Vol. 14 No. 2, Desember (2023) P-ISSN: 2086-5678, E-ISSN: 2807-8403
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, ISLAMIC CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN ZAKAT TERHADAP KINERJA
KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2012-2020
Medy Putri Maulidia1, Rizal Fahlevi2
1 Universitas Islam 45, E-mail: [email protected]
2 Universitas Islam 45, E-mail: [email protected]
Artikel Abstrak
Katakunci: Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility, Zakat, Kinerja Keuangan
Article History
Received: Sep 30, 2023;
Reviewed: Okt. 26, 2023;
Accepted: Nov. 19, 2023
DOI:
https://doi.org/10.33558/maslahah.v1 4i1
The problem of this research can be formulated: (1) Does Intellectual Capital influence the financial performance of Islamic commercial banks for the 2012-2020 period? (2) Does Islamic Corporate Social Responsibility influence the financial performance of Islamic commercial banks for the 2012-2020 period? (3) Does Zakat affect the financial performance of Islamic commercial banks for the 2012-2020 period? (4) whether Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility and Zakat have an influence on the financial performance of Islamic commercial banks for the 2012-2020 period. This research aims to determine the influence of Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility, and Zakat on the financial performance of Islamic commercial banks for the 2012-2020 period. This research is quantitative research. The population of this research is all Sharia Commercial Banks in Indonesia. This research uses a purposive sampling method. The samples used in this research were 4 Sharia Commercial Banks that met the required criteria. The data used is secondary data and the analysis method used is panel data regression analysis. The results of the research show that partially the results obtained are that the Intellectual Capital variable has a significant positive effect on financial performance, the Islamic Corporate Social Responsibility variable has no effect on financial performance, and the Zakat variable has a significant positive effect on Return On Assets (ROA) of Sharia Commercial Banks. So it can be concluded that from the three variables tested, the Islamic Corporate Social Responsibility variable is the only variable that has no effect and is not significant in this research. Meanwhile, simultaneously the results obtained were that the variables Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility, and Zakat had a joint effect on Return On Assets (ROA) of Sharia Commercial Banks.
1. Pendahuluan
Perkembangan ekonomi dan bisnis pada era modern saat ini, mendorong perusahaan untuk terus berkembang dan mempertahankan eksistensinya dalam bersaing dengan perusahaan lain baik dalam bidang yang sama maupun berbeda. Namun, seiring majunya perkembangan ekonomi perusahaan harus dapat menciptakan inovasi dalam bisnis modern ini. Perusahaan dituntut untuk mempertahankan maupun meningkatkan kinerjanya agar bisa bersaing dengan perusahaan lain yang semakin ketat. Cepatnya perkembangan tersebut membawa implikasi pada persaingan antar perusahaan dibidang jasa, baik itu lembaga keuangan syariah maupun lembaga keuangan jasa lain. Adapun salah satu lembaga keuangan syariah yaitu perbankan syariah. (Agus, Abdul, & Tira, 2015)
Kini pertumbuhan perbankan syariah telah tumbuh kian pesat, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah kantor bank umum serta peningkatan total aset dari sejak beberapa tahun terakhir, dari Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), maupun Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Hal tersebut didukung berdasarkan data. statistika perbankan syariah yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berikut ini adalah perkembangan perbankan syariah di Indonesia selama periode 2016-2020.
Perkembangan Perbankan Syariah Di Indonesia Tahun 2016-2020 Perbankan
Syariah
Tahun Jumlah Bank Total Aset BUS Dan UUS Bank Umum
Syariah
2016 13 254,184
2017 13 288,027
2018 14 316,691
2019 14 350,364
2020 14 397,073
Unit Usaha Syariah
2016 21 102,320
2017 21 136,636
2018 20 160,636
2019 20 159,197
2020 20 196,870
Sumber: Data Statistik Perbankan Syariah, (OJK) Tahun 2020
Berdasarkan data tabel perkembangan perbankan syariah di Indonesia selama periode 2016-2020 dapat dianalisa bahwa terdapat peningkatan jumlah dan kantor BUS pada kurun waktu 2016-2020. Berbeda dengan Bus, UUS mengalami penurunan dalam jumlah bank. Dalam data tabel juga memperlihatkan bahwa adanya peninhkatan aset yang fluktuatif pada BUS maupun UUS. Pada tahun 2016-2020 mengalami peningkatan dengan masing-masing sebesar 33,843, 28,664 triliun dan 33,673 triliun. Sedangkan pada tahun 2019 – 2020 mengalami peningkatan kembali sebesar 21,898 triliun. Dan untuk UUS kenaikan aset masing-masing sebesar 34 triliun, 24 triliun, 1,4 triliun dan 22,6 triliun.
Dengan demikian, hal diatas menunjukan bahwa perbankan syariah di Indonesia mengalami peningkatan aset walaupun masih bersifat fluktuatif, tetapi di masa yang mendatang tidak menutup kemungkinan bahwa perbankan syariah di Indonesia masih memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkembang untuk menjadi perbankan syariah yang baik. Dengan adanya perkembangan yang baik dari industri perbankan syariah pada saat ini, tentunya juga harus diimbangi dengan kinerja keuangan suatu bank syariah dalam mewujudkan kepercayaan dari stakeholder terhadap dana yang mereka investasikan. Kinerja keuangan merupakan gambaran perusahaan pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana serta menjelaskan penurunan atau perkembangan dari suatu perusahaan. (Sri, 2012) Menurut Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008, perbankan syariah merupakan bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah atau prinsip hukum Islam yang diatur dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia seperti prinsip keadilan dan keseimbangan, kemaslahatan serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan Obyek yang haram. Dapat disimpulakan bahwa kinerja keuangan perbankan syariah merupakan gambaran hasil keuangan dari pemanfaatan sumber daya dan aktivitas operasional yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dari perbankan syariah.
Kaitannya dalam hal ini kinerja keuangan dapat diukur menggunakan profitabilitas yang diproksikan menggunakan Return On Asset. Return On Asset merupakan rasio profitabilitas yang menunjukan perbandingan antara laba sebelum pajak dengan total aset bank, yang menggambarkan tingkat efisiensi pengelolaan aset dilakukan oleh bank yang bersangkutan. Semakin tinggi Return On Asset menunjukan bahwa profitabilitas atau kinerja keuangan perbankan syariah semakin baik. (Slamet , Zulvia , & Diah , 2019)
Kinerja keuangan atau profitabilitas perbankan syariah dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal yang berasal dari manajemen bank itu sendiri, seperti penghimpunan, manajemen modal, manajemen likuiditas dan manajemen biaya. Telah disebutkan bahwa salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perbankan syariah ialah manajemen modal. Kaitannya dalam hal ini pada abad ke 21 perekonomian beralih pada ekonomi yang berbasis pengetahuan, hal ini telah menggeser inovasi dan kreativitas dalam kompetisi untuk penciptaan nilai perusahaan dari pengoptimalan pengelolaan pada aset berwujud berubah aset pengetahuan atau Intellectual capital. Bank dianggap sebagai perusahaan yang padat pengetahuan karena kegiatan kegiatan operasionalnya langsung berinteraksi dengan pelanggan yaitu pemberian pelayanan, sehingga sumber daya manusia yang ada harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai. Oleh karena itu, pengoptimalan Intellectual capital pada perbankan dapat meningkatkan nilai perbankan yang akan berdampak pada kinerja keuangan perbankan.
Menurut CIMA (2003) di dalam Chandra (2020) mendefinisikan Intellectual Capital yaitu kepemilikan pengetahuan dan pengalaman, kemampuan dan pengetahuan profesional, hubungan baik, serta kapasitas teknologi yang jika diaplikasikan dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi dan sebagai aset pengetahuan yang terletak pada karyawan, instrumen (paten) atau strukturak (hubungan pelanggan) yang pada dasarnya bersifat abstrak. (Haryani , 2020)
Selain Intellectual capital bank syariah diharuskan untuk tetap memperhatikan peran pemangku kepentingan (stakeholder). Menurut Sharia Enterprise Theory pemenuhan kewajiban terhadap stakeholder mempunyai artian yang sangat luas tidak hanya terhadap karyawan melainkan lebih luas lagi yaitu terhadap tuhan, masyarakat dan alam. (Samsiah, 2016) Pemenuhan tanggung jawab tersebut juga tidak hanya dapat dilakukan dengan penilaian kinerja yang baik melainkan dapat juga diimplementasikan dengan kebijakan pengungkapan tanggung jawab terhadap sosial yakni sering disebut dengan Corporate Social Responsibility perusahaan yang bernilai spiritual yang disebut dengan Islamic Corporate Social Responsibility.
Sebagai bank syariah tentunya dalam setiap pengoperasionalnya selalu berorientasi kepada apa apa yang diperintahkan dan apa apa yang dilarang oleh Allah SWT. Dalam kosep Islamic Corporate Social Responsibility juga terdapat dalam ajaran Islam dalam menjalankan bisnisnya harus berdasarkan prinsip syariah dan mendasarkan pada filosofi dasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga menjadikan dasar bagi pelakunya dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sesamanya. (Apip , Ai, & Oni, 2016) Hal ini menjelaskan bahwa dalam pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility dalam dunia perbankan syariah ialah suatu kewajiban bagi seluruh stakeholder agar dapat ikut serta mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar bank itu berdiri. Tanggung jawab bank syariah tidak hanya kepada stakeholder saja melainkan memiliki ruang lingkup yang lebih luas sehingga mendapatkan keridhaan dari Allah SWT.
Salah satu penerapan nilai-nilai sosial dalam konsep Islamic Corporate Social Responsibility adalah zakat. Zakat adalah ibadah ekonomi sosial yang memiliki posisi yang sangat penting, starategis dan menentukan baik dari sisi doktrin Islam maupun dari sisi pembangunan ekonomi umat. Menurut Hafiduddin (2007) dalam Rhamadhani (2016) Zakat merupakan bagian dari konsep Islamic Corporate Social Responsibility yang akan memberikan paduan pada perusahan untuk memperhatikan kepentingan sosial disamping kepentingan perusahaan itu sendiri. Kedermawanan perusahaan dalam Islam diwadahi dan dilambangkan sebagai zakat pengusaha maupun perusahaan. (Rika , 2016) Bank syariah saat ini tidak hanya terfokus pada tujuan komersil yang dapat dilihat dari pencapaian keuntungan semata tetapi juga memperhatikan perannya dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui peran fungsi sosial serta mampu mengelola harta tidak hanya sekedar halal (tanpa riba, gharar, maysir) tetapi juga membawa keberkahan. Dan jika bank syariah melaksanakan kewajibannya membayar zakat dan didistribusikan kepada masyarakat di sekitar bank, maka keberadaan bank syariah di mata masyarakat akan semakin kuat. Bank syariah akan dapat meningkatkan kinerjannya karena kepercayaan masyarakat yang meningkat akan menjamin keberlangsungan hidup bank syariah serta mampu meningkatkan kepercayaan investor.
Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil masing-masing penelitian yang meneliti tentang Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility, dan Zakat terhadap kinerja keuangan terhadap bank umum syariah. Dimana belum ada yang sepakat dengan satu hasil saja yang terkait dengan Intellectual Capital, Islamic Corporate Social
Responsibility, dan Zakat maka penelitian ini perlu dilakukan. Dan Berdasarkan uraian diatas peneliti mengangkat judul “pengaruh intellectual capital, islamic corporate social responsibility dan zakat terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012-2020”. hal inilah yang akan menjadi fokus pembahasan dalam tulisan ini dan menarik untuk dikaji lebih lanjut.
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah Intellectual Capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012-2020 ?
2. Apakah Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012-2020 ?
3. Apakah Zakat berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012-2020 ?
4. Apakah Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility dan Zakat berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012-2020?
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut :
1. Untuk meneliti dan mengetahui apakah ada pengaruh Intellectual Capital terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012-2020.
2. Untuk meneliti dan mengetahui apakah ada pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012- 2020.
3. Untuk meneliti dan mengetahui apakah ada pengaruh Zakat terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012-2020.
4. Untuk meneliti dan mengetahui Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility dan Zakat berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah periode 2012-2020.
2. Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan masing-masing bank umum syariah yang terdaftar di OJK dan BI. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas (independen) meliputi Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility, dan Zakat serta variabel terikat (dependen) yang meliputi Return On Asset (ROA). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan bank umum syariah yang dipublikasikan dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria menerbitkan laporan keuangan bank umum syariah pada tahun 2012-2020, bank umum syariah yang telah menerbitkan dan mempublikasikan secara resmi laporan keuangan (annual report) secara lengkap, yaitu tentang Intellectual Capital, laporan membayar zakat perbankan dan laporan program ICSR sesuai tahun penelitian.. sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 4 sampel yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Negara Indonesia Syariah,
Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan dokumentasi berupa buku, paper jurnal terkait dan laporan keuangan bank umum syariah dari website masing-masing bank umum syariah.
Teknik analisa data menggunakan uji asumsi klasik dan analisis regresi data panel dengan menggunakan alat bantu aplikasi Eviews.
3. Landasan Teori a. Intellectual Capital
Menurut Edvinsson & Sullivan (1996) Intellectual capital merupakan pengetahuan yang dapat dikonversikan menjadi nilai dari suatu organisasi, dimana di dalamnya mencakup semua sumber daya tidak berwujud yang berharga yang diperoleh melalui pengalaman dan pembelajaran yang dapat digunakan dalam produksi kekayaan lebih lanjut. Hsu & Fang (2009) mendefisikan Intellectual capital sebagai jumlah dari kemampuan, pengetahuan, budaya, strategi, proses, kekayaan intelektual dan jaringan relasional perusahaan, dimana keberadaannya dapat menciptakan nilai atau keunggulan kompetitif dan kontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Stewart (1997) dalam Sangkala (2006) dikatakan bahwa Intellectual Capital ialah materi intektual berupa pengetahuan, informasi, inovasi, pengalaman intelektual yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sebuah aset yang mampu memberikan keunggulan bersaing dan mempunyai nilai tambah. (Sangkala, 2006) Brooking dalam Ulum (2009) menyatakan bahwa Intellectual Capital adalah istilah yang diberikan untuk mengkombinasikan intagible dari pasar, properti intelektual, infrastruktur dan pusat manusia yang menjadikan suatu perusahaan dapat berfungsi. (Ihyaul, 2017) Dapat disimpulkan bahwa Intellectual capital merupakan aset tidak berwujud yang berhubungan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh suatu organisasi meliputi kompetensi intelektual, kekayaan intelektual, sumber daya intelektual yang berkontribusi dalam penciptaan nilai dan peningkatan kinerja organisasi.
Intellectual Capital digolongkan menjadi tiga komponen yaitu Human Capital, Structural Capital dan Physical Capital. Human Capital dikaitkan dengan pengetahuan karyawan, inovasi dan kemampuan mereka dalam memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk perusahaan, oleh karena itu Human Capital mencakup nilai-nilai individu, sikap, perilaku, pendidikan dan pengalaman karyawan. Human Capital sebagai kreativitas karyawan, kepuasan, kesetiaan dan motivasi, serta pelatihan dan pendidikan formal. Structural Capital yang didefinisikan sebagai infrastruktur untuk mendukung sumber daya manusia, yang terdiri dari kemampuan organisasi, budaya, filosofi manajemen dan semua bentuk intelletual property yang dimiliki perusahaan.
Dan Physical Capital yang didefinisikan sebagai pengetahuan yang berasal dari hubungan perusahaan yang meliputi hubungan internal dan eksternal. (Partiwi & Arifin , 2016) Dalam Intellectual Capital, Human Capital dianggap sebagai komponen yang paling dominan karena erat dengan pelayanan kepada pelanggan, sehingga diperlukan pengetahuan, kompetensi, pengalaman, dan keterampilan dalam melaksanakan tugas agar tujuan perusahaan dapat terpenuhi. Seperti yang telah disebutkan bahwa Human Capital atau sumber daya insani merupakan faktor terpenting dalam peningkatan
kemampuan kompetitif dari sebuah organisasi, oleh karena itu, pengoptimalan pengetahuan yang dimiliki khususnya pada sumber daya insani dalam sebuah organisasi, perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta meningkatkan kinerja sumber daya insani. Sehingga mampu melaksanakan tugas- tugas pekerjaan dengan semaksimal mungkin. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur Intellectual Capital yaitu Islamic Banking - Value Added Intellectual Coefficient (iB-VAIC). (Ihyaul , 2013) Modifikasi metode ini disesuaikan dengan perbankan syariah dimana metode sebelumnya merupakan metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja Intellectual Capital pada perusahaan konvensional.
Sehingga akun-akun yang digunakan dalam menghitung kinerja Intellectual Capital dengan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) adalah akun-akun yang lazim pada perusahaan konvensional. Sedangkan pada IB-VAIC akun-akun yang digunakan disesuaikan dengan akun-akun yang ada pada perbankan syariah. Adapun rumus dari Islamic Banking - Value Added Intellectual Coefficient (iB-VAIC) sebagai berikut:
b. Islamic Corporate Social Responsibility
Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis syariah saat ini, beberapa ahli mulai menggagas bentuk pengungkapan Corporate Sosial Responsibility khusus untuk bisnis syariah. Dalam pengungkapan Corporate Social Responsibility berbasis syariah disebut Islamic Corporate Social Responsibility (ICSR). Islamic Corporate Social Responsibility adalah salah satu tindakan atau sebuah konsep CSR Islami yang dikembangkan dari CSR konvensional, yaitu suati tindakan yang dilakukan perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap social atau lingkugan sekitar perusahaan berada. Menurut Haniffa menyebutkan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility merupakan peluasan dari pelaporan social yang tidak hanya berupa keinginan besar dari seluruh masyarakat terhadap peranan perusahaan dalam ekonomi melainkan dengan perspektif spiritual.
Islamic Corporate Social Responsibility merupakan pendekatan seimbang bagi perusahaan untuk menhatasi perosalan ekonomi, social dan isu lingkungan dengan cara yang menguntungkan individual ataupun masyarakat. Dari teori di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud Islamic Corporate Social Responsibility adalah kewajiban perusahaan Islam yang diberikan kepada Stakeholder berdasarkan ketentuan hukum syariah yang berlaku. (Jhon & Eke, 2016) Islam memandang kegiatan Corporate Social Responsibility memiliki tujuan mulia yaitu berkontribusi dala mengurangi kemiskinan dan ketidakadilan di masyarakat. Islam sangat mendukunng Islamic Corporate Social Responsibility karena tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis menciptakan banyak permasalahan sosial. Dan perusahaan bertanggung jawab menyelesaikannya. Islam secara tidak langsung menganggap bisnis sebagai entitas yang kewajibannya terpisah dari pemiliknua, adanya CSR akan mengembangkan kemauan baik perusahaan tersebut.
Adapun, tujuan perusahaan mengungkapkan aktivitas Islamic Corporate Social Responsibility dalam bentuk sustainnability report adalah untuk mengdongkrak reputasi
IB-VAIC = IB-VACA + IB-VAHU + IB-STVA
dan citra merek perusahaan. Pengungkapan melalui sustainnability report akan memperbaiki hubungan perusahaan dengan pihak-pihak yang terkait, terutama hubungan perusahaan dengan pihak-pihak yang terkait, terutama para stakeholder dan regulator. Bagi internal perusahaan, peningkatan produktivitas akan mudah dicapai, Karena karyawan merasa diperhatikan dan dihargai, pengungkapan ini juga memberikan peluang bagi suatu organisasi atau perusahaan dalam mendapatkan penghargaan, sehingga akan meningkatkan citra perusahaan dimata stakeholdernya. Secara umum, tujuan dari pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility dapat dinyatakan sebagi selah satu upaya perusahaan memenuhi harapan masyarakat akan perusahaan yang berkinerja baik hanya dalam masalah ekonomi saja, tetapi juga dalam bidang sosial dan lingkungan. (Muhammad, 2019)
Beberapa ahli ekonomi Islam mulai menegaskan bentuk pelaporan kinerja sosial institusi bisnis syariah. Ini disebabkan karena pelaporan Corporate Sosial Responsibility perusahaan syariah menggunakan standar pelaporan Corporate Sosial Responsibility konvensional yang belum mencangkup item-item berprinsip syariah. Maka indeks yang digunakan dalam pengungkapan Corporate Sosial Responsibility pada penelitian ini dengan Islamic Social Reporting (ISR). Indeks Islamic Social Reporting dapat dikelompokan menjadi lima tema pengungkapan yaitu tema invesatasi dan keuangan, produk dan jasa, tenaga kerja, sosial dan lingkungan. Setelah diidentifikasi langkah selanjutnya yaitu scorring. Pengungkapan memiliki nilai 1 dan 0. Dalam penelitian ini, kode “1” untuk perusahaan yang mengungkapkan, dan “0” untuk perusahaan yang tidak mengungkapkan. Nilai total yang diungkapkan kemudian dibagi dengan 37 (jumlah total item) dan akan mendapatkan angka rasio. Oleh karena data Islamic Corporate Social Responsibility berupa rasio, maka nilai Islamic Corporate Social Responsibility berkisar 0 sampai 1, atau 0≤ ICSR ≥ 1. Penggunaan indeks Islamic Social Reporting ini dimaksudkan untuk pelaporan aspek-aspek sosila dalam aktivitas lembaga keuangan syariah dalam prespektif Islam sebagai alternatif untuk meminimalisir kelemahan dalam praktik di lembaga keuangan syariah. (Muhammad, Muhammad, & Ria, 2020) Dengan rumus Islamic Corporate Sosial Responsibility sebagai berikut:
c. Zakat
Zakat ditinjau dari segi bahasa (lughatan) mempunyai beberapa arti, yaitu keberkahan (al-barakatu), pertumbuhan dan perkembangan (al-nama’), kesucian (al- taharatu). Sedangkan dalam terminologi fiqh, secara umum zakat didefinisikan sebagai bagian tertentu dari harta kekayaan yang diwajibkan Allah SWT untuk sejumlah orang yang berhak menerimanya. (Didin , 2009) Menurut Muhammad Daud Ali menerapkan bahwa zakat adalah mengangkat derajad fakir miskin, membantu memecahkan masalah para gharimin, ibnu sabil, dan mustahik lainnya membentuk dan membina tali persaudaraan sesama umat Islam dan manusia pada umumnya, menghilangkan sifat kikir dan laba para pemilik harta, menghilangkan sifat iri dan dengki (kecemburuan
sosial) dari hati orang-orang miskin dan menjebatani jurang antara si kaya dan si miskin di dalam masyarakat. (Nurul , 2012)
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis yaitu zakat fitrah dan zakat maal.
Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan oleh setiap orang Islam mempunyai kelebihan untuk keperluan keluarga yang wajar pada malam hari raya Idul Fitri. Zakat fitrah wajib di keluarkan sebelum shalat ied, namun ada pula yang membolehkan mengeluarkannya mulai pertengahan bulan puasa. Bukan dikatakan zakat fitrah apabila dilakukan setelah shalat ied. Adapun zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun subtansi perolehannya tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Zakat maal terdiri dari uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi dan lain-lain. Di Indonesia, keberadaan zakat diperkuat dengan adanya regulasi yang mengatur kewajibanmengeluarkan zakat yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan UU No.23 Tahun 2014. Zakat jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber kekuatan dalam memberdayakan kondisi dengan baik dapat menjadi sumber kekuatan dalam memberdayakan kondisi prekonomian negara dan masyarakat.
Zakat harta yang dikenakan dalam perusahaan adalah zakat perusahaan. Zakat pada perusahaan ini didasarkan pada prinsip keadilan dan hasil ijtihad para fuqaha sehingga sulit ditemukan pada kitab fiqih klasik. Suatu perusahaan tentunya tidak hanya dimiliki oleh seorang saja, melaikan banyak individu, zakat dalam perusahaan ini ditujukan terutama pada perusahaan yang sebagian dari pemilik atau pengelolanya adalah umat muslim. Zakat perusahaan ini dianalogikan seperti zakat perdagangan, karena pada umumnya kegiatan perusahaan adalah menjual atau perdagangan. Zakat perusahaan harus dikeluarkan jika syarat-syarat terpenuhi. Di dalam fiqih muamalah, zakat tentang perusahaan tidak dijelaskan secara khusus. Namun pada prinsipnya harta yang dibayarkan zakatnya nilainya haruslah sampai nisbah, lebih dari kebutuhan pokok, bebas dari hutang dan menjadi milik penuh pemiliknya seperti yang dijelaskan dalam Alquran dan hadist.
Perbankan syariah sebagai satu institusi perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan keuangan, perbankan syariah senantiasa menanamkkan sikap kepedulian yang besar terhadap kondisi alam sosial. Dalam sudut pandang Islam, prinsip kepedulian sosial ditafsirkan dalam wujud konsep zakat, infak dan sedekah. Bahwa melalui anjuran melakukan zakat, infak dan sedekah, masyarakat muslim hendak diajarkan menanamkan sifat kepekaan sosial. Internalisasi sifat kepekaan sosial pada gilirannya akan mendorong lahirnya pribadi yang senantiasa menjunjung sikap dan perilaku saling tolong menolong, kasih sayang, sikap empati satu sama lain. Dalam konteks perbankan syariah, zakat yang dibayar oleh bank syariah 2,5% dari laba tahunnya. Beberapa sumber dana zakat yang didayagunakan oleh perbankan syariah adalah zakat perusahaan, zakat pegawai bank, dan zakat yang berasal dari luar pegawai bank seperti nasabah.
Metode perhitungan zakat yang dilakukan dengan dua cara, pertama dari nilai neraca atau kedua dari nilai laba. Berdasarkan nilai neraca, zakat dikenakan atas nilai asset lancar bersih setelah dikurangi dengan kewajiban jatuh tempo (pasal 12 PMA 52/2014). Berdasarkan nilai laba, zakat dikenakan dari laba sebelum pajak, karena dalam kaitannya dengan pajak, zakat dapat digunakan sebagai pengurang penghasil
kena pajak (pasal 23 ayat (2) UU 23/2011). Pada umumnya penggunaan cara kedua lebih umum digunakan, sehingga informasi pemotongan zakat perusahaan pada bank syariah dapat dilihat pada laporan laba rugi. Sedangkan rumus zakat berdasarkan undang-undnag 23 tahun 2011 yaitu sebagai berikut:
d. Kinerja Keuangan
Kinerja adalah gambaran dari keahlian perusahaan dalam memngelola dan mengalokasikan sumber daya secara maksimal. Sementara kinerja keuangan adalah gambaran atas kondisi keuangan perusahaan secara utuh selama kurun waktu tertentu.
Kinerja keuangan merupakan proses pengkajian secara kritis terhadap keuangan perusahaan yaitu review data, menghitung, mengukur, menginterpresikan, dan memberikan solusi terhadap perusahaan pada suatu periode tertentu. (Shearly, 2012) Pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan dengan menghitung rasio dari komponen-komponen laporan keuangan yang pada umumnya menjelaskan tentang kinerja dari semua produk atau aktivitas jasa yang dihasilkan oleh perusahaan dalam satuan mata uang. Dari laporan keuangan yang dinilai dapat menghasilkan berbagai informasi mengenai segala aktivitas dari perusahaan tersebut. Pengukuran kinerja keuangan dalam penelitian ini menggunakan rasio Return On Assets (ROA) adalah rasio yang menggambarkan kemampuan bank dalam mengelola dana yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan keuntungan. Peneliti menggunakan rasio ROA karena rasio ini digunakan untuk mengukur pengembalian total aktiva atau total investasi yang menunjukan kinerja manajemen dalam menggunakan aktiva perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Semakin besar Return On Asset (ROA) maka penggunaan aktiva perusahaan juga akan semakin efisien sehingga, laba perusahaan akan meningkat. Laba yang besar akan menarik minat investor untuk menanamkan dananya karena perusahaan memiliki tingkat pengembalian yang tinggi. Sehingga rasio Return On Asset (ROA) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
100%
Laba Sebelum Pajak X 2,5%
5. Temuan dan Analisis Penelitian Analisis Statistik Deskriptif
Tabel 1. Hasil Uji Deskriptif
IC ICSR ZAKAT ROA
Mean 3.061611 0.682431 9.545250 0.957322 Maximum 6.956200 0.756800 47.77400 3.022300 Minimum -1.660700 0.540500 375000 0.029300 Std. Dev 2.092537 0.059352 11.20436 0.719030
Observations 36 36 36 36
Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Berdasarkan tabel 1 menginformasikan dari hasil data statistic deskriptif menunjukan nilai minimum Intellectual Capital sebesar -1.660700 yang berada pada Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2014, sementara untuk nilai maksimum Intellectual Capital sebesar 6.956200 pada Bank Mega Syariah di tahun 2019. Serta memiliki rata-rata 3.061611 dan standar deviasi yang dimiliki Intellectual Capital sebesar 2.092537.
Nilai maksimum Islamic Corporate Social Responsibility sebesar 0.756800 yang berada pada Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2013. Sedangkan nilai minimum Islamic Corporate Social Responsibility sebesar 0.540500 pada Bank Negara Indonesia Syariah pada tahun 2016. Untuk nilai rata-rata Islamic Corporate Social Responsibility dari tahun 2012-2020 sebesar 0.682431 dengan standar deviasi sebesar 0.059352.
Nilai minimum zakat sebesar 375000 yang berada pada Bank Muamalat Indonesia di tahun 2020 dan nilai maksimum zakat sebesar 47.77400 pada Bank Syariah Mandiri di tahun 2020. Nilai rata-rata zakat pada tahun 2012-2020 sebesar 9.545250 dan untuk nilai standar deviasi yang dimiliki zakat sebesar 11.20436.
Selanjutnya ialah nilai minimum ROA sebesar 0.029300 yang berada pada Bank Muamalat Indonesia di tahun 2020, sementara untuk nilai maksimum ROA sebesar 3.022300 pada Bank Mega Syariah di tahun 2012, hal ini berarti bank sudah maksimal dalam menghasilkan laba sehingga diperoleh keuntungan. Nilai rata-rata ROA pada tahun 2012-2020 sebesar 0.957322 dengan nilai standar deviasi yang dimiliki ROA sebesar 0.719030.
Pemilihan Model Regresi Data Panel
Tabel 1. Hasil Uji Chow
Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Sebagaimana terlihat pada tabel 2 diperoleh hasil bahwa dalam Uji Chow pada penelitian ini bernilai 7.717652 dengan probabilitas sebesar 0.2595. Hasil pengujian tersebut menjelaskan bahwa nilai probabilitas > Level of significance (0.05), sehingga
Effects Test Statistic Prob.
Cross-section Chi-
square 7.717652 0.2595
H0 diterima. Dengan demikian model estimasi regresi data panel yang tepat untuk digunakan berdasarkan uji chow adalah Common Effect Model (CEM).
Tabel 2. Hasil Uji Lagrange Multiplier
Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Berdasarkan pengujian Lagrange Multiplier yang dilakukan, diperoleh nilai Obs*
R² sebesar 0.126941 dengan probabilitas sebesar 0.7216. hasil ini menunjukan bahwa nilai probabilitas > level of significance (0.05). Dengan demikian model estimasi regresi data panel untuk penelitian ini berdasarkan uji Lagrange Multiplier adalah Common Effect Model (CEM).
Uji Normalitas
Gambar 1. Hasil Uji Normalitas
Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Berdasarkan gambar 1, Hasil uji normalitas menunjukan bahwa nilai probabilitas pada JB > 0.05 maka, penelitian ini dapat dikatakan berdistribusi normal sehingga dapat disimpulkan persyaratan normalitas dapat terpenuhi.
Uji Multikolineritas
Tabel 4. Hasil Uji Multikolineritas
IC ICSR ZAKAT
IC 1.000000 -0.213671 0.161977
0 1 2 3 4 5 6 7 8
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Series: Standardized Residuals Sample 2012 2020
Observations 36
Mean 1.23e-17 Median -0.058963 Maximum 1.689400 Minimum -1.042523 Std. Dev. 0.590415 Skewness 0.613922 Kurtosis 3.668298
Jarque-Bera 2.931332 Probability 0.230924
Obs *R-squared 0.126941
Probabilitas 0.7216
ICSR -0.213671 1.000000 -0.007735
ZAKAT 0.161977 -0.007735 1.000000
Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Berdasarkan tabel 4, diatas dapat dilihat bahwa semua variabel penelitian ini memiliki koefisien korelasi < 0,85. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai tidak terdapat korelasi diantara variabel bebasnya.
Uji Heteroskedastisitas
Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 1.274318 0.849390 1.500273 0.1444 IC 0.020575 0.031737 0.648302 0.5219 ICSR -1.268632 1.204976 -1.052828 0.3011 ZAKAT -0.002506 0.007826 -0.320214 0.7511
Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada tabel diatas, dapat diperoleh informasi bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas.
Uji Autokorelasi
Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi
Root MSE 0.582157 R-squared 0.645752
Mean dependent var 0.957321 Adjusted R-squared 0.552541 S.D. dependent var 0.719031 S.E. of regression 0.617470 Akaike info criterion 1.978068 Sum squared resid 12.20063 Schwarz criterion 2.154015 Log likelihood -31.60522 Hannan-Quinn
criter. 2.039478 F-statistic 5.153432
Durbin-Watson stat 1.790320 Prob(F-statistic) 0.005087 Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Berdasarkan tabel 6. diatas, nilai Durbin Watson sebesar 1,790320 dan syarat tidak terjadinya autokorelasi adalah nilai du < dw < 4 – du, sedangkan nilai tabel Durbin Watson dengan jumlah 36 dan jumlah variabel independen 3, maka nilai yang didapat dl = 1,2953 dan du = 1,6539. Berdasarkan uji Durbin Watson (DW), nilai hitung lebih besar dari du dan lebih kecil dari 4 – du, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.
Uji Hipotesis
Tabel 7. Hasil Uji T
Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pada tabel 4. dapat dilihat bahwa secara parsial variabel Intellectual Capital (IC) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan, hal ini dilihat dari nilai probabilitasnya yaitu sebesar sebesar 0,0223 < 0.05 maka, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (ROA) bank umum syariah. Untuk variabel Islamic Corporate Social Responsibility tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, hal ini dilihat dari nilai probabilitasnya yaitu sebesar 0,2036 > 0.05 maka, dapat disimpulkan H0 diterima dan H2 ditolak yang berarti bahwa variabel Islamic Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) bank umum syariah.
Sedangkan untuk variabel zakat memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, hal ini dilihat dari nilai probabilitasnya yaitu sebesar sebesar 0,0454 < 0.05 maka, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima yang berarti bahwa variabel zakat berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (ROA).
Tabel 8. Hasil Uji F
Root MSE 0.582157 R-squared 0.645752
Mean dependent var 0.957321 Adjusted R-squared 0.552541 S.D. dependent var 0.719031 S.E. of regression 0.617470 Akaike info criterion 1.978068 Sum squared resid 12.20063 Schwarz criterion 2.154015 Log likelihood -31.60522 Hannan-Quinn criter. 2.039478 F-statistic 5.153432 Durbin-Watson stat 1.790320 Prob(F-statistic) 0.005087
Sumber : Eviews 11 (Data diolah)
Berdasarkan tabel 8 hasil F-stastitic sebesar 5,153432 dengan nilai probabilitas 0,00508. Karena tingkat probabilitas kurang dari 0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Intellectual Capital, Islamic
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 1.558976 1.275694 1.173723 0.0011 IC 0.303487 0.151759 1.646985 0.0223 ICSR -5.662393 1.800994 -3.144039 0.2036 ZAKAT 0.016764 0.109444 0.775216 0.0454
Corporate Social Responsibility, dan Zakat secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA) bank umum syariah.
Koefisien Determinasi (R²)
Pada tabel 8 menunjukan bahwa nilai Adjusted R-Square dalam penelitian ini adalah sebesar 0,552541 yang menunjukan bahwa kemampuan variabel independen Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility, dan Zakat dalam menjelaskan variabel dependen ROA pada bank umum syariah adalah sebesar 55,2%
sedangkan 44,8% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.
Analisis Regresi Data Panel
Setelah melakukan serangkaian pengujian regresi data panel, penelitian ini menggunakan estimasi Common Effect Model. Model regresi yang terbentuk adalah
ROA = 1, 558976 + 0,303487 IC – 5,662393 ICSR + 0,016764 ZAKAT.
Dari persamaan regresi data panel tersebut menunjukan bahwa koefisien Intellectual Capital sebesar 0,303487, sehingga berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini berarti bahwa terjadinya kenaikan 1% terhadap Intellectual Capital akan menyebabkan kenaikan Return On Asset (ROA) sebesar 0,30%. Kemudian koefisien Islamic Corporate Social Responsibility yaitu sebesar - 5,662393, sehingga Islamic Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh negative signifikan terhadap Return On Asset (ROA), dimana kenaikan 1% pada Islamic Corporate Social Responsibility akan menyebabkan penurunan Return On Asset (ROA) sebesar 5,66%. Selanjutnya yaitu koefisien Zakat sebesar 0,016764, sehingga berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini berarti menunjukan bahwa terjadinya kenaikan 1% terhadap Zakat akan menyebabkan kenaikan Return On Asset (ROA) sebesai 0,01%.
Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa variabel Intellectual Capital memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap kinerja keuangan diukur dengan Return On Asset (ROA). Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitasnya sebesar 0,0223 dimana nilai tersebut kurang dari 0.05. Sehingga hasil tersebut mendukung hipotesis pertama dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa Intellectual Capital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) bank umum syariah.
Bank Umum Syariah telah mengelola dengan baik sumber daya manusianya secara maksimal sehingga dapat menghasilkan tenaga kerja berkualitas yang meningkatkan produktivitas karyawan perusahaan tersebut. Intellectual Capital yang dikelola dengan baik oleh perusahaan dapat menciptakan nilai tambah (Value added) bagi perusahaan itu sendiri. Atas dasar nilai tambah tersebut para penyandang dana akan memberikan nilai tambah juga kepada perusahaan dengan cara berinvestasi lebih tinggi.
Nilai tambah ini akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Semakin tinggi nilai Intellectual Capital bank umum syariah maka semakin baik bank umum syariah tersebut mengelola asetnya. Pengelolaan asset yang baik dapat meningkatkan laba perusahaan yang berdampak naikan Return On Asset (ROA). Adanya peningkatan laba
karena dalam Intellectual Capital memiliki 3 komponen yaitu: 1) Human Capital dengan adanya gaji dan ditambah dengan tunjangan karyawan, pelatihan dan pengembangan dapat memotivasi karyawannya dalam meningkatkan keuntungan bank umum syariah. 2) Capital Employed merupakan pemanfaatan efisiensi modal yang daoat meningkatkan Return On Asset (ROA). Peningkatan Return On Asset (ROA) akan menyebabkan meningkatnya kinerja pada return yang diperoleh stakeholder. 3) Structural Capital dengan adanya pengelolaan SC berupa pengelolaan sistem, prosedur dan database. Dapat meningkatkan kinerja karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan untuk melakukan inovasi, belajar lalu mempraktekan.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang diajukan oleh Astuti Novi &
Suharni (2020) dan Affifudin (2014) yang menyimpulkan bahwa Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA.
Pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa variabel Islamic Corporate Social Responsibility memiliki tanda negatif, hal ini dapat juga dilihat dari nilai probabilitas sebesar 0,2036 dimana nilai tersebut lebih dari 0.05. Sehingga hasil tersebut mendukung hipotesis kedua dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) bank umum syariah.
Perusahaan bukan hanya entitas bisnis tetapi juga entitas sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya, baik dalam aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dimana perusahaan tersebut menjalankan aktivitas usahanya. Islamic Corporate Social Responsibility merupakan konsep Corporate Social Responsibility islami yang dikembangkan dari Corporate Social Responsibility konvensional, serta merupakan kewajiban perusahaan dalam mempertimbangkan kepentingan pengguna, pekerja, pemegang saham, masyarakat, alam sekitar yang menyangkut seluruh aspek operasional perusahaan yang berlaku secara luas diluar kewajiban yang telah ditetapkan oleh undang-undang. Hasil negatif dalam penelitian ini menunjukan bahwa setiap peningkatan dana Islamic Corporate Social Responsibility yang disalurkan akan direspon oleh bank umum syariah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan program Islamic Corporate Social Responsibility tidak secara otomatis dapat meningkatkan ROA bank umum syariah. Islamic Corporate Social Responsibility menjadi perhatian para stakeholder perusahaan dalam mendorong peningkatan pengungkapan tanggung jawab sosial secara Islami yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk kepatuhan atas amanah yang diberikan Allah.
Hasil penelitian ini mendukung beberapa penelitian yaitu penelitian oleh Indrayani dan Risna (2018) yang menyimpulkan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility tidah berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan pdan bank umum syariah yang diukur dengan ROA. Penelitian Arifin dan Wardani (2016) yang menyatakan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap ROA dimana Informasi yang diungkapkan dalam Islamic Corporate Social Responsibility bank syariah tidak banyak dikaitkan dengan aktivitas perolehan laba atas aktiva yang digunakan.
Pengaruh Zakat terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan hasil penelitian yang diuji bahwa variabel Zakat memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap kinerja keuangan diukur dengan Return On Asset (ROA). Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas sebesar 0,0454 dimana nilai tersebut kurang dari 0.05. Sehingga hasil tersebut mendukung hipotesis pertama dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa zakat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) bank umum syariah.
Zakat dalam konteks bank syariah selain sebagai bentuk ibadah juga sebagai aspek tabaru (aspek sosial perusahaan) yang menjadi suatu kewajiban perusahaan yang perlu dilakukan guna terciptanya keseimbangan dalam menjalankan aktivitas usahanya.
Sebagai aspek sosial perusahaan zakat diharapkan dapat berguna meningkatkan nilai perusahaan dikarenakan perusahaan bisa memberikan informasi mengenai tanggung jawab sosial, sehingga transaksi bisnis yang ada dalam perusahaan dapat mengalami peningkatan. Zakat adalah instrument pengelolaan harta daam Islam yang memiliki peran dalam pembangunan peradaban Islam dengan mendistribusikan harta-harta yang halal untuk disebarluaskan kepada kaum yang membutuhkan. Apabila bank umum syariah mampu meningkatkan keuntungan maka akan berdampak pada pendapatan laba sebelum pajak yang dapat mengakibatkan kemampuan zakat suatu bank juga akan meningkat. Hasil penelitian ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Rhamadhani (2016) yang mengungkapkan bahwa dalam kaitannya dengan kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA, berzakat tidak akan mengurangi harta. Zakat juga merupakan salah satu kewajiban bagi muslim dan menjadi wujud bukti komitmen seorang hamba terhadap keyakinannya yang bertujuan untuk memperhatikan kebutuhan dari para stakeholders.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2019) dan Amirah dan Raharjo (2014) yang menyimpulkana bahwa zakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan yang salah satunya diukur dengan ROA.
Pengaruh Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility dan Zakat terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan uji F (simultan) pada model regresi menunjukan bahwa variabel Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility dan Zakat secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA yang berarti bahwa hipotesis keempat (H4) yaitu Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility dan Zakat secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA pada bank umum syariah di Indonesia periode 2012-2020 diterima. Diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar sebesar 0,552541 yang berarti kombinasi variabel Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility, dan Zakat berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah yang dipriksikan dengan ROA sebesar 55,2%
sedangkan sisanya sebesar 44,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model regresi ini.
Kinerja keuangan merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap kondisi keuangan perusahaan, untuk perbankan syariah dapat dianalisis degan rasio profitabilitas menggunakan ukuran Return On Asset (ROA). Ada berbagai macam metode yang digunakan untuk melakukan pengukuran atau perhitungan terhadap kinerja keuangan bank umum syariah. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan yaitu dengan Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility, dan Zakat.
Peningkatan terhadap nilai Intellectual Capital akan meningkatkan kinerja keuangan dari bank umum syariah. Hal ini, dikarenakan Intellectual Capital dapat menciptakan nilai bagi perudahaan yang akan mendorong keunggulan kompetitip bagi perusahaan.
Islamic Corporate Social Responsibility secara umum merupakan upaya untuk meningkatkan citra perusahaan yang akhitnya akan berdampak pada peningkatan kinerja keuangan, dimana investor cenderung menanamkan modal pada perusahaan yang melakukan aktivitas Islamic Corporate Social Responsibility karena memandang bahwa perusahaan melakukan Islamic Corporate Social Responsibility berpotensi menghilangkan laba yang lebih besar. Zakat merupakan bukti komitmen kuat seorang hamba terhadao keyakinannya yang bertujuan untuk memperhatikan keinginan dari para stakeholder. Zakat mengandung nilai lebih mampu mengangkat citra dan reputasi dari pelakunya. Disamping itu, dengan reputasi yang baik akan memberikan manfaat bagi perusahaan terhadap akses sumber daya yang potensial dengan biaya yang lebih efisien yang berdampak pada kinerja perusahaan yang baik.
6. Kesimpulan
Dari analisis data yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility dan Zakat terhadap kinerja keuangan (ROA) bank umum syariah maka, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Intellectual Capital pada penelitian ini berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah. Hasil ini menunjukan bahwa Intellectual Capital yang dikelola dengan baik oleh perusahaan dapat menciptakan nilai tambah (Value added) bagi perusahaan itu sendiri. Atas dasar nilai tambah tersebut para penyandang dana akan memberikan nilai tambah juga kepada perusahaan dengan cara berinvestasi lebih tinggi.
Nilai tambah ini akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
Islamic Corporate Social Responsibility pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah. Hasil ini dapat diartikan bahwa ketika terjadi peningkatan dalam penyaluran program Islamic Corporate Social Responsibility maka akan menurunkan Return On Asset (ROA). Hal ini karena dana yang disalurkan melalui program Islamic Corporate Social Responsibility merupakan suatu kewajiban bagi perusahaan yang juga merupakan beban perusahaan pula.
Zakat pada penelitian ini berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah. Hasil ini dapat diartikan bahwa ketika penyaluran dana zakat mengalami peningkatan maka Return On Asset (ROA) bank umum syariah juga akan mengalami peningkatan.
Intellectual Capital, Islamic Corporate Social Responsibility dan Zakat secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah
yang diproksikan Return On Asset (ROA). Peningkatan terhadap nilai Intellectual Capital akan meningkatkan kinerja keuangan dari bank umum syariah dikarenakan dapat menciptakan nilai perusahaan yang mendorong keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Islamic Corporate Social Responsibility dan Zakat yang diungkapkan dan disalurkan oleh bank umum syariah dapat meningkatkan citra atau reputasi bank umum syariah yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mempercayakan dananya pada bank umum syariah yang bersangkutan yang akan berdampak pada peningkatan kinerja keuangan bank umum syariah yang diproksikan Return On Asset (ROA).
Referensi
Agus, M., Abdul, H., & Tira, F. (2015). Perkembangan Bank Syariah di Indonesia.
Jurnal Imiah Ekonomi Islam, Vol.01 No. 2, 76.
Apip , Z., Ai, N., & Oni, S. (2016). Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Umum Syariah Berdasarkan Islamic Social Reporting Indekx (Indeks ISR). Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam, Vol. 4, 86.
Didin , H. (2009). Zakat dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema Insani.
Haryani , C. (2020). Pengungkapan Modal Intelectual . Jurnal Akuntansi, 3.
Ihyaul , U. (2013). Model Pengukuran Kinerja Intellectual capital dengan IB-VAIC Di Perbankan Syariah. INFRENSI, 198-202.
Ihyaul, U. (2017). Intellectual Capital Konsep dan Kajian Empiris. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Jhon , A., & Eke, A. (2016). Islamic Corporate Social Responsibility Disclource, Reputasi dan Kinerja Keuangan. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, Vol.
20, 40.
Muhammad, I. S. (2019). Pengungkapan CSR Pada Perusahaan Manufaktur dan Perbankan . Magelang: Tidar Media.
Muhammad, T. A., Muhammad, S. M., & Ria, A. S. (2020). Implementasi Islamic Social Reporting Index Sebagai Indikator Akuntansi Sosial Bank Syariah . Jurnal Al-Insyiroh, 10-13.
Nurul , H. (2012). Keuangan Publik Islami: Pendekatan Teoritis dan Sejarah. Jakarta:
Kencana.
Partiwi, D. A., & Arifin , S. (2016). Hubungan Intellectual Capital Dan Performance Dengan Diamond Specification Perspektif Akuntansi . SNA VIII, 698.
Rika , F. R. (2016). Pengaruh Zakat Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Bank Umum Syariah di Indonesia). Jurnal Studia Islamika, Vol 13 (2), 335-358.
Samsiah. (2016). Kajian Implementasi Corporate Social Responsibility Perbankan Syariah Ditinjau Dari Shariah Enterprise Theiry Pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bhakti Sumerkar Cabang Pamekasan. Jurnal InFestasi, 51.
Sangkala. (2006). Intellectual Capital Managemen: Strategi Baru Membangun Daya Saing Perusahaan. Jakarta: Yapensi.
Shearly, P. W. (2012). Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Farmasi di BEI . Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 18.
Slamet , M., Zulvia , K., & Diah , A. A. (2019). Pengaruh Kinerja Keuangan dan Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan yang Dimoderasi Variabel Ukuran Perusahaan . Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 2252.
Sri, Z. (2012). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Mining dan Mining Service di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Aplikasi Bisnis, 36-38.