PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Tinjauan Teori
- Tinjauan Empiris
- Kerangka Pemikiran
- Hipotesis Penelitian
Hasil analisis data membuktikan bahwa perubahan lingkungan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan, hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung 4,359 ≥ t tabel 1,729 dan nilai signifikan sebesar 0,05. Dari hasil perhitungan uji F, sekaligus variabel lingkungan kerja (Y2) berpengaruh positif terhadap semangat kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Rokan Hulu. Pengaruh lingkungan kerja terhadap disiplin kerja dan semangat kerja (Studi pada pegawai PDAM Kota Malang).
Karena Asymp Sig sebesar 0,006 yang berarti kurang dari 0,05 maka Ho diterima yang berarti tidak ada hubungan antara kondisi tempat kerja dengan semangat kerja karyawan. Apabila Ho ditolak berarti terdapat hubungan antara lingkungan kerja dengan semangat kerja pegawai Koperasi Bank Indonesia.
METODE PENELITIAN
Teknik Pengumpulan Data
Cara ini dilakukan dengan mempelajari, membaca dan meneliti berbagai referensi baik berupa buku, jurnal, karya ilmiah maupun referensi ilmiah lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian tersebut. Teknik ini dilakukan untuk melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian untuk mendapatkan gambaran awal mengenai objek penelitian. Teknik ini merupakan proses menjawab pertanyaan dimana subjek penelitian harus melengkapi daftar pertanyaan yang diberikan peneliti dalam bentuk tertulis.
Teknik wawancara merupakan teknik yang digunakan untuk melakukan interaksi langsung antara peneliti dan objek penelitian. Dalam teknik wawancara, peneliti mengajukan serangkaian pertanyaan terkait dengan data yang ingin peneliti kumpulkan. Dokumentasi, yaitu bukti-bukti dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pokok penelitian yang dilakukan oleh penulis dan digunakan sebagai bahan dalam penyusunannya.
Metode Analisis
Dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana ini nantinya dapat diketahui apakah terdapat pengaruh yang timbul dari pengaruh lingkungan kerja terhadap moral sistem sipil negara (sebagai variabel terikat). Namun rumusan tujuan dalam perencanaan strategis Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang adalah. Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dipimpin oleh Kepala Dinas yang bertugas mengarahkan Dinas Koperasi, UKM.
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil uji validitas pengaruh lingkungan kerja terhadap semangat kerja dianggap valid karena seluruh item mempunyai r-skor lebih besar dari r-tabel. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden setuju. b) Dari 38 responden yang menjawab pernyataan X1.2.2 “Lingkungan kerja karyawan tenang dan bebas dari kebisingan mesin”, terdapat 9 (26%) responden yang kurang setuju, 11 (81%) responden setuju, dan 10 ( 44) % responden menyatakan sangat setuju. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden setuju. b) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan Y1.4.2 “Lingkungan kerja yang nyaman, bersih, rapi serta fasilitas yang cukup membuat semangat kerja saya meningkat” terdapat 3 (8%) responden yang tidak setuju, 19 (53%) responden setuju, dan 14 (39%) responden setuju.
Diterima (H, ditolak) jika lagu tersebut berarti lingkungan kerja berpengaruh positif tidak signifikan terhadap semangat kerja. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap semangat kerja aparatur pemerintah pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.
Terdapat beberapa saran sebagai masukan dalam mencapai keberhasilan lingkungan kerja tentang semangat kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Service Department PT.United Tractor Tbk Pekanbaru. Pengaruh lingkungan kerja terhadap disiplin kerja dan semangat kerja pegawai (Studi pada pegawai PDAM Kota Malang).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Tugas pokok Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah sebagai instansi pemerintah di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi di wilayah kerjanya. Visi yang ditetapkan mencerminkan gambaran peran dan kondisi yang ingin diwujudkan oleh Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi di masa depan. Target merupakan dampak dari tujuan yang dapat diukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan secara riil oleh Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam waktu satu tahun, sampai dengan lima tahun ke depan.
Analisis ini juga memberikan bobot pada kriteria yaitu tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis dan tepat waktu dalam rencana strategis Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang Tahun 2014-2018. Strategi pencapaian visi dan misi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang merupakan hasil posisi strategis hasil analisis lingkungan yaitu S-0 (Strengths-Opportunity) yang mengarah pada kekuatan atau manfaat. untuk memanfaatkan peluang dan tantangan yang ada. Saat ini jumlah peralatan Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi masih kurang, hal tersebut menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian serius.
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang dalam hal menyelenggarakan usaha koperasi, UKM, tenaga kerja dan transmigrasi serta memberikan pelayanan sesuai dengan bidang kegiatannya. Sekretaris dipimpin oleh seorang Sekretaris yang bertugas mengkoordinasikan kegiatan, memberikan pelayanan teknis dan administrasi di bidang umum dan kepegawaian, keuangan dan penyiapan program di bawah Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Bidang Ketenagakerjaan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan bertanggung jawab melaksanakan, merumuskan, mengkoordinasikan, memajukan dan mengawasi kegiatan-kegiatan di Bidang Ketenagakerjaan.
Bagian Pembayaran Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja serta Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dipimpin oleh seorang Kepala Bagian, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan, kebijakan teknis, koordinasi, pembinaan, pengendalian, dan pemberian bimbingan di bidang jaminan sosial. perkembangan. , kesejahteraan buruh dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi melaksanakan unsur-unsur di bidang Koperasi dan UKM, serta bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang mempunyai tugas melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang Koperasi dan UKM, serta di bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang meliputi urusan Koperasi dan UKM, urusan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. berbasis ekspor. tentang prinsip otonomi dan amanah bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Hasil Penelitian
Jadi dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju. d) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.1.4 “Pengharum ruangan ada di tempat kerja saya untuk menghilangkan bau tidak sedap”, terdapat 4 (11%) responden yang tidak setuju, 23 (64%) responden setuju dan 9 (25%) responden ) responden menyatakan sangat setuju. Jadi dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju. e) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.1.5 “Pencahayaan (sinar matahari dan listrik) yang ada pada area kerja sudah sesuai dengan kebutuhan”. Jadi dapat kami jelaskan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju. a) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.2.1 “Iklim di tempat kerja nyaman bagi saya selama bekerja”, terdapat 6 (17%) responden yang menjawab tidak.
Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden setuju. d) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.2.4 “Saya ikut menjaga kebersihan tempat kerja”, terdapat 8 (22%) responden yang sangat tidak setuju, 17 (47%) responden menyatakan tidak setuju, 6 (17 %) responden menyatakan setuju, dan 5 (14%) responden menyatakan sangat setuju. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden menyatakan tidak setuju. e) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.2.5 “Saya dapat beradaptasi dengan suhu di tempat kerja”. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju.. a) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.3.1 “Warna dinding ruang kerja saya sangat mendukung mood saya untuk bekerja”, terdapat 2 ( 6% ) responden yang menyatakan tidak setuju setuju, 6 orang (16%) responden menyatakan tidak setuju, 19 orang (53%) responden menyatakan setuju, dan 9 orang (25%) responden menyatakan sangat setuju.
Dengan demikian, dapat dinyatakan mayoritas responden setuju. b) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.3.2 “Kebersihan kantor membuat saya nyaman dalam bekerja”, 9 (25%) responden kurang setuju, 16 (44%) setuju setuju dan 11 (31%) responden sangat setuju. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden menyetujui hal tersebut. d) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.3.4 Setiap karyawan mempunyai kesempatan yang sama untuk peningkatan karir, 9 (25%) responden kurang setuju, 18 (50%) setuju dan 9 (25%) responden sangat setuju. Dengan demikian, dapat dinyatakan mayoritas responden setuju. e) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan X1.3.5 “Karyawan mendapat perlakuan adil”, 6 (17%) responden tidak setuju, 14 (39%) setuju dan 16 (44%) responden menyatakan sangat setuju.
Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden setuju. b) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan Y1.1.2 “Saya mampu menyelesaikan tugas dengan cepat”, terdapat 1 (3%) responden yang sangat tidak setuju, 3 (8%) responden menyatakan setuju tidak setuju, 23 (64 %) ) responden menyatakan setuju, dan 9 (25%) responden menyatakan sangat setuju. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden setuju.. a) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan Y1.2.1 “Saya selalu datang kerja tepat waktu”, terdapat 6 (17%) responden yang tidak setuju. 16 (44%) responden menyatakan setuju, dan 14 (39%) responden menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden setuju.. a) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan Y1.5.1 “Saya menganggap rekan kerja sebagai keluarga”, terdapat 5 (14%) responden yang tidak setuju, 21 (58%) responden menyatakan setuju, dan 10 (28%) responden menyatakan sangat setuju.
Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju, dan 12 orang (33%) responden menyatakan sangat setuju. Dengan demikian, dapat dinyatakan mayoritas responden setuju. b) Dari 36 responden yang menjawab pernyataan Y1.7.2 “Pegawai tidak pernah melakukan demonstrasi terhadap atasan atau penguasa”, terdapat 4 (11%) responden yang tidak setuju.
Pembahasan
Terlihat nilai R-squared sebesar 210 koefisien determinasi dihitung dengan mengalikan R-squared dengan 100% yaitu sebesar 2,10% yang menunjukkan besar kecilnya pengaruh lingkungan kerja terhadap semangat kerja. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh lingkungan kerja terhadap semangat kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Enrekang. Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan, hendaknya manajer selalu mempertimbangkan kebijakan yang disusun terutama dalam hal memperhatikan lingkungan kerja yang baik baik fisik maupun non fisik.
Hal ini dilakukan karena lingkungan kerja yang baik akan berpengaruh terhadap peningkatan semangat kerja pegawai. Untuk menjadikan semangat kerja pegawai semakin tinggi maka instansi harus menjaga lingkungan kerja fisik berupa kenyamanan tempat kerja, kebersihan, suhu udara dan pencahayaan yang baik, serta ruang kerja. pengaturan agar karyawan tidak bosan atau merasa non-fisik, seperti menjaga hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan, sehingga meminimalkan miskomunikasi antar internal rekan kerja. Pengaruh Semangat dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran