• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengambilan Keputusan : Everyday and Everytime

N/A
N/A
Sofhia Adesva

Academic year: 2024

Membagikan "Pengambilan Keputusan : Everyday and Everytime "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Keputusan Menikah atau

Kuliah ???

Belajar atau Main ???

Beli Buku atau Nonton

???

Investasi atau Menabung

???

Pengambilan Keputusan : Everyday and Everytime

(3)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

• G.R. Terry, pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.

• Harris, pengambilan keputusan merupakan suatu proses mengidentifikasi dan memilih alternatif berdasarkan nilai-nilai dan preferensi yang dimiliki. Proses yang terjadi pada pengambilan keputusan bertujuan untuk menekan ketidakpastian dan keraguan atas alternatif pilihan.

• Janis & Mann, pengambilan keputusan merupakan pemecahan konflik dan terhindar dari faktor situasional.

Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan

adalah proses mengidentifikasikan alternatif yang ada sehingga dapat dipilih yang

paling sesuai dengan nilai dan tujuan individu maupun organisasi untuk

mendapatkan solusi dari masalah tertentu.

(4)

merupakan keputusan yang dibuat berdasarkan kebiasaan, aturan maupun prosedur tertentu yang terjadi secara rutin dan berulang-ulang.

Keputusan terprogram mampu diselesaikan ditingkat lini paling rendah tanpa harus membutuhkan masukan dari pihak middle dan top

management. Contoh: penetapan gaji pegawai, prosedur penerimaan pegawai baru, prosedur kenaikan jenjang kepegawaian.

TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Keputusan Terprogram

2. Keputusan Tidak Terprogram

Merupakan keputusan yang dibuat jika ada hal baru yang tidak terstruktur atau tidak berulang, atau terjadi karena adanya masalah khusus dan tidak biasanya.

Pengambilan keputusan ini lebih bersifat rumit dan membutuhkan komptensi khusus untuk menyelesaikannya, seperti top management dan para konsultan dengan tingkat skill yang tinggi. Keputusan dibuat berdasarkan informasi, intuisi & penilaian. Contohnya : penyelesaian kasus unjuk rasa, pengalokasian sumber daya

(5)

MENGAPA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ITU SULIT ?

Complexity Uncertainty

Multiple Objectives Different Perspectives Sensitivity/Unstability

Sehingga:

Sebuah keputusan menjadi faktor yang

penting

Teori Pengambilan

Keputusan

(6)

PENGARUH PERILAKU TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN :

Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individual ataupun kelompok, tergantung bagaimana sifat dan bentuk permasalahannya.

Pengambilan keputusan individu dipengaruhi faktor perilaku, yaitu:

1. Nilai: pedoman dasar yang dianut pengambil keputusan jika berhadapan pada situasi.

→ harus menentukan pilihan, menetapkan sasaran, mengembangkan alternatif.

2. Kepribadian:

- Variabel kepribadian → sikap, kepercayaan.

- Variabel situasional → situasi eksternal.

- Variabel instruksional → antara situasi spesifik dengan kepribadian individu.

3. Kecenderungan mengambil resiko.

4. Potensi ketidaksesuaian.

(7)

PROSES/LANGKAH 2 PENGAMBILAN KEPUTUSAN (Kotler)

Mengidentifikasi Masalah

Mengumpulkan dan Menganalisis Data Mengembangkan Alternatif-Alternatif

Menganalisis Alternatif

Memilih Salah Satu Alternatif Terbaik Melaksanakan Alternatif Tersebut

Memantau dan Mengevaluasi Efektifitas Keputusan

(8)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN RASIONAL

Kelebihan Kekurangan

Metode yang teruji dan mapan

Fokus pada pengumpulan data dan kriteria yang ditetapkan

Mengurangi subyektifitas

Efisien – tergantung teknologi yang diterapkan (pengumpulan dan

pengolahan serta presentasi data)

Yang umum digunakan konsep dasar BCR (Benefit-Cost Ratio) dan

Probabilitas  hasilnya ‘kepuasan’ atau

‘optimasi’/ ‘maksimasi’

Diasumsikan sudah ada

pengetahuan yang akan dihasilkan

Model linier dan tidak dinamis (mengikuti langkah-langkah keterkaitan)

Dimunculkan sebagai sebagai obyektif namun pengambilan keputusan oleh siapapun

membutuhkan justifikasi pribadi (tidak bebas nilai)

“It is impossible to be purely rational”

- Herbert Simon, Nobel Prize Winner

Situasi terbaik dalam memanfaatkan pertimbangan Rasional

• masalah yang terstruktur (mis. Masalah permesinan)

• apabila data terpercaya tersedia untuk analisis

• tersedia contoh untuk memahami kondisi sejenis

(9)

GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Gaya directive (Langsung)  berorientasi pada tugas dan masalah teknis.

2. Gaya analitis → cenderung terlalu menganalisis sesuatu memerlukan waktu lama dan mengambilkeputusan.

3. Gaya konseptual → mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang. Berani mengambil resiko dan bagus menemukan solusi.

4. Gaya perilaku → pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai keterbukaan dalam pertukaran pendapat.

- Menerima saran, sportif dan bersahabat.

- Menyukai informasi ferbal dari pada tulisan.

- Menghindari konflik, peduli dengan orang lain.

- Sulit mengatakan tidak pada orang lain.

(10)

Iconic (Scale) Models.

penyederhanaan dari model abstrak; replika fisik dari sebuah sistem, biasanya berdasarkan perbedaan skala dibandingkan aslinya. Maket

Analog Models.

berlawanan dengan model

iconic, tidak mirip dengan sistem yang riil tetapi mempunyai

perilaku yang mirip.

Mathematical (Quantitative) Models.

hubungan yang kompleks dari banyak sistem umumnya tidak dapat sepenuhnya terwakili.

Untuk dapat

mengabstraksikannya diperlukan pemanfaatan model-model

matematis. (Probability, B/C ratio, others)

Mental models

memberikan gambaran

subyektif bagaimana seseorang memikirkan tentang suatu

situasi.

4 Tipe Model Umum Pengambilan Keputusan

(11)

Kelebihan Kekurangan

Berbagi pengalaman dan

keahlian dari beberapa individu

Lebih banyak data, informasi, dan pengetahuan yang

terakumulasi

Masalah dipandang dari berbagai sektor

Lebih banyak anggota yang dapat memperoleh kepuasan

Lebih banyak dapat diterima dan sepakat dengan keputusan yang diambil

Butuh waktu lebih banyak

Ada dominasi minoritas

Ada kecenderungan kompromi

Ada kecenderungan anggota grup lebih terkonsentrasi pada kepentingan individual dari tujuan kelompok

Tidak terhindar dari tekanan sosial

Ada kecenderungan lebih sebagai kelompok pemikir

(bukan pengambil keputusan)

Group Decision Making

Referensi

Dokumen terkait

yang memiliki efikasi diri yang rendah dalam membuat keputusan karir ditandai. dengan ketidaktahuan terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya,

Selain itu, jika dipandang dari segi teoritis penelitian ini perlu juga dilakukan untuk lebih menyempurnakan model pengambilan keputusan individu dari model Cooper, sedangkan

Sedangkan tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut: (1) Dapat memberikan pemahaman secara ilmiah tentang kekurangan dan kelebihan dari setiap metode pengambilan keputusan

Dari berbagai masalah tersebut merupakan masalah-masalah yang menumpuk dari tahun ketahun yang tertahan, Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ahiaoma (2013)

Pengetahuan terdiri dari informasi yang sudah diorganisasikan dan diproses untuk memperoleh pemahaman, pengalaman, pembelajaran yang terakumulasi, sehingga dapat diaplikasikan

Selain itu, jika dipandang dari segi teoritis penelitian ini perlu juga dilakukan untuk lebih menyempurnakan model pengambilan keputusan individu dari model Cooper, sedangkan

d. Pengalaman didalam menjalani berbagai aspek kehihdupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya. Kekurangan pada salah satu proses tersebut,

ngan evaluasi diketahui berbagai permasalahan, kekurangan, dan kelebihan dari PMW sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan informasi.. untuk mengadakan berbagai