Nama : Rivania Trianingsih NIM : 20604221054
Prodi : PJSD Kelas : C
Judul
TINGKAT PENGETAHUAN GERAK DASAR RENANG GAYA DADA PADA ANAK PUTRI KELAS 3 DI SD ILMU BINA SELAMAT
Pengaruh latihan renang gaya bebas terhadap kemampuan vo2max anak putri kelas 3 di SD Imu bina selamat
Perbandingan kebugaran siswi kelas 3 yang mengikuti ekstra renang dan tidak di SD ilmu bina selamat
Latar Belakang Masalah
Sekolah Dasar (SD) juga merupakan salah satu fase yang dilalui anak untuk memulai belajar berbagai hal. Pada proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar, pengajar diharapkan mengajarkan berbagai pengetahuan gerak dasar, keterampilan gerak dasar, teknik, dan strategi serta pembiasaan pola hidup sehat. Pada pelaksananya melalui pengajaran yang konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis dan dilakukan secara praktik dengan melibatkan unsur fisik, mental intelektual, emosi dan sosial. Menurut Depdiknas (2007: 3-4) dalam Hamdani (2013: 1), “Ruang lingkup mata pelajaran penjas sekolah dasar meliputi aspek-aspek: permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik, aktivitas air, pendidikan luar kelas dan kesehatan”.
Pembelajaran pendidikan jasmani memiliki berbagai macam cabang olahraga dan permainan bagi peserta didik sekolah dasar, salah satunya adalah cabang renang.
Renang merupakan olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat khususnya anak-anak karena dilakukan di dalam air. Keterampilan renang disekolah dasar dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan peserta didik. Renang juga dapat memberikan dampak positif lainnya seperti memelihara dan meningkatan kebugaran, menjaga kesehatan tubuh, untuk
keselamatan diri, membentuk kekuatan fisik seperti daya tahan tubuh, sebagian sarana untuk pendidikan, rehabilitasi ataupun juga dapat sebagai ajang untuk memperoleh prestasi.(Subagyo, 2005)
Gaya yang sering diajarkan lebih dahulu pada anak yang baru belajar renang adalah gaya dada yang disebut juga dengan breaststroke. MenurutDavidHeller (1986:22) gaya dada adalah gaya yang pertama dipelajari oleh banyak orang.
Matthew Webb, pada tahun 1875 menjadi orang pertama yang menyeberangi selat Channell di Inggris dengan gaya dada. Pada masa dulu, abad 19, gaya dada banyak diajarkan di sekolah-sekolah,sehingga gaya ini sering disebut sebagai schoolslag (M. Murni, 2000:9). Renang gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap (Chandra, 2010:137). Maka dari itulah mengapa materi ini sangat penting untuk diberikan kepada anak sekolah dasar.
Berbicara mengenai tingkat pengetahuan gerak dasar renang gaya dada maka tidak akan terlepas dari Taksonomi Bloom yang diungkapkan oleh Benjamin S.
Bloom. Ia mengenalkan teori dengan beberapa tingkatan berpikir yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pada tingkatan pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehense), penerapan (application) dipandang sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah atau Lower Order Thingking Skills (LOTS) (Anderson et al., 2001). Akan tetapi teori taksonomi ini sudah direvisi oleh murid dari Bloom sendiri yaitu Krathwohl dan Anderson menjadi mengingat (remembering), memahami (understanding), menerapkan (applying) merupakan LOTS sedangkan menganalisis (analyzing), mengevaluasi (evaluating) dan mencipta (creating) adalah HOTS (Anderson et al., 2001). Berikut secara singkat perbedaan kedua teorinya:
Terdapat perubahan dari revisi taksonomi Bloom, yaitu:
1.Revisi taksonomi Bloom berfokus pada perubahan aplikasi yang terdiri dari tiga bidang yaitu aplikasi bidang penyusunan kurikulum, aplikasi bidang instruksi pengajaran, aplikasi bidang assesment/ penilaian. Pada taksonomi Bloom yang lama, penyusunan taksonomi ditujukan untuk mempermudah penyusunan penilian untuk tingkat perguruan tinggi secara nasional.
2.Revisi taksonomi Bloom fokus pada perubahan terminologi, dimana revisi taksonomi Bloom menekankan pada sub kategori yang mengakibatkan penilaian menjadi lebih spesifik, mudah dalam menyusun penilaian pada kurikulum, serta mudah dalam menyusun instruksi pengajaran. Selain itu revisi taksonomi Bloom terdapat perubahan knowledge/ pengetahuan sebagai kategori menjadi sebuah ukuran yang harus dicapai. Revisi taksonomi Bloom juga mengubah kata kunci operasional dari kata benda menjadi kata kerja dari level terndah sampai dengan level tertinggi
Hasil peneletian terdahulu
Penelitian yang relevan ditujukan untuk memperkuat teori yang sudah ada.
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Ulinnuha (2017) yang berjudul “Tingkat Pemahaman Aktivitas Renang pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Jogonalan Kabupaten Klaten T.A 2016/2017”.
Penelitian ini ditujukan agar mengetahui tingkat pemahaman aktivitas renang siswa kelas XI SMAN 1 Jogonalan Kabupaten Klaten T.A 2016/2017. Dari hasil penelitian ini penulis berharap dapat digunakan sebagai acuan guru sebelum melakukan pembelajaran renang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes objektif.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Jogonalan Kabupaten Klaten T.A 2016/2017 sebanyak 100 anak. Data pada penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan persentase.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui tingkat pemahaman aktivitas renang pada siswa kelas XI SMAN 1 Jogonalan yang masuk pada kategori sangat tinggi sebesar 4 %, pada kategori tinggi sebesar 28 %, pada kategori sedang sebesar 38
%, kategori rendah sebesar 21 % dan kategori sangat rendah sebesar 9 %. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa tingkat pemahaman aktivitas renang pada siswa kelas XI SMAN 1 Jogonalan Kabupaten Klaten T.A 2016/2017 adalah sedang.
Kondisi sekarang
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SD Ilmu Bina Selamat melalui wawancara dengan guru pendidikan jasmani khususnya untuk materi pembelajaran renang gaya dada terdapat beberapa hal yang menjadikan peserta didik mengalami kurangnya pengetahuan dalam melakukan gerakan renang gaya dada. Peserta didik masih banyak yang tidak memperhatikan pada saat guru menjelaskan materi pembelajaran, masih banyak peserta didik yang asyik mengobrol dengan teman-temannya, dan ketika guru menyuruh peserta didik untuk mempraktikkan gerakan tersebut peserta didik tidak dapat melakukan gerakan serta takut untuk melakukannya. Serta yang paling menonjol ialah saat mempraktekkannya berbeda dengan hari teori.
Kesenjangan antara teori dan kondisi sekarang
Pembelajaran renang di SD Ilmu Bina Selama dalam pemberian materi untuk teorinya sudah benar, namun realita saat praktek di kolam, peserta didik sedikit kesulitan maupun lupa akan materi yang telah diberikan karena renang di gabung
dengan kelas lainnya di 1 hari dan kadang pemberian materipun berbeda dengan teori yang telah diberikan di kelas 5 sebelumnya, karena harus menyesuaikan materi renang dengan kelas yang lain. Kesulitannya juga meliputi guru praktek renang yang hanya satu tapi harus bisa menghandle banyak anak dari kelas 1 sampai kelas 5. Dari hasil observasi menunjukkan adanya kesenjangan antara teori yang diajarkan dan tingkat perhati an peserta didik saat proses pembelajaran yang mana mengindikasikan ketidaktertarikan mereka terhadap materi pembelajaran dan menunjukkan kesenjangan antara perhatian yang seharusnya diberikan kepada penjelasan guru dan tingkat keterlibatan sosial peserta didik. Tingkat pemahaman teoritis dan kemampuan praktik peserta didik dalam mengaplikasikan gerakan renang yang dipelajari juga menjadi faktornya juga serta kesenjangan antara pengetahuan konseptual dan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam renang.
Fokus penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat pengetahuan gerak dasar renang gaya dada pada anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat. Penelitian ini akan melibatkan sejumlah responden dari kelas V di sekolah tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemahaman anak-anak tentang teknik dasar renang gaya dada, termasuk posisi tubuh, gerakan lengan, gerakan kaki, pernapasan yang tepat, dan koordinasi keseluruhan dalam mengaplikasikan gerakan tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode observasi langsung dan penggunaan kuesioner terstruktur untuk mengumpulkan data tentang pengetahuan gerak dasar renang gaya dada pada anak-anak kelas V. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tingkat pengetahuan mereka, sehingga dapat membantu pengembangan program pendidikan dan pelatihan renang yang efektif di sekolah tersebut.
Batas masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Fokus penelitian hanya pada tingkat pengetahuan gerak dasar renang gaya dada pada anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat. Penelitian tidak akan memperhatikan tingkat kemampuan praktik renang mereka.
2. Penelitian ini terbatas pada anak-anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat saja. Hasil penelitian tidak dapat secara langsung diterapkan pada anak dari latar belakang sekolah yang berbeda atau tingkat usia yang berbeda.
3. Penelitian ini hanya akan mengevaluasi pengetahuan tentang gerakan dasar renang gaya dada, seperti posisi tubuh, gerakan lengan, gerakan kaki, pernapasan yang tepat, dan koordinasi keseluruhan. Aspek teknik lanjutan dan strategi renang tidak akan menjadi fokus penelitian.
4. Penelitian ini tidak akan melibatkan faktor-faktor eksternal seperti pengalaman sebelumnya dalam renang atau tingkat kebugaran fisik anak- anak yang mungkin memengaruhi tingkat pengetahuan mereka.
5. Penelitian ini tidak akan membandingkan tingkat pengetahuan antara anak laki-laki dan perempuan atau antara anak-anak dengan tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan renang di luar sekolah.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana tingkat pengetahuan anak-anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat tentang gerak dasar renang gaya dada?
2. Bagaimana pemahaman anak-anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat terkait dengan posisi tubuh, gerakan lengan, gerakan kaki, pernapasan yang tepat, dan koordinasi keseluruhan dalam renang gaya dada?
3. Bagaimana implikasi tingkat pengetahuan gerak dasar renang gaya dada pada pengembangan program pendidikan dan pelatihan renang di SD Ilmu Bina Selamat?
4. Bagaimana potensi peningkatan pengetahuan gerak dasar renang gaya dada pada anak-anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat melalui program pendidikan dan pelatihan yang tepat?
Tujuan Penelitian
1. Untuk menentukan tingkat pengetahuan anak-anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat tentang gerak dasar renang gaya dada.
2. Untuk mengetahui pemahaman anak-anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat terkait teknik posisi tubuh, gerakan lengan, gerakan kaki, pernapasan, dan koordinasi dalam renang gaya dada.
3. Untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan gerak dasar renang gaya dada pada pengembangan program pendidikan dan pelatihan renang di SD Ilmu Bina Selamat.
4. Untuk merancang rekomendasi dan strategi yang dapat meningkatkan pengetahuan gerak dasar renang gaya dada pada anak-anak kelas V di SD Ilmu Bina Selamat melalui program pendidikan dan pelatihan yang tepat.
Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian ini diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Secara Teoretis
a. Dapat mengetahui tingkat pengetahuan terhadap renang gaya dada pada siswa kelas V SD Ilmu Bina Selamat.
b. Dapat dijadikan sebagai bahan kajian bagi peneliti lain, khususnya bagi peneliti yang memiliki tema atau pembahasan yang hampir sama ,sehingga hasilnya lebih baik dan mendalam.
2. Secara Praktis
a. Bagi siswa. Memberikan gambaran pada siswa agar mengetahui tingkat pengetahuan terhadap renang gaya dada, sehingga diharapkan akan lebih meningkatkan pengetahunnya tentang renang gaya dada.
b. Bagi Guru. Memberikan masukan kepada guru PJOK agar dapat mengoptimalkan proses pembelajaran, sehingga akan selalu meningkatkan kreativitas dalam memberikan materi pelajaran khususnya renang.
c. Bagi Sekolah. Memberikan masukan kepada sekolah agar memperhatikan pengetahuan terhadap renang gaya dada siswanya dan dapat dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan pola pikir siswa agar lebih memperhatikan tentang olahraga renang