• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Kejahatan Terorisme

Bahan Kuliah Semester Ganjil (VII) Fakultas Hukum

Universitas Medan Area

Dosen Pengampuh : Arie Kartika, SH.,M.H

(2)

Capaian Pembelajaran

Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis; definisi Terorisme, Aturan Hukum Terorisme, Terorisme di Dunia, dan Analisis pada UU terorisme, Faktor dan dampak dari Terorisme.

(3)

A. Definisi

Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, atau dapat menimbulkan korban yang bersifat masal, dan/ atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas Internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Arie Kartika, SH.,MH

(4)

B. Aturan Hukum

(5)

C. Terorisme di Dunia dan Hukum Internasional

Arie Kartika, SH.,MH

(6)

D. Ketentuan yang berlaku

Pengecualian Asas Non-Retroaktif dalam penegakan hukum Tindak Pidana Terorisme.

Peristiwa Bom Bali terjadi pada 12 Okt 2002 sedangkan Perpu1/2002 ditetapkan pada 18 Okt 2002. Secara singkat dapat dikatakan bahwa penerapan Perpu 1/2002 telah diberlakukan surut dan bertentangan dengan

(7)

Polemik UU No. 5 Tahun 2018 tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme

Dalam beberapa Pasal pada UU ini berpotensi jadi masalah,

meliputi Pasal:

1. Pasal 1 (tentang definisi Terorisme);

2. Pasal 25 (waktu untuk menahan tersangka & terdakwa);

3. Pasal 43 C ayat (1); dan

4. Ketidakjelasan definisi paham radikal terorisme, Frase ini

dimulai dari BAB VIIA

Arie Kartika, SH.,MH

(8)

Faktor

Faktor terjadinya Terorisme

Faktor terjadinya Terorisme

(9)

Sekian & Terima Kasih

Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.

(Albert Einstein)

Referensi

Dokumen terkait

Jika yang dimaksudkan dengan terorisme adalah kekerasan atau ancaman kekerasan yang diarahkan terhadap warga sipil untuk menancapkan teror atau mengintimidasi sebuah

Ayat (4) Ancaman adalah segala bentuk perbuatan yang menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung, yang mengakibatkan Saksi dan/atau Korban merasa

Sedangkan definisi teroris yang dikemukakan dalam the arab convention on the supression of terorism (1998) mengartikan terorisme adalah tindakan atau ancaman kekerasan,

Disebutkan dalam Pasal 6 tersebut bahwa setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana terror atau rasa takut

“ Setiap orang yang dengan segaja menggunakan kekera saan atau ancaman kekera saan menimbulkan suasana teror atau rasa ta kut terhadap orang seca ra meluas atau

Terorisme adalah kekerasan atau ancaman kekerasan yang diperhitungkan sedemikian rupa untuk menciptkan suasana ketakutan dan bahaya dengan maksud menarik perhatian nasional atau

Ancaman adalah segala bentuk perbuatan yang menimbulkan akibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang mengakibatkan Saksi dan/atau Korban merasa

Sedangkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 pasal 1 angka 1 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, bahwa terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman