PENDAHULUAN
Latar Belakang
Berdasarkan informasi tersebut ditemukan permasalahan mengenai kurangnya ketersediaan media pembelajaran yang menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, sehingga hasil belajar PKn menjadi rendah. Media pembelajaran yang tersedia untuk pembelajaran PKn hanya sebatas gambar, khususnya kegiatan musyawarah dan pemungutan suara yang terdapat pada materi keputusan bersama di buku teks guru dan siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti ingin menguji keefektifan media pembelajaran diorama berbasis media audiovisual pada materi keputusan bersama untuk meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri.
Melalui medium pembelajaran ini, pelajar dapat memahami dan mengaplikasikan cara membuat keputusan bersama dan bentuk keputusan.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti akan mengkaji melalui penelitian eksperimen dengan judul Pengaruh Media Diorama Berbasis Audiovisual Terhadap Pembelajaran PKn Pada Materi Keputusan Bersama Kelas V SDN 11 Kalumeme.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Bagi sekolah, penelitian ini bermanfaat dalam mencari solusi untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan menggunakan media audiovisual diorama dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan sekolah dan iklim pendidikan yang kondusif di sekolah khususnya dalam pembelajaran. Media diorama berbasis audio visual dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar dan memberikan wawasan, pengetahuan dan keterampilan untuk menjadikan pembelajaran menarik dan menyenangkan serta meningkatkan kreativitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Memberikan gambaran yang jelas tentang keefektifan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan menggunakan media audiovisual diorama terhadap hasil belajar siswa.
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan rujukan dan sumber untuk menambah pemahaman serta sebagai bahan rujukan bagi pengembangan peneliti selanjutnya.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Pustaka
- Pengertian Belajara
- Hakikat Pembelajaran
- Pembelajaran
- Hakikat PKn
- Pembelajaran PKn SD
- Materi Keputusan Bersama
- Hakikat Media Pembelajaran
- Media Audio Visual
- Media Diorama
Dari pengertian belajar yang diberikan oleh berbagai ahli dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses interaksi antara siswa dan guru serta sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain, belajar adalah suatu proses yang membantu siswa belajar dengan baik. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dan guru serta sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.
Media pembelajaran adalah alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan pesan belajar dari sumber pembelajaran yaitu guru kepada siswa yaitu siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Kerangka Pikir
Setelah mengetahui hasil pemahaman siswa sebelum menggunakan media Diorama berbasis audiovisual, selanjutnya peneliti menggunakan media Diorama berbasis audiovisual untuk meningkatkan pemahaman siswa. Selanjutnya dilakukan post-test untuk mengetahui hasil proses pembelajaran menggunakan media Diorama berbasis audiovisual setelah diberikan treatment menggunakan media Diorama berbasis audiovisual pada materi Keputusan Bersama. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media diorama audiovisual dapat membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar, siswa lebih mudah untuk segera memahami proses pengambilan keputusan bersama, dan suasana belajar di kelas lebih menyenangkan.
Penggunaan media diorama audiovisual dalam pembelajaran pengambilan keputusan kolaboratif diharapkan dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih banyak sehingga konsep dan tata cara pengambilan keputusan kolaboratif dapat tertanam dengan baik. Selanjutnya dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan skor pemahaman materi pengambilan keputusan bersama menggunakan media diorama audio visual dari pre-test dan post-test.
Hipotesis Penelitian
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media diorama audiovisual dalam pembelajaran PKN sebagai variabel bebas (dependen), sedangkan variabel terikatnya adalah efektivitas pembelajaran PKN sebagai variabel terikat (independen). Untuk menghindari kesalahan penafsiran terhadap variabel-variabel dalam penelitian ini, peneliti menjelaskan definisi operasional dari variabel yang dimaksud yaitu. Menurut Purwant (Taniady, 2016:4) Salah satu yang dapat digunakan adalah media audiovisual, yaitu alat bantu dengar dan visual yang digunakan untuk membantu siswa mengidentifikasi, memahami, menganalisis bahkan mengevaluasi suatu informasi dengan cara yang sederhana, sehingga siswa dapat 'pekerjaan menjadi efektif dan efisien..
Yang dimaksud dengan aktivitas siswa adalah keaktifan siswa/proses aktif siswa dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual Diorama dalam kurun waktu tertentu pada siswa kelas V SDN 11 Kalumeme. Respon siswa yang paling tinggi merupakan ukuran kesukaan, minat, ketertarikan atau pendapat siswa terhadap gaya mengajar guru, LKS, materi pembelajaran dan suasana kelas dengan menggunakan media pembelajaran audio visual Diorama dalam kurun waktu tertentu untuk siswa kelas V. di SDN 11 Kalumeme.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Sumber Data
- Populas dan Sampel
- Instrumen Penelitian
- Tehnik Pengumpulan Data
- Tehnik Analisis Data
Jika t Hitung > t Tabel maka Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti penggunaan media Diorama berbasis audio visual berpengaruh terhadap materi keputusan bersama kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba. Jika tHitung< tTabel maka Ho diterima yang berarti penggunaan media diorama berbasis audiovisual tidak berpengaruh terhadap materi keputusan bersama kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba. Membuat kesimpulan apakah penggunaan media diorama berbasis audiovisual memberikan dampak terhadap materi pengambilan keputusan pada siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba.
Data hasil sebelum dan sesudah penggunaan media Diorama berbasis audio visual (pretest dan posttest) ditampilkan sebagai berikut. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh nilai rata-rata (mean) siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba sebelum menggunakan media audio visual Diorama adalah 63,18. Artinya penggunaan media audio visual Diorama dalam proses pembelajaran berpengaruh terhadap materi pengambilan keputusan bersama siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Diorama berbasis audio visual pada materi pengambilan keputusan bersama siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba dengan memperhatikan hasil tes. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa media Diorama Berbasis Audio Visual mempunyai pengaruh terhadap materi pengambilan keputusan pada siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba siswa setelahnya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Diorama Berbasis Audio Visual memberikan dampak terhadap materi pengambilan keputusan pada siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba.
Hasil inferensial menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan media audiovisual Diorama terhadap isi keputusan bersama. Artinya penggunaan media audio diorama dalam proses pembelajaran berpengaruh terhadap materi pengambilan keputusan siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Karakteristik Responden
- Hasil Observasi
- Hasil Statistis Deskriptif
- Hasil Statistis Inferensial
Berdasarkan hasil observasi kelas V yang dilakukan peneliti di SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba, data responden yang dikumpulkan adalah sebagai berikut. Berdasarkan hasil observasi penelitian yang dilakukan peneliti di SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba khususnya pada kelas V, maka data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut. 4 Siswa memperhatikan penjelasan guru √ 5 Siswa bersikap tenang selama pembelajaran √ 6 Siswa memperhatikan media berbasis diorama.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan peneliti di SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba diperoleh data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes pilihan ganda. Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan pre-test, terdapat 6 siswa (55%) yang hasil belajarnya belum tuntas dan 5 siswa (45%) yang tuntas belajar. Berdasarkan tabel skor pre-test di atas, untuk mengetahui mean (rata-rata) skor pre-test siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba dapat mengacu pada tabel berikut.
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka nilai rata-rata (mean) nilai ulangan siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba setelah diberikan perlakuan menggunakan media Diorama berbasis audio visual adalah 78,63. Nilai statistik deskriptif pretest dan posttest siswa yang diajar sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberi perlakuan dengan menggunakan media Diorama berbasis audio visual. Data hasil tes yang diambil oleh 11 siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba dapat dilihat pada tabel ringkasan hasil di bawah ini.
Melihat persentase hasil yang ada maka dapat dikatakan bahwa tingkat hasil pengujian sebelum penggunaan media Diorama berbasis audio visual tergolong kurang baik. Sesuai dengan hipotesis penelitian yaitu terdapat pengaruh penggunaan media diorama berbasis audiovisual pada materi pengambilan keputusan bersama siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba, maka teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah statistik inferensial. teknik menggunakan uji-t.
Pembahasan
Berdasarkan temuan penelitian yang diuraikan dalam analisis data, mendeskripsikan hasil rekapitulasi hasil tes siswa kelas V SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan media Diorama Berbasis Audio Visual, pada pretest (sebelum perlakuan) diperoleh nilai maksimal. 85 dan nilai minimal 45. Oleh karena itu, thitung > t tabel pada taraf signifikansi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti penggunaan media Diorama Berbasis Audio Visual berpengaruh terhadap materi pengambilan keputusan siswa kelas V pada SDN 11 Kalumeme Kabupaten Bulukumba. Jadi dapat dikatakan pembelajaran dengan media Diorama Berbasis Audio Visual memberikan kesempatan siswa dalam mengemukakan gagasan, menarik perhatian siswa, termotivasi dalam proses pembelajaran dan dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Teori Purwanto yang mengatakan, bahwa media audiovisual yaitu alat bantu dengar dan penglihatan yang digunakan untuk membantu siswa mengenali, memahami, menganalisis bahkan mengevaluasi suatu informasi dengan mudah, sehingga hasil karya siswa menjadi efektif dan efisien.
Dengan adanya hasil penelitian ini disarankan kepada guru dan sekolah dapat menggunakan media diorama berbasis audio dalam pembelajaran serta meningkatkan wawasan dan kreativitas guru dalam pengembangan media pembelajaran. Penggunaan media Diorama Berbasis Audio memudahkan pembelajaran bagi siswa dan juga memudahkan pengajaran bagi guru serta memberikan manfaat bagi siswa dan guru sehingga media Diorama Berbasis Audio juga dapat digunakan sebagai sumber belajar baik dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran. proses pembelajaran. Peneliti akan mampu mengembangkan dan menciptakan kreativitas baru dengan media pembelajaran Diorama Berbasis Audio ini serta mampu melakukan penelitian yang lebih sukses.
Dengan membaca teks Pancasila, siswa mengidentifikasi nilai-nilai, sikap dan perilaku masyarakat yang mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Guru meminta siswa mengingat kembali nilai, sikap dan perilaku masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila pada sila 4. Guru memberikan contoh sikap dan perilaku yang mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila di sekolah, masyarakat dan keluarga yang berkaitan dengan prinsip ke-4.
Guru menjelaskan langkah-langkah dan proses pengambilan keputusan kolektif di sekolah, masyarakat dan keluarga. Guru menggunakan media diorama untuk menjelaskan langkah dan proses pengambilan keputusan kolektif di sekolah.
SIMPULAN DAN SARAN
SIMPULAN
SARAN
Jakarta: PT Multi Kreasi Satudelapan Kunandar, 2015. Penilaian Otentik (Penilaian Hasil Belajar Siswa. Berdasarkan Kurikulum 2013). Menyajikan pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas, logis dan sistematis, dalam karya yang estetis, dalam gerak yang mencerminkan anak yang sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak yang beriman dan berakhlak mulia. Guru juga meminta setiap siswa untuk berbagi sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.