Analisis kelayakan bisnis
PENGANTAR ANALISA KELAYAKAN BISNIS
APA ITU BISNIS?
Pengertian BISNIS adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan sesuai dengan tujuan dan target yang diinginkan dalam berbagai bidang, baik jumlah maupun waktunya
MANFAAT BISNIS
1. Memperoleh keuntungan 2. Membuka peluang pekerjaan 3. Manfaat ekonomi:
Menambah jumlah barang dan jasa
Meningkatkan mutu produk
Meningkatkan devisa
Menghemat devisa 4. Tersedia sarana dan prasarana 5. Membuka iso;asi wilayah
6. Meningkatkan persatuan dan membantu pemerataan pembangunan
MENGAPA PERLU STUDI KELAYAKAN BISNIS
Studi Kelayakan Bisnis (SKB) dilakukan untuk mengidentifikasikan masalah di masa yang akan datang, sehingga dapat meminimalkan kemungkinan melesetnya hasil yang ingin dicapai dalam suatu investasi.
Menurut William F.S Investasi adalah mengorbankan dollar sekarang untuk dollar di masa yang akan datang. Dari pengertian ini terkandung 2 atribut penting di dalam investasi yaitu adanya resiko dan tenggang waktu
Mengorbankan uang artinya menanamkan sejumlah dana/uang dalam suatu usaha saat sekarang atau saat investasi dimulai.
Kemudian mengharapkan pengembalian investasi dengan disertai tingkat keuntungan yang diharapkan dimasa yang akan datang (dalam waktu tertentu)
APA ITU STUDI /ANALISA KELAYAKAN BISNIS
Studi Kelayakan Bisnis (SKB) adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.
Mempelajari secara mendalam artinya meneliti secara sungguh- sungguh data dan informasi yang ada, kemudian diukur, dihitung,
dan dianalisis hasil penelitian tersebut dengan menggunakan metode-metode tertentu.
Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan secara mendalam tersebut digunakan untuk menentukan apakah suatu yang akan dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan.
APA ITU RENCANA BISNIS ATAU BUSINESS PLAN
Adalah dokumen tertulis yang mendiskripsikan masa depan bisnis yang akan dimulai.
Rencana ini meliputi : Apa, bagaimana, siapa, kapan dan mengapa subuah bisnis dijalankan.
Business Plan pada umumnya terdiri dari : 1. Tujuan bisnis
2. Strategi yang digunakan untuk mencapainya
3. Masalah potensial yang kira-kira akan dihadapi dan cara mengatasinya
4. Struktur organisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab)
5. Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan, dan
6. Modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan dan bagaimana mempertahankannya sampai mencapai Break Event Point (BEP)
PERBEDAAN STUDI KELAYAKAN BISNIS (SKB) DENGAN RENCANA BISNIS
KETERKAITAN ANTARA SKB DENGAN RENCANA BISNIS
FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN USAHA
Data dan informasi tidak lengkap
Tidak teliti
Salah perhitungan
Pelaksanaan pekerjaan salah
Kondisi lingkungan
Unsur sengaja
Oleh karena itu, sebelum SKB dijalankan Tim yang akan menangani SKB harus memperhatikan hal-hal sbb :
a. Kelengkapan dan keakuratan data dan informasi yang diperoleh
b. Tenaga ahli yang dimiliki dalam team SKB benar-benar tangguh
c. Penentuan metode dan alat ukur yang tepat d. Loyalitas tim SKB
TUJUAN SKB
1) Menghindari resiko 2) Memudahkan perencanaan
3) Memudahkan pelaksanaan pekerjaan 4) Memudahkan pengawasan
5) Memudahkan pengendalian
LEMBAGA-LEMBAGA YANG MEMERLUKAN SKB
Pemilik usaha: evaluasi utk inovasi
Kreditur: cont. bank utk memberikan pinjaman
Investor: melihat potensi bisnis
Pemerintah: menaikkan pendapatan, kesejahteraan.
Con. Badan penanaman modal
Masyarakat luas: tdk dirugikan, program CSR
Manajemen
BIDANG ILMU YANG TERKAIT DENGAN SKB
TAHAP DALAM SKB
LANGKAH – LANGKAH STUDI KELAYAKAN BISNIS
SUMBER – SUMBER DATA DAN INFORMASI
1) Yaitu data dan informasi yang bersumber dari 2) Publikasi ekonomi dan bisnis baik yang dari koran
ataupun majalah
3) Publikasi Bank Indonesia, Perbanas, maupun oleh lembaga keuangan lainnya
4) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Pengelola Pasar Modal (Bepepam)
5) Asosiasi Industri dan Dagang yang membawahi jenis usaha yang sejenis
6) Biro Pusat Statistik (BPS)
7) Lembaga-lembaga penelitian baik yang dilakukan oleh pemerintah seperti LIPI maupun swasta
8) Departemen teknis
9) Universitas atau perguruan tinggi lainnya 10) Dan, dari sumber lainnya
ETIKA PENYUSUNAN SKB
a. Etika penyusun SKB terhadap sponsor :
Peyusun SKB harus bisa merahasiakan sponsor bila diminta untuk merahasiakan.
Penyusun SKB harus bisa menjaga kerahasiaan hasil SKB atau tidak memberikan data kepada pihak lain tanpa seijin sponsor
Penyusun SKB harus dapat memberikan hasil yang berkualitas sesuai dengan besarnya biaya yang diberikan oleh sponsor
Penyusun SKB harus dapat menyelesaikan penyusunan SKB sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan
b. Etika sponsor terhadap penyusun SKB :
Sponsor harus membayar SKB sesuai dengan kesepakatan, baik jumlah maupun waktu pembayarannya
Sponsor tidak boleh memaksakan hasil SKB kepada penyusun SKB sesuai dengan kepentingan sponsor
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Adalah meneliti :
seberapa besar pasar yang akan dimasuki
seberapa besar kemampuan perusahaan untuk menguasainya pasar
bagaimana strategi yang akan dijalankan nantinya Seorang pemasar harus selalu tahu lebih dahulu pasar yang akan dimasukinya, seperti :
1) Ada atau tidak pasarnya 2) Seberapa besar pasar yang ada 3) Potensi pasar
4) Tingkat persaingan yang ada, termasuk besarnya market share yang akan direbut dan market share pesaing.
TUJUAN PERUSAHAAN DALAM PEMASARAN Tujuan Khusus:
1. Meningkatkan penjualan dan laba 2. Menguasai pasar
3. Mengurangi persaingan
4. Menaikkan prestise produk tertentu dipasaran 5. Memenuhi pihak – pihak tertentu
Tujuan umum:
1) Memaksimumkan konsumsi atau 2) Memudahkan dan merangsang konsumsi 3) Memaksimumkan kepuasan konsumen 4) Memaksimumkan pilihan (keragaman produk) 5) Memaksimumkan mutu hidup
6) Meningkatkan penjualan barang dan jasa 7) Ingin menuasai pasar dan menghadapi pesaing 8) Memenuhi kebutuhan akan suatu produk maupun jasa 9) Memenuhi keinginan para pelanggan suatu produk atau
jasa
PENGERTIAN PASAR DAN PEMASARAN PASAR dan PEMASARAN
Merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dan saling mempengaruhi satu sama lainnya
Artinya setiap ada kegiatan pasa selalu diikuti oleh pemasaran dan setiap kegiatan pemasaran adalah untuk mencari atau
menciptakan pasar.
PASAR secara sederhana bisa diartikan sebagai tempat
bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.
PASAR NYATA di dalamnya pembeli memiliki minat atau keinginan untuk membeli dengan didukung oleh akses dan pendapatan
PASAR POTENSIAL di dalamnya pembeli hanya memiliki minat, namun tidak didukung oleh kemampuan maupun akses untuk membeli namun memiliki peluang untuk membeli di masa yad apabila memiliki pendapatan dan akses.
PASAR juga dapat diartikan pula sebagai suatu mekanisme yang terjadi antara PEMBELI dan PENJUAL atau tempat pertemuan antara kekuatan-kekuatan PERMINTAAN dan PENAWARAN PERMINTAAN adalah jumlah barang dan jasa yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang atau jasa adalah :
1) Harga barang itu sendiri
2) Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang pengganti atau barang pelengkap)
3) Pendapatan 4) Selera
5) Jumlah penduduk 6) Faktor khusus (akses)
PENAWARAN adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu.
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa adalah :
a. Harga barang itu sendiri
b. Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang pengganti atau barang pelengkap)
c. Teknologi
d. Harga input (ongkos produksi) e. Tujuan perusahaan
f. Faktor khusus (akses)
Struktur pasar dalam prakteknya dapat dikelompokkan dalam :
Pasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan Mono[olistik
Pasar Oligopoli
Pasar Monopoli PENGERTIAN PEMASARAN
Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah suatu proses sosial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain:
Pemasaran berusaha menciptakan dan mempertukarkan produk baik barang maupun jasa kepada konsumen di pasar.
Oleh karena itu, dalam prakteknya kelompok pasar terdiri dari :
Pasar konsumen
Pasar Industrial
Pasar reseller
Pasar pemerintah SEGMENTASI PASAR
Artinya membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula.
Segmentasi pasar perlu dilakukan mengingat di dalam suatu pasar terdapat banyak pembeli yang berbeda keinginan dan
kebutuhannya.Oleh karena setiap perbedaan memiliki potensi untuk menjadi pasar tersendiri
Untuk melakukan segmentasi pasar terdiri dari beberapa variabel yang harus diperhatikan agar segmentasi pasar yang telah tepat sasaran.
Menurut Philip Kotler, variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar konsumen adalah :
Segmentasi berdasarkan Geografis
Segmentasi berdasarkan Demografi
Segmentasi berdasarkan Psikografis
Segmentasi berdasarkan Perilaku
Menurut Philip Kotler, variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar industri adalah :
Segmentasi berdasarkan Demografis
Jenis industri
Besar p[erusahaan
Lokasi perusahaan
Karakteristil Pengoperasian
Teknologi yang di fokuskan
Status pengguna (berat, sedang, ringan)
Kemampuan pelanggan
Pendekatan Pembeli
Organisasi berfungsi pembeli
Sifat hubungan yang ada
Struktur kekuatan
Kebijakan pembelian umum
Kriteria
Karakteristik Personal Industri
Kesamaan pembeli
Sikap terhadap resiko
Kesetiaan
Faktor Situasional
Urgensi
Pengguna khusus
Besarnya pesanan PASAR SASARAN
Adalah mengevaluasi keaktifan setiap segmen. Kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani.
Kegiatan penetapan pasar sasaran meliputi : a. Evaluasi segmen pasar
Ukuran dan pertumbuhan segmen, seperti penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan, dan margin laba dari setiap segmen.
Struktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas
Sasaran dan sumber daya perusahaan b. Memilih segmen, yaitu menentukan satu atau lebih
segmen yang memiliki nilai tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan berapa banyak yang dapat dilayani.
1) Pemasaran serbasama 2) Pemasaran serbaaneka 3) Pemasaran terpadu POSISI PASAR
Menentukan posisi pasar yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau suatu pasar. Kegiatan ini dilakukan setelah menentukan segmentasi pasar yang akan dimasuki.
Posisi produk adalah bagaimana suatu produk yang didefinisikan konsumen atas dasar atribut-atributnya.
Tujuan penetapan posisi pasar (market positioning) adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam benak konsumen.
Strategi penentuan posisi pasar terdiri dari :
Atas dasar atribut
Kesempatan penggunaan
Menurut kelas pengguna
Langsung menghadapi pesaing
Kelas produk
Memilih dan melaksanakan strategi penentuan posisi pasar : a. Segmentasi berdasarkan Geografis
b. Segmentasi berdasarkan Demografi c. Segmentasi berdasarkan Psikografis d. Segmentasi berdasarkan Perilaku STRATEGI PENENTUAN POSISI PASAR
1) Atas dasar atribut 2) Kesempatan penggunaan 3) Menurut kelas pengguna 4) Langsung menghadapi pesaing 5) Kelas produk
Memilih dan melaksanakan strategi penentuan posisi pasar : Identifikasi keunggulan kompetitif yang mungkin memberikan nilai yang terbesar, yaitu dengan:
Deferensiasi produk
Deferensiasi jasa
Deferensiasi personil
Deferensiasi citra
Memilih keunggulan kompetitif yang tepat
Berapa banyak perbedaan yang dipromosikan
Perbedaan mana yang dipromosikan
Mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi yang dipilih
PENYUSUNAN SKB
Harus mengetahui posisi produk dalam siklus kehidupan produk.
Umumnya siklus kehidupan produk dibagi menjadi lima tahap, yaitu: 1) perkenalan; 2) pertumbuhan; 3) kedewasaan; 4) kejenuhan; 5) kemunduran.
Karakteristik tahap-tahap dalam siklus kehidupan produk
SUMBER DATA
Jenis data yang diperlukan untuk menganalisis aspek pasar dan pemasaran dapat dikelompokkan sebagai berikut
Data Primer:
1) Kesediaan masyarakat untuk menggunakan produk yang dihasilkan.
2) Kondisi pasar produk yang akan dihasilkan
3) Strategi pemasaran yang paling tepat untuk memasarkan produk yang akan dihasilkan
4) Kemampuan para pemasok untuk menyediaan bahan baku,
5) Bahan setengah jadi dan peralatan yang diperlukan untuk proses produksi
Data Sekunder:
a. Literatur tentang pasar dan pemasaran
b. Perkembangan harga dan penjualan produk yang akan dihasilkan
c. Perkembangan pendapatan masyarakat
d. Perkembangan harga dan penjualan produk substitusi atas produk yang akan dihasilkan
e. Perkembangan harga dan penjualan produk komplementer atas produk yang akan dihasilkan NARASUMBER/RESPONDEN
Nara sumber atau responden untuk menggali data yang berkaitan dengan aspek pasar dan pemasaran dalam SKB dapat diperoleh dari kelompok berikut :
Masyarakat sebagai pasar sasaran: memperoleh data tentang tanggapan dan kesediaan masyarakat dalam menggunakan produk yang akan dihasilkan perusahaan
Pelaku usaha sejenis: mengetahui kondisi pasar produk yang akan dihasilkan
Ahli pemasaran yang bersangkutan: mengetahui strategi pemasaran yang paling tepat untuk memasarkan produk yang akan dihasilkan
Para pemasok: mengetahui kemampuan para pemasok dalam menyediakan bahan baku, bahan setengah jadi, dan peralatan yang diperlukan untuk kegiatan proses produksi
METODE PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data untuk analisis aspek pasar dan pemasaran dalam SKB dilakukan dengan cara-cara :
Survei:
a. Masyarakat calon target pasar b. Masyarakat pelanggan pesaing c. Bila memungkinkan calon pesaing
Wawancara:
Masyarakat calon target pasar
Pelaku usaha sejenis
Ahli pemasaran
Calon pemasok
Calon pesaing (bila memungkinkan)
Studi Dokumentasi:
1) Literatur tentang pasar dan pemasaran
2) Perkembangan harga dan penjualan produk yang akan dihasilkan
3) Perkembangan pendapatan masyarakat 4) Perkembangan harga dan penjualan produk
substitusi atas yang akan dihasilkan 5) Perkembangan harga dan penjualan produk
komplementer atas yang akan dihasilkan INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Instrumen yang digunakan pada analisis aspek pasar dan pemasaran dalam SKB adalah sbb :
1. Ceklis data sekunder
Ceklis data sekunder digunakan untuk meneliti apakah data sekunder yang dibutuhkan telah lengkat terkumpul sebagai bahan analisis
2. Kuesioner penelitian
Kuesioner penelitian digunakan untuk mengumpulkan data dari calon target pasar (pasar potensial) terutama mengenai daya beli, kebutuhan dan keinginan untuk mengkonsumsi. Sedangkan dari pelangga pesaing untuk mengetahui tingkat keinginan untuk berpindah 3. Pedoman wawancara
Pedoman wawancara digunakan sebagai panduan pada saat wawancara yang berfungsi untuk menghindari adanya data yang perlu ditanyakan tetapi terlewat atau tidak ditanyakan.
ANALISIS DATA
Analisis data yang digunakan untuk melakukan analisis aspek pasar dan pemasaran adalah :
a. Analisis Kualitatif
Digunakan untuk mendiskripsikan kondisi pasar dan strategi pemasaran yang akan dijalankan
b. Analisis Kuantitatif
Ananalisis kuntitatif adalah menggunakan analisis permintaan (demand) dan penawaran (supplly) untuk menentukan besarnya permintaan dan penawaran produk yang akan dihasilkan.
ASPEK MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA Analisis aspek MSDM terdiri dari dua bahasan penting, yaitu subaspek manajemen dan subaspek SDM. Analisis subaspek manajemen lebih menekankan pada proses & tahap2 yang harus dilakukan pada proses pembangunan bisnis. Sedangkan analisis subaspek SDM menekankan pada ketersediaan & kesiapan tenaga kerja.
TUJUAN ANALISIS ASPEK MSDM
Menganalisis penjadwalan pelaksanaan pembangunan bisnis
Menganalisis jenis-jenis pekerjaan yang diperlukan utnuk pembangunan bisnis
Menganalisis waktu yang diperlukan untuk
melaksanakan setiap jenis pekerjaan diperlukan untuk pembangunan bisnis
Menganalisis biaya yang diperlukan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan yang diperlukan untuk
pembangunan bisnis
Menganalisis persyaratan yang diperlukan untuk memangku pekerjaan pada suatu bisnis
Menganalisis struktur organisasi yang cocok untuk menjalankan bisnis
Menganalisis metode pengadaan tenaga kerja untuk menjalankan bisnis
Menganalisis kesiapan tenaga kerja untuk menjalankan bisnis
PERENCANAAN & PENJADWALAN PROYEK
Dalam membuat perencanaan proyek, hal-hal hal yang perlu diidentifikasi adalah sebagai berikut:
Kegiatan-kegiatan yg diperlukan pada pembangunan proyek
Pihak/rekanan/SDM yg akan melakukan setiap tahap pelaksanaan kegiatan
Fasilitas yg diperlukan untuk setiap tahap pelaksanaan kegiatan
Waktu mulai setiap pelaksanaan tahap pekerjaan
Waktu pelaksanaan setiap tahap pekerjaan
Waktu berakhirnya setiap pelaksanaan tahap pekerjaan
Bahan & peralatan yg diperlukan setiap tahap pekerjaan
Biaya yang diperlukan untuk setiap pelaksanaan tahap pekerjaan
Pengawasan yg diperlukan untuk setiap pelaksanaan tahap pekerjaan
Usaha2 yg harus dilakukan untuk melakukan perbaikan
Biaya yg diperlukan untuk melakukan percepatan setiap tahap kegiatan
ANALISIS JABATAN
Analisis jabatan merupakan kegiatan mempelajari &
mengumpulkan informasi tentang suatu pekerjaan berkaitan dengan berbagai operasi & kewajiban suatu jabatan. Analisis ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan berikut:
Pekerjaan apa saja yang harus dilakukan?
Bagaimana menjalankan pekerjaan?
Mengapa pekerjaan tersebut harus dilakukan?
Hasil yang diperoleh dari analisis jabatan adalah deskripsi jabatan
& spesifikasi jabatan.
DESKRIPSI JABATAN
Deskripsi jabatan merupakan uraian tentang tgas, kewajiban suatu jabatan tertentu. Deskripsi jabatan semestinya memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Identifikasi jabatan b. Ringkasan jawaban
c. Tugas yg harus dilaksanakan d. Pengawasan yg diberikan & diterima e. Hubungan dengan jabatan-jabatan lainnya f. Bahan-bahan, alat-alat dan mesin yang digunakan g. Kondisi kerja
h. Penjelasan istilah-istilah yang tidak lazim
i. Komentar tambahan untuk melengkapi penjelasan sebelumnya
SPESIFIKASI PEKERJAAN
Spesifikasi pekerjaan adalah penentuan syarat-syarat minimum yang dapat diterima agar seseorang dapat menjalankan suatu pekerjaan dengan baik.
PROYEKSI KEBUTUHAN TENAGA KERJA
Besarnya proyeksi kebutuhan tenaga kerja tergantung pada proyeksi penjualan yang diperoleh pada perhitungan aspek pasar
& luas produksi yg diperoleh dari perhitungan pada aspek teknis.
Cara2 yg dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja adalah:
a. Metode Work Force Analysis (WFA)
Digunakan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja pada bagian operasional dimana satuan hasil
pekerjaannya mudah diukur.
b. Metode Antrean
Merupakan metode penentuan jumlah karyawan yg optimal dengan berdasarkan pada teori antrean.
REKRUTMEN KARYAWAN
Kesesuaian orang-orang yang tepat dengan spesifikasi jabatan ditentukan oleh kualitas rekrutmen calon karyawan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menarik calon karyawan adalah:
Melalui iklan
Kantor penempatan tenaga kerja
Rekomendasi dari karyawan yang sedang bekerja
Lembaga pendidikan
Lamaran yg masuk secara kebetulan
Nepotisme
Leasing
Serikat buruh STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi adalah susuna & hubungan-hubungan antarkomponen bagian-bagian & posisi2 dalam suatu organisasi.
Pembagian departemen/bagian2 dalam suatu organisasi dapat dikelompokkan menjadi 3 macam:
a. Struktur organisasi fungsional
b. Struktur organisasi produk
c. Struktur organisasi matriks
SUMBER DATA a. Data primer
Tahap-tahap pelaksana pekerjaan, jenis2 pekerjaan pada bisnis, persyaratan yg diperlukan untuk memangku pekerjaan, struktur organisasi & metode pengadaan tenaga kerja
Lama waktu dari setiap tahap penyelesaian pekerjaan pembangunan proyek
Kemampuan para calon karyawan untuk menjalankan pekerjaan
b. Data sekunder
Data yang dibutuhkan adalah data tentang kondisi pasar tenaga kerja & literatur yg berkaitan dengan
penjadwalan proyek, perencanaan tenaga kerja.
RESPONDEN/NARASUMBER
Pelaku usaha sejenis
Konsultan/pemborong proyek pembangunan
Lembaga penempatan tenaga kerja/departemen tenaga kerja
Calon karyawan METODE PENGUMPULAN DATA
a. Wawancara
Untuk pengumpulan data pada aspek manajemn &
sumber daya manusia dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap:
Pelaku bisnis sejenis
Pihak/rekanan/SDM yang melaksanakan setiap tahap pembangunan bisnis
Calon pelaku bisnis
Calon pesaing (jika memungkinkan)
ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI Hal yang perlu dianalisis pada aspek ini adalah:
a. Pemilihan lokasi pabrik karena lokasi pabrik yang strategis merupakan salah satu sumber keunggulan bersaing
b. Penentuan skala produksi yang optimal karena skala produksi produksi yang terlalu besar menimbulkan pemborosan, namun sebaliknya skala produksi yang terlalu kecil akan kehilangan peluang untuk mendapatkan keuntungan.
c. Pemilihan mesin dan peralatan karena mesin dan peralatan yang digunakan sangat berpengaruh pada keberhasilan proses produksi
d. Penentuan lay out pabrik dan bangunan karena layuot yang baik akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses produksi
e. Penentuan teknologi karena teknologi yang tepat perusahaan akan mampu untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dalam waktu yang cepat dan biayanya lebih murah.
TUJUAN ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
Secara spesifik analisis aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bertujuan:
1) Menganalisis kelayakan lokasi untuk menjalankan bisnis 2) Menganalisa besarnya skala produksi untuk mencapai
tingkatan skala ekonomis
3) Menganalisis kreteria pemilihan mesin, peralatan dan teknologi untuk menjalankan proses produksi
4) Menganalisis layout pabrik, layout bangunan dan fasilitas lainnya
5) Menganalisis teknologi yang akan digunakan.
HAL YANG PERLU DIPAHAMI 1. Penentuan lokasi bisnis
Ketersediaan bahan mentah
Jumlah bahan mentah
Harga bahan mentah
Kapasitas, kualitas, dan kontinuitas
Biaya pendahuluan
Letak pasar yang dituju
Ketersediaan sumber energi, air dan sarana komunikasi
Ketersediaan tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
Upah tenaga kerja
Karakteristik sikap dan tingkat ketrampilan yang ada
Biaya pendahuluan
Ketersediaan Fasilitas transportasi 2. Penentuan Luas Produksi
a. Bahan dasar yang digunakan b. Barang yang dihasilkan
c. Peralatan mesin-mesin yang digunakan d. Jumlah pegawai yang digunakan
Faktor-faktor yang membatasi luas produksi dan perlu dipertimbangkan dalam menentukan luas produksi
Batasn permintaan pasar
Batasan kapasitas mesin
Batasan jumlah dan kemampuan tenaga kerja
Batasan kemampuan finansial dan manajemen
Batasan ketersediaan bahan dasar
Batasan ketersediaan faktor-faktor produksi yang lain
3. Pemilihan Mesin Peralatan Dan Teknologi
Kesesuaian dengan teknologi
Harga perolehan
Kemampuan
Ketersediaan pemasok
Tersedianya suku cadang
Kualitas
Umur Ekonomis
4. Penentuan Layout Pabrik Dan Bangunan a. Meminimalkan jarak angkut antar bagian b. Aliran material yang baik
c. Efektif dalam penggunakan ruang d. Luwes atau indah dan nyaman
e. Memberikan keselamatan atas barang – barang yang diangkut
f. Meminimalkan biaya produksi
g. Memungkinkan adanya perluasan bisnis
h. Memberikan jaminan keamanan yang cukup bagi keselamatan tenaga kerja
SUMBER DATA
Jenis data yang diperlukan untuk menganalisis aspek teknik dan teknologi dapat dikelompokkan sebagai berikut
Data Primer:
1) Lokasi bisnis dan faktor-faktor sebagai bahan pertimbangan pemilihan lokasi bisnis.
2) Luas Produksi dan faktor-faktor yang bisa mempengaruhi luas produksi.
3) Mesin, peralatan dan teknologi, serta faktor-faktor sebagai pertimibangan pemilihan.
4) Layout, yaitu data jenis produk yang akan diproduksi, jenis proses produksi dan volume produksi
Data Sekunder:
1) Spesifikasi peralatan dan teknologi yang akan digunakan 2) Profil masyarakat
3) Profil daerah
4) Literatur berkaitan dengan aspek teknis dan teknologi, pemilihan mesin, peralatan dan teknologi dan penentuan layout.
NARASUMBER/RESPONDEN
Untuk menganalisis data yang berkaitan dengan aspek teknis dan teknologi dilakukan pengumpulan data terhadap
Masyarakat sekitar lokasi, untuk memperoleh data tentang kondisi masyarakat sekitar, serta kondisi air, listrik, energi dan lain sebagainya.
Konsultan tata ruang, untuk memperoleh data tentang kondisi tata ruang yang terbaik bagi bisnis yang akan dijalankan
Pelaku bisnis sejenis, untuk mengetahui hal-hal teknis yang dapat menjadi pendorong dan penghambat bisnis
Calon pemasok teknologi mesin dan peralatan, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mesin dan peralatan yang akan digunakan
Pengguna tekonoli, mesin dan peralatan, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mesin dan peralatan yang akan digunakan berdasarkan pengalaman
Penyedia jasa transportasi, untuk mengetahui kondisi transportasi bahan mentah ke pabrik atau barang jadi dari pabrik ke pasar.
METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data yang dapat digunakan untuk mengenali data aspek te3knis dan teknologi dalan SKB adalah sbb :
a. Studi Dokumnentasi, menelaah literatur berkaitan dgn:
Lokasi bisnis
Luas produksi
Mesin, peralatan, dan teknologi yang akan digunakan
Layout pabrik maupun bangunan
b. Survei, yaitu dilakukan dengan wawancara maupun membagikan kuesioner berkaitan dengan :
Lokasi bisnis
Luas produksi
Mesin, peralatan, dan teknologi yang akan digunakan
Layout pabrik maupun bangunan
c. Studi Observasi, yaitu dilakukan dengan melakukan observasi pada :
Rencana lokasi bisnis
Rencana luas produksi
Rencana mesin, peralatan, dan teknologi yang akan digunakan
Rencana layout pabrik maupun bangunan INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Instrumen yang digunakan pada analisis aspek pasar dan pemasaran dalam SKB adalah sbb :
Pedoman studi dokumen
Terutama dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder yang berkaitan dengan aspek teknis dan teknologi yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan sebagai dasar untuk melakukan analisis aspek teknis dan teknologi.
Pedoman Wawancara Kuesioner
Metode ini diperlukan dalam pengumpulan data pada aspek teknis dan teknologi agar diperoleh informasi yang lebih dalam.
ANALISIS DATA
Alat analisis data yang digunakan untuk melakukan analisis aspek Teknis dan Teknologi adalah :
a. Analisis Penentuan Lokasi Bisnis b. Analisis Penentuan Luas Produksi
ASPEK LINGKUNGAN
Lingkungan tempat bisnis yang akan dijalankan harus dianalisis secara cermat Hal ini disebabkan lingkungan di satu sisi dapat
menjadi peluang bisnis dan di sisi lain bisa menjadi ancaman bagi perkembangan bisnis baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan ekologi tempat bisnis akan dijalankan.
Beberapa ruang lingkup yg terdapat dalam lingkungan bisnis adl.
1. Lingkungan Operasional, yaitu merupakan lingkungan yang paling dekat dengan aktivitas perusahaan yang meliputi pesaing, kreditur, pelanggan, pemasok dan pegawai 2. Lingkungan Industri, yaitu merupakan lingkungan yang
meliputi kelompok yang memproduksi produk/jasa yang sama atau barang peng-ganti yang dekat. Menurut Porter (1985) terdapat 5 faktor pesaing dalam lingkungan industri yaitu 1). masuknya pendatang baru, 2) ancaman pro-duk substitusi, 3). Daya tawar menawar pembeli, 4). Daya tawar menawar pemasok, dan 5). Persaingan di anatara para pesaing yang ada
3. Lingkungan Jauh, yaitu yang mencakup faktor-faktor yang bersumber dari luar operasional perusahaan yang meliputi lingkungan ekonomi, sosial, politik, teknologi, ekologi, dan global
TUJUAN AKB ASPEK LINGKUNGAN
Analisis aspek lingkungan dilakukan dengan tujuan menjawab pertanyaan “apakah lingkungan setempat sesuai dengan ide bisnis yang akan dijalankan dan apakah manfaat bisnis bagi lingkungan lebih besar dibanding dampak negatifnya”
Secara spesifik analisis aspek lingkungan pada analisis kelayakan bisnis bertujuan untuk :
1) Menganalisis kondisIi lingkungan operasional yang terdiri pesaing, pemasok, pelanggan, kreditor, dan pegawai untuk memperoleh jawaban apakah memungkin-kan atau tidak untuk menjalankan ide bisnis
2) Menganalisis kondisIi lingkungan industri yang terdiri persaingan antar perusa-haan, kekuatan pemasok, kekuatan pembeli, barang substitusi, dan hambatan masuk untuk memperoleh jawaban apakah memungkinkan atau tidak untuk menjalankan ide bisnis
3) Menganalisis kondisIi lingkungan jauh yang terdiri lingkungan ekonomi, sosial, politik, teknologi, dan global untuk memperoleh jawaban apakah memungkinkan atau tidak untuk menjalankan ide bisnis
4) Menganalisis dampak positif maupun dampak negatif bisnis terhadap lingkungan, baik lingkungan operasional, lingkungan industri, maupun lingkungan jauh
5) Menganalisis usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif bisnis terhadap lingkungan, baik lingkungan operasional, lingkungan industri, maupun lingkungan jauh
LINGKUNGAN BISNIS a. Lingkungan Operasional
Merupakan lingkungan yang memiliki kaitan langsung dengan aktivitas operasional perusahaan atau yang paling dekat dengan semua aktivitas perusahaan perusahaan:
Lingkungan pesaing, adl perusahaan dalam industri yang sama dan menjual produk baik berupa barang atau jasa kepada pelanggan
Lingkungan pelanggan, adl pembeli produk yang dihasilkan oleh perusahaan, pelanggan ini
merupakan faktor kunci karena merupakan sumber pendapatan bagi perusahaan
Lingkungan pemasok, adl perusahaan yang menyediakan bahab baku, tenaga kerja, keuangan dan sumber informasi kepada perusahaan lain
Lingkungan kreditur, adl pihak yang memiliki peranan yang penting dalam mendukung perusahaan di bidang keungan
Lingkungan pegawai, adl pegawai merupakan aspek penting dalam sebuah organisasi dan harus mendapatlan perhatian yang lebih dibandingkan dengan sumber daya lainnya.
b. Lingkungan Industri
Porter (1985) membagi lima kekuatan tang menentukan tingkat persaingan dalam suatu industri yaitu
Masuknya pendatang baru, besar kecilnya hambatan masuk dalam suatu industri meliputi 1) skala ekonomi, 2) Deferensi produk, 3) Persyaratan permodalan, 4) Keunggulan biaya, 5) Akses ke saluran distribusi, dan 6) Kebijakan pemerintah
Ancaman produk substitusi, pruduk pengganti akan kuat jika 1) Konsumen memiliki switching cost yang rendah sehingga mudah ke produk yang lain, 2) Produk pengganti memiliki harga yang murah dengan kualitas yang sama atau lebih tinggi
Daya tawar menawat pembeli, pembeli akan memiliki kekuatan tawar jika 1) Pempeli dalam jumlah besar, 2) Produk yang dibeli dari indutri standar atau tidak terdiferensi, 3) Produk yang dibeli dari industri memiliki porsi yang signifikan dari biaya beli, 4) Produk yang dibeli hanya akan mendatangkan keuntungan yang kecil bagi pembeli, 5) Produk yang ditawarkan industri dipandang tidak begitu penting bagi pembeli, 6) Produk yang ditawarkan insustri dipandang memeliki resiko keuangan yang tinggi, 7) Produk memiliki ancaman yang kuat untuk berintegrasi ke belakang masuk ke industri pemasok
Daya tawar menawar pemasok, pemasok akan memiliki kekuatan jika : 1) Pemasok didominasi oleh sedikit perusahaan, 2) Produk yang dihasilkan unik sehingga sulit untuk mencari penggantinya, 3) produk pemasok sangat penting bagi pembeli, 4) Pemasok merupakan ancaman serius apabila berintegrasi ke depan ke arah industri pembeli, 5) Pembeli bukan merupakan konsumen penting bagi pemasok
Persaingan diantara pesaing yang ada, intensitas persaingan antar perusahaan dalam industri tergantung pada 1) Jumlah pesaing banyak dengan kekuatan berimbang, 2) Pertumbuhan industri lambat, 3) Produk atau jasa yang dihasilkan kurang terdiferensiasi atau memi-liki switching cost yang rendah, 4) Produk memiliki biaya tetap yang tinggi dan tidk tahan lama, 5)
Penambahan kapasitas dalam jumlah besar akan mengganggu keseimbangan permintaan dan penawaran dalam industri, 6) Rintangan keluar yang tinggi, dan 7) Pesaing memiliki perbedaan dalam strategi, asal, dan kepribadian
c. Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh mencakup faktor-faktor yang bersum-ber dari luar operasional perusahaan.
Analisis lingkungan jauh digunakan perusahaan untuk menyerang maupun bertahan terhadap faktor-faktor lingkungan jauh tersebut dengan merumuskan strategi yang memanfaatkan peluang atau meminimalisir ancaman.
Perubahan dalam lingkungan jauh dapat mempengaruhi perubahan dalam permintaan konsumen untuk produk industri serta saja konsumen.
Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan jauh meliputi :
Lingkungan ekonomi
Lingkungan sosial dan budaya
Lingkungan politik
Lingkungan teknologi
Lingkungan ekologi
Lingkungan global SUMBER DATA
DATA PRIMER, untuk analisis lingkungan operasional dalam AKB/SKB adalah data tentang :
Pesaing, yaitu data tentang calon pesaing, kelebihan dan keku-rangan masing-masing calon pesaing, kapasitas produksi masing-masing calon pesaing
Pemasok, yaitu data tentang calon pemasok, kelebihan dan kekurangan masing-masing calon pemasok, kapasitas produksi masing-masing calon pemasok
Pelanggan, yaitu data tentang profil calon pelanggan dan tingkat kebutuhan calon pelanggan
Kreditur, yaitu data tentang calon kreditur, persyaratan kredit yang ditetapkan masing-masing calon kreditur, kelebihan dan kekurangan masing-masing calon kreditur.
Pegawai, yaitu data tetang kondisi ketenagakerjaan, termasuk di dalamnya kondisi serikat pekerja di wilayah ide akan dijalankan
Data Primer, untuk analisis lingkungan industri dalam AKB/SKB adalah data tentang :
1) Kondisi persaingan, yaitu data tentang intensitas persaingan antar perusahaan
2) Kekuatan pemasok, yaitu data tentang kekuatan tawar- menawar pemasok bahan baku ke peusahaan
3) Kekuatan pembeli, yaitu data tentang kekutan tawar manawar pembeli dalam membeli produk yang dihasilkan perusahaan
4) Barang substitusi, yaitu data tentang kelebihan dan kekurangan barang substitusi dalam menggantikan produk yang dihasilkan perusahaan dan kapasitas produksi barang substitusi
5) Hambatan masuk, yaitu data tetang hambatan masuk bagi pendatang baru untuk masuk pada industri tersebut Data Primer, untuk analisis lingkungan jauh dalam AKB/SKB adalah data tentang :
Lingkungan ekonomi, yaitu data tentang aktivitas
perekonomian masyarakat, pendapatan, mata pencaharian, manfaat bisnis bagi peningkatan pendapatan, dampak negatif bisnis bagi perko-nomian, serta usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminima-lisir dampak negatif bisnis terhadap perekonomian masyarakat
Lingkungan sosial, yaitu data tentang kondisi sosial masyarakat termasuk di dalamnya adat istiadat dan budaya masyarakat setempat, manfaat bisnis bagi kehidupan sosial serta dampak negatif bisnis terhadap kehidupan sosial, serta usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif tersebut
Kondisi politik, yaitu data tentang kondisi politik di suatu daerah, apakah kondisi politik kondusif untuk menjalankan bisnis atau tidak
Kondisi teknologi, yaitu data tentang perubahan-perubahan tekno-logi yang dapat berdampak pada bisnis yang akan dijalankan serta usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengantisipasinya
Kondisi ekologi, yaitu data tetang kondisi lingkungan ekologi, dampak bisnis bagi lingkungan ekologi, serta usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkannya
Kondisi lingkungan global, yaitu data tetang kondisi lingkungan global yang dapat berpengaruh terhadap bisnis yang akan dijalankan, serta usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengantisipasinya
DATA SEKUNDER, untuk analisis lingkungan operasional dan lingkungan industri dalam AKB adalah data tentang :
1) Calon Pesaing, yaitu data tentang jumlah dan profil pesaing 2) Calon Pemasok, yaitu data tentang jumlah dan profil pemasok 3) Calon Pelanggan, yaitu data tentang karakteristik calon
pelanggan
4) Calon Kreditur, yaitu data tentang jumlah dan profil calon kreditur
5) Calon Pegawai, yaitu data tetang perkembangan ketenaga kerjaan di wilayah tersebut
6) Barang substitusi, yaitu data tentang, kelebihan dan keku- rangan barang substitusi dalam menggantikan produk yang dihasilkan perusahaan
7) Hambatan masuk, yaitu data tetang hambatan masuk bagi pendatang baru untuk masuk pada industri tersebut Data Sekunder, untuk analisis lingkungan jauh dalam AKB/SKB adalah data tentang :
Lingkungan ekonomi, yaitu data tentang demografi penduduk berdasarkan mata pencaharian, indikator ekonomi suatu wilayah dan pendapatan per kapita penduduk.
Lingkungan sosial, yaitu data tentang demografi penduduk berdasarkan suku, agama, ras, serta literatur tentang adat istiadat dan kebudayaan masyarakat setempat
Kondisi politik, yaitu data tentang literatur sejarah dan kondisi politik di suatu daerah atau wilayah
Kondisi teknologi, yaitu data tentang literatur teknologi yang dapat berdampak pada bisnis yang akan dijalankan.
Kondisi ekologi, yaitu data tetang literatur dampak bisnis bagi lingkungan ekologi, serta usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkannya
Kondisi lingkungan global, yaitu data tetang literatur kondisi lingkungan global yang dapat berpengaruh terhadap bisnis yang akan dijalankan
NARASUMBER/RESPONDEN
Untuk menggali data yang berkaitan dengan aspek hukum, pengumpulan data dapat dilakukan terhadap pihak-pihak berikut:
a) Masyarakat sekitar lokasi, untuk memperoleh data tentang aktivitas ekonomi, kondisi lingkungan ekologi, budaya masyarakat setempat, termasuk di dalamnya adat istiadat, kebiasaan, pantangan-pantangan yang ada di wilayah tsb..
b) Tokoh masyarakat, untuk mengetahui pandangan tokoh masyarakat tentang kondisi sosial masyarakat setempat serta pergeseran sosial yang dapat ditimbulkan dari adanya bisnis tsb
c) Para pelaku ekonomi/pengusaha sejenis yang memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang kondisi linhkungan yang cocok bagi ide bisnis yang akan dijalankan serta dampak- dampak dari bisnis yang akan dijalankan terhadap lingkungan d) Para pelaku ekonomi/pengusaha yang memiliki kaitan dengan
bisnis yang akan dijalankan untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat setempat serta tanggapan tentang dampak bisnis bagi kelangsungan usaha bisnis yang telah ada e) Para calon pemasok untuk mengetahui kemampuan pemasok
dalam memasok bahan ke perusahaan serta mengetahui kekuatan dan kelemahan pemasok
f) Ahli sanitasi lingkungan, untuk mengetahui kondisi lingkungan ekologi yang ada di sekitar lokasi ide bisnis serta dampak bisnis yang akan dijalankan terhadap lingkungan ekologi, seta usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif
g) Ahli teknologi, untuk mengetahui kondisi teknologi dan kemungkinan adanya pergeseran teknologi yang berkaitan dengan bisnis yang akan dijalankan
h) Ahli ekonomi, untuk mengetahui kondisi perekonomian dan kondisi lingku-ngan global serta pengaruhnya terhadap bisnis yang akan dijalankan
METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data yang dapat digunakan untuk menggali data pada aspek lingkungan dalam AKB adl :
Studi dokumentasi, yaitu dilakukan dengan menelaah literatur yang berkaitan dengan lingkungan operasional, lingkungan industri, dan lingkungan jauh dari berbagai sumber seperi BPS, BI, kementerian dan dinas yang terkait, media cetak maupun elektronik, serta internet
Survei, yaitu dilakukan dengan melakukan wawancara maupun membagikan kuesioner berkaitan dengan lingkungan operasio-nal, lingkungan industri dan lingkungan jauh dari berbagai sum-ber, seperti asosiasi bisnis sejenis, calon pesaing, pelaku bisnis, calon penggan, masyarakat, tokoh masyarakat dan aahli sanitasi lingkungan
Studi observasi, yaitu dilakukan dengan melakukan observasi yang berkaitan dengan lingkungan operasional, lingkungan industri, dan lingkungan jauh dengan mengamati kondisi
masyarakat, kondisi lingkungan ekologi, dan kondisi aktivitas perekonomian secara umum
INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Instrumen yang digunakan pada analisis aspek lingkungan dalam SKB adalah sbb :
a. Pedoman studi dokumentasi
Pedoman studi dokumentasi terutama dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder berkaitan dengan aspek lingkungan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan sebagai dasar untuk melakukan analisa lingkungan.
b. Pedoman wawancara/ kuesioner
Pengumpulan data pada aspek lingkungan juga memerlukan motede wawancara atau dengan menggunakan kuesioner, namun karena pengumpulan data pada aspek lingkungan dapat berkembang luas maka sebaiknya metode yang dipilih adalah wawancara agar informasi yang diperoleh menjadi lebih dalam.
ANALISIS DATA
Analisis data yang digunakan untuk melakukan analisis aspek lingkungan adalah sbb :
Analisis Kualitatif, yaitu dilakukan dengan memberikan uaraian temuan di lapangan, baik berdasarkan studi dokumentasi, observasi, maupun wawancara tentang kondisi lingkungan dan dampak positif serta dampak negatif, juga usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif yang akan muncul dari ide bisnis tersebut
Analisis Kuantitatif, yaitu dengan melakukan analisis Matrik Profil Persaingan dan dengan melakukan analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman (Strength, Weaknesses, Opportunities and Treaths/SWOT)
KESIMPULAN
Kesimpulan aspek lengkungan dilakukan dengan menganalisis tingkat kesesuaian lingkungan dengan ide bisnis serta menganalisis perbandingan dampak positif dan dampak negatif bisnis bagi lingkungan
Suatu ide bisnis akan dinyatakan layak berdasarkan aspek lingkungan jika lingkungan ide bisnis minimal sesuai dengan kondisi lingkungan dan memiliki dampak positif yang lebih besar terhadap lingkungan dibanding-kan dengan dampak negatifnya.
SOAL UTS
1. Kemukakan alasan saudara mengapa sebelum suatu usaha/bisnis dijalankan perlu dilakukan analisa kelayakan terlebih dahulu, pada hal biaya untuk melakukan analisis cukup besar termasuk waktu untuk melakukannya.
2. Kita mengetahui bahwa Analisis Kelayakan Bisnis (AKB) memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai, jelaskan tujuan yang dimaksud berikut alasannya
3. Kemukakan alasan saudara mengapa aspek hukum perlu diteliti dan dianggap penting bila perlu dengan contoh konkrit.
4. Untuk meneliti keabsahan badan usaha perusahaan, hal- hal apa saja yg perlu dilakukan dan jelaskan mengapa demikian
5. Kemukakan alasan saudara mengapa aspek lingkungan perlu diteliti dan dianggap penting bila perlu dengan contoh konkrit.
6. Kemukakan jenis data dan informasi yang diperlukan pada penelitian aspek lingkungan yang diperlukan dalam analisis kelayakan bisnis (AKB).
7. Kemukakan responden atau narasumber untuk penelitian aspek lingkungan pada analisis kelayakan bisnis (AKB)
8. Kemukakan alasan saudara mengapa aspek pasar dan pemasaran perlu diteliti dan dianggap penting bila perlu dengan contoh konkrit.
9. Kemukakan jenis data dan informasi yang diperlukan pada penelitian aspek pasar dan pemasaran yang diperlukan dalam analisis kelayakan bisnis (AKB).
10. Kemukakan responden atau narasumber untuk penelitian aspek pasar dan pemasaran