• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengantar"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

[ii]

Pengantar

Menteri Pekerjaan Umum

Rumah merupakan hak dasar bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Dasar 45, keberadaannya harus dapat ditopang oleh infrastruktur permukiman, oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan bebagai upaya untuk mendorong tercapainya hak-hak dasar akan perumahan, melalui penyelenggaraan infrastruktur yang hadal diharapkan akan tercapai kesejahteraan masyarakat Indonesia secara utuh.

Lahirnya Undang-Undang Perumahan dan Kawasan Permukiman No. 1 Tahun 2011, yang menggantikan Undang-Undang Perumahan dan Permukiman No. 4 Tahun 1992, disamping Undang-Undang Bangunan Gedung No. 28 Tahun 2002, merupakan landasan kerja Kementerian PU untuk berkiprah dalam sektor penyelenggaraan perumahan khususnya pada aspek teknis fisik maupun sosial budaya. Peran Badan Penelitian dan Pengembangan PU, merupakan generator penggerak bagi Kementerian PU melalui dukungan kepada direktorat-direktorat teknis yang ada, sehingga penyelenggaraan infrastruktur senantiasa berbasis inovasi dan teknologi terkini, yang handal, efisien dan efektif. Sebagai generator Kementerian PU juga telah melengkapi infrastruktur kelitbangan dengan peralatan canggih dan senantiasa ditingkat dari tahun ke tahun, selain itu juga mendorong para peneliti untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri, baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan informal.

Saya sangat berbangga hati dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap lahirnya buku Arsitektur Perumahan di Perkotaan. Buku ini sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan, yangmana ilmu pengetahuan dijadikan landasan utama dalam pembangunan infrastruktur oleh

(2)

[iii]

Kementerian Pekerjaan Umum. Buku ini, telah membuka iklim akademis tidak hanya di lingkungan Badan Litbang saja, akan tetapi juga telah membuka mata kita semua bahwa peran Badan Litbang sangatlah kuat bagi keberhasilan penyelenggaraan infrastruktur di Indonesia.

Tatangan kedepan bagi Kementerian PU, khususnya bagi Badan Litbang PU adalah bagaimana melahirkan pemikiran-pemikiran kritis dan bertanggung- jawab, penuh dengan inovasi dan kebaruan sebagai kontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah nasional. Saya mengamati secara mendalam, harapan tersebut akan dapat dicapai manakala Badan Litbang PU dapat menjaga kelangsungan budaya menulis dan budaya berpikir cermat dari para peneliti, dan iklim tersebut senantiasa harus dapat terjaga terus keberlangsungannya. Pemikiran cermat dan kritis tersebut saya rasakan ada pada buku ini.

Buku ini, merupakan upaya diseminasi dan sosialisasi yang efektif, yang dapat disampaikan dari generasi ke generasi berikutnya. Melalui buku, capaian kemajuan Kementerian PU dapat diketahui oleh generasi berikut, buku dapat tersimpan, dan menyimpan informasi dalam batas waktu yang cukup lama.

Harapan Saya kepada penulis untuk terus berjuang tanpa henti, karena persoalan perumahan dan permukiman di Indonesia masih menunjukkan segudang masalah. Lanjutkan dengan berpikir cermat dan lahirkan pemikiran- pemikiran inovatif untuk memberikan kemanfaatan bagi Negeri dan Bangsa Indonesia. Badan Litbang PU diharapkan dapat terus mendorong kelahiran buku kritis sebagai buah pikiran yang dapat disumbangkan bagi pencapaian kesejahteraan masyarakat.

Jakarta, 3 Desember 2013 Menteri Pekerjaan Umum

DR (HC). Ir. Djoko Kirmanto, Dipl.HE.

(3)

[iv]

Pengantar

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan

Rumah merupakan kebutuhan manusia setelah sandang dan pangan disamping kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian keberadaan rumah sangat esensial bagi kelangsungan bangsa Indonesia saat ini maupun masa depan. Untuk itu, para memikir atau dengan julukan lain di Badan Litbang PU ini adalah para Peneliti, hendaknya tidak berhenti berkarya karena buah pikirannya sangat diperlukan oleh negeri ini.

Badan Litbang PU, dilengkapi dengan perangkat Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, dimana salah satu tugas dan fungsinya adalah menghasilkan produk penelitian disektor bangunan, perumahan dan permukiman. Buku ini adalah salah satu wujud buah pikiran dari seorang peneliti yang sangat kritis, sehingga diharapkan dapat dirasakan manfaatnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan disektor perumahan.

Gerak langkah buku ini, sangatlah sejalan dengan gerak langkah Kementerian Pekerjaan Umum, yang senantiasa mendorong penyelenggaraan infrastruktur dan permukiman berbasis pembangunan sosial dan ekonomi, artinya pembangunan infrastruktur dan permukiman untuk memajukan kesejahteraan segenap bangsa Indonesia, sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 45, yang termaktub dalam pembukaan.

Dalam pengemasan teksbook ini, peneliti sekaligus penulis buku ini juga menyajikan hasil-hasil litbangnya yang dikemas dalam sebuah pemikiran baru sebagai akumulasi dari pengalaman dirinya dalam menggeluti pekerjaan penelitian di Badan Litbang, yang tentunya kaya akan pengalaman sebagaimana ditunjukkan oleh para seniornya di Kementeria PU, yang dikenal sebagai orang lapangan. Dengan demikian informasi ini dapat memberikan titik terang bagi masyarakat yang bergelut dalam bidang perumahan khususnya di perkotaan.

(4)

[v]

Apresiasi secara khusus saya sampaikan kepada penulis, saya berharap penulis tidak berhenti membagikan ilmu sampai dengan buku ini saja. Saya yakin bahwa penelitian tidak harus terhenti pada laporan penelitian, yang merupakan bentuk pertanggung jawaban anggaran kegiatan litbang, akan tetapi harus dapat dituangkan ke dalam buku-buku iptek atau teks book sebagai bentuk pertanggung-jawaban individu kepada Bangsa dan Tanah Air.

Apresiasi yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Ibu Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, yang telah melakukan inisiatif kepada para peneliti di lingkungan kerjanya, untuk menyajikan informasi dalam bentuk buku yang dikemas secara singkat dan padat, sehingga buku ini mudah dipahami oleh berbagai kalangan, baik dari lingkungan perguruan tinggi, para peneliti, birokrat, maupun masyarakat secara umum.

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat luas untuk kepentingan pembangunan perumahan di perkotaan secara langsung, maupun untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan terkait dalam penyelenggaraan perumahan. Minimnya informasi tentang perumahan di perkotaan saat ini, diharapkan dapat terjawab melalui buku ini.

Jakarta, 30 Nopember 2013 Kepala,

Badan Penelitian dan Pengembangan PU

Ir. Graita Sutadi, MSc.

(5)

[vi]

Pengantar

Kepala Pusat Litbang Permukiman

Tujuan kami untuk menerbitkan teksbook ini adalah untuk lebih memperkenalkan arti pentingnya peran Pusat Litbang Permukiman di sektor perumahan dan permukiman. Diharapkan para perencana, pelaksana, akademisi maupun para peneliti, dapat menggunakan buku ini sebagai referensi dalam melaksanakan kegiatan penyelenggaraan perumahan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Perumahan dan Kawasan Permukiman No 1 Tahun 2011.

Titik berat dari amanat undang-undang tersebut adalah terpenuhinya hak dasar rumah bagi segenap bangsa Indonesia. Sehingga pencapaian tujuan dari pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai.

Teksbook ini, menunjukkan peran dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman sebagai salah satu pusat yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum, untuk dapat menunjukkan kiprah dan peran serta dalam penyelenggaraan infrastruktur yang handal, hal tersebut seperti tertuang dalam visi kami, yaitu menciptakan hasil litbang yang bermanfaat, aplikatif, inovatif, dan kompetitif serta berwawasan lingkungan, kiranya dapat kami wujudkan.

Dalam buku ini, sdr Arief Sabaruddin sebagai salah satu peneliti yang produkif, telah menghasilkan beberapa buku yang diterbitkan oleh penerbit berskala nasional, telah membantu kegiatan diseminasi dan sosialisasi hasil litbang melalui karya bukunya. Melalui buku, Saya yakin kegiatan diseminasi dan sosialisasi yang dilakukan Puslitbang Permukiman akan lebih efektif, selain bentuk pengemasan dan susun bahasa yang lebih sederhana juga sistem penyebarannya yang merata ke seluruh penjuru wilayah Indonesia, yang amat luas.

(6)

[vii]

Bagi kami, buku adalah sebuah bentuk pertanggung-jawaban dari seorang peneliti pegawai negeri sipil, yang seluruh kegiatannya menggunakan anggaran negara yang tidak lain adalah anggaran masyarakat, buku adalah salah satu wujud pertanggung-jawaban kepada masyarakat. Buku juga kami pandang sebagai salah satu indikator dari outcome hasil litbang. Semakin banyak buku kami hasilkan samakin naik nilai dari kinerja litbang kami.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada penulis. Juga penghargaan yang sebesar-besarnya disampaikan kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum dan Bapak Kepala Badan Litbang, yang telah memberikan dorongan kepada pusat-pusat litbang agar kami dapat terus berkiprah dalam penyelenggaran permukiman yang handal.

Semoga teksbook ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembangunan perumahan di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai dengan Merauke, dari Miangas sampai dengan Pulo Rote.

Kepala,

Pusat Penelitian dan Pengembangan permukiman

Prof. DR. Ir. Anita Firmanti, MT.

(7)

[viii]

Pengantar

Penulis

Rumah merupakan elemen dasar dalam konteks fungsi pemenuhan kebutuhan hidup manusia setelah sandang dan pangan. Rumah memiliki nilai lebih, bagi manusia dibandingkan dengan produk arsitektur lainnya. Karena dalam rumah seseorang menjalankan kehidupan privasi secara utuh, yang tidak dapat dilakukan pada bangunan lain.

Sekumpulan dari rumah membentuk sebuah kelompok rumah yang dinamakan perumahan. Pada tingkat ini perumahan merupakan sebuah wadah kehidupan dan penghidupan sebuah kelompok masyarakat (komunitas), yang merupakan embrio dari sebuah peradaban. Dengan demikian tata nilai yang terbentuk dalam kelompok tersebut dapat dinyatakan sebagai sebuah masyarakat dengan kebudayaannya. Tingkatan tersebut terus berlanjut sampai terbentuknya sebuah lingkungan permukiman desa/kota dan negara.

Pola-pola rumah senantiasa memiliki unsur yang identik dengan pola-pola perumahan. Lingkungan permukiman pada skala kota maupun desa. Dengan demikian rumah merupakan bagian utuh dari perumahan atau permukiman yang lebih luas. Artinya pada kondisi rumah tidak sehat akan menghasilkan sebuah perumahan atau permukiman yang tidak sehat. Karena kondisi perumahan dan permukiman yang sehat ditentukan oleh kondisi rumah.

Dengan demikian rumah memegang peran penting dalam membangun suatu kehidupan yang sejahtera.

Melihat pada pentingnya arti sebuah rumah bagi kehidupan manusia, maka buku ini menuangkan pemikiran dan gejala-gejala yang terjadi sebagai bahan penelitian, pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, dan pengembangan pengetahuan tentang perumahan perkotaan. Buku ini dilandasi oleh pemikiran yang dilakukan melalui berbagai pengalaman dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan

(8)

[ix]

Pengembangan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, yang merupakan tempat penyusun belajar dan mengabdikan diri pada negeri ini, disektor arsitektur bangunan, perumahan dan permukiman.

Berangkat dari pengalaman dan pembelajaran yang selama ini dijalankan, kiranya saya perlu menuangkan seluruh sari buah pikir tersebut ke dalam sebuah buku, yang dapat dibaca oleh para pemikir, para peneliti, para pendidik, maupun peserta didik yang tertarik dengan arsitektur perumahan khususnya. Buku ini mengupas rumah dan perumahan dari sisi arsitektur, yang terbangun dari berbagai disiplin ilmu. Sebagaimana penulis pahami bahwa arsitektur merupakan perwujudan dari tata fisik, tata fungsi dan tata nilai. Buku ini penulis memberikan fokus lebih banyak pada masalah perumahan di perkotaan. Rumah susun sebagai salah satu solusi perumahan di perkotaan lebih banyak dikupas dalam buku ini.

Ketiga unsur tersebut menjadi bahan kupasan yang disajikan secara sederhana agar semua kalangan dapat memahami aspek-aspek perumahan di perkotaan, kiranya tidak berlebihan bila unsur-unsur arsitektur perumahan tersebut, dapat menjadi bahan diskusi diantara para pemerhati perumahan, mungkin pendapat penulis terkait dengan isu arsitektur perumahan ini bersebrangan dengan pemikiran yang selama ini kita anut. Namun dibalik itu tentunya bukan kontroversi yang ingin dikedepankan akan tetapi ingin membuka cara pandang baru terkait dengan isu perumahan dari kacamata seorang peneliti bidang perumahan yang telah digeluti oleh penyusun sejak tahun 1990.

Buku ini mengupas perumahan dari tiga sisi, yakni sisi fisik, sisi fungsi dan sisi nilai, perkenankan penulis sampaikan bahwa ketiga sisi tersebut memiliki analogi dengan kondisi manusia, yang memiliki sisi jasmani (intelegensia), sisi rohani (spiritual), dan sisi sosial (emosional). Seperti apa perumahan bila kita padang dari ketiga sisi tersebut, maka akan dapat ditemukan dalam kupasan pemikiran yang dituangkan dalam buku ini.

Dalam kesempatan ini, penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberi masukan, serta dukungan dalam proses penulisan buku ini sehingga buku ini dapat hadir dihadapan pembaca.

Semoga buku ini memberikan manfaat bagi kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia. Amin Ya Rabbal Alamin.

ARIEF Sabaruddin

Referensi

Dokumen terkait

4 | 2020 QUESTONLINE.ORG.ZA Published by the Academy of Science of South Africa ASSAf PO Box 72135, Lynnwood Ridge 0040 Subscription rates 4 issues and postage for other countries,