• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP TINGKAT TURNOVER INTENTION KARYAWAN (Studi Kasus Pada PT. Bank Negara Indonesia) - Repository STEI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP TINGKAT TURNOVER INTENTION KARYAWAN (Studi Kasus Pada PT. Bank Negara Indonesia) - Repository STEI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

29 3.1 Strategi Penelitian

Dalam menyusun penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif, hal ini dilakukan karena adanya variabel yang akan diteliti pengaruhnya sehingga memperoleh bukti empiris mengenai hubungan antar variabel tersebut.

Menurut Sugiyono (2018:11) metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2018:63).

Jadi, penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya pengaruh antara Disiplin Kerja (X1), Motivasi (X2) dan Kepuasan Kerja (X3) terhadap Turnover intention (Y).

Untuk penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode survei, dimana peneliti membagikan kuisioner kepada responden guna untuk mengumpulkan data, lalu mengolah data, kemudian menganalisis dan menyimpulkan data tersebut.

3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi Penelitian

Menurut Sugiyono (2018:119) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Dari penjelasan di atas maka populasi yang akan digunakan oleh peneliti untuk melakukan penelitian ini yaitu sebanyak 204 karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

(2)

3.2.2 Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2018:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Sampel merupakan sebagian atau wakil populasi yang diteliti atau sebagian dari objek yang mewakili. Arikunto dalam Riduwan (2014:8) mengatakan bahwa sampel adalah bagian wakil populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Besarnya sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus slovin sebagai berikut:

Dimana

n : Jumlah sampel

N : Jumlah populasi karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading

E : Batas toleransi kesalahan (error tolerance)

Dengan menggunakan rumus Slovin:

𝑛 =

𝑛 = 193

1 + 193 𝑥 0,05

n = 130 orang

Dengan demikian, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 130 orang karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

Dari hasil perhitungan rumus diatas, maka diperoleh jumlah sampel yang diteliti adalah sebesar 130 responden karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading. Seperti yang dikatakan Sugiyono (2017:85), teknik purposive sampling artinya responden (subjek) dipilih secara sengaja dengan

(3)

karakteristik tertentu. Dengan alasan menggunakan purposive sampling, karena sampel yang dipilih sengaja ditentukan berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh peneliti.

Kriteria responden yang ditentukan peneliti untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu responden yang berusia 20 sampai dengan diatas 41 tahun, Pendidikan SMA/Sedarajat sampai dengan Sarjana/S1 serta lama bekerja diperusahaan < 1 tahun sampai dengan 20 tahun dan status perkawinan belum menikah ataupun sudah menikah.

3.3 Data dan Metoda Pengumpulan Data 3.3.1 Jenis Data

Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan data primer. Data primer menurut Sugiyono (2018:137) adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer dalam penelitian ini yaitu kuisioner yang dibagikan ke responden.

3.3.2 Metoda Pengumpulan Data

Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara interview (wawancara), kuisioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya Sugiyono (2018:137). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan kuisioner.

Menurut Sugiyono (2018:142) angket atau kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

Tipe pertanyaan dalam angket dibagi menjadi dua, yaitu: terbuka dan tertutup. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang sesuatu hal. Sebaliknya pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang mengharapkan jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia. Setiap pertanyaan angket yang mengharapkan jawaban berbentuk data nominal, ordinal, interval, dan ratio, adalah bentuk pertanyaan tertutup Sugiyono (2018:143).

(4)

Kuisioner atau angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuisioner atau angket tertutup, karena responden hanya tinggal memberikan tanda pada salah satu jawaban yang dianggap benar. Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh seorang yang melakukan suatu penelitian guna mengukur suatu fenomena yang telah terjadi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yaitu daftar pernyataan yang disusun secara tertulis yang bertujuan untuk memperoleh data berupa jawaban-jawaban para responden.

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skala likert yang digunakan dalam penelitian ini yaitu minimum skor 1 dan maksimum skor 4, dikarenakan akan diketahui secara pasti jawaban responden, apakah cenderung kepada jawaban yang setuju maupun yang tidak setuju. Sehingga hasil jawaban responden diharapkan lebih relevan, Sugiyono (2018:152).

Tabel 3. 1 Skor Skala Likert

No Jawaban Skor

1 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

2 Tidak Setuju (TS) 2

3 Ragu – Ragu (RR) 3

4 Setuju (S) 4

5 Sangat Setuju (SS) 5

Sumber: Sugiyono (2018:152)

3.4 Operasional Variabel

Operasionalisasi variabel adalah suatu atribut seseorang atau obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sugiyono (2018:39).

3.4.1 Variabel Independen

Variabel independen (variabel bebas) yaitu variabel yang mempengaruhi, dalam hal ini terdiri dari variabel disiplin kerja (X1), variabel motivasi (X2) dan variabel kepuasan kerja (X3).

(5)

Tabel 3. 2 Instrumen Variabel Disiplin Kerja (X1)

VARIABEL INDIKATOR SUB INDIKATOR NO

ITEM

Disiplin Kerja (X1)

Ketaatan waktu

Masuk kerja tepat waktu 1

Penggunaan waktu secara efektif 2 Tidak pernah mangkir / tidak kerja 3 Tanggung jawab

kerja

Mematuhi semua peraturan

organisasi/ perusahaan 4

Target pekerjaan 5

Membuat laporan keuangan 6 Sumber : Menurut Afandi (2018:21)

Tabel 3. 3 Instrumen Variabel Motivasi Kerja (X2)

VARIABEL INDIKATOR SUB INDIKATOR NO

ITEM

Motivasi Kerja (X2)

Balas jasa Pemberian hadiah atau reward 7

Promosi jabatan 8

Kondisi kerja Lingkungan kerja yang menyenangkan 9 Lingkungan kerja yang nyaman dan

bersih 10

Fasilitas kerja Sarana yang memadai 11

Prasarana yang memadai 12

Prestasi Kerja Hasil kerja yang maksimal 13 Pencapain tugas yang ditargetkan 14 Pengakuan dari

atasan

Pujian atas keberhasilan karyawan 15 Penilaian prestasi kerja karyawan 16 Sumber : Afandi pandi (2018:29)

Tabel 3. 4 Instrumen variabel Kepuasan Kerja (X3)

VARIABEL INDIKATOR SUB INDIKATOR NO

ITEM

Kepuasan Kerja (X3)

Pekerjaan Keahlian 17

Perkembangan dalam pekerjaan 18

Upah Tunjangan gaji 19

Waktu pemberian gaji 20

Promosi Kenaikan jabatan 21

Kenaikan gaji 22

Pengawas Dukungan dari atasan 23

Tanggung jawab 24

(6)

VARIABEL INDIKATOR SUB INDIKATOR

NO ITEM Rekan Kerja

Rekan kerja yang

menyenangkan 25

Atasan yang menyenangkan 26 Sumber : Menurut Afandi (2018:82)

Tabel 3. 5 Instrumen variabel Turnover intention (X4)

VARIABEL INDIKATOR SUB INDIKATOR NO

ITEM

Turnover intention (Y)

Absensi yang

meningkat Sering melakukan absen atau

tidak masuk kerja 29

Mulai malas kerja

Sering datang telambat ke

tempat kerja 30

Sering malas dalam melakukan

pekerjaan 31

Peningkatan terhadap

pelanggaran tata tertib Sering melanggar tata tertib yang

ada dalam perusahaan 32

Peningkatan protes terhadap atasan

Sering protes dan kritis terhadap kebijakan yang dikeluarkan

perusahaan 33

Sumber : Menurut Paisal et al, 2018

3.5 Metode Analisis Data

3.5.1 Metoda Pengolahan Data

Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda yaitu untuk mengukur besarnya pengaruh antara dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen dan memprediksi variabel dependen dengan menggunakan variabel independen Sugiyono (2018:96). Dalam penelitian ini variabel independen adalah Disiplin Kerjs, dan Motivasi dan Kepuasan Kerja variabel dependen adalah Turnover intention. Dalam penelitian ini, data-data dianalisis dengan menggunakan software pengolahan statistik SPSS (Statistical Package for The Social Science) versi 25.

3.5.2 Metoda Penyajian Data

Dalam penelitian ini, data yang telah dikumpulkan akan disajikan dalam bentuk tabel yang diharapkan akan mempermudah penelitian dalam menganalisis dan memahami data, sehingga data yang disajikan lebih sistematis.

(7)

3.5.2.1 Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah analisis statistik yang memberikan gambaran secara umum tentang mengenai karateristik masing-masing variabel penelitian yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), minimum dan maximum. Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2018:147).

Analisis ini digunakan dalam menggambarkan demografi responden digunakan untuk mengetahui jumlah responden yang akan dibagi sesuai karateristik yang telah ditentukan. Dimana deskripsi responden tersebut akan ditampilkan dalam bentuk diagram dan tabel beserta dengan uraian.

3.5.3 Analisis Statistik Data

Metode analisis statistikdapat dipilih dan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah koefisien korelasi dan koefisien determinasi (parsial dan berganda) serta pengujian hipotesis (parsial dan simultan).

1. Uji Validitas

Sugiyono, 2018:267 menyatakan uji validitas merupakan persamaan data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang diperoleh langsung yang terjadi pada subyek penelitian. Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuisioner mampu mengungkapkan yang akan diukur oleh kuisioner tersebut. Uji validitas pada setiap pertanyaan apabila r hitung > r tabel pada taraf signifikan (α = 0,05) maka instrumen itu dianggap tidak valid dan jika r hitung < r tabel maka instrumen dianggap tidak valid.

2.

Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2018:268) uji reliabilitas adalah derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Data yang tidak reliabel, tidak dapat di proses lebih lanjut karena akan menghasilkan kesimpulanyang bias. Suatu alat ukur yang dinilai reliabel jika pengukuran tersebut menunjukan hasil-hasil yang konsisten dari waktu ke waktu.

(8)

Uji reliabilitas dilakukan setelah uji validitas dan di uji merupakan pernyataan atau pertanyaan yang sudah valid. Cronbach’s alpha yang besarnya antara 0,50- 0,60. Dalam penelitian ini peneliti memilih 0,60 sebagai koefisien reliabilitasnya. Adapun kriteria dari pengujian reliabilitas adalah :

1. Jika nilai cronbach’s alpha α > 0,60 maka instrumen memiliki relibilitas yang baik dengan kata lain instrumen adalah reliabel atau terpercaya.

2. Jika nilai cronbach’s alpha < 0,60 maka instrumen yang diuji tersebut adalah tidak reliable.

3.5.4 Koefisien Determinasi

Menurut Supardi (2017) menyatakan koefisien determinasi adalah tingkat variabel X terhadap variabel Y yang dinyatakan dalam persentase (%). persentase diperoleh dengan dengan terlebih dahulu mengkuadratkan koefisien korelasi dikalikan 100%. Nilai R2 yang kecil berati kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berate variabel variabel independen yang memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi-variabel dependen. Koefisien determinasi (R2) dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Keterangan :

KD = Koefisien determinasi r2 = Koefisien korelasi berganda 3.5.5 Uji Hipotesis

Hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan suatu hal yang sering dituntut untuk melakukan pengecekan.

Hipotetis statistik adalah dalam perumusan hipotestik, antara nol (Ho) dan hipotesis alternative (Ha) selalu berpasangan, apabila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga keputusan yang tegas, yaitu kalau Ho ditolak dan Ha diterima. Hipotesis statistik dinyatakan simbol-simbol (Sugiyono, 2017:87).

Rancangan pengujian hipotesis digunakan untuk mengetahui korelasi dari kedua variabel yang diteliti. Tahap-tahap dalam pengujian hipotesis ini dimulai dengan penetapan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternative (Ha), pemilihan tes statistik,

(9)

perhitungan nilai statistik dan penetapan nilai statistik dan penetapan tingkat signifikan.

Uji signifikan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara stimultan menggunakan uji F dan secara parsial menggunakan uji t. Untuk mengetahui terdapat pengaruh disiplin kerja, motivasi dan kepuasan kerja terhadap turnover intention. Beberapa tahap pengujian hipotesis diantaranya : 1. Uji Parsial

Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah :

a) Diduga disiplin kerja berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

Ho : R2 = 0 : disiplin kerja tidak berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

Ha : R2 ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

b) Diduga motivasi kerja berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

Ho : R2 = 0 : motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

Ha : R2 ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

c) Kepuasan kerja berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

Ho : R2 = 0 : kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

Ha : R2 ≠ 0 : kepuasan kerja berpengaruh terhadap turnover intention karyawan PT Bank Negara Indonesia Cabang Kelapa Gading.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel lonflik kerja-keluarga dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap turnover intention di Restoran Pizza Hut

Dengan demikian instrumen yang berjumlah 18 butir ini akan digunakan sebagai instrumen final untuk mengukur variabel keinginan berpindah ( turnover intention )...

Berdasarkan nilai tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap turnover intention karyawan,

Berdasakan variabel kepuasan kerja (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel turnover intention, namun pada PT Cipta Nugraha Contrindo mempunyai pengaruh yang

intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi, mengemukakan bahwa iklim organisasi berpengaruh negatif terhadap turnover intention dengan kepuasan.. kerja sebagai

Pertama, bagi perusahaan, berdasarkan hasil analisis deskriptif pada variabel turnover intention ditemukan skor tertinggi pada pernyataan kedua yaitu karyawan sering

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan komitmen organisasional berpengaruh signifikan negatif terhadap turnover intention terhadap turnover intention,

Predictors: Constant, Beban Kerja Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui nilai koefisien korelasi antara variabel beban kerja terhadap variabel turnover intention karyawan Rumah Sakit