• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Daun Kelor pada Sintesis Seng Oksida dengan Metode Copresipitasi

N/A
N/A
Website Monitoring

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Daun Kelor pada Sintesis Seng Oksida dengan Metode Copresipitasi"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai bulan Februari di Laboratorium Fisika Material, Jurusan Fisika, dan Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

3.2 Alat dan Bahan Penelitian

Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2.

Tabel 3.1 Alat-alat Penelitian

Nama Alat Fungsi

Gelas beker Menampung larutan

Spatula Mengaduk campuran prekursor

Gelas ukur Mengukur volume larutan

Kompor listrik Memanaskan NaOH dan daun kelor

Magnetic stirrer Mengaduk larutan

Kertas pH Mengukur pH larutan

Kertas saring Whatman Menyaring larutan ekstrak daun kelor

Oven Mengeringkan endapan

Mortar dan pestle Menghaluskan seng oksida kering Timbangan digital Menimbang massa material

(2)

Tabel 3.2 Bahan-bahan Penelitian

Nama Bahan Fungsi

Daun kelor Sumber seng oksida

NaOH AgNO3

Melarutkan precursor Prekursor Dopping

Akuades Melarutkan precursor

Etanol Melarutkan precursor

Seng nitrat heksahidrat Prekursor

3.3 Prosedur Penelitian

Prosedur pada penelitian ini yaitu pembuatan larutan ekstrak daun kelor, sintesis nanopartikel, uji antbakteri dan karakterisasi nanopartikel ZnO dan ZnO/Ag.

3.3.1 Pembuatan Larutan Ekstrak Daun Kelor

Pembuatan larutan ekstrak daun kelor dilakukan dengan prosedur sebagai berikut.

1. Jenis sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu daun kelor yang diambil dari daerah Jl. Bumi Manti IV, Kp Baru, Kec Kedaton, Kota Bandarlampung, Lampung pada 5°21′0′′LS, 105°14′1′′BE.

2. Sampel daun kelor berwarna hijau tua dikeringkan selama10 hari untuk menghilangkan kandungan air.

3. Sampel yang telah kering dihaluskan dengan blender.

4. Menimbang daun kelor yang sudah halus sebanayak 10 gr.

5. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi, yaitu dengan memasukan daun kelor yang telah ditimbang kedalam gelas beker 500 ml yang berisi aquades.

6. Dipanaskan pada suhu 70℃ dan diaduk menggunakan Magnetic stirrer dengan 700 rpm selama 30 menit.

7. Didinginkan pada suhu ruang dan disaring menggunakan kertas Whatman No.1.

8. Ekstark daun yang didapat digunakan untuk sintesi nanopartikel ZnO.

(3)

3.3.2 Green Synthesis Nanopartikel ZnO dari Ekstrak Daun Sintesis nanopartikel ZnO dilakukan dengan prosedur sebagai berikut.

1. Mengambil ekstrak daun kelor 80 ml, kemudian mereaksikan dengan 80 ml larutan prekursor Zn(NO3)2.6H2O dengan konsentrasi 0,2 M pada gelas ukur 500 ml.

2. Memanaskan dan mengaduk campuran pada suhu 70℃ dan Magnetic stirrer dengan 700 rpm selama 10 menit.

3. Membiarkan campuran dingin pada suhu ruangan.

4. Menambahkan NaOH dengan molaritas 0,9 M pada pH 11, disertai pengadukan kontinyu tanpa panas selama 1 jam, NaOH yang digunakan ditunjukkan pada Tabel 3.4.

5. Menambahkan larutan AgNO3 dengan variasi persantase 0%, 5%, 10% dan 20%.

6. Membiarkan larutan semalam sampai terbentuk endapan.

7. Mensentrifugasi larutan pada 1000 rpm selama 5 menit tiga kali diikuti pencucian berulang dengan etanol dan akuades.

8. Mengumpulkan endapan yang diperoleh menggunakan cawan keramik dan membiarkan kering dalam oven pada suhu 190℃ selama 52 menit.

9. Menghaluskan endapan kering dengan mortar akik menjadi bubuk halus.

Tabel 3.3. Sampel Seng Nitrat

Sampel Zn(NO3)2.6H2O (M)

A 0,2

B 0,2

C 0,2

D 0,2

Tabel 3.4 NaOH

Sampel NaOH

(4)

A 0,9

B 0,9

C 0,9

D 0,9

Tabel 3.5 AgNO3

Sampel NaOH

A 0 ml

B 2 ml

C 3 ml

D 5 ml

3.3.3 Karakterisasi Nanopartikel ZnO dan ZnO/Ag

Pada tahap ini sampel yang diperoleh akan di karakterisasi menggunakan SEM yang bertujuan untuk mengetahui struktur dan morfologi nanopartikel ZnO dan ZnO/Ag.

3.4 Diagran Alir Ekstrasi Daun Kelor Hijau

Diagram alir proses ekstrasi daun kelor hijau ditunjukan pada Gambar 3.1

(5)

Gambar 3.1 Diagram Alir Ekstrasi Daun Kelor

(6)

3.5 Diagram Alir Sintesis Nanopartikel ZnO dan ZnO/Ag

Diagram alir proses nanopartikel ZnO dan ZnO/Ag ditunjukan pada Gambar 3.2

Gambar 3.2 Diagram Alir Sintesis Nanopartikel ZnO dan ZnO/Ag

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2009 sampai Desember 2009 di Desa Pereng, Mojogedang, Karanganyar dan analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Kimia Dan

Bacillus dan mikroba ragi tapai. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Molekuler F. MIPA, Universitas Lampung. Aplikasi hasil penelitian dalam bentuk penggunaan bahan

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober, November, dan Desember 2004 dan dilakukan pengambilan data pada bulan Februari 2005 untuk penelitian skripsi denganjudul:. "Pengaruh

Penelitian yang dilakukan pada 23 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016 di Laboratorium Zoologi dan Laboratorium Kimia Organik FMIPA Universitas Lampung bertujuan untuk

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan dengan ketinggian + 25 meter dpl, bulan Januari sampai

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan dengan ketinggian + 25 meter dpl, bulan Januari sampai

Pembuatan dari ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Sumatera Utara, begitupun dengan penelitian efektifitas daun kelor

Berdasarkan penelitian yang dilakukan diatas pada tanggal 13-18 juli 2020 di Laboratorium Mikrobiologi STIKes ICMe Jombang dengan konsentrasi ekstrak etanol daun