• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PT. GUDANG GARAM TBK

TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Antonius Nuka1, NurFaidah2, Abdul Sumarlin3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

The objective of this research was to analyze the financial performance at PT. GudangGaramTbk registered at Jakarta Stock Exchange in 2016 to 2018. The method applied was descriptive quantitative approach. The technique of data collection was library research and field research. Technique of data analysis was financial ratio analysis and liquidity ratio. Based on liquidity ratio, it was not efficient since from current ratio, quick ratio and absolute liquidity ratio had fluctuation however it was still liquid because it meet the needs of debt in short and long term. Based on solvability ratio, it was not efficient because debt to equity factor decreased every year. On the other hand, coverage interest charge increased every year. While total assets to equity, fixed assets to equity, current assets to equity decreased every year from 2016 to 2018. While inventory to equity increased, on the other hand receivable to equity decreased and liquid asset to equity had fluctuation. Based on activity ratio it was effective since in consideration of sales to liquid asset, sales to inventories, sales to current assets, sales to fixed assets, and sales to total assets increased every year except sales to receivable had fluctuation. Based on profitability ratio, it was efficient since net profit margin, return on investment, and return on equity increased every year.

Keywords: financial analysis,and financial report.

PENDAHULUAN

Pertumbuhan ekonomi yang begitu cepat membuat masyarakat lebih kritis dalam berfikir untuk mengikuti perkembangan informasi ekonomi, pertumbuhan tersebut merupakan satu dampak dari globalisasi ekonomi yang tidak lain adalah liberalisasi perdagangan dan investasi ekonomi pasar bebas. Diera teknologi sekarang ini para pelaku usaha dituntut untuk lebih kreative dalam mempertahankan hidup dan penghidupan usahanya. Akibat dari perkembangan teknologi kemungkinan besar akan terjadi persaingan bebas yang sangat ketat, sehingga pihak yang sangat inovatif dan mempunyai daya saing tinggi akan menguasai pasar dan menjadi jawara (penguasa) pasar dan sebaliknya pihak yang kurang inovatif secara otomatis akan tersisih dari lingkup persaingan dan akan menjadi penonton yang pasif dalam perdagangan.

Alat analisis keuangan yang dapat kita pakai adalah analisis rasio keuangan.

rasio keuangan merupakan metode yang dianggap paling baik untuk menilai kinerja perusahaan baik bagi pihak intern maupun bagi pihak ekstern. Untuk melakukan analisis rasio keuangan, diperlukan perhitungan rasio-rasio keuangan yang mencerminkan aspek-aspek tertentu. Rasio- rasio keuangan mungkin dihitung berdasarkan atas angka-angka yang ada dalam neraca saja, dalam laporan rugi-laba saja, atau pada neraca dan laporan rugi- laba. Setiap analisis keuangan bisa saja merumuskan rasio tertentu yang dianggap mencerminkan aspek tertentu.

Berikut merupakan tabel yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada PT gudang garam tbk terdaftar di bursa efek indonesia (BEI) selama tiga tahun. berdasarkan fenomena yang terjadi sesuai dengan pengamatan peneliti adalah:

(2)

Tabel. 1. Laporan keuangan pada PT Gudang Garam Tbk terdaftar di bursa

efek indonesia dari tahun 2016 sampai 2018.

Tahun Aktiva Passiva Laba 2016 Rp.62.951,

634,-

Rp.62.951, 634,-

Rp.6.67 2,682,- 2017 Rp.66.759,

930,-

Rp.66.759, 930,-

Rp.7.75 5,347,- 2018 Rp.69.097,

219,-

Rp.69.097, 219,-

Rp.7.79 3,068,- Sumber: data diolah (2019)

Berdasarkan tabel 1 menunjukan bahwa tahun 2016 aktiva dan passiva memperoleh data sebesar Rp. 62.951,634,- dan memperoleh laba Rp. 6.672,682,-, sedangkan tahun 2017 aktiva dan passiva memperoleh data sebesar Rp. 66.759,93,- dengan laba Rp. 7.755,347,-, sedangkan pada tahun 2018 aktiva dan passiva memperoleh data sebesar Rp. 69.097,219,- dengan laba Rp. 7.793,068,-.

Untuk memastikan bahwa tujuan perusahaan dapat tercapai dan mengetahui sejauh mana efektifitas operasi perusahaan dalam mencapai tujuan maka secara periodik dilakukan pengukuran kinerja perusahaan. Melihat begitu pentingnya peranannya kinerja keuangan perusahaan dan berdasarkan data penjelasan tabel 1 tentang data kinerja keuangan pada PT.Gudang Garam,Tbk terdaftar di bursa efekindonesia dari tahun 2016 sampai 2018 sehingga peneliti tertarik untuk meneliti, membahas atau menuangkan hasilnya dalam bentuk laporan yang berjudul pengaruh likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan pada pt. gudang garam, tbk terdaftar di bursa efek Indonesia.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah kinerja keuangan pada PT.

Gudang Garam Tbk terdaftar di bursa efek indonesia dari tahun 2016 s/d 2018 mengalami peningkatan?”

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah “untuk menganalisis

kinerja keuangan pada PT. Gudang Garam Tbk trdaftar di bursa efek indonesia dari tahun 2016 s/d 2018 mengalami peningkatan.”

Adapun manfaat yang diharapkan dalaman penelitian ini yaitu: 1) Manfaat teoritis adalah Sebagai bahan kajian serta bahan perbandingan untuk membantu peneliti yang serupa di waktu yang akan datang, Sebagai bahan bacaan yang dapat memberikan penjelasan bagi siapa saja yang ingin mengetahui tentang bagaimana kinerja perusahaan dengan menggunakan analisis kinerja keuangan. 2) Manfaat praktis yang dapat di peroleh dari penelitian ini adalah sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan yang ditentukan olehpemilik dalam menentukan tingkat kinerja perusahaan yang dilihat dari kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis kinerja keuangan.

TINJAUAN LITERATUR

Laporan keuangan atau dalam bahasa inggris disebut financial statement merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan kegiatan transaksi keuangan dalam sebuah suatu perusahaan yang menggambarkan keadaan keuangan perusahaan itu di satu periode akuntansi serta merupakan gambaran umum tentang kinerja suatu perusahaan. Adapun pendapat lain yang menyebutkan, bahwa laporan keuangan merupakan suatu produk akhir proses akuntansi dalam sebuah perusahaan pada satu periode tertentu di mana informasi di dalamnya adalah hasil pengumpulan sekaligus pengolahan data keuangan, dengan tujuan guna membantu perusahaan membuat keputusan atau kebijakan yang tepat.Dalam penyusunan laporan keuangan ini memakai berbagai sumber data dalam pembuatannya. Seperti faktur, bon, nota kredit, laporan, bank dan lain sebagainya. Dan dari sumber data tersebut nantinya akan dipakai untuk mengisi buku perkiraan serta sebagai bukti keabsahan transaksi.

Menurut Kasmir (2013) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan saat ini atau periode berikutnya.

(3)

Menurut standar akuntansi keuangan (SAK) laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, meliputi; neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (arus kas, atau arus dana, catatan, dan laporan lain) serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral darinya

Menurut hery (2016) laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntasi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Menurut harahap (2015) laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.

Menurut Kasmir (2014) tujuan dari pembuatan laporan keuangan terdiri atas tujuh tujuan, antara lain: Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah aktiva (harta) yang dipunyai perusahaan pada masa sekarang, Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah kewajiban dan juga modal yang dipunyai perusahaan pada waktu ini, Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah pendapatan yang didapatkan dalam suatu periode tertentu, Menyajikan informasi mengenai jumlah biaya serta jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu, Menyajikan informasi mengenai berbagai perubahan yang berlangsung kepada aktiva, pasiva, serta modal perusahaan, Menyajikan informasi mengenai kinerja manajemen perusahaan dalam suatu perode, Menyajikan informasi mengenai berbagai catatan atas laporan keuangan.

Pembuatan laporan keuangan oleh suatu perusahaan tentunya ada tujuan yang ingin dicapai. Adapun beberapa tujuan umum pembuatan laporan keuangan adalah sebagai berikut: Untuk membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan, Untuk membantu perusahaan dalam menilai dan memprediksi pertumbuhan bisnis di masa depan, Untuk menilai aktivitas pendanaan dan operasi perusahaan.

Menurut kasmir (2014) adapun beberapa fungsinya adalah sebagai berikut:

Sebagai Bahan Review, Sebagai Pedoman Membuat Keputusan, Membantu Menciptakan Strategi Baru, Meningkatan Kredibilitas Perusahaan

Pengertian dari karakteristik kualitatif laporan yaitu ciri khas informasi laporan keuangan yang bermanfaat untuk pemakai laporan.Untuk dapat menciptkan nformasi laporan yang berkualitas, para pengguna laporan diharuskan dapat memahami karakteristik kualitatif laporan keuangan tersebut. Lantas apa saja ya karakteristik tersebut? Berikut 4 karakteristiknya: Relevan , Andal, Dapat dibandingkan, dan Dapat dipahami

Menurut Yuniningsih (2018) Setidaknya ada 4 macam laporan keuanganyang sering dipakai untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan, yaitu: Laporan Neraca (balance sheet), Laporan Laba Rugi (profit and lost statement), Laporan Perubahan Modal (capital statement), Laporan Arus Kas (cash flows).

Kinerja sering dihubungkan dengan kondisi keuangan perusahaan yang berujung pada besarnya laba atau rugi yang didapatkan sesuai fungsi akuntansi keuangan. Kinerja berarti prestasi yang dicapai perusahaan pada periode tertentu yang menjelaskan tingkat kesehatan perusahaan. kinerja keuangan adalah hasil kerja berbagai bagian dalam suatu perusahaan yang bisa dilihat pada kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu terkait aspek penghimpunan dan penyaluran dana yang dinilai berdasarkan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas perusahaan (Sujarweni, 2018).

Fahmi (2012) Kinerja keuangan adalah gambaran tentang keberhasilan perusahaan berupa hasil yang telah dicapai berkat berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Kinerja keuangan merupakan suatu analisis untuk menilai sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan aktivitas sesuai aturan-aturan pelaksanaan keuangan.

Rudianto (2013) Kinerja keuangan adalah hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh manajemen perusahaan dalam

(4)

mengelola aset perusahaan secara efektif selama periode tertentu. Kinerja keuangan sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat keberhasilan perusahaan berdasarkan aktivitas keuangan yang telah dilaksanakan.

Menurut Munawir (2012) mengatakan bahwa tujuan dari adanya pengukuran kinerja keuangan perusahaan ialah: Mengetahui tingkat likuiditas, Mengetahui tingkat solvabilitas, Mengetahui tingkat rentabilitas, Mengetahui tingkat stabilitas.

Prosedur analisis kinerja keuangan, Bagi perusahaan, informasi kinerja keuangan perusahaan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal sebagai berikut: Untuk mengukur prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatannya, Selain digunakan untuk melihat kinerja organisasi secara keseluruhan, maka pengukuran kinerja juga dapat digunakan untuk menilai kontribusi suatu bagian dalam pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan, Dapat digunakan sebagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk masa yang akan datang, Memberi petunjuk dalam pembuatan keputusan dan kegiatan organisasi pada umumnya dan divisi atau bagian organisasi pada khususnya, Sebagai dasar penentuan kebijaksanaan penanaman modal agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Menurut Hery (2012) rasio harus diinterpretasikan dengan hati-hati karena faktor-faktor yang mempengaruhi pembilang dapat berkorelasi dengan faktor- faktor yang mempengaruhi penyebut.

Perhitungan rasio akan menjadi bermanfaat apabila diinterpretasikan dalam perbandingan dengan rasio tahun sebelumnya, atau dengan standar yang ditentukan sebelumnya atau dengan rasio pesaing.

Menurut sujarweni (2017) analisis rasio keuangan merupakan aktivitas untuk menganalisis laporan keuangan dengan cara membandingkan satu akun dengan akun lainnya yang ada dalam laporan keuangan, perbandingan tersebut bisa antara akun

dalam laporan keuangan neraca maupun rugi laba.

Menurut yuniningsih (2018) analisis rasio keuangan adalah membandingkan antara data yang ada dalam laporan keuangan, apakah data berasal dari laporan rugi saja, neraca saja, atau gabungan antara laporan rugi laba dan neraca sesuai dengan tujuan pihak yang membutuhkan.

Menurut kamaludin (2012) Bentuk- bentuk rasio keuangan dapat digolonkan sebagai berikut: Rasio likuiditas, Rasio solvabilitas, Rasio aktivitas, Rasio profitabilitas / rentabilitas

Irmansyah (2016) dengan judul

“analisis kinerja keuangan koperasi pegawai rebublik indonesia”. metode analisis yang digunakan adalah rasio keungan, hasil penelitiannya mengalami kenaikan yang baik perubahan kinerja tersebut ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan terhadap likuiditas, efektifitas pengelolaan keuangan yang diukur berdasarkan rasio aktivitas dan rentabilitas.

Syarifudin (2017), dengan judul

“analisis kinerja keuangan pada PT. Cipta sejati revolution di makassar. metode analisis yang digunakan adalah defon.

dengan hasil penelitian mengalami mengalami peningkatan yang sangat pesat disebabkan oleh adanya biaya produksi dan aktiva tetetap sehingga mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Berdasarkan uraian tersebut maka keterkaitan hipotesis dalam rencana penelitian ini adalah “diduga bahwa kinerja keuangan pada PT. Gudang Garam tbkterdaftar di bursa efek indonesia dari tahun 2016 s/d 2018 mengalami peningkatan”.

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “pengaruh likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan pada pt. gudang garam, tbk terdaftar di bursa efek indonesia”. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(5)

Gambar 1. Model Penelitian Laporan keuangan

Neraca laporan laba rugi laporan perubahan modal laporan arus kas Rasio likuiditas solvabilitas aktivitas

profitabilitas

Kinerja keuangan METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. sugiyono (2018), mengemukakan bahwa metode kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah yang hasilnya lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Penggunaan desain penelitian deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan dan menggambarkan kinerja keuangan pada PT Gudang Garam, Tbk terdaftar di bursa efek indonesia. termasuk faktor-faktor intern maupun eksternal yang mempengaruhi kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk terdaftar di bursa efek indonesia. penelitian ini berupaya mengemukan data dan faktak yang terjadi dalam pencatatan laporan keuangan dengan menganalisis kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk terdaftar di bursa efek indonesia.

Penelitian ini dilaksanakan pada PT.Gudang Garam Tbk, dimana data perusahaan diambil melalui Bursa Efek Indonesia Makassar yang beralamat di JL.

DR. Sam Ratulangi No. 124 Makassar.

Dengan waktu penelitian berlangsung selama 2 (dua) bulan, dilaksanakan pada bulan oktober hingga bulan november pada tahun 2019.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: data kualitatif, dan data kuantitatif. Sumber data yaitu: data primer, dan data skunder.

Metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data yang lebih relevan dan akurat dalam penelitan ini

adalah: Penelitian pustaka, dan Penelitian lapangan

Berdasarkan masalah dan tujuan dalam penelitian ini, maka data dianalisis menggunakan data kuantitatif yaitu data analisis rasio keungan. MENURUT SK

mentri keuangan RI

No.826/KMK.013/1992 Nilai bobot perusahaan didasarkan atas rentabilitas, likuiditas, solvabilitas serta indikator tambahanyang ditetapkan dari tahun ke tahun dalam rapat umum pemegang saham sesuai dengan perkembangan dunia usahadan perkembangan perusahaan (yuniningsih, 2018).

Rasio likuiditasDigunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek yang berupa hutang-hutang jangka pendek. rumus dari ketiga rasio tersebut adalah :

Current ratio

Quick ratio

Absolute liquidity ratio

Rasio solvabilitas, Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannyabaik jangka pendek maupun jangka panjang. Dapat dihitung menggunakan rumus:

Debt to equity ratio

Converage interest charge

Total asset to equity

Fixed aset to equity

Current asset to equity

Recivable to equity

(6)

Liquid asset to equity

Rasio aktivitas atau efisiensi digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya atau aktivanya. rasio efektifitas yang digunakan umumnya

meliputi :

sales to liquid assets=

sales to receivable=

sales to iventories=

sales to current assets = sales to fixed assets = sales to total assets =

Rasio profitabilitas menunjukan gambaran tentang tingkat efektifitas pengelolahan perusahaan dalam menghasilkan laba. rasio ini sebagai ukuran apakah pemilik atau pemegang saham dapat memperoleh tingkat pengembaliaan yang pantas atas investasinya. ukuran yang biasa digunakan adalah net profit margin (NPM), return on investment (ROI) dan return on equity (REO) dengan rumus :

NPM=

ROI=

ROE=

Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan tersebut pada satu periode akuntansi dan merupakan gambaran umum mengenai kinerja suatu perusahaan.

Kinerja keuangan adalah hasil kerja berbagai bagian dalam suatu perusahaan yang bisa dilihat pada kondisi keuangan

perusahaan pada suatu periode tertentu terkait aspek penghimpunan dan penyaluran dana yang dinilai berdasarkan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas perusahaan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada PT.

Gudang Garam Tbk terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Permasalanhan yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai penilaian terhadap kinerja keuangan perusahaan PT. GudangGaram Tbk Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang akan di analisis adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi laba tahun 2016 s/d 2018 dengan menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari : rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas danrasio profitabilitas.

Adapun analisis rasio likuiditas perusahaan dari tahun 2016 s/d tahun 2018 yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2. rasio likuiditas pada PT.

Gudang Garam dari Tahun 2016 s/d tahun 2018

N o

Jenis rasio Tahun Rata- rata (%) 2016 2017 2018 1. Current ratio 1,937 1,781 2,058 1,925 2. Quick ratio 0,170 0,181 0,170 0,507 3. Absolute

liquidity ratio

0,073 0,094 0,092 0,086 Sumber : data diolah PT. Gudang Garam,

Tbk (2019)

Berdasarkan tabel tersebut diatas, maka dapat diketahui bahwa rasio likuiditas perusahaan mengalami penurunan khususnya pada tahun 2018. dengan menurunnya rasio likuiditas selama tahun 2018 diakibatkan oleh karena meningkatnya hutang lancar dalam perusahaan, walaupun mengalami penurunan namaun likuiditas perusahaan tetap likuid.

Adapun rasio solvabilitas untuk tahun 2016 s/d tahun 2018 dapat dilihat melalui ini :

(7)

Tabel 3. rasio solvabilitas pada PT. Gudang Garam tbk yang terdaftar di bursa efek

dari tahun 2016 s/d tahun 2018 No Jenis rasio

solvabilitas

Tahun Rata-

rata % 2016 2017 2018

1 Debt to equity ratio

0,591 0,582 0,530 0,567 2 Coverage

interest charge

8,49 14,03 16,46 12,99

3 Total assets to equity

1,591 1,582 1,530 1,567 4 Fixed assest

to equity

0,531 0,545 0,527 0,534 5 Current

assest to equity

1,059 1,037 1,003 1,003

6 Iventory to equity

0,948 0,898 0,854 0,9 7 Receivable

to equity

0,052 0,052 0,038 0,047 8 Liquid

assest to equity

0,093 0,108 0,083 0,094

Sumber : data diolah PT. Gudang Garam, Tbk (2019)

Berdasarkan tabel 2. menunjukan bahwadebt to equity ratio dari tahun 2016 sebesar 0,591, tahun 2017 0,582 dan tahun 2018 sebesar 0,530. sedangkan coverange interst chage pada tahun 2016 sebesar 8,49 tahun 2017 14,03 dan tahun 2018 sebesar 14,46. sedangkan total assest to equity pada tahun 2016 sebesar 1,591, tahun 2017 sebesar 1,582 dan tahun 2018 sebesar 1,530 dan fixed assets to equity pada tahun 2016 sebesar 0,531, tahun 2017 sebesar 0,545 dan tahun 2018 sebesar 0,527. sedangkan current assest to equity pada tahun 2016 sebesar 1,059, tahun 2017 sebesar 1,037 dan tahun 2018 sebesar 1,003, sedangkan iventory to equity pada tahun 2016 sebesar 0,948, tahun 2017 sebesar 0,898 dan tahun 2018 sebesar 0,854,sedangkan rasio receivable to equity pada tahun 2016 sebesar 0,052, tahun 2017 0,052 dan tahun 2018 sebesar 0,038.

Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya. adapun rasio aktivitas dari tahun 2016 s/d tahun 2018 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4. rasio aktivitas PT. Gudang Garam, tbk terdaftar di bursa efek indonesia dari

tahun 2016 s/d tahun 2018.

No Jenis rasio aktivitas

Tahun Rata-

rata % 2016 2017 2018 1 Sales to

liquid assets

20,694 18,274 25,453 21,473 2 Sales to

receivable

36,495 37,372 55,452 43,106 3 Sales to

inventories

2,031 2,196 2,482 2,236 4 Sales to

current assets

1,818 1,903 2,186 2,068

5 Sales to fixed assets

3,628 3,622 4,019 3,756 6 Sales to

total assets

1,211 1,247 1,385 1,281 Sumber : data diolah PT. Gudang Garam, Tbk

(2019)

Berdasarkan tabel 3, menunjukan bahwa sales to liquid assets dari tahun 2016 sebesar 20,694, tahun 2017 sebesar 18,274 dan tahun 2018 sebesar 25,453. sedangkan sales to recevable dari tahun 2016 sebesar 36,495, tahun 2017 sebesar 37,372 dan tahun 2018 sebesar 55,425. sedangkan sales to iventories yang merupakan kemampuan perusahan dalam menjual barang persediaan adalah pada tahun 2016 sebesar 2,031, tahun 2017 sebesar 2,196 dan tahun 2018 sebesar 2,482. sedangkan sales to current assets yang merupakan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva lancar pada tahun 2016 sebesar 1,818, pada tahun 2017 sebesar1,903 dan pada tahun 2018 sebesar 2,186. sedangkan sales to fixed assets yang merupakan kemampuan perusahan dalam memanfaatkan aktiva tetap untuk aktivitas penjualan pada tahun 2016 sebesar 3,628, tahun 2017 sebesar 3,622 dan tahun 2018 sebesar 4,019 dan sales tototal assets yang meruapakan kemampuan dari aktiva dalam mimbiayayai aktivitas penjualan perusahaan dimana pada tahun 2016 sebesar 1,211, tahun 2017 sebesar 1,247 dan tahun 2018 sebesar 1,385.

Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya. adapun rasio profitabilitas dari tahun 2016 s/d tahun 2018 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

(8)

Tabel 5. rasio profitabilitas PT. Gudang Garam, tbk terdaftar di bursa efek indonesia dari tahun 2016 s/d tahun 2018.

No Jenis rasio aktivitas

Tahun Rata-

rata % 2016 2017 2018

1 Net profit margin

0,084 0,092 0,104 0,093 2 Return on

invesment

0,104 0,115 0,115 0,11 3 Return on

equity

0,166 0,182 0,176 0,174 Sumber : data diolah PT. Gudang Garam, Tbk

(2019)

Tabel 4. nampak bahwa untuk rasio net profit margin untuk tahun 2016 sebesar 0,084, tahun 2017 sebesar 0,092 dan tahun 2018 sebesar 0,104. sedangkan untuk return on investment yang merupakan kemampuan dari perusahaan untuk menghasilkan laba untuk tahun 2016 sebesar 0,104, tahun 2017 sebesar 0,115 dan tahun 2018 sebesar 0,115. kemudian return on equity untuk tahun 2016 sebesar 0,166, tahun 2017 sebesar 0,182 dan tahun 2018 sebesar 0,176.

Berdasarkan tabel diatas menujukan bahwa curent ratio dari tahun 2016 sampai tahun 2018 yang menunjukan rata-rata pertumbuhan pertahun sebesar 1,925%, hal ini menunjukan bahwa tahun 2016 dengan 2018 mengalami peningkatan dan tahun 2017 mengalami penurunan yang disebabkan meningkatnya hutang lancar.kemudian quick ratio rata-rata pertahun sebesar 0,507%

dimana dari tahun 2016 sampai 2018 naik turun yang disebabkan meningkatnya hutang lancar kemudian untuk absolute liquidity ratio rata-rata pertahun sebesar 0,086% hal ini menujukan penurunan diakibatkan meningkatnya hutang lancar.

Kemudian debt to equity ratiorata-rata setiap tahunnya sebesar 0,567% dimana setiap tahunnya mengalami peningkatan, sedangkan converage interest charge rata-rata setiap tahunnya 12,99% dimana setiap tahun laba oprasional mengalami peningkatan dari tahun 2016 s/d tahun 2018. selanjutnya untuk total assets to equityrata-rata setiap tahunnya sebesar 1,567% setiap tahunnya mengalami peningkatan. sedangkan fixed assets to equity dan current assets to equityrata-rata setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 0,542% dan 1,003 yang disebabkan meningkatnya modal pemilik.

Iventory to equityrata-rata setiap tahunnya sebesar 0,9% dimana iventory to equity mengalami penurunan dari tahun ke tahun yang disebabkan meningkatnya persediaan barang. sedangkan receivable to equity rata-rata dari tahun 2016 s/d tahun 2018 sebesar 0,047% mengalami peningkatan yang di akibatkan menurunnya angka piutang danliquid assets to equityrata-rata dari tahun 2016 s/d tahun 2018 0,94% dimana pada tahun 2017 mengalami peningkatan yang di sebabkan meningkatnya aktiva liquid.

Untuk rasio aktivitas rata-rata tiap tahunnya mengalami peningkatan. namun hanyasales to liquid assetsyang mengalami fluktuasi dimana rata-rata tiap tahunnya dari tahun 2016 s/d tahun 2018sebesar 21,473%.

sedangkan sales to receivable, sales to inventories, sales to current assets, sales to fixed assets, dan sales to total assets mengalami peningkatan dari tahun 2016 s/d tahun 2018 rata-rata mengalami peningkatan sebesar 43,106 untuk sales to receivable, sebesar 2,236 untuk sales to inventory, sebesar 2,068 untuk sales to current assets, sebesar 3,756 untuk sales to fixed asets dan sebesar 0,094 untuk sales to total assets.

Net profit margin rata-rata setiap tahunnya sebesar 0,093% dimana dari tahun ke tahu terus mengalami peningkatan. kemudian return on investment juga mengalami peningkatan dari tahun 2016 s/d tahun 2018 rata-rata sebesar 0,11% dan return on equity terjadi fluktuasi dimana tahun 2017 meningkat sebesar 0,182% kemudian tahun 2018 turun menjadi 0,176% dengan rata-rata setiap tahunnya sebesar 0,174%.

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya maka penulis menarik beberapa kesimpulandari keseluruhan analisis yaitu sebagai berikut :

Berdasarkan rasio likuditas PT. Gudang Garam, Tbk terdaftar di bursa efek indonesia (BEI) belum efisien karena darihasil perhitungancurrent ratio, quick ratio dan absolute liquidity ratio mengalami fluktuasi namun tetap liquid karena bisa memenuhi kebutuha utang jangka pendek dan panjang.

Berdasarkan rasio solvabilitas atau leverage PT. Gudang Garam, Tbk terdaftar di bursa efek indonesia kurang baik karena

(9)

perhitungan debt to equity ratio terus mengalami penuruan setiap tahunnya, sedangkan coverage interest charge mengalami peningkatan setiap tahunnya. sedangkan total assets to equity, fixed assets to equity, current assets to equity setiap tahunnya mengalami penurunan dari tahun 2016 s/d tahun 2018.

sedangkan iventori to equity mengalami peningkatan, receivable to equity mengalami penurunan dan liquid asset to equity mengalami fluktuassi.

Berdasarkan rasio aktivitas PT. Gudang Garam, Tbk terdaftar di bursa efek dalam keeadaan baik karena perhitungan sales to liquid assets,sales to iventories, sales to current assets, sales to fixed assets, dan sales to total assests tiap tahunnya terus mengalami peningkatan, kecuali sales to receivable yang mengalami fluktuasi.

Berdasarkan rasio profitabilitas PT.

Gudang Garam, Tbk yang terdaftar di bursa efek indonesia baik karena perhitungan net profit margin, return on invesment, dan return on equity mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sebagai perusahaan kedepannya harus menekan biaya atau penghematan dalam penggunaan biaya operasional sehingga current ratio dan quick rationya dapat stabil dan meningkat setiap tahun. Secara keseluruhan, untuk mengefisiensikan penggunaan modal kerja perusahaan maka harus memperhatikan perbaikan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas serta memaksimalkan penggunaan aset dan ekuitas dengan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Amirullah. (2015). Pengantar Manajemen.

Jakarta: Mitra Wacana Media Irmansyah, A. (2016).

Ariefiansyah, R., & Utami M.M. (2013).

Membuat Laporan Keuangan Gampang.

Cetakan pertama. Jakarta Timur: Dunia Cerdas

Keown, A.J. (2017). Prinsip dan penerapan manajemen keuangan. Edisi kesepuluh.

Jilid satu.

Pudjiastuti, E. (2017). Dasar-dasar manajemen keuangan. Edisi ketujuh.

cetakan pertama. Yogyakarta.

Fahmi. (2014). Analisis kinerja keuangan, Bandung alfabeta.

Hanafi, M.M., & Halim. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Edisi Kelima.

Yogyakarta: UPP STIM YKN

Harahap, S.S. (2015). Analisis kritis atas laporan keuangan. Jakarta: Rajawali pers.

Hery. (2016). Analisi laporan keuanganintegrated and comprehensive edition. Jakarta: Grasindo.

Ikatan Akuntasi Indonesia. (2015). Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan.

Kamaludin, R.I. (2012). manajemen keuangan

“ konsep dasar dan penerapannya”. Edisi revisi. Bandung: sari indah,.

Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kasmir. (2014). Analisis Laporan Keuangan.

Edisi Pertama. Cetakan Ketujuh. Jakarta : PT. RajaGrafindo Perseda.

Munawir, S. (2014). Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Cetakan Ketigabelas. Yogyakarta : Liberty.

Munawir, S. (2016). Analisis Informasi Keuangan.Yogyakarta: Liberty.

Ratningsih., & Alawiyah, T. (2017). Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Rasio Profitabilitas Dan Rasio Aktivitas Pada PT BATA Tbk 2. Diakses Pada Tanggal 20 September 2019 Melalui Website:https://journal.unpak.ac.id/index.p hp/jimfe/article/view/643/546

Rudianto. (2012). Pengantar Akuntansi, Konsep Penyusunan Laporan Keuangan.

Adaptasi IFRS. Jakarta: Erlangga.

Rudianto. (2013). Akuntansi Manajemen:

Informasi untuk Pengambilan Keputusan Strategis. Jakarta: Erlangga.

Subramayam. (2017). Analisis Laporan Keuangan Financial Statement Analysis.

Jakarta: Salemba Empat

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuntitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan Kedua puluh delapan. Bandung: Alfabeta Syarifudin. (2017). Analisis kinerja keuangan

pada PT cipta sejati revolution, di makassar.

Sujarweni, V.W. (2018). Analisis laporan keuangan. Bantul Yogyakarta: Pustaka baru press.

Yuniningsih. (2018). Dasar-dasar manajemen keuangan. edisi pertama.

Sidoarjo: indonesia pustaka.

Referensi

Dokumen terkait

“Analisis komparatif kinerja keuangan jika diukur dengan menggunakan metode ROI (Return on investment) pada perusahaan kosmetik yang listing di BEJ (Bursa Efek

Working Capital Turn Over Ratio (X1), berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas ROI (Y) pada perusahaan gudang garam Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Laba Bersih dan Dividen Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2015 (Milyar Rupiah) No.. Gudang Garam Tbk

Judul Penelitian : PENGARUH RASIO KEUANGAN LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP RETURN ON EQUITY PADA PERUSAHAAN FAST MOVING CONSUMER GOODS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK

KHOYUM : PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE, PROFITABILITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN,Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang terdaftar di

Laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk yang berdasarkan

Berdasarkan fenomena dan beberapa penelitian sebelumnya, dapat dilakukan analisis keterkaitan antara harga saham dengan kinerja keuangan perusahaan yang tergabung dalam Indeks LQ 45

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dengan sub sektor dan variabel yang berbeda, Penulis ingin mengetahui kinerja keuangan perusahaan –