• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Ilmu Hidraulika, Jenis Saluran, dan Aliran

N/A
N/A
Annisa Puji lestari

Academic year: 2025

Membagikan "Pengantar Ilmu Hidraulika, Jenis Saluran, dan Aliran"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR ILMU HIDROLIKA, JENIS

SALURAN DAN ALIRAN

Annisa Puji Lestari Thahir, S.T., M.Eng.

(2)

OUTLINE

Pengantar Ilmu Hidrolika 01 Besaran, Satuan, dan Dimensi 02 Sifat-sifat Fluida 03

Saluran Terbuka 04

Saluran Tertutup 05

(3)

Pengertian Hidrolika

Ilmu yang mempelajari sifat-sifat dan perilaku air dalam berbagai kondisi

Ilmu terapan dan teknik yang berurusan dengan sifat-sifat mekanis fluida, yang mempelajari perilaku dari aliran air secara mikro maupun makro. Mekanika fluida meletakan dasar-dasar dari teori hidraulika ini yang difokuskan pada rekayasa dari sifat-sifat Fluida. Dalam tenaga fluida, hidraulika digunakan sebagai pembangkit, mengontrol, dan juga untuk perpindahan tenaga menggunakan fluida yang dipadatkan. Berbagai pembahasan tentang hidraulika

sendiri mencakup dalam banyak aspek sains dan juga disiplin teknik, ini termasuk kedalam konsep-konsep seperti benda aliran tertutup (misalnya Pipa), perancangan bendungan,

pompa, turbin, tenaga air, penghitungan dinamika fluida, pengukuran aliran zat cair, serta perilaku aliran saluran terbuka seperti sungai dan juga selokan.

Kata Hidraulika berasal dari bahasa Yunani hydraulikos, yang merupakan gabungan dari hydro yang berarti air dan aulos yang berarti pipa.

Pengantar Ilmu Hidrolika

(4)

Hidrostatika : Mempelajari air dalam keadaan diam.

Arahnya mempelajari gaya yang ditimbulkan oleh air dalam keadaan diam. Misalnya, perencanaan

bendungan, pintu air, stabilitas benda terapung Hidrodinamika : Mempelajari air dalam keadaan

bergerak (mengalir), perilaku air yang mengalir atau bergerak melalui saluran tertutup (pipa pengaliran/

distribusi air minum, minyak, ipal) dan saluran terbuka (sungai, saluran irigasi, drainase, bendungan dll)

Cabang Hidrolika

(5)

Prinsip-Prinsip Dasar Hidrolika

Hukum Pascal Prinsip Bernoulli Hukum Kontinuitas Hukum ini

menjelaskan bahwa tekanan yang

diberikan pada cairan akan

diteruskan ke seluruh bagian cairan secara

merata. Contoh penerapan dalam sistem rem hidrolik.

Menjelaskan hubungan antara

kecepatan aliran dan tekanan dalam cairan.

Misalnya, prinsip ini digunakan dalam desain sayap pesawat.

Dikatakan bahwa aliran cairan dalam pipa akan

tetap konstan.

Contoh nyata adalah saat mengecilnya diameter pipa, kecepatan aliran

meningkat.

Hukum Hidrostatis Menggambarkan

tekanan yang

dialami suatu titik di dalam cairan yang

diam. Hal Ini

menjelaskan bahwa tekanan akan

meningkat seiring dengan kedalaman

cairan.

(6)
(7)

Sifat Sifat Fluida

Definisi: Massa per satuan volume fluida

Simbol: ρ (rho) Satuan: kg/m³

Signifikansi dalam Hidrolika:

Mempengaruhi gaya

hidrostatik, gaya apung, dan karakteristik aliran

Massa Jenis (Density) Definisi: Ukuran resistensi fluida terhadap deformasi oleh tegangan geser atau tegangan tarik

Jenis:

Viskositas Dinamis (μ): Satuan Pa·s atau kg/(m·s)

Viskositas Kinematik (ν): Satuan m²/s Signifikansi dalam Hidrolika:

Mempengaruhi karakteristik aliran (laminar vs turbulen) dan gesekan internal fluida

Viskositas

Definisi: Kecenderungan permukaan fluida untuk melawan gaya eksternal Satuan: N/m atau J/m²

Signifikansi dalam Hidrolika:

Penting dalam fenomena kapiler dan pembentukan tetesan

Tegangan Permukaan

definisi: dalam fluida ini dipengaruhi secara langsung oleh gaya gravitasi dan densitasnya. Biasanya, untuk menghitung berat jenis cairan, kadar air digunakan sebagai standar.

Namun, hal ini berbeda ketika mengukur gas, di mana udara sering dijadikan standar.

Simbo : S Rumus : W/V Satuan : N/m³

Berat Jenis

Adhesi: Gaya tarik antara

molekul fluida dan material lain Kohesi: Gaya tarik antara

molekul-molekul fluida itu sendiri

Signifikansi dalam Hidrolika:

Mempengaruhi perilaku fluida di dekat permukaan padat dan fenomena kapiler

Adhesi dan Kohesi

Definisi: Tekanan di mana cairan berubah menjadi uap pada suhu tertentu

Signifikansi dalam Hidrolika:

Penting dalam fenomena kavitasi dan perancangan sistem pompa

Tekanan Uap

(8)

Jenis Fluida

Fluida dinamis adalah kebalikan dari fluida statis. Dalam fluida dinamis, partikel fluida bergerak dan mengalami perubahan kecepatan dan arah. Fluida dinamis seringkali dipelajari dalam mekanika fluida untuk memahami aliran fluida dalam berbagai kondisi. Ada beberapa asumsi yang sering digunakan dalam

mekanika fluida, seperti asumsi fluida adalah inkompresibel (tidak dapat ditekan), fluida memiliki viskositas yang bisa diabaikan (tidak kental), dan fluida mengalir dengan kecepatan yang konstan

(steady). Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua fluida dinamis memenuhi asumsi-asumsi tersebut. Fluida dinamis yang mengalir di sekitar objek atau hambatan akan mengalami turbulensi atau putaran.

Dalam penerapannya, pemahaman tentang fluida statis dan dinamis sangat penting dalam berbagai bidang teknik, seperti teknik sipil, teknik mesin, dan teknik kimia, di mana pengetahuan tentang bagaimana fluida berinteraksi dengan struktur atau

peralatan lainnya sangat kritis.

Fluida Statis Fluida Dinamis

Fluida statis adalah fluida yang tidak mengalami pergerakan atau aliran. Sebuah fluida dikatakan dalam keadaan statis ketika partikel-partikel di dalamnya tidak bergerak atau berada dalam

kecepatan yang konstan. Pada keadaan ini, setiap titik dalam fluida memiliki tekanan yang sama pada kedalaman yang sama.

Fluida statis tidak mengalami perubahan tekanan secara horizontal, tetapi bisa mengalami

perubahan tekanan secara vertikal akibat gravitasi.

Contoh paling umum dari fluida statis adalah air dalam sebuah bejana atau bak yang sedang diam.

Fluida memiliki sifat-sifat khas yang membedakannya dengan zat padat. Dalam memahami fluida, kita membedakannya menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristik pergerakannya.

Berikut adalah penjelasan lebih mendalam tentang jenis-jenis fluida:

(9)

Hukum Pascal

P = F / A Dimana

F = Besar Gaya (N)

A = Luas penampang (m2) P = Tekanan Pascal (pascal)

Rumus Fluida Statis dan

Dinamis

01

Tekanan Hidrostatis Ph = ρ gh Dimana

Ph = Tekanan hidrostatis (J) ρ = massa jenis (kg/m3)

g = gaya gravitasi (m/s2) h = kedalaman air (m)

02

Gaya Archimedes

Fa = ρ gV Dimana

Fa = Gaya ardhimedes (N) ρ = massa jenis (kg/m3) g = gaya gravitasi (m/s2) V = volume tercelup (m3)

03 Hukum Bernoulli

Tekanan + Ekinetik + Epotensial = konstan

Dimana

P = Tekanan (pascal)

ρ = Massa jenis fluida (kg/m3)

v = Kecepatan aliran fluida (m/s) g = gaua gravtasi (m/s2)

h = ketinggian (m)

04

(10)

Contoh Fluida Statis dan Dinamis

Dalam sistem rem motor hidrolik, hukum Pascal juga digunakan. Setiap rem pada kendaraan akan

dihubungkan melalui pipa-pipa ke master silinder.

Di dalam pipa-pipa penghubung dan master silinder terdapat fluida minyak. Penggunaan fluida

minyak ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengereman. Ketika tuas rem ditekan, tekanan yang dihasilkan akan merambat melalui fluida

minyak di pipa-pipa menuju master silinder.

Dalam master silinder, tekanan ini akan diperkuat sebelum akhirnya diteruskan ke rem-rem pada

roda motor. Hasilnya, walaupun tekanan awal yang diberikan oleh pengendara terasa ringan,

sistem hidrolik ini akan menghasilkan tekanan yang lebih kuat pada rem

Kapal selam merupakan salah satu contoh penerapan Hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari. Kapal selam

mampu mengatur massa jenisnya di dalam air agar bisa menyelam, melayang,

dan mengapung di permukaan air.

Caranya adalah dengan mengeluarkan atau memasukkan air untuk mengurangi

atau menambah massa jenisnya.

Sayap Pesawat Terbang Rem Motor (Hidrolik)

Kapal Selam

sayap pesawat terbang memiliki peran yang sangat penting dalam kemampuan pesawat

untuk mengudara. Fenomena aerodinamika yang mendasari kinerja sayap pesawat dapat

dijelaskan melalui prinsip-prinsip fisika, terutama hukum Bernoulli.Ketika pesawat

terbang, aliran udara mengalir di sekitar sayap. Hukum Bernoulli menyatakan bahwa

pada aliran fluida yang stabil, tekanan dan kecepatan aliran berbanding terbalik. Ini berarti jika kecepatan aliran udara meningkat,

tekanan pada area tersebut akan berkurang.

Di sisi lain, jika kecepatan aliran udara berkurang, tekanan akan meningkat.

(11)

Jenis Saluran

Saluran Terbuka

Definisi: saluran di mana air mengalir dengan permukaan bebas, Saluran terbuka bekerja dengan

aliran air secara alami karena gradien. Gradien adalah perbedaan tinggi permukaan air antara awal dan akhir saluran. Air akan mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah secara alami karena gaya gravitasi. Saluran terbuka juga dapat menggunakan pompa untuk mengalirkan air jika perlu. Pada umumnya, saluran terbuka memerlukan air yang dipasok secara terus-menerus untuk menjaga aliran tetap berjalan.

Karakteristik: dipengaruhi gravitasi, tekanan atmosfer Contoh: sungai, kanal, selokan

Saluran Tertutup

Definisi: saluran di mana air mengalir penuh tanpa permukaan bebasSaluran tertutup bekerja dengan menggunakan pompa untuk mendorong fluida melalui pipa atau saluran tertutup. Tekanan yang

dihasilkan oleh pompa memungkinkan fluida mengalir melalui saluran dan mencapai tujuan yang

diinginkan. Saluran tertutup memiliki kontrol yang lebih baik atas aliran fluida karena dapat diatur dan dimonitor secara lebih efektif. Selain itu, saluran tertutup juga dapat mengontrol suhu, kelembaban, dan komposisi fluida dengan lebih baik.

Karakteristik: aliran dipengaruhi oleh tekanan

Contoh: pipa, terowongan air

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mendapat semua Materi Perkuliahan Pengantar Ilmu Hukum selama 1 Semester ,maka Mahasiswa Fakultas Hukum di Semester 1.diharapkan menguasai Dasar dasar Ilmu Hukum tersebut

aliran dua fase dan penurunan tekanan yang berkaitan dengan saluran kontraksi.. tiba-tiba dari saluran konvensional persegi panjang ke saluran mini

Cara penanganan masalah banjir yang terjadi di sepanjang aliran saluran sekunder di daearah aliran sungai (DAS) Tukad Rangda yaitu dengan penataan ulang, digunakan debit

Pada aliran dua fase cair dan gas melalui saluran pipa horizontal, pola aliran yang sering dijumpai adalah aliran gelembung (bubble), aliran kantung (plug),

Aliran tak seragam adalah kedalaman dan kecepatan aliran disepanjang saluran tidak konstan, garis tenaga tidak sejajar dengan garis muka air dan dasar saluran. Analisis

Kodisi aliran dalam saluran terbuka yang rumit berdasarkan kenyataan bahwa kedudukan permukaan bebas cenderung berubah sesuai dengan waktu dan ruang, dan juga bahwa kedalaman aliran,

Dokumen ini memberikan pengantar tentang ilmu kedokteran forensik, peran dokter dalam proses pidana, và các thuật ngữ pháp lý liên

Buku PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI yang ditulis oleh Faruq Alhasbi, S.I.Kom., M.I.Kom