Keputusan Menikah atau
Kuliah ???
Belajar atau Main ???
Beli Buku atau Nonton
???
Investasi atau Menabung
???
Pengambilan Keputusan : Everyday and Everytime
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
• G.R. Terry, pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
• Harris, pengambilan keputusan merupakan suatu proses mengidentifikasi dan memilih alternatif berdasarkan nilai-nilai dan preferensi yang dimiliki. Proses yang terjadi pada pengambilan keputusan bertujuan untuk menekan ketidakpastian dan keraguan atas alternatif pilihan.
• Janis & Mann, pengambilan keputusan merupakan pemecahan konflik dan terhindar dari faktor situasional.
Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan
adalah proses mengidentifikasikan alternatif yang ada sehingga dapat dipilih yang
paling sesuai dengan nilai dan tujuan individu maupun organisasi untuk
mendapatkan solusi dari masalah tertentu.
merupakan keputusan yang dibuat berdasarkan kebiasaan, aturan maupun prosedur tertentu yang terjadi secara rutin dan berulang-ulang.
Keputusan terprogram mampu diselesaikan ditingkat lini paling rendah tanpa harus membutuhkan masukan dari pihak middle dan top
management. Contoh: penetapan gaji pegawai, prosedur penerimaan pegawai baru, prosedur kenaikan jenjang kepegawaian.
TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Keputusan Terprogram
2. Keputusan Tidak Terprogram
Merupakan keputusan yang dibuat jika ada hal baru yang tidak terstruktur atau tidak berulang, atau terjadi karena adanya masalah khusus dan tidak biasanya.
Pengambilan keputusan ini lebih bersifat rumit dan membutuhkan komptensi khusus untuk menyelesaikannya, seperti top management dan para konsultan dengan tingkat skill yang tinggi. Keputusan dibuat berdasarkan informasi, intuisi & penilaian. Contohnya : penyelesaian kasus unjuk rasa, pengalokasian sumber daya
MENGAPA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ITU SULIT ?
Complexity Uncertainty
Multiple Objectives Different Perspectives Sensitivity/Unstability
Sehingga:
Sebuah keputusan menjadi faktor yang
penting
Teori Pengambilan
Keputusan
PENGARUH PERILAKU TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN :
Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individual ataupun kelompok, tergantung bagaimana sifat dan bentuk permasalahannya.
Pengambilan keputusan individu dipengaruhi faktor perilaku, yaitu:
1. Nilai: pedoman dasar yang dianut pengambil keputusan jika berhadapan pada situasi.
→ harus menentukan pilihan, menetapkan sasaran, mengembangkan alternatif.
2. Kepribadian:
- Variabel kepribadian → sikap, kepercayaan.
- Variabel situasional → situasi eksternal.
- Variabel instruksional → antara situasi spesifik dengan kepribadian individu.
3. Kecenderungan mengambil resiko.
4. Potensi ketidaksesuaian.
PROSES/LANGKAH 2 PENGAMBILAN KEPUTUSAN (Kotler)
Mengidentifikasi Masalah
Mengumpulkan dan Menganalisis Data Mengembangkan Alternatif-Alternatif
Menganalisis Alternatif
Memilih Salah Satu Alternatif Terbaik Melaksanakan Alternatif Tersebut
Memantau dan Mengevaluasi Efektifitas Keputusan
PENGAMBILAN KEPUTUSAN RASIONAL
Kelebihan Kekurangan
Metode yang teruji dan mapan
Fokus pada pengumpulan data dan kriteria yang ditetapkan
Mengurangi subyektifitas
Efisien – tergantung teknologi yang diterapkan (pengumpulan dan
pengolahan serta presentasi data)
Yang umum digunakan konsep dasar BCR (Benefit-Cost Ratio) dan
Probabilitas hasilnya ‘kepuasan’ atau
‘optimasi’/ ‘maksimasi’
Diasumsikan sudah ada
pengetahuan yang akan dihasilkan
Model linier dan tidak dinamis (mengikuti langkah-langkah keterkaitan)
Dimunculkan sebagai sebagai obyektif namun pengambilan keputusan oleh siapapun
membutuhkan justifikasi pribadi (tidak bebas nilai)
“It is impossible to be purely rational”
- Herbert Simon, Nobel Prize Winner
Situasi terbaik dalam memanfaatkan pertimbangan Rasional
• masalah yang terstruktur (mis. Masalah permesinan)
• apabila data terpercaya tersedia untuk analisis
• tersedia contoh untuk memahami kondisi sejenis
GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Gaya directive (Langsung) berorientasi pada tugas dan masalah teknis.
2. Gaya analitis → cenderung terlalu menganalisis sesuatu memerlukan waktu lama dan mengambilkeputusan.
3. Gaya konseptual → mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang. Berani mengambil resiko dan bagus menemukan solusi.
4. Gaya perilaku → pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai keterbukaan dalam pertukaran pendapat.
- Menerima saran, sportif dan bersahabat.
- Menyukai informasi ferbal dari pada tulisan.
- Menghindari konflik, peduli dengan orang lain.
- Sulit mengatakan tidak pada orang lain.
Iconic (Scale) Models.
penyederhanaan dari model abstrak; replika fisik dari sebuah sistem, biasanya berdasarkan perbedaan skala dibandingkan aslinya. Maket
Analog Models.
berlawanan dengan model
iconic, tidak mirip dengan sistem yang riil tetapi mempunyai
perilaku yang mirip.
Mathematical (Quantitative) Models.
hubungan yang kompleks dari banyak sistem umumnya tidak dapat sepenuhnya terwakili.
Untuk dapat
mengabstraksikannya diperlukan pemanfaatan model-model
matematis. (Probability, B/C ratio, others)
Mental models
memberikan gambaran
subyektif bagaimana seseorang memikirkan tentang suatu
situasi.
4 Tipe Model Umum Pengambilan Keputusan
Kelebihan Kekurangan
Berbagi pengalaman dan
keahlian dari beberapa individu
Lebih banyak data, informasi, dan pengetahuan yang
terakumulasi
Masalah dipandang dari berbagai sektor
Lebih banyak anggota yang dapat memperoleh kepuasan
Lebih banyak dapat diterima dan sepakat dengan keputusan yang diambil
Butuh waktu lebih banyak
Ada dominasi minoritas
Ada kecenderungan kompromi
Ada kecenderungan anggota grup lebih terkonsentrasi pada kepentingan individual dari tujuan kelompok
Tidak terhindar dari tekanan sosial
Ada kecenderungan lebih sebagai kelompok pemikir
(bukan pengambil keputusan)
Group Decision Making