PENGANTAR ILMU KESEHATAN DAN ILMU FARMASI PENGANTAR KEFARMASIAN
KELAS 01FKKP008 AMALINDA NURCAHYANI
NIM. 231030790795
PROGRAM STUDI S1 FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
WIDYA DHARMA HUSADA TANGERANG 2023
PENGANTAR KEFARMASIAN
Farmasi merupakan bagian dari dunia kesehatan yang berkaitan erat dengan produk dan pelayanan produk untuk kesehatan. Pada dasarnya farmasi merupakan sistem pengetahuan (ilmu, teknologi dan sosial budaya) yang mengupayakan dan menyelenggarakan jasa kesehatan, dengan melibatkan dirinya dalam memperluas, menghasilkan dan mengembangkan pengetahuan tentang obat, pengetahuan tentang obat tidak hanya tentang khasiatnya namun juga tentang dampak dan efek (pengaruh) obat pada manusia dan hewan.
Pada tahun 80-an World Health Organization (WHO) mencanangkan semboyan “Health for All by the year 2000” ini menjadi tujuan sekaligus proses yang melibatkan seluruh negara yang menjadi anggotanya, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di negara tersebut, suatu derajat kesehatan yang dimaksud adalah seluruh anggota masyarakat memperoleh kehidupan produktif secara sosial maupun ekonomi.
Yang terakhir adalah perkembangan di bidang kesehatan pada millennium akhir-akhir ini, yaitu konsep “Paradigma Sehat”. Konsep ini berorientasi pada bagaimana mempertahankan keadaan sehat, bukan menekankan pada penderita atau manusia yang sakit, yang sudah menjadi tugas dasar dari bidang kesehatan.
Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan derajat hidup sehat dengan mengaplikasikan konsep “Paradigma Sehat”, maka diperlukan tenaga-tenaga kerja yang kompeten dan professional dibidang kesehatan khususnya bidang farmasi.
KONSEP DASAR KESEHATAN
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dijelaskan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur dari kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita- cita bangsa Indonesia. Dijelaskan bahwa kesehatan merupakan keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spriritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Upaya kesehatan merupakan setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahatan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat.
Untuk menjalankan upaya kesehatan yang maksimal maka dibutuhkan pula fasilitas pelayanan kesehatan yang mendukung. Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. Arti sederhana dari masing-masing upaya pelayanan kesehatan tersebut yakni, promotif berarti pencegahan, preventif adalah pencegahan, kuratif berarti penyembuhan, sedangkan rehabilitative memiliki arti pemulihan. Penjelasan berkaitan dengan istilah tersebut yakni :
1. Pelayanan kesehatan promotif
Merupakan suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan bersifat promosi kesehatan.
Istilah promotif diartikan sebagai “peningkatan”, hal tersebut tidak terlepas dari asal mula digunakannya istilah promotif itu sendiri yakni promosi kesehatan dalam Bahasa inggris yang dikenal sebagai promotion of health. Promotion of health yang berarti promosi kesehatan, merupakan tingkatan pencegahan pertama, hal ini dikarenakan makna yang terkandung dalam istilah promotion of health tersebut adalah meningkatkan kesehatan seseorang, yaitu dengan melalui asupan gizi seimbang, olah raga teratur, dan lain sebagainya, agar orang tersebut teta sehat, tidak terserang penyakit.
Contoh upaya kesehatan promotif yakni :
a. Memberikan penyuluhan tentang kesehatan secara umum
b. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan manfaat gizi bagi pertumbuhan
c. Memberikan informasi tentang hidup sehat dan pentingnya olah raga d. Memberikan informasi tentang cara menyikat gigi dengan benar 2. Pelayanan kesehatan preventif
Merupakan suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan atau penyakit. Istilah preventif diartikan sebagai “pencegahan”. Yang dimaksud dengan preventif kesehatan atau upaya kesehatan preventif yakni suatu upaya melakukan berbagai tindakan untuk menghindari terjadinya berbagai masalah kesehatan yang mengancam diri kita sendiri maupun orang lain di masa yang akan datang. Menurut H.R. Leavel dan E.G. Clark usaha pencegahan (preventif) penyakit dapat dilakukan dengan cara yang sesuai yakni :
a. Pada masa sebelum sakit. Yakni dengan cara : 1) Mempertinggi nilai kesehatan (health promotion)
2) Memberikan perlindungan khusus terhadap suatau penyakit (specific protection)
b. Pada masa sakit. Yakni dengan cara :
1) Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingkat awal, serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera (early diagnosis and prompt treatment)
2) Pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan oleh suatu penyakit (disability limitation)
3) Rehabilitasi (rehabilitation)
`Contoh upaya kesehatan preventif yakni : a. Menjaga kesehatan lingkungan b. Pemberian imunisasi
c. Pemeriksaan secara rutin dan berkala pada orang lanjut usia
d. Pemeriksaan gigi dan mulut setiap 6 bulan sekali, pengolesan flour pada gigi
3. Pelayanan kesehatan kuratif
Istilah kuratif dapat diartikan sebagai “penyembuhan”. Yang dimaksud dengan kuratif kesehatan atau upaya kesehatan kuratif adalah suatu upaya kesehatan yang dilakukan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah melalui pengobatan.
Tujuan utama dari usaha pengobatan (kuratif) adalah pengobatan yang setepat-tepatnya dan secepat-cepatnya dari setiap jenis penyakit sehingga tercapai penyembuhan yang sempurna dan segera.
Contoh dari upaya kesehatan kuratif yakni :
a. Pemberian obat atau vitamin tertentu yang ditujukan untuk pengobatan suatu penyakit tertentu
b. Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis c. Melakukan tujukan bila diperlukan
d. Melakukan penambalan gigi pada gigi yang sakit atau perlu perawatan 4. Pelayanan kesehatan rehabilitatif
Istilah rehabilitatif diartikan sebagai “pemulihan”. Yang dimaksud dengan rehabilitatif kesehatan atau upaya kesehatan rehabilitatif adalah suatu upaya maupun rangkaian kegiatan yang ditujukan kepada bekas penderita (pasien yang sudah tidak menderita penyakit) agar dapat berinteraksi secara normal dalam lingkungan social.
Rehabilitasi bagi bekas penderita terdiri dari :
a. Rehabilitasi fisik, yaitu penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimalnya
b. Rehabilitasi mental, yaitu agar bekas penderita dapat menyesuaikan diri dalam hubungan perorangan dan social secara memuaskan
c. Rehabilitasi sosial vokasional, yaitu agar bekas penderita menempati suatu pekerjaan atau jabatan dalam masyarakat dengan kapasitas kerja yang semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya
d. Rehabilitasi aesthetis, yaitu usaha yang dilakukan untuk mengembalikan rasa keindahan dari bagian anggota tubuh, walaupun fungsinya tidak bekerja seperti anggota tubuh aslinya.
Contoh upaya kesehatan rehabilitatif adalah :
a. Pemulihan keadaan pasca sakit, misalnya dengan latihan fisik yang tepat dan teratur
b. Pemberian konseling psikologi
c. Pemenuhan gizi pada ibu setelah melahirkan d. Pembuatan atau pemasangan gigi palsu 5. Pelayanan kesehatan tradisional
Merupakan pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawaban dan diterapkan sesuai dengan norma. Berdasarkan cara pengobatannya, pelayanan kesehatan tradisional terbagi menjadi :
a. Pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan keterampilan; dan b. Pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan ramuan.
Pelayanan kesehatan tradisonal dibina dan diawasi oleh pemerintah agar dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya serta tidak bertentangan dengan norma agama.
Pemerintah mengatur dan mengawasi pelayanan kesehatan tradisional dengan didasarkan pada keamanan, kepentingan dan perlindungan masyarkat.
Penyelenggaraan upaya kesehatan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan, dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Pelayanan kesehatan;
2. Pelayanan kesehatan tradisional;
3. Peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit;
4. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan;
5. Kesehatan reproduksi;
6. Keluarga berencana;
7. Kesehatan sekolah;
8. Kesehatan olahraga;
9. Pelayanan kesehatan pada bencana;
10. Pelayanan darah;
11. Kesehatan gigi dan mulut;
12. Penanggulangan gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran;
13. Kesehatan matra;
14. Pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan;
15. Pengamanan makanan dan minuman;
16. Pengamanan zat adiktif; dan/atau 17. Bedah mayat.
FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
Sesuai dengan Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan fasilitas pelayanan keseahtan bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Dalam rangka memberikan kepastian hukum dan menjamin akses masyarakat terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan, maka peraturan pemerintah nomor 47 tahun 2016 tentang fasilitas pelayanan kesehatan dibuat, untuk mengatur fasilitas pelayanan kesehatan temasuk upaya Pesebaran jeni-jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang memuat tentang:
1. Jenis dan tingkatan fasilitas pelayanan kesehatan;
2. Penentuan jenis dan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan;
3. Perizinan fasilitas pelayanan kesehatan;
4. Penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan; dan 5. Pembinaan dan pengawasan.
Fasilitas pelayanan kesehatan menyelenggarakan pelayanan kesehatan berupa:
1. Pelayanan kesehatan perorangan; dan 2. Pelayanan kesehatan masyarakat
Untuk mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan diatas maka, berdasarkan jenis fasilitas pelayanan kesehatan terdiri atas :
1. Tempat praktik mandiri tenaga kesehatan 2. Pusat kesehatan masyarakat
3. Klinik
4. Rumah sakit 5. Apotek
6. Unit transfusi darah 7. Laboratorium kesehatan 8. Optikal
9. Fasilitas pelayanan kedokteran untuk kepentingan hukum 10. Fasilitas pelayanan kesehatan tradisiona
Sedangkan berdasarkan tingkatan fasilitas pelayanan kesehatan, terdiri dari tiga tingkatan yakni:
1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama
Fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dasar.
2. Pelayanan kesehatan tingkat kedua
Fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan spesialistik, yakni yang dilakukan oleh dokter spesialis atau dokter gigi spesialis yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik.
3. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga
Fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan subspesialistik, yakni yang dilakukan oleh dokter sub spesialis atau dokter gigi sub spesialis, yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan sub spesialistik.
Fasilitas pelayanan kesehatan yang disedikan memiliki kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Kesehatan, yakni :
1. Memberikan akses yang luas bagi kebutuhan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan, dan
2. Mengirimkan laporan hasil penelitian dan pengembangan kepada pemerintah daerah atau Menteri.
ILMU FARMASI
Dunia farmasi adalah bagian dari dunia kesehatan yang mencakup berbagai bidang farmasi. Bidang farmasi merupakan bidang kehidupan yang terkait dengan farmasi termasuk perkerjaan kefarmasian. Pekerjaan kefarmasian dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Tujuan dan manfaat dari matakuliah pengantar ilmu farmasi adalah:
mengantarkan mahasiswa memasuki dunia farmasi dengan membekali pengetahuan umum dibidang farmasi; mahasiswa lebih mengerti tentang dunia farmasi; mahasiswa lebih yakin memilih bidang farmasi sesuai dengan minat dan bakatnya; serta mahasiswa lebih termotivasi sehingga mampu menyelesaikan studi tepat waktu seperti yang direncanakan.
Ilmu farmasi adalah suatu ilmu yang mempelajari seluruh aspek obat, mulai dari pencarian sumber bahan baku, pembuatan, penggunaan, analisis, distribusi, penyimpanan, dan pengawasan obat yang bertujuan untuk menjamin terutama khasiat dan keamanan obat bila digunakan oleh masyarakat. Misi ilmu farmasi itu sendiri yakni untuk mendukung peningkatan kesehatan global dengan menemukan, mengembangkan, dan memproduksi obat-obatan yang berkualitas, aman, tepat, efektif, terjangkau, hemat biaya, dan mendistribusikannya secara luas keseluruh lapisan dunia, agar dapat digunakan dalam upaya pencegahan, pengobatan, pendiagnosa, dan pemulihan kesehatan makhluk hidup, terutama
manusia.
Ilmu farmasi ditinjau dari objek materi yang ada memiliki dasar-dasar ilmu alam, yakni meliputi ilmu kimia, fisika, biologi, dan matematika. Pada perkembangannya ilmu farmasi tidak hanya mengadopsi ilmu-ilmu dasar alam tersebut tetapi mengembangkannya juga ilmu-ilmu terapan seperti pertanian, teknik, ilmu kesehatan, sosial, hukum, ekonomi, bahkan behavior science. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa dari suatu pihak farmasi tergolong seni teknis (tehnical arts) apabila ditinjau dari segi pelayanan dalam penggunaan obat (medicine); di lain pihak farmasi dapat pula digolongkan dalam ilmu-ilmu pengetahuan alam (natural science).
Beberapa istilah penting dalam dunia kesehatan dan farmasi, kesehatan merupakan keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Sedangkan farmasi adalah seni, ilmu dan teknologi dalam dunia farmasi yang mencakup regulasi, penelitian dan pengembangan, Pendidikan, pembuatan, perdagangan, pendistribusian, penyimpnaan, pengelolaan, peracikan, penyerahan, pemberian informasi dan konsultasi tentang sediaan farmasi dalam rangka penjaminan mutu, khasiat dan keamanannya.
Sediaan farmasi merupakan obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika. Sedangkan obat merupakan bahan atau panduan bahan termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi, dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. Obat tradisonal adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenic), atau ramuan dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai norma yang berlaku di masyarakat.
Kosmetika merupakan suatu bahan atau sdiaan yang dimaksud untuk digunakan pada berbagai bagian dari badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital eksternal) .
Perbekalan farmasi adalah sediaan farmasi dan alat kesehatan yang digunakan untuk menunjang keberhasilan upaya kesehatan. Sedangkan alat kesehatan merupakan instrument, apparatus, mesin dan/atau implant yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis,
menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
Tenaga kefarmasian adalah tenaga kesehatan yang melakukan perjalanan pekerjaan kefarmasian yakni apoteker dan tenaga teknis kefarmasian.
Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. Tenaga teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian, misalnya sarjana farmasi, ahli madya farmasi, analis farmasi dan tenaga menengah farmasi/asisten apoteker. Sarjana farmasi adalah tenaga teknis kefarmasian lulus jenjang starata satu Pendidikan tinggi farmasi.
Fasilitas produksi sediaan farmasi adalah sarana untuk memproduksi bahan baku obat, obat, obat tradisonal, dan kosmetika. Fasilitas distribusi sediaan farmasi adalag sarana yang digunakan untuk menyalurkan sediaan farmasi yakni pedagang besar farmasi dan instalasi sediaan farmasi. Pedagang besar farmasi (PBF) adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan dan penyaluran perbekalan farmasi dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. kefarmasian oleh apotek. Toko obat adalag sarana yang memiliki izin untuk menyimpan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk dijual secara eceran.
Pekerjaan kefarmasian adalah penelitian dan pengembangan, pembuatan pengawasan mutu, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengelolaan, pelayanan farmasi termasuk informasi sediaan farmasi. Pelayanan kefarmasian (Pharmaceutical Care) adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan pemberian dan penggunaan obat untuk memastikan hasil dalam rangka meningkatkan mutu kehidupan pasien.
REFERENSI
• BPJS. Panduan praktis, Sistem Rujukan Berjenjang.
https://bpjs-
kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/7c6f09ad0f0c398a171ac4a6678 a8f06.pdf
• Anonim. 2016. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2016 Tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta.
• Anonim. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Jakarta