• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerarapan sifat Layyin

N/A
N/A
Masdila Nurohanah

Academic year: 2024

Membagikan " Penerarapan sifat Layyin"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Penerarapan sifat Layyin

Rasulullah dalam sebuah hadits disebutkan bahwa beliau setiap pagi selalu menyuapi makan wanita tua yahudi yang buta. Namun wanita yahudi ini malah mencaci maki beliau dengan menyebutkan bahwa Muhammad itu adalah pendusta.

Rasulullah diam saja dan tidak memberitahu wanita tersebut bahwa dialah yang dimaksud oleh wanita itu. Kelemah lembutan Rasulullah saat menyuapi wanita yahudi ini terasa saat Rasulullah wafat dan Abu Bakar yang menggantikannya.

Wanita ini merasa bahwa orang yang menyuapinya sewaktu dulu lebih lembut dari pada orang yang sekarang menyuapinya. Akhirnya Abu Bakar memberitahu kepada wanita buta tersebut bahwa selama ini Rasulullah lah yang menyuapinya.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun mengenai shalat Rasulullah saw di atas mimbar ( hadits nomor 3) Hal itu beliau lakukan karena beliau bermaksud mengajar para shahabat, sehingga membolehkan imam berada

Penyebaran hadits, pada masa Rasulullah hanya disebarkan lewat mulut ke mulut (secara lisan). banyak sahabat yang tidak bisa menulis karena Nabi melarang untuk menulis hadits.

Akan ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura, beliau bertanya, "Hari apa ini?" Mereka menjawab, " ini adalah

Rasulullah jarang makan dua kali sekali, kecuali salah satunya dengan kurma.artinya jika beliau makan dua kali dalam sehari, salah satunya adalah kurma sebagai

Lalu untuk menjawab argumen tentang “Menghindari makan pagi, akan membuat makan siang anda lebih banyak.”, bagi saya juga sangat lucu karena, pertama kita menghindari

Sedangkan dalam konseling behavioral berbasis sifat-sifat Rasulullah Saw ini, fokus utamanya yaitu memberikan treatment agar konseli (klien) meniru karakter

berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnyakami telah makan tetapitidak kenyang.’ Maka beliau bersabda: "Barangkali kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka berkala:

Maka sal ah seorang wanita bertanya; ‘Kenapa demikian wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Karena kalian banyak melaknat yaitu mengingkari terhadap nikmat suami,” lalu beliau