• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH GENDER DIVERSITY, PROFITABILITAS, DAN LEVERAGE TERHADAP PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL

N/A
N/A
Andrea Rhegina Putri

Academic year: 2024

Membagikan "PENGARUH GENDER DIVERSITY, PROFITABILITAS, DAN LEVERAGE TERHADAP PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL "

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH GENDER DIVERSITY, PROFITABILITAS, DAN LEVERAGE TERHADAP PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL

(Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2020)

THE EFFECT OF GENDER DIVERSITY, PROFITABILITY, AND LEVERAGE ON INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE

(Study on Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange Period 2017-2020)

Andrea Rhegina Putri1, Leny Suzan2

Prodi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom [email protected] , [email protected]

ABSTRAK

Pengungkapan intellectual capital merupakan informasi tambahan yang disajikan perusahaan yang mencakup human capital, structural capital, dan relational capital untuk mengurangi asimetri informasi dan menggunakan indikator intellectual capital.

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang dapat memengaruhi pengungkapan intellectual capital. Apakah variabel gender diversity, profitabilitas, leverage berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap pengungkapan intellectual capital.

Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017- 2020. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan kriteria tertentu sehingga diperoleh 120 sampel yang terdiri dari 30 perusahaan. Regresi data panel merupakan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan pengolahan data menggunakan Eviews 12 SV. Fixed effect model terpilih setelah melakukan pengujian pemilihan model data panel.

Hasil dari uji yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa gender diversity, profitabilitas, dan leverage berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan intellectual capital. Pengujian parsial menunjukkan bahwa gender diversity dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital, dan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap pengungkapan intellectual capital.

Saran untuk penelitian selanjutnya dianjurkan untuk menggunakan variabel bebas lain yang memiliki pengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital. Peneliti juga dapat merubah objek penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik.

Kata kunci: Gender Diversity, Profitabilitas, Leverage, Pengungkapan Intellectual Capital ABSTRACT

Intellectual capital disclosure is additional information presented by the company which includes human capital, structural capital, and relational capital to reduce information asymmetry and use intellectual capital indicators.

The purpose of this study is to determine what factors can affect the intellectual capital disclosure. Does the variable gender diversity, profitability, leverage have a simultaneous and partial effect on the intellectual capital disclosure.

The object in this study is a banking company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2020. The method used is quantitative. The sampling technique used is purposive sampling with certain criteria in order to obtain 120 samples consisting of 30 companies. Panel data regression is an analytical technique used in this study with data processing using Eviews 12 SV. Fixed effect model was selected after testing the panel data model selection.

The results of the tests carried out show the results that gender diversity, profitability, and leverage simultaneously affect the intellectual capital disclosure. Partial testing shows that gender diversity and profitability have no effect on intellectual capital disclosure, and leverage has a significant negative effect on intellectual capital disclosure.

Suggestions for further research are recommended to use other independent variables that have an influence on intellectual capital disclosure. Researchers can also change the object of research with the aim of getting better research results.

Keywords: Gender Diversity, Profitability, Leverage, Intellectual Capital Disclosure

(2)

67.00%

68.00%

69.00%

70.00%

2017 2018 2019 2020

Pengungkapan Intellectual Capital

Pengungkapan Intellectual Capital 1. Pendahuluan

Latar Belakang Penelitian

Setiap perusahaan memiliki aset yang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu aset berwujud dan aset tak berwujud dalam membantu menjalankan kegiatan operasional usahanya agar dapat mencapai tujuan perusahaan.

Pemanfaatan aset menjadi perhatian bagi perusahaan agar dapat menjalankan kegiatan usahanya secara maksimal dari aset yang dimiliki. Intellectual capital termasuk ke dalam aset tak berwujud yang diuraikan dalam PSAK No 19 tahun 2010 tentang Aset Tak Berwujud. Aset tak berwujud merupakan aset yang tidak memiliki fisik wujud yang dapat digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa untuk mencapai tujuan perusahaan dimasa depan.

Intellectual capital merupakan aset yang terikat pada perusahaan yang membantu dalam mengelola dan menjalankan bisnis perusahaan agar dapat bersaing dengan kompetitor. Sehingga pengelolaan dan pengungkapan intellectual capital penting bagi perusahaan sebagai salah satu bentuk strategi yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan tersebut.

Pengungkapan intellectual capital juga dapat membangun kepercayaan investor atas informasi tambahan yang diungkapkan oleh perusahaan dan menjadi sumber pengambilan keputusan bagi investor yang akan berdampak pada kepercayaan investor mengenai perusahaan (Anna et al., 2018). Pengungkapan intellectual capital dapat mengurangi asimetri informasi yang terjadi, sehingga semakin tinggi pengungkapan intellectual capital yang diungkapkan maka akan menjadi sumber informasi tambahan yang baik bagi para investor dan dapat meningkatkan value added.

Teori stakeholder menggambarkan bahwa segala aktivitas yang dianggap penting oleh para stakeholder yang terdapat dalam organisasi atau entitas dan dilaporkan pada annual report. Maka segala informasi mengenai aktivitas yang berpengaruh kepada stakeholder wajib dilaporkan dengan tujuan agar dapat digunakan dan menjadi informasi untuk para stakeholder dan juga untuk membantu manajemen perusahaan untuk meningkatkan nilai dari dampak aktivitas dan meminimalisir kerugian bagi para stakeholder. Dalam teori ini organisasi atau entitas melakukan pengungkapan atas kewajiban dalam informasi tentang kinerja lingkungan, sosial, dan intelektual yang dimiliki untuk memenuhi ekspektasi dan pengakuan oleh stakeholder (Ulum, 2017).

Tabel 1 Pengungkapan Intellectual Capital pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020

Tahun Pengungkapan Intellectual Capital Rata-rata Pengungkapan Intellectual Capital

2017 68,89%

68,94%

2018 68,24%

2019 68,80%

2020 69,81%

Sumber: Data diolah penulis (2022)

Tabel 1 menunjukkan pengungkapan intellectual capital pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu sebesar 68,94% dari 100% pengungkapan yang harus diungkap oleh perusahaan dan kenaikan sebesar 1,57% dalam kurun waktu 4 tahun masih terbilang cukup rendah sehingga menggambarkan bahwa perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menyadari pentingnya pengungkapan intellectual capital secara keseluruhan dalam penyusunan laporan tahunan perusahaan. Faktor lain yang disebabkan belum adanya regulasi yang mewajibkan perusahaan dalam mengungkapkan intellectual capital sehingga masih rendah dan belum mencapai pengungkapan seharusnya.

Gambar 1 Pengungkapan Intellectual Capital pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020

Sumber: Data diolah penulis (2022)

(3)

Gambar 1 menunjukkan pengungkapan intellectual capital pada tahun 2017 mengalami penurunan pada tahun 2018 sebesar 0,65%. Hal tersebut diindikasi karena terdapat beberapa perusahaan yang pengungkapannya berkurang salah satunya yaitu Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS). Beberapa pengurangan item pengungkapan pada tahun 2017 yang tidak terdapat pada tahun 2018 adalah kualifikasi karyawan pada komponen human capital, kode etik dan sistem pelaporan pelanggaran atau whistleblowing system pada komponen structural capital, dan item pelanggan pada komponen relational capital.

Berdasarkan fakta dan keadaan yang telah ditulis diatas, rendahnya pengungkapan intellectual capital masih menjadi fenomena dan kurang menjadi perhatian secara penuh oleh perusahaan perbankan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, sektor perbankan adalah sektor jasa yang mengedepankan aset tak berwujudnya dalam menjalankan kegiatan operasional bisnisnya agar dapat bersaing dengan kompetitor. Selain itu strategi bisnis pada perusahaan jasa menjadi modal utama perusahaan yang diperoleh dari hasil kolaborasi, pengelolaan, dan pemanfaatan dari intellectual capital yang terdiri dari tiga komponen yaitu human capital, structural capital, dan relational capital (Anggeline & Novita, 2020). Dengan pemanfaatan intellectual capital yang maksimal maka perusahaan akan memperoleh strategi bisnis yang dapat digunakan untuk membantu bersaing dengan kompetitor perusahaan terkait. Sehingga baik atau buruknya kinerja perusahaan perbankan berasal dari pengungkapan intellectual capital yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Faktor pertama yang dapat mempengaruhi pengungkapan intellectual capital ialah gender diversity. Gender diversity dapat berpengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital, karena wanita pada umumnya mempunyai pemikiran yang detail saat pengambilan keputusan, sehingga keberadaan wanita dapat memperluas pengungkapan intellectual capital. Pada penelitian yang dilakukan oleh Nadeem et al. (2019) mengatakan bahwa gender diversity berpengaruh positif terhadap pengungkapan intellectual capital. Namun terjadi perbedaan teori pada penelitian yang dilakukan oleh Herli et al. (2021) yang menunjukan bahwa gender diversity tidak mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital.

Faktor selanjutnya yaitu profitabilitas. Profitabilitas merupakan salah satu pengukuran bagi kinerja suatu perusahaan. Profitabilitas perusahaan menggambarkan kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ma’in et al. (2018) menunjukkan bahwa hubungan antara profitabilitas dan intellectual capital berpengaruh positif. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Dey & Faruq (2019) menunjukkan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital. Hal ini dikarenakan tidak ada hubungan terhadap tinggi rendahnya perolehan profitabilitas terhadap pengungkapan intellectual capital.

Faktor berikutnya ialah leverage. Leverage merupakan aktivitas pembiayaan oleh utang. Semakin tinggi rasio leverage maka semakin tinggi ketergantungan perusahaan terhadap hutang. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Naimah & Mukti (2019) menjelaskan bahwa hubungan antara leverage dan pengungkapan intellectual capital berpengaruh negatif. Namun terjadi perbedaan teori pada penelitian yang dilakukan oleh Dey

& Faruq (2019) yang dimana menunjukkan bahwa leverage tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital. Leverage dalam penelitian ini diukur dengan Debt to Asset Ratio (DAR).

Berdasarkan fenomena dan inkonsistensi penelitian diatas, maka dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Gender Diversity, Profitabilitas, dan Leverage Terhadap Pengungkapan Intellectual Capital pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2020”.

2. Dasar Teori dan Metode Penelitian 2.1 Dasar Teori

2.1.1 Teori Stakeholder

Teori stakeholder menggambarkan segala aktivitas yang dianggap penting oleh stakeholder dalam organisasi atau entitas dan dilaporkan pada annual report. Maka segala informasi mengenai aktivitas yang berpengaruh kepada stakeholder wajib dilaporkan agar dapat digunakan dan menjadi informasi bagi stakeholder dan juga untuk membantu manajemen perusahaan untuk meningkatkan nilai dari dampak aktivitas dan meminimalisir kerugian bagi para stakeholder. Dalam teori ini organisasi atau entitas melakukan pengungkapan atas kewajiban dalam informasi tentang kinerja lingkungan, sosial, dan intelektual yang dimiliki untuk memenuhi ekspektasi dan pengakuan oleh stakeholder (Ulum, 2017).

2.1.2 Pengungkapan Intellectual Capital

Pengungkapan intellectual capital merupakan informasi tambahan yang disajikan perusahaan yang mencakup human capital, structural capital, dan relational capital untuk mengurangi asimetri informasi dan menggunakan indikator intellectual capital (Anggeline & Novita, 2020). Pengukuran pengungkapan intellectual capital menurut Naimah & Mukti (2019) dapat dilakukan dengan cara membandingkan jumlah pengungkapan intellectual capital

(4)

yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan jumlah maksimum pengungkapan intellectual capital yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Jumlah pengungkapan diukur menggunakan skala 0 dan 1, nilai 1 diberikan untuk item yang telah diungkapkan oleh perusahaan sedangkan nilai 0 diberikan untuk item yang tidak diungkapkan oleh perusahaan. Perhitungan dapat dirumuskan sebagai berikut:

ICDi = 𝐷𝑖

𝑀 (1)

2.1.3 Gender Diversity

Gender Diversity atau diversitas gender menurut penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi et al. (2018) merupakan salah satu human aspect yang dapat menarik perhatian akademisi untuk melakukan kajian lebih mendalam. Isu tersebut mulai mendapat perhatian sejak munculnya fenomena bahwa wanita mulai mendapat kesempatan menjadi bagian jajaran dewan perusahaan, walaupun pada awalnya beberapa pihak meragukan kemampuan wanita untuk memimpin dan kerap menempatkan posisi wanita sebagai pendukung atau dinomor duakan dari laki-laki saat pengambilan keputusan. Presentase gender diversity pada penelitian ini diukur dengan perbandingan antara jumlah direksi wanita dengan total anggota dewan direksi mengikuti Roika et al. (2019) karena mewakili presentase direksi wanita dalam jumlah dewan direksi. Gender diversity dapat dihitung dengan rumus:

GD = 𝐹𝐵𝐷𝐵𝐷 X 100% (2)

2.1.4 Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan pengukuran bagi kinerja perusahaan dan menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan selama periode tertentu pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu (Putra et al., 2018). Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio profitabilitas pada penelitian ini dihitung dengan rasio Return on Asset (ROA). Penelitian ini menggunakan ROA mengikuti penelitian Putra et al. (2018) karena tingkat profitabilitas yang diukur dengan ROA dinilai dapat lebih kuat dalam pengungkapan intellectual capital. Rasio ini dihitung dengan cara membagi laba bersih sebelum pajak dengan total aset. Adapun rumus untuk menghitung ROA adalah sebagai berikut:

ROA = 𝑁𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝐵𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑇𝑎𝑥

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 X 100% (3)

2.1.5 Leverage

Dalam kegiatan bisnis, perusahaan sering dihadapkan dengan pengeluaran biaya yang bersifat tetap dan mengandung risiko. Berdasarkan hal tersebut, maka pihak manajemen harus paham mengenai leverage. Di mana leverage mengandung biaya tetap dalam usaha yang menghasilkan keuntungan. Leverage pada umumnya menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menggunakan aktiva atau dana yang mempunyai beban tetap untuk memperbesar tingkat penghasilan bagi pemilik perusahaan (Makiwan, 2018). Pada penelitian ini, leverage dihitung dengan rasio Debt to Assets Ratio (DAR). Debt to Assets Ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva, atau dapat juga dimaksud dengan seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang Dilihat dari hasil pengukuran, apabila rasio DAR tinggi, maka pendanaan dengan utang semakin banyak, sehingga semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu untuk menutupi utang-utangnya dengan aktiva yang dimilikinya.

Berikut rumus rasio DAR yang digunakan untuk menghitung leverage adalah sebagai berikut:

DAR = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡 X 100% (4)

2.2 Kerangka Pemikiran

2.2.1 Pengaruh Gender Diversity Terhadap Pengungkapan Intellectual Capital

Dengan adanya kehadiran wanita dalam dewan direksi dapat membuat perubahan pada dewan direksi dan akan memberikan pola tersendiri bagi komposisi dewan yang akan memberikan hasil yang lebih sukses daripada komposisi dewan direksi homogen. Dewan direksi wanita biasanya lebih sering melakukan analisis sehingga mengarahkan pada kinerja yang lebih baik dan akan mendorong keterbukaan informasi. Setelah mecapai kesuksesan, maka direksi wanita akan berhati-hati dalam mengambil keputusan dan akan membatasi pengungkapan informasi yang penting dengan tujuan untuk menekan dan mencegah kerugian perusahaan. Indikasi tersebut menurut penelitian yang dilakukan oleh Tejedo-Romero et al. (2017) menyatakan bahwa keragaman gender atau gender diversity mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap pengungkapan intellectual

(5)

capital. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nadeem et al., 2019). Dengan pemikiran wanita yang detail dalam proses pengambilan keputusan dapat mempengaruhi luasnya pengungkapan intellectual capital.

2.2.2 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Pengungkapan Intellectual Capital

Profitabilitas menurut Putra et al. (2018) merupakan pengukuran bagi kinerja perusahaan. Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan selama periode tertentu pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi akan menyajikan informasi yang lebih banyak. Hal ini dilakukan untuk memberikan sinyal baik kepada investor tentang kemampuan perusahaan di masa yang akan datang. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang meneliti tentang pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan intellectual capital, diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Herli et al. (2021) dan juga penelitian yang dilakukan oleh (Ma’in et al., 2018). Penelitian tersebut mengatakan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap pengungkapan intellectual capital.

2.2.3 Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan Intellectual Capital

Leverage menurut penelitian yang dilakukan oleh Gischanovelia Makiwan (2018) merupakan rasio untuk mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemilik dengan dana yang dipinjam oleh perusahaan dari kreditur. Perusahaan yang memiliki proporsi utang yang tinggi dalam struktur modalnya akan menanggung biaya keagenan yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang memiliki proporsi hutang yang kecil. Pandangan dari teori agensi beragumen bahwa pengungkapan intellectual capital akan banyak diungkapkan dikarenakan suatu perusahaan tersebut memiliki rasio tingkat hutang yang besar sehingga menimbulkan biaya keagenan. Beberapa penelitian sebelumnya yang meneliti tentang pengaruh leverage terhadap pengungkapan intellectual capital memiliki hasil bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan intellectual capital. Penelitian tersebut diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Naimah & Mukti (2019) dan penelitian yang dilakukan oleh (Barokah, 2019).

Gambar 2 Kerangka Penelitian Sumber: Data diolah penulis (2022) Keterangan:

: Pengaruh Parsial : Pengaruh Simultan 3. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Perusahaan yang digunakan adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2020. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang diperoleh berjumlah 120 yang terdiri dari 30 perusahaan dengan periode 4 tahun.

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Uji Asumsi Klasik

4.1.1 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas menurut Ghozali (2018) berfungsi untuk mengetahui apakah model regresi diperoleh korelasi sempurna antar variabel independen.

(6)

Tabel 2 Hasil Uji Multikolinearitas

Sumber: Output Eviews 12 SV (2022)

Gender Diversity, Profitabilitas, dan Leverage < 0,90. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi antara variabel bebas atau tidak terjadi multikolinearitas.

4.1.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas berfungsi untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Model regresi yang baik yaitu ketika homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika nilai signifikansi dalam uji ini > 0,05 maka tidak terdapat heteroskedastisitas di dalam penelitian ini dan jika nilai uji < 0,05 maka terdapat heteroskedastisitas.

Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Output Eviews 12 SV (2022)

Berdasarkan tabel 3 hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan metode White, menunjukkan bahwa nilai Prob. Chi-Square (9) sebesar 0,1100 > 0,05. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 diterima atau dinyatakan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada sebaran data penelitian.

4.1.3 Persamaan Regresi Data Panel dengan Fixed Effect Model Tabel 4 Hasil Model Fixed Effect

Sumber: Output Eviews 12 SV (2022)

Berdasarkan tabel 4 hasil pengujian model fixed effect, dapat dirumuskan bahwa persamaan regresi data panel sebagai berikut:

Y = 0,801088 + 0,056548 X1 – 0,0375488 X2 – 0,151606 X3 + e (5) Keterangan:

Y = Pengungkapan Intellectual Capital

(7)

X1 = Gender Diversity X2 = Profitabilitas X3 = Leverage e = Error term

Persamaan regresi data panel dapat diartikan sebagai berikut:

a. Nilai coefficient konstanta sebesar 0,801088 menunjukkan apabila variabel gender diversity, profitabilitas, dan leverage bernilai nol maka pengungkapan intellectual capital memiliki nilai sebesar 0,801088.

b. Nilai coefficient gender diversity sebesar 0,056548 menunjukkan bahwa apabila setiap terjadinya peningkatan variabel gender diversity sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lain bernilai nol, maka akan menurunkan pengungkapan intellectual capital sebesar 0,056548.

c. Nilai coefficient profitabilitas sebesar -0,375488 menunjukkan bahwa apabila setiap terjadinya peningkatan variabel profitabilitas sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lain bernilai nol, maka akan menurunkan pengungkapan intellectual capital sebesar -0,375488.

d. Nilai coefficient leverage sebesar -0,151606 menunjukkan bahwa apabila setiap terjadinya peningkatan variabel leverage sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lain bernilai nol, maka akan menurunkan pengungkapan intellectual capital sebesar -0,151606.

4.2 Pengujian Hipotesis 4.2.1 Uji Koefisien Determinasi

Tabel 5 Koefisien Determinasi

Sumber: Output Eviews 12 SV (2022)

Berdasarkan tabel 5 koefisien determinasi, dapat dilihat bahwa penelitian ini memiliki nilai Adjusted R-Square sebesar 0,7559 atau 75,59%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel independen gender diversity, profitabilitas, dan leverage mampu menjelaskan variabel dependen yaitu pengungkapan intellectual capital pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2020 sebesar 75,59%, sedangkan sisanya 24,42% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.

4.2.2 Uji Signifikansi Simultan

Berdasarkan tabel 5, dapat dilihat bahwa penelitian ini memiliki nilai Prob (F-Statistics) sebesar 0,000000 <

0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat diartikan bahwa gender diversity, profitabilitas, dan leverage berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pengungkapan intellectual capital.

4.3 Analisis dan Pembahasan

4.3.1 Pengaruh Gender Diversity Terhadap Pengungkapan Intellectual Capital

Nilai probabilitas dari variabel gender diversity sebesar 0,2259. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 0,2259 >

0,05 dan nilai coefficient sebesar 0,056548. Sehingga variabel gender diversity secara parsial tidak berpengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital.

4.3.2 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Pengungkapan Intellectual Capital

Nilai probabilitas dari variabel profitabilitas sebesar 0,0677. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 0,0677 > 0,05 dan nilai coefficient sebesar -0,375488. Sehingga variabel profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital.

(8)

4.3.3 Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan Intellectual Capital

Nilai probabilitas dari variabel leverage sebesar 0,0466. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 0,0466 < 0,05 dan nilai coefficient sebesar -0,151606. Sehingga variabel leverage secara parsial berpengaruh negatif terhadap pengungkapan intellectual capital.

5. Kesimpulan

Berdasarkan analisis deskriptif dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil pengujian deskriptif:

a. Nilai mean variabel Pengungkapan Intellectual Capital lebih tinggi dari nilai standar deviasi. Maka dapat dikatakan bahwa data tidak bervariasi dengan kecenderungan berkelompok.

b. Nilai mean variabel Gender Diversity lebih tinggi dari nilai standar deviasi. Maka dapat dikatakan bahwa data tersebut tidak bervariasi dengan kecenderungan berkelompok.

c. Nilai mean variabel Profitabilitas lebih rendah dari nilai standar deviasi. Maka dapat dikatakan bahwa data bervariasi dengan kecenderungan tidak berkelompok.

d. Nilai mean variabel Leverage lebih tinggi dari nilai standar deviasi. Maka dapat dikatakan bahwa data tidak bervariasi dengan kecenderungan berkelompok.

2. Berdasarkan hasil uji signifikansi simultan dapat disimpulkan bahwa variabel Gender Diversity, Profitabilitas, dan Leverage secara simultan berpengaruh sebesar 75,59% terhadap Pengungkapan Intellectual Capital dan 24,42% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.

3. Berdasarkan hasil uji signifikan parsial (Uji T) menunjukkan bahwa Gender Divversity dan Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Intellectual Capital, sedangkan Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pengungkapan Intellectual Capital.

REFERENSI

Anggeline, E. M., & Novita, N. (2020). IMPLIKASI MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE

TERHADAP PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL. Jurnal Akuntansi Trisakti, 7(1), 55–74.

https://doi.org/10.25105/jat.v7i1.6401

Anna, Y. D., Rari, D., & Rt, D. (2018). Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance Terhadap Intellectual Capital Disclosure Serta Dampaknya Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 6(2), 233–246. https://doi.org/10.17509/jrak.v6i2.11960

Barokah, L. (2019). Accounting Analysis Journal Profitability Mediates the Effect of Managerial Ownership, Company Size, and Leverage on the Disclosure of Intellectual Capital ARTICLE INFO ABSTRACT.

Accounting Analysis Journal, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.15294/aaj.v8i1.27860

Dey, P. K., & Faruq, M. O. (2019). Determinants of Intellectual Capital Disclosure: An Investigation on DS30 Firms in Bangladesh. Asian Journal of Accounting Perspectives, 12(2), 27–48.

https://doi.org/10.22452/ajap.vol12no2.2

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 Edisi 9. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang.

Herli, M., Tjahjadi, B., & Hafidhah, H. (2021). Gender Diversity on Board of Directors and Intellectual Capital Disclosure in Indonesia*. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 8(1), 135–144.

https://doi.org/10.13106/jafeb.2021.vol8.no1.135

Ma’in, M., Najibah Ibrahim, W., Osman, I., & Harris, B. (2018). Determinants of Intellectual Capital

Disclosure : Evidence From Shariah Listed Companies. In MALAYSIAN JOURNAL OF CONSUMER AND FAMILY ECONOMICS (Vol. 21, Issue 2).

Makiwan, G. (2018). ANALISIS RASIO LEVERAGE UNTUK MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2015. Jurnal Bisnis, Manajemen Dan Informatika, 15(2).

Nadeem, M., Farooq, M. B., & Ahmed, A. (2019). Does female representation on corporate boards improve intellectual capital efficiency? Journal of Intellectual Capital, 20(5), 680–700. https://doi.org/10.1108/JIC- 01-2019-0007

Naimah, Z., & Mukti, N. A. (2019). The influence of audit committee’s and company’s characteristic on intellectual capital disclosure. Asian Journal of Accounting Research, 4(2), 170–180.

https://doi.org/10.1108/AJAR-05-2019-0036

Pratiwi, I. A. I. V., Badera, I. D. N., & Budiartha, I. K. (2018). KEMAMPUAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL MEMODERASI PENGARUH DIVERSITAS GENDER, KEBANGSAAN,

(9)

PENGALAMAN DEWAN PADA LUAS INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 7(2).

Putra, R. A., Kristanti, F. T., & Dillak, V. J. (2018). PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL (Studi pada Sektor Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2013- 2016).

Roika, R., Salim, U., & Sumiati, S. (2019). Pengaruh Keragaman Dewan Direksi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Iqtishoduna, 15(2), 115–128. http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/ekonomi

Tejedo-Romero, F., Rodrigues, L. L., & Craig, R. (2017). Women directors and disclosure of intellectual capital information. European Research on Management and Business Economics, 23(3), 123–131.

https://doi.org/10.1016/j.iedeen.2017.06.003

Ulum, I. (2017). Intellectual Capital: Model Pengukuran, Framework Pengungkapan & Kinerja Organisasi.

Universitas Muhammadiyah Malang.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengungkapan intellectual capital pada tiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun

Analisis pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, leverage dan pengungkapan sosial terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek

KHOYUM : PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE, PROFITABILITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN,Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang terdaftar di

Pengaruh Elemen Pembentuk Intellectual capital Terhadap Nilai Pasar Dan Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

LEVERAGE , PROFITABILITAS, DAN GROWTH TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR) PERUSAHAAN STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI (BURSA

PENGARUH LEVERAGE, PROFITABILITAS, DAN TIPE INDUSTRI TERHADAP PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR : HIGH DAN LOW PROFILE YANG.. TERDAFTAR DI BURSA EFEK

Untuk mengetahui pengaruh tingkat leverage dan profitabilitas secara parsial terhadap pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan otomotif dan komponennya yang terdaftar di Bursa

Pengaruh CSR, CG, Profitabilitas, Leverage Dan SIZE Terhadap Agresivitas Pajak Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Bursa Efek Indonesia Berdasarkan dari hasil studi yang sudah