muria Kudus, vol. 4, pp.
115–119, 2017.
[6] N. Hidayati, “Sistem Pendukung Keputusan Metode AHP dan TOPSIS untuk Penentuan Staf Kurikulum Sekolah,”
Semin. Nas. Teknol. Inf. dan Multimed.
2016, pp. 6–7, 2016.
[7] D. Uzun Ozsahin, M. Ahmed, and B. Uzun,
“Analytical Hierarchy Process (AHP),” pp.
17–24, 2021, doi: 10.1007/978-3-030- 64765-0_3.
[8] B. Harpad and S. Salmon, “Penerapan Metode Ahp Dan Metode Topsis Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Asisten Laboratorium Komputer Pada Stmik Widya Cipta Dharma Samarinda,”
Sebatik, vol. 19, no. 1, pp. 28–34, 2018, doi:
10.46984/sebatik.v19i1.92.
[9] Z. Niqotaini, “Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pegawai Berprestasi Pada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat,” SisInfo, vol. 2, no. 02, pp. 99–
105, 2020, [Online]. Available:
http://repository.unibi.ac.id/93/
[10] Limbong. Toni et al, Sistem Pendukung Keputusan:Metode Dan Implementasi.
Yogyakarta: Yayasan Kita Menulis, 2020.
[11] D. Mustofa, Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2022.
[12] Z. Niqotaini, “Analisis Penerimaan Google Classroom Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Dan End-User Computing Satisfaction (EUCS) (Studi Kasus:
Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia),” Sistemasi, vol. 10, no. 3, p.
637, 2021, doi:
10.32520/stmsi.v10i3.1376.
[13] Z. Niqotaini, “ANALISIS PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN
MEDIA PEMBELAJARAN
AUGMENTED REALITY DENGAN MENGGUNAKAN MODEL UTAUT-2 (Studi Kasus : SMP dan SMA MUTIARA BUNDA BANDUNG),”
Technol. J. Ilm., vol. 12, no. 1, p. 4, 2021, doi: 10.31602/tji.v12i1.4175.
[14] Z. Niqotaini and B. Budiman, “Analisis Penerimaan Google Classroom Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) Dan End-User Computing Satisfaction (Eucs) (Studi Kasus Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia),” Technol. J. Ilm., vol.
12, no. 4, p. 259, 2021, doi:
10.31602/tji.v12i4.5636.