PENGARUH KREATIVITAS BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, PEMBERIAN REWARD DAN PEMBERIAN PUNIHSMENT
TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XDI SMAN 1
CANDUANG KABUPATEN AGAM
Felly First Flower1, Dina Amaluis,2, Sumarni,2
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat
2Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
This study animed to analyze the influence of learning creativity, learning discipline, giving reward and giving punishment on the motivation to learn the students of economy class X in SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam. The results showed that: 1) creativity of learning has a significantly affects students' learning motivation where obtained regression coefficient value of 0.126 and tcount of 2.825 > ttable of 1.98827. 2) discipline of learning have a significant effect on student learning motivation where obtained regression coefficient value of 0.589 and t count of 5.580 > ttable of 1.98827. 3) reward giving significant effect on student learning motivation where obtained regression coefficient value of 0.209 and tcount of 2,588 > ttable of 1.98827. 4) punishment giving significant effect on student learning motivation which obtained the value of regression coefficient of 0.199 and t count of 2,420> ttable of 1.98827. 5) learning creativity, learning discipline, giving reward and giving punishment together have a significant effect on student’ learning motivationin where obtained Fcount value of 83,348 > Ftable of 2.48. with significant level of 0.000<α=0,05.
Keywords : Learning creativity, Learning discipline, Reward giving, Punishment giving.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang baik dalam keluarga, masyarakat ataupun bangsa. Negara Indonesia sebagai negara yang berkembang dalam pembangunan nasional membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat
diandalkan. Salah satu usaha untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat diandalkan yaitu melalui pendidikan.
Sekolah sebagai salah satu pendidikan formal memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasioanal melalui proses belajar mengajar.
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat diandalkan yaitu melalui pendidikan dengan cara meningkatkan motivasi siswa-siswi dalam belajar agar memperoleh hasil yang maksimal.Dalam proses interaksi belajar mengajar, motivasi sangat diperlukan karena motivasi merupakan daya penggerak dalam diri siswa yang dapat menimbulkan kegiatan belajar. Motivasi bertujuan untuk meningkatkan semangat siswa dalam belajar, agar siswa lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam belajar serta mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Jika seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Motivasi belajar menurut Hamzah (2012:23) adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa- siswi yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
pengertian motivasi belajar adalah daya penggerak yang memberikan kekuatan dan mengarahkan aktivitas seseorang untuk melakukan usaha dalam mencapai suatu tujuan.
Motivasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu meliputi faktor jasmani, psikologi, dan faktor kesehatan. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar diri individu meliputi faktor keluarga, sekolah, dan lingkungan. Di dalam faktor internal yaitu kreativitas belajar, dan disiplin belajar, sedangkan faktor eksternal meliputi pemberian reward an pemberian punishment.
Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dapat dilihat dari nilai ujian nasional siswa. Dengan adanya motivasi, maka kita dapat mengetahui tingkat motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan pada Februati 2017, penulis mendapatkan data
ujian nasional siswa pada mata pelajaran program IPS SMA N se- Kabupaten Agam pada tahun ajaran
2014/2015 dan 2015/2016 sebagai beriku.
Tabel 1. Data Perbandingan Ujian Nasional Program IPS SMA N Se-Kabupaten Agam Tahun Ajaran 2014/2015 dan 2015/2016
Nama Sekolah 2014/2015 2015/2016
Nilai Ranking Nilai Ranking
SMA N Agam Cendekia 546,98 1 562,14 1
SMA N Ampek Angkek 526,80 2 543,97 2
SMA N 1 Lubuk Basung 506,18 3 452,27 5
SMA N 1 Tilatang Kamang 489,73 4 518,92 3
SMA N 1 Banuhampu 461,16 5 486,51 4
SMA N 1 Tanjung Mutiara 449,12 6 392,38 7
SMA N 2 Lubuk Basung 403,86 7 327,37 9
SMA N 1 Baso 384,25 8 426,42 6
SMA N 1 Tanjung Raya 358,76 9 359,26 8
SMA N 1 Canduang 340,98 10 270,97 13
SMA N 1 IV Koto 336,05 11 306,63 10
SMA N 1 Sungai Puar 327,94 12 297,74 11
SMA N 1 Matur 321,14 13 284,16 12
SMA N Ampek Nagari 297,16 14 241,79 16
SMA N 1 Kamang Magek 292,71 15 263,14 14
SMA N 2 Tilatang Kamang 283,11 16 245,73 15
SMA N 1 Palembayan 274,27 17 215,92 19
SMA N 3 Lubuk Basung 270,04 18 207,28 20
SMA N 2 IV Koto 261,84 19 237,57 17
SMA N 1 Palupuh 251,79 20 221,84 18
Sumber: Guru SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam Berdasarkan tabel di atas
dapat dilihat dari perbandingan nilai UN pada tahun 2014/2015 ada 20 sekolah SMA Negeri Kabupaten Agam. Dimana peneliti melihat dari peringkat 10 Besar sekolah yang ada di Kabupaten Agam, dilihat pada tahun 2014/2015 SMA Negeri 1 Canduang mendapat peringkat ke 10 dengan nilai 340,98 sedangkan pada tahun 2015/2016 turun menjadi
peringkat 13 dengan nilai 270,97.
Nilai ujian nasional siswa SMA N 1 Canduang masih tergolong rendah, karena dilihat dari rentang nilai yang diperoleh 2 tahun terakhir menurun yaitu sebesar 70,01.
Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu kreativitas belajar Menurut Munandar (2012:21) kreativitas adalah hasil dari individu
dan lingkungan seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada dengan demikian baik berubah didalam individu maupun didalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif.
Kreativitas atau perbuatan kreatif banyak berhubungan dengan intelegensi. Siswa yang kreatif pada umumnya memiliki intelegensi yang cukup tinggi, sehingga peluang memiliki motivasi yang tinggi pun semakin besar, sedangkan siswa yang tingkat intelegensinya rendah biasanya kreativitasnya juga kurang, sehingga peluang untuk memiliki motivasi pun rendah. Untuk mengembangkan kreativitas belajar dan pembelajaran, guru perlu menciptakan situasi belajar mengajar yang banyak member kesempatan kepada siswa yang memecahkan masalah, melakukan beberapa percobaan, mengembangkan gagsan atau konsep – konsep siswa sendiri.
Faktor selanjutnya yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah disiplin belajar. Disiplin merupakan upaya mengendalikan
diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertip berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya Rahman dalam bukunya Tulus Tu’u (2004:32).
Sedangkan motivasi
merupakan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai Sardiman, (2011:75).
Jadi semakin tinggi disiplin siswa dalam belajar akan menigkatkan motivasi untuk lebih giat dalam mengikuti pembelajaran.
Selain disiplin belajar, faktor lain yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah pemberian reward. Pemberian reward mempunyai pengaruh penting dalam terhadap motivasi belajar siswa.
Siswa cenderung lebih bersemangat belajar apabila hasil belajarnya diberi suatu penghargaan. Pemberian penghargaan (reward) baik berupa
hadiah, pujian atau bonus nilai merupakan tingkat kepuasan tersendiri bagi siswa dalam mencapai prestasi belajar, baik berasal dari guru maupun orang tua karena dengan hal itu siswa merasa dihargai atas hasil usaha mereka dalam belajar. Sebaliknya siswa yang tidak diberikan penghargaan (reward) merasa tidak dihargai dan cedrung kurang bersemangat dalam belajar Menurut Djamarah (2011).
Selain dari ketiga faktor yang disebutkan di atas faktor selanjutnya yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah pemberian punishment.
Hukuman atau Punishment merupakan pemberian sesuatu hukuman yang tidak menyenangkan, karena seseorang tidak melakukan apa yang diharapkan. Pemberian hukuman akan membuat siswa jera, dan tidak megulanginya dan akan belajar dengan rajin. Pemberian punishment dapat memotivasi siswa dalam belajar, pada dasarnya reward dan punishment sama-sama dibutuhkan untuk meransang siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Punishment (hukuman) adalah salah satu bentuk
reinforcemen negatif yang mejadi alat motivasi jika diberikan secara tepat dan bijak sesuai dengan prinsip-prinsip pemberian hukuman Sardiman (2011:94).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Menurut Arikunto (2010:39) penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya pengaruh antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Dalam penelitian ini penulis ingin menganalisis pengaruh kreativitas belajar, disiplin belajar, pemberian reward, dan pemberian punishment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran siswa ekonomi kelas X SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam.
HIPOTESIS
Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh signifikan antara kreativitas belajar terhadap motivasi belajar siswa pada mata
pelajaran ekonomi kelas X SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam 2. Terdapat pengaruh signifikan
antara disiplin belajar terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam.
3. Terdapat pengaruh signifikan antara pemberian reward terhadap kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam.
4. Terdapat pengaruh signifikan antara pemberian punishment terhadap kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam.
5. Terdapat pengaruh signifikan antara kreativitas belajar, disiplin belajar, pemberian reward dan pemberian punishment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA 1 Canduang Kabupaten Agam.
Menemukan ada atau tidaknya hubungan atau pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya dan tingkat signifikansi antara variabel bebas dan variabel
terikat. Dalam penelitian ini penulis ingin menganalisis pengaruh kreativitas belajar, disiplin belajar, pemberian reward dan pemberian punishment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA 1 Canduang Kabupaten Agam.
Penelitian ini dilakukan di SMA 1 Canduang Kabupaten Agam.
Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa di SMA 1 Canduang Kabupaten Agam. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2017. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua siswa di SMA 1 Canduang Kabupaten Agam yang berjumlah 118 orang.
Dari 118 orang yang menjadi sampel sebanyak 90 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu proporsional random sampling dengan menggunakan rumus Isaac dan Michael sampel yang baik adalah jumlah siswa dalam satu kelas x jumlah anggota responden / jumlah populasi. Skala pengukuran data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah skala likert, skala yang berhubungan dengan pernyataan atau sikap seseorang terhadap sesuatu
dengan interval penilaian untuk setiap jawaban responden 1-5.
Tabel 2. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
No Variabel Indikator Jumlah Item
+ -
1. Motivasi Belajar
a. Tekun menghadapi tugas 1,2 b. Ulet dalam menghadapi kesulitan 3,4 c. Tidak memerlukan dorongan dari luar
untuk berprestasi 5,6,7
d. Ingin mendalami bahan/bidang
pengetahuan yang diberikan 8,9,10 a. Selalu berusaha berprstasi sebaik
mungkin 11,12
2. Kreativitas Belajar
a. Memiliki rasa ingin tahu yang besar 1,2 b. Sering mengajukan pertanyaan yang
berbobot. 3,5 4
c. Memberikan banyak gagasan dan usul
terhadap suatu masalah. 6,7 8
d. Mampu menyatakan pendapat secara
spontan dan tidak malu-malu. 9,10 e. Mempunyai atau menghargai rasa
keindahan 11,12,13
f. Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya,tidak mudah terpengaruh orang lain
15 14
g. Memilki rasa humor tinggi 16,17
h. Memiliki daya imajinasi yang kuat. 19 18 i. Mampu mengajukan pemikiran,
gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan orang lain (Orisinil)
20,21,22 j. Dapat bekerja sendiri. 23,24 k. Senang mencoba hal-hal baru 25,26 l. Mampu mengembangkan atau merinci
suatu gagasan. 27,28
3. Disiplin Belajar
a. Ketaatan terhadap waktu belajar 1 2,3 b. Ketaatan terhadap tugas-tugas
pelajaran 4,5,6
c. Ketaatan terhadap penggunaan
fasilitas belajar 7,8
d. Ketaatan terhadap menggunakan
waktu datang dan pulang 9,10,11
4. Pemberian Reward
a. Teknik verbal 1,2,3
b. Teknik non verbal
Mimik wajah dan gerakan tubuh 4,5,6
c. Cara mendekati ( proximity) 7,9 8
d. Sentuhan (contact) 10,11
e. Kegiatan yang menyenangkan 12,13
f. Symbol atau benda 14,15,16 g. Penghargaan tak penuh (partial) 17,18
5 Pemberian Punishment
a. Hukuman Fisik 1 2,3
b. Hukuman dengan kata-kata atau
kalimat yang tidak menyenangkan 4,5 c. Hukuman dengan stimulus fisik yang
tidak menyenangkan 6,7 8
d. Hukuman dalam bentuk kegiatan
yang tidak menyenangkan 9,10 Sebelum angket disebarkan
kepada responden, terlebih dahulu dilakukan uji coba. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket. Menurut Arifin (2011: 245) validitas adalah suatu derajat ketepatan instrumen atau alat ukur apakah instrumen yang digunakan betul-betul tepat untuk mengukur apa yang diukur. Sebuah instrumen dinyatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila pernyataan
pada suatu angket mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut.
Pernyataan dikatakan valid jika Corrected item-total correlation >
0,361 menurut Ghozali (2011:48) suatu kontruks atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha > 0.70. Untuk mengukur reliabilitas dilihat dari nilai cronbach alpha dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 16.0
Tabel 3. Hasil Uji Validitas
Variabel Keterangan
Valid Tidak Valid
Motivasi Belajar (Y) 12 3
Kreativitas Belajar (X1) 28 8
Disiplin Belajar (X2) 10 2
Pemberian Reward (X3) 22 8
Pemberian Punishment (X4) 10 2
Sumber: Data SPSS, 2017
Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Jumlah Item Pernyataan
Cronbach’s Alpha
Nilai
Kritis Kesimpulan
Motivasi Belajar (Y) 15 0.762 0,70 Reliabel
Kreativitas Belajar (X1) 36 0.872 0,70 Reliabel
Disiplin Belajar (X2) 12 0.886 0,70 Reliabel
Pemberian Reward (X3) 22 0.899 0,70 Reliabel
Pemberian Punishment (X4) 12 0.804 0,70 Reliabel
Sumber: Data SPSS, 2017
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tingkat Capaian Responden Tingkat Capaian Responden (TCR) Variabel Bebas
Berdasarkan TCR dari masing-masing variabel bahwa rata- rata variabel motivasi belajar 3,92 dengan tingkat capaian responden (TCR) 78,36 yang tergolong pada kategori cukup, untuk rata-rata variabel kreativitas belajar 4,20 dengan tingkat capaian responden (TCR) 84,05 yang tergolong pada kategori baik, untuk rata-rata variabel disiplin belajar 3,97 dengan tingkat capaian responden (TCR) 79,49 yang tergolong pada kategori cukup, untuk rata-rata variabel pemberian reward 4,16 dengan tingkat capaian responden (TCR) 83,20 yang tergolong pada kategori baik, dan untuk rata-rata variabel pemberian punishment siswa 4,25 dengan tingkat capaian responden (TCR) 85,04 yang tergolong pada kategori baik.
Koefisien Determinasi (R2)
Berdasarkan hasil pada Tabel 31 di atas hasil pengolahan data yang
dapat dilihat pada tabel model summary diperoleh hasil nilai R square sebesar 0,797 yang artinya 79,70% perubahan pada variabel dependen (motivasi belajar) dapat dijelaskan oleh variabel independen (kreativitas belajar, disiplin belajar, pemberian reward, dan pemberian punishment) sedangkan sisanya sebesar 21,30% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian in
Hasil Uji t
Pengaruh kreativitas belajar, disiplin belajar, pemberian reward dan pemberian punishment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA 1 Canduang Kabupaten Agam sebagai berikut :
a. Hipotesis 1, terdapat pengaruh yang signifikan antara kreativitas belajar (X1) terhadap motivasi belajar (Y)
Berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis pertama diketahui koefisien regresi pengaruh kreativitas belajar terhadap motivasi belajar siswa adalah 0,126. Koefisien regresi variabel kreativitas belajar (X1)
diperoleh nilai thitung sebesar 2,825
> ttabel sebesar 1,98827 dengan nilai signifikan 0,006 < 0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara kreativitas belajar terhadap motivasi belajar. Hal ini berarti semakin baik kreativitas belajar, maka akan semakin baik pula motivasi belajar.
b. Hipotesis 2, terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin belajar (X2) terhadap motivasi belajar (Y)
Berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis pertama diketahui koefisien regresi pengaruh disiplin belajar terhadap motivasi belajar siswa adalah 0,589. Koefisien regresi variable disiplin belajar (X2) diperoleh nilai thitung sebesar 5,580 > ttabel sebesar, 1,98827 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara disiplin belajar terhadap motivasi belajar.
Hal ini berarti semakin baik disiplin belajar maka akan semakin meningkatkan motivasi belajar.
c. Hipotesis 3, terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian reward (X3) terhadap motivasi belajar (Y)
Berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis pertama diketahui koefisien regresi pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa adalah 0,209. Koefisien regresi variabel pemberian reward (X3) diperoleh nilai thitung sebesar 2,588
> ttabel sebesar 1,98827 dengan nilai signifikan 0,011 < 0,05 berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara pemberian, reward terhadap motivasi belajar. Hal ini berarti semakin tinggi pemberian reward maka akan semakin meningkat pula motivasi belajar.
d. Hipotesis 4, terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian punishment (X4) terhadap motivasi belajar (Y)
Berdasarkan analisis data untuk pengujian hipotesis pertama diketahui koefisien regresi pengaruh pemberian punishment terhadap motivasi belajar siswa adalah 0,199. Koefisien regresi variabel pemberian punishment (X4) diperoleh nilai thitung sebesar 2,420 > ttabel sebesar 1,98827 dengan nilai signifikan 0,018 <
0,05 berarti Ha diterima dan H0
ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara pemberian punishment terhadap motivasi belajar. Hal ini berarti semakin tinggi pemberian punishment maka akan semakin meningkat pula motivasi belajar.
Hasil Uji F
Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 16.0, dapat dilihat pada tabel 33 di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung 83,349 > Ftabel 2,48 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05.
Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kreativitas belajar,
disiplin belajar, pemberian reward, dan pemberian punishment berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar, artinya semakin baik kreativitas belajar, disiplin belajar, pemberian reward, dan pemberian punishment maka motivasi belajar juga akan semakin baik.
PENUTUP
Berdasarkan permasalahan dan pertanyaan penelitian dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Kreativitas belajar berpengaruh
signifikan terhadap motivasi belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam.
Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,126 Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung 2,825 > ttabel sebesar 1,98827, artinya apabila kreativitas belajar meningkat sebesar 1%, maka motivasi belajar akan meningkat sebesar 0,216 dalam setiap satuannya.
2. Disiplin Belajar berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar Siswa Kelas X SMA N 1
Canduang Kabupaten Agam.
Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,589. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung 5,580 > ttabel 1,98827, artinya, apabila disiplin belajar meningkat sebesar 1%, maka motivasi belajar akan meningkat sebesar 0,589 dalam setiap satuannya.
3. Pemberian Reward berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Canduang. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,209.
Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung, 2,588 > ttabel
sebesar 1,98827, artinya, apabila pemberian reward meningkat sebesar 1%, maka motivasi belajar akan meningkat sebesar 0,209 dalam setiap satuannya.
4. Pemberian Punishment berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,199.
Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung, 2,420 > ttabel
sebesar 1,98827, artinya, apabila
pemberian punishment meningkat sebesar 1%, maka motivasi belajar akan meningkat sebesar 0,199 dalam setiap satuannya.
5. Kreativitas belajar, disiplin belajar, pemberian reward, dan pemberian punishment secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Canduang Kabupaten Agam.
Dimana diperoleh nilai Fhitung
83,349 > Ftabel 2,48 dengan taraf signifikan sebesar 0,000 < α = 0,05. Hal ini berarti Ha diterima dan H0 ditolak.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arikunto S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
djamarah, burhan S. (2011).
Psikologi Pendidikan. Jakarta:
PT Rineka Cipta.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hamzah. (2014). Mengelola
Kecerdasan Dalam Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Kompri. (2015). Motivasi Belajar.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munandar. (2012). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Tulus Tu’u. (2004). Peran Disiplim Pada Perilakudan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.