Pembiayaan bank syariah menurut Karim (2008) dibedakan menjadi dua, berdasarkan keuntungan yang diperoleh, yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (profit sharing) dan pembiayaan berdasarkan prinsip jual beli, serta sewa guna usaha (non-profit). membagikan). . Bukti empiris dari penelitian Aris (2010) menunjukkan bahwa pembiayaan ekuitas berpengaruh signifikan terhadap rasio beban laba, dimana semakin tinggi pembiayaan ekuitas maka semakin tinggi pula profitabilitas bank syariah yang didekati dari rasio beban laba. Namun hasil penelitian Aris (2010) menunjukkan bahwa pembiayaan ekuitas mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dan lebih tinggi dibandingkan pembiayaan utang terhadap produksi rasio biaya laba pada bank syariah.
Bukti empiris dari penelitian Aris (2010) dan Reysa (2012) menunjukkan bahwa equity financing dan debt financing secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap rasio laba-beban, dimana semakin tinggi equity financing dan debt financing maka semakin tinggi pula profitabilitas bank syariah. . ditentukan oleh rasio keuntungan-beban. Mutiara (2004) meneliti pengaruh tingkat pembiayaan utang dan tingkat pembiayaan ekuitas terhadap rasio keuntungan-biaya bank syariah periode 2000-2004 dengan menggunakan metode analisis jalur. Pengaruh Tingkat Debt Financing dan Equity Financing terhadap Profit Expense Ratio pada Bank Syariah Mandiri (BSM).
Pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah meliputi pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (equity financing) dan pembiayaan berdasarkan prinsip non-profit sharing (debt financing).
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Masalah Penelitian
- Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Pengertian Akad Bank Syariah
21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah adalah perjanjian tertulis antara bank syariah dengan pihak lain, yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak sesuai dengan prinsip syariah. Menurut Karim (2008:63), kontrak adalah kontrak yang mengikat antara dua pihak yang saling sepakat untuk melaksanakan kewajiban masing-masing yang telah disepakati sebelumnya. Apabila salah satu pihak tidak dapat memenuhi kewajibannya maka akan mendapat sanksi sesuai kesepakatan dalam kontrak.
Teori Pertukaran dan Teori Percampuran
Berdasarkan objek penukaran dalam transaksi syariah ('ayn dan dayn), dapat dibentuk tiga jenis penukaran, yaitu penukaran 'ayn dengan 'ayn, penukaran dayn dengan 'ayn, dan penukaran dayn dengan dayn. Objek dan jangka waktu yang diterapkan dalam teori bauran pada dasarnya sama dengan penerapan teori pertukaran yaitu 'ayn (harta berwujud) dan dayn (aset finansial) dan dapat dilakukan dalam keadaan naqdan (persediaan saat ini) dan ghairu naqdan. (waktu penyerahan yang tertunda. Percampuran 'ayn dengan 'ayn terjadi ketika dua pihak atau lebih sepakat untuk membentuk atau membangun sesuatu dengan mencampurkan sumber daya berupa aset berwujud dari pihak-pihak yang terlibat.
Dengan mencampurkan 'ayn dengan 'ayn, tidak ada pihak yang memberikan sumber daya dalam bentuk aset keuangan. Pencampuran 'ayn dengan dayn terjadi apabila beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa sepakat untuk membentuk atau membangun sesuatu dengan menggabungkan harta kekayaannya, dengan adanya pihak yang memberikan harta keuangan sedangkan pihak yang lain memberikan harta yang berwujud dalam perjanjian tersebut.
Pembiayaan (Financing) Bank Syariah
Bai' al-murabahah adalah akad pembiayaan jual beli barang dengan cara menegaskan harga pembelian produk tersebut kepada pembeli, dan penjual menentukan tingkat harga yang disepakati sebagai keuntungan (Antonio, 2011: 101). Rasulullah bersabda: “Tiga hal yang di dalamnya terdapat keberkahan: jual beli yang kuat, muqaradhah (mudharabah) dan mencampurkan gandum dengan tepung untuk keperluan rumah tangga, bukan untuk dijual.” Salam hanya dapat digunakan untuk membeli dan menjual barang yang kualitas dan kuantitasnya dapat ditentukan secara tepat (fungible food).
Tidak boleh ada salam atas jual beli barang atau produk tertentu dari lahan pertanian atau peternakan tertentu. Sebagian fuqaha berpendapat bahwa bai’ al-istishna sah berdasarkan qiyas dan aturan syariat umum karena merupakan jual beli biasa dan penjual dapat menyerahkan barangnya pada saat penyerahan.
Profitabilitas Bank Syariah
Analisis profitabilitas dengan mengevaluasi rasio PER bertujuan untuk mengukur profitabilitas yang dicapai bank dan tingkat efisiensi usaha. Kriteria penilaian rasio rasio beban laba adalah jika bank mempunyai nilai persentase rasio beban laba yang semakin tinggi, maka semakin besar pula laba yang dihasilkan oleh bank yang bersangkutan.
Hubungan Antar Variabel
- Pengaruh Equity Financing Terhadap Profit Expense Ratio …
- Pengaruh Debt Financing Terhadap Profit Expense Ratio …. 29
Menurut penelitian Mutiara (2004), pembiayaan ekuitas mempunyai tata cara pengukuran keuntungan yang berbeda-beda, yaitu tingkat keuntungan bank ditentukan berdasarkan besarnya keuntungan usaha nasabah, kemudian pembagian nisbah bagi hasil disesuaikan dengan laporan. disepakati pada awal kontrak. Bank dapat meningkatkan keuntungan melalui efisiensi biaya dan pemilihan mitra usaha yang tepat, karena pembiayaan ekuitas memiliki risiko kredit macet (Non-performing loan) yang relatif sama. Sedangkan bukti empiris dari Mutiara (2004), Nova (2010) dan Reysa (2012) menunjukkan bahwa equity financing tidak berpengaruh signifikan terhadap rasio biaya laba.
Mark-up dalam murabahah dapat diatur agar bank dapat memperoleh keuntungan yang sebanding dengan keuntungan bank berbunga yang bersaing dengan bank syariah; Murabahah tidak memperbolehkan bank syariah ikut campur dalam menjalankan usahanya, karena bank bukanlah mitra nasabah, karena hubungannya dalam Murabahah adalah antara kreditur dan debitur. Pengelolaan pembiayaan utang yang merupakan aset produktif bank akan menghasilkan pendapatan berupa margin/mark-up.
Bukti empiris dari penelitian yang dilakukan oleh Aris (2010) menunjukkan bahwa pembiayaan utang berpengaruh signifikan terhadap rasio beban laba, dimana semakin tinggi pembiayaan utang maka semakin tinggi pula profitabilitas bank syariah yang diproksikan dengan rasio beban laba. Sedangkan bukti empiris dari Mutiara (2004), Nova (2010) dan Reysa (2012) menunjukkan bahwa debt financing tidak berpengaruh signifikan terhadap rasio beban laba. Menurut Mutiara (2004), pembiayaan ekuitas dan pembiayaan utang dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh bank syariah, meskipun pembiayaan ekuitas diasumsikan mempunyai risiko kredit yang lebih besar.
Sedangkan bukti empiris dari Mutiare (2004) dan Nova (2010) menunjukkan bahwa pembiayaan ekuitas dan hutang secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap rasio cost-to-profit. Ho3: Terdapat pengaruh signifikan equity financing dan debt financing secara simultan terhadap profit cost rasio. Ha3: Tidak terdapat pengaruh signifikan equity financing dan debt financing secara simultan terhadap profit cost rasio.
Laporan Keuangan Bank Syariah
Laporan keuangan memberikan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan ekonomi yang rasional, seperti pemilik shahibul mal/dana, pihak yang menggunakan dan menerima penyaluran dana, pembayar zakat, infaq dan shadaqah, pemegang saham, otoritas pengatur, Bank Indonesia, pemerintah, penghematan. pemberi pinjaman dan masyarakat. Mengenai sumber daya ekonomi kedua bank, kewajiban bank untuk mentransfer sumber daya tersebut kepada entitas atau pemegang saham lain dan kemungkinan transaksi dan peristiwa yang dapat mempengaruhi perubahan sumber daya tersebut ditunjukkan; mengenai kepatuhan Bank terhadap prinsip syariah, termasuk pendapatan dan pengeluaran yang tidak sesuai dengan prinsip syariah serta cara memperoleh pendapatan tersebut dan cara penggunaannya;
Untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab bank mengenai kepercayaan dalam mengamankan dana, wajib menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang sesuai dan informasi tingkat keuntungan investasi; Dan.
Analisis Laporan Keuangan
Melalui analisis rasio dapat ditarik kesimpulan mengenai perbandingan kinerja suatu perusahaan pada periode tertentu (time series analysis) atau perbandingan dengan perusahaan lain (cross-sectional analysis) (Robinson et al., 2004).
Penelitian Terdahulu
Berikutnya, tingkat pembiayaan ekuitas sangat penting dan mempunyai dampak yang lebih besar dibandingkan pembiayaan hutang dalam menciptakan rasio antara biaya dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan utang dan ekuitas secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan, namun sekaligus terdapat pengaruh yang signifikan terhadap rasio antara biaya dan keuntungan BSM. Tabel 2.3 memberikan ringkasan penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi rasio biaya-manfaat.
Pengaruh Tingkat Pembiayaan Hutang dan Tingkat Pembiayaan Ekuitas Terhadap Rasio Laba-Beban (PER) Perbankan Syariah.
Kerangka Pemikiran
Hipotesa
Berdasarkan Tabel 1.1 dan Gambar 1.1 terlihat bahwa total aset, pembiayaan dan dana pihak ketiga bank syariah menunjukkan tren pertumbuhan yang positif selama periode 2009-2012. Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah mampu mengelola dana yang dihimpun dari masyarakat dan menyalurkan dana tersebut melalui pembiayaan yang proporsional. Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang menghimpun uang dari pihak yang surplus dan menyalurkannya kepada pihak yang defisit sesuai dengan prinsip syariah.
Produk yang ditawarkan bank syariah antara lain musyarakah, mudharabah, murabahah, salam, istishna dan akad lainnya. Menurut Mehmet (2007) dalam jurnal penelitiannya, bank syariah lebih memilih produk pembiayaan utang seperti akad murabahah sebagai produk utamanya karena lebih menguntungkan. Kemudian, sikap nasabah yang tidak siap dengan metode pembiayaan proprietary juga berdampak pada potensi risiko kerugian yang ditanggung bank syariah.
Bank syariah harus mengedepankan tidak hanya keuntungan saja tetapi juga mencapai falaah (kemakmuran dunia dan kebahagiaan akhirat) (Antonio, 2011). Kemudian, struktur keuangan bank syariah yang ideal tercermin dari pembagian keuntungan dan kerugian (PLS) pada kedua sisi aset dan liabilitas. Misalnya, bank syariah memperluas pembiayaan utang untuk mendorong perolehan keuntungan tanpa harus melanggar prinsip syariah dan tanpa melepaskan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas perekonomian.
Untuk mengetahui pengaruh rendahnya jumlah pembiayaan ekuitas atau dominannya pembiayaan utang yang akan berdampak terhadap pendapatan bank yang akan berdampak pada profitabilitas bank, maka perlu dilakukan kajian terhadap pentingnya pembiayaan utang. dan pembiayaan ekuitas terhadap profitabilitas bank syariah. Data yang digunakan adalah laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi periode triwulan 2009-2012 dari website bank syariah. Bagi masyarakat umum, hasil penelitian dapat dijadikan bahan bacaan untuk lebih memahami informasi tentang pembiayaan perbankan syariah.
METODOLOGI PENELITIAN
Pemilihan Objek Penelitian
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Teknik Pengambilan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Variabel Operasional Penelitian
- Variabel Dependen: Profit expense ratio
- Variabel Independen: Equity financing dan Debt financing
Metode Analisis Data
- Teknik Pengolahan Data
- Analisis Data Panel
- Uji Normalitas
- Uji Multikolonieritas
- Uji Autokorelasi
- Uji Heteroskedastisitas
Statistik Deskriptif
Analisis Regresi Berganda
Pengujian Hipotesis (Goodness of Fit)
- Uji Pengaruh Parsial (t test)
- Uji Pengaruh Simultan (F test)
- Koefisien Determinasi (R 2 )
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
- Gambaran Umum Objek Penelitian
- Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Data Outlier
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Autokorelasi
- Uji Heteroskedastisitas
- Penentuan Model Data Panel
- Uji Chow
- Analisis dan Pembahasan Uji Hipotesis (Goodness of Fit)
- Koefisien Determinasi (R 2 )
- Uji Statistik F
- Analisis Regresi Linear Berganda
- Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Equity Financing Terhadap Profit Expense Ratio 65
- Pengaruh Debt Financing Terhadap Profit Expense Ratio
- Pengaruh Equity Financing dan Debt Financing Terhadap
Demikian uraian hasil penelitian yang mengacu pada teori yang dikemukakan pada bab dua dengan menggunakan metode pengolahan sesuai tahapan penelitian. Kemudian akan dilakukan analisis terhadap hasil pengujian data statistik dengan menghubungkannya berdasarkan teori yang ada.
KESIMPULAN
Kesimpulan
Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pembiayaan ekuitas terhadap rasio beban laba pada bank syariah periode 2009-2012. Hal ini mengidentifikasi adanya peningkatan atau penurunan tingkat pendanaan modal, sehingga rasio biaya laba yang dihasilkan akan mempunyai efek meningkat atau menurun. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pembiayaan utang terhadap rasio beban laba pada bank syariah periode 2009-2012.
Terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pembiayaan ekuitas dan tingkat pembiayaan utang secara simultan terhadap rasio beban laba pada bank syariah periode 2009-2012. Hal ini mengidentifikasi adanya kenaikan atau penurunan tingkat pembiayaan ekuitas dan pembiayaan utang secara bersamaan, maka rasio laba-biaya yang dihasilkan akan mempunyai efek naik atau turun.
Keterbatasan Penelitian
Saran untuk Penelitian Selanjutnya
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengetahui pengaruh masing-masing jenis kontrak pembiayaan dan menambahkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi rasio biaya keuntungan, seperti suku bunga bank konvensional, kualitas pembiayaan, penyaluran pembiayaan, CAR, dan lain sebagainya. Bagi bank syariah dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan bagi hasil, karena berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembiayaan ekuitas terhadap rasio beban laba, sedangkan pembiayaan hutang terhadap laba tidak terdapat pengaruh. pengeluaran. hubungan. Konseptualisasi Solusi Terbaik Kedua Mengatasi Kegagalan Sosial Keuangan Islam: Menelaah Kekuasaan Homoeconomicus oleh Homoislamicius.
Pengaruh Buy-Sell Financing, Profit-Participation Financing, dan Bad-Funding Ratio Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia.