• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh menonton film kartun terhadap perilaku

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh menonton film kartun terhadap perilaku"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah perilaku siswa kelas IVa dan IVb SD Negeri 109 Bengkulu Utara yang sering menonton film kartun Shiva.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Setelah dilakukan angket, maka dikumpulkan data tentang film kartun dan perilaku siswa kelas IVa dan IVb SDN 109 Bengkulu Utara. Hal ini membuktikan adanya pengaruh menonton film kartun terhadap perilaku anak di SDN 109 Bengkulu Utara.

Sitematika Penulisan

LANDASAN TEORI

Pengertian Film

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, film mempunyai arti, pertama, film tipis berbahan seluloid untuk menampung gambar-gambar negatif (yang akan dijadikan gambar potret) atau sebagai tempat gambar-gambar positif (yang akan diputar di bioskop), kedua, sandiwara ( cerita ) ) dengan gambar bergerak.10 Film adalah gambar bergerak yang terbuat dari seluloid dan ditayangkan melalui proyektor, dimana film sekarang diproduksi tidak hanya dengan menggunakan pita seluloid (proses kimia) tetapi juga dengan menggunakan teknologi video (proses elektronik), namun keduanya tetap sama. yaitu mereka adalah gambar hidup. Sedangkan film dibedakan berdasarkan jenisnya menjadi film aksi, film drama, film komedi, dan film propaganda.11 Film sinema atau gambar bergerak dalam bahasa Inggris disebut moving picture atau cinema, yaitu serangkaian gambar yang diproyeksikan ke dalam sebuah film di layar.

Sejarah Film

Jenis-jenis Film Kartun (Animasi)

Berbeda dengan animasi barat, anime Jepang tidak semuanya ditujukan untuk anak-anak, namun ada juga yang khusus untuk orang dewasa. Contohnya : anime yang masih populer dan digemari hingga saat ini adalah Naruto Shippuden, One Piece, Dragon Ball, Black Clover.13.

Film Kartun (Animasi)

Tak heran jika film kartun seperti Doraemon, Dragon Ball atau Sinchan mendominasi dan tetap melekat di benak anak-anak. Acara tayangnya berbeda dengan film kartun yang sering kita lihat di layar TV, yaitu film animasi produksi Bening yang mengangkat cerita-cerita legendaris Indonesia, seperti Si Kecil, Pangeran Katak, Cindelaras, Hang Tuah, dan Timun Emas.

Film Animasi Shiva

Pertama, lawan Shiva melemparkan paku ke jalan, menjebak Shiva dan teman-temannya serta melubangi ban sepeda mereka. Rencana jahat mereka gagal lagi karena Shiva dan teman-temannya berhasil mengelabui dan menyingkirkan monyet-monyet tersebut.

Perilaku (Teori Perubahan Perilaku)

Rencana mereka selanjutnya adalah memasang umpan kera di tengah jalan agar kera-kera itu datang dan menghalangi jalan Shiva dan teman-temannya... lagi-lagi rencana jahat mereka menjadi bumerang karena mereka berhasil mengelabui Shiva dan teman-temannya dan kabur. monyet. Shiva mengetahui rencana penjahat tersebut dan memberitahu teman-temannya Adi dan Uday untuk mengambil jalan lain karena dia tidak ingin membahayakan teman-temannya.

Pengertian Perilaku

Perspektif behavioral menitikberatkan pada peran belajar dalam menjelaskan tingkah laku manusia dan terjadi melalui rangsangan berdasarkan (stimuli) yang menciptakan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum mekanis. Asumsi dasar mengenai perilaku menurut teori ini adalah bahwa perilaku sepenuhnya ditentukan oleh aturan, dapat diprediksi, dan dapat ditentukan.

Perilaku Agresif

Bentuk Perilaku

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Anak

Pembelajaran merupakan salah satu landasan untuk memahami perilaku siswa, karena berkaitan dengan kematangan dan perkembangan fisik, emosi, motivasi, perilaku sosial, dan kepribadian. Kecerdasan juga menggambarkan kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan cepat dan efektif terhadap situasi baru serta memahami konsep-konsep abstrak.29.

Perilaku Kekerasan

Kekerasan agresif, yaitu kekerasan yang dilakukan bukan untuk mendapatkan perlindungan, melainkan untuk memperoleh sesuatu, misalnya harta benda.

Bentuk Kekerasan

Mencuri uang korban, menahan atau tidak memenuhi kebutuhan keuangan korban, mengendalikan dan mengawasi penggunaan uang sampai pada jumlah terkecil. Merusak kepercayaan diri dan kepercayaan korban, memaksa korban untuk mempercayai hal-hal yang tidak diyakininya, memaksa korban untuk melakukan ritual dan kepercayaan tertentu. Memaksa seseorang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, menghalangi atau merintangi kegiatan atau pekerjaan tertentu, memaksa kehadirannya tanpa keinginannya, membantu tanpa keinginannya dan keadaan lain yang relevan.33.

Perilaku Negatif Anak

Siswa yang melakukan tindakan tersebut seringkali mengajak atau mendorong teman lainnya untuk melakukan tindakan yang berdampak negatif terhadap kesehatan. Namun sebagai bahan bercandaan, ada juga siswa yang dihina atau ditertawakan oleh siswa lain sehingga menimbulkan suasana sosial dan kurangnya pengawasan orang tua. Beberapa siswa menganggap aturan itu sepele, mulai dari tidak memakai ikat pinggang, dasi, dan kaos kaki yang tidak pantas.

Guru sudah melarang siswa makan sambil belajar, namun masih banyak siswa yang melanggar.

Perkembangan Anak

Pada saat ini, salah satu pengaruh luar yang paling diterima oleh anak-anak dan dimaksudkan untuk merangsang mereka adalah siaran televisi yang berupa film serial dan iklan-iklan di dalamnya. 37 Respon atau tindakan seorang anak, terutama yang dianggap kreativitas, biasanya dikaitkan dengan tindakan melihat. Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan anak menyatakan bahwa perkembangan anak terbagi menjadi tiga, yaitu: perkembangan kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Kognisi adalah pemahaman luas tentang berpikir dan mengamati, yaitu perilaku yang membuat orang memperoleh pengetahuan atau yang diperlukan untuk menerapkan pengetahuan. Keterampilan psikomotor merupakan keterampilan penggunaan organ tubuh, aktivitas organ tubuh seperti otot, saraf, dan kelenjar. Menjadi afektif (kasih sayang, kasih sayang), kasih sayang, cinta adalah perasaan yang sangat kuat, suatu kelas proses mental yang luas, termasuk perasaan emosi, suasana hati, hati dan temperamen.

Penelitian Yang Relevan

Dalam tesis yang dilakukan oleh Khalikul Bahri pada tahun 2017 berjudul “Dampak Kartun Terhadap Perilaku Anak (Studi Kasus di Gampong Seukeum Bambong, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie)”. Persamaan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dengan Khalikul Bahri adalah sama-sama mengetahui dampak/pengaruh menonton film kartun terhadap perilaku anak. Dalam tesis yang dilakukan oleh Sinta Ronaulisitinjak pada tahun 2018 yang berjudul “Pengaruh Pilihan Kartun Terhadap Perilaku Anak Di Pekon Luas Kecamatan Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat”.

Namun sebagian besar anak-anak di Pekon Luas Kecamatan Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat menyukai film kartun dan hal tersebut mempengaruhi perilaku mereka. Persamaan hasil penelitian peneliti dan Sinta Ronaulisitnjak adalah sama-sama mengetahui dampak/dampak menonton film kartun terhadap perilaku anak. 41Sinta Ronaulisitinjak, Pengaruh Pemilihan Film Kartun Terhadap Perilaku Anak Di Pekon Luas Kecamatan Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Bandar Lampung), 2018.

Kerangka Berfikir

Hipotesis Penelitian

Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan hanya berdasarkan teori yang relevan, belum berdasarkan fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. 43 Berdasarkan pendapat di atas, penulis dapat menjelaskan bahwa hipotesis 'merupakan jawaban yang bersifat sementara, dapat nyatanya ditolak, disangkal dan diterima jika fakta mendukungnya.

METODE PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Definisi Operasional
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Uji Validitas dan Reliabilitas Istrumen
  • Teknik Analisis Data

Data tersebut kemudian diolah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh menonton film kartun terhadap perilaku anak kelas Iva dan IVb di SDN 109 Bengkulu Utara. 100Siti Fatimah, Ngatman, Analisis Kartun 'Roti Awan' Sebagai Pengenalan Standar Media dan Pendidikan Karakter Anak. 102Siti Fatimah, Ngatman, Analisis Kartun 'Roti Awan' Sebagai Pengenalan Standar Media dan Pendidikan Karakter Anak.

Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa perilaku anak setelah menonton film kartun yang mengandung unsur kekerasan seperti kartun Siwa. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa menonton film kartun berpengaruh terhadap perilaku anak di SDN 109 Bengkulu Utara. Terdapat pengaruh menonton film kartun terhadap perilaku anak di SDN 109 Bengkulu Utara yang dapat dilihat melalui perhitungan Chi-square.

Table 3.1  Populasi Penelitian  No  Kelas  Jumlah Siswa
Table 3.1 Populasi Penelitian No Kelas Jumlah Siswa

HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

Sejarah Singkat SDN 109 Bengkulu Utara

SDN 109 Bengkulu Utara terletak di Desa Tanjung Anom Kecamatan Girimulya, dengan luas tanah 10.500 M2 dan luas terbangun 1.721 M2. Sebelum menjadi SDN 109 Bengkulu Utara, SDN ini telah beberapa kali mengalami perubahan nama, pertama kali SDN ini bernama SD IMPRES 07 pada tahun 1983, dan pada tahun 1987 berubah nama menjadi SDN 48 Lais, dan berubah lagi menjadi SDN 32 Tanjung Anom pada tahun 1983. Tahun 1991, Kemudian pada tahun 2004 berubah nama menjadi SDN 09 Girimulya. Pada tahun 2017, sekolah ini menjadi sekolah negeri bernama SDN 109 Bengkulu Utara yang mempunyai 257 siswa dan dipimpin oleh Bapak Juniter Junanto.

Rencana bangunan dan fasilitas SDN 109 Bengkulu Utara yang terletak di desa Tanjung Anom kecamatan Girimulya kabupaten Bengkulu Utara terdiri dari bangunan-bangunan yang digunakan oleh siswa dan guru pada saat kegiatan belajar mengajar.

Visi dan Misi

Berdasarkan angket film kartun yang disebar kepada 35 responden diketahui bahwa item angket No. termasuk dalam kategori tinggi dengan total skor. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas terlihat bahwa aktivitas siswa kelas IV a dan IV dalam menonton film kartun tergolong sedang dengan persentase sebesar 42,86%. Kartun terbukti mempengaruhi perilaku dan bahasa anak dalam kehidupan sehari-hari dan juga di kalangan teman sebayanya.

103Nurwita Syisva, Analisis Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini Dalam Kartun Upin dan Ipin, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Setelah melakukan penelitian yang dilakukan peneliti melalui penyebaran angket, observasi dan dokumentasi dengan judul Pengaruh Menonton Film Kartun Terhadap Perilaku Anak Di SDN 109 Bengkulu Utara, maka diberikan saran-saran yang dapat dijadikan acuan dalam mencapai prestasi pendidikan. sasaran. Nurwita Syisva, 2019, Analisis Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini Dalam Kartun Upin dan Ipin, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.

Siti Fatimah, Ngatman, 2018, Analisis Kartun ‘Roti Awan’ Sebagai Pengenalan Standar Media dan Pendidikan Karakter Anak. Wayan Sukanta, dkk, 2017, Pengaruh media pembelajaran kartun terhadap hasil pembelajaran IPS terpadu (geografi) pada materi lingkungan hidup dan konservasinya.

Tabel Silang antara Film Kartun dan   Perilaku Siswa Kelas IVa dan IVb  Film Kartun dan
Tabel Silang antara Film Kartun dan Perilaku Siswa Kelas IVa dan IVb Film Kartun dan

Keadaan Sekolah

Keadaan Guru

Keadaan Siswa

Deskripsi Data Hasil Penelitian dan

  • Data Tentang Tayangan Film Kartun
  • Data Tentang Perilaku

Jadi analisis data untuk mencari nilai terbaik, rata-rata, dan rendah dari tayangan kartun dengan terlebih dahulu mencari mean hipotetis ( ) dan standar deviasi. Semakin dekat dengan harga maka semakin besar derajat asosiasinya, dengan kata lain: kartun berkaitan dengan perilaku. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data pada penelitian ini dapat dikatakan bahwa dari angket film kartun yang disebarkan kepada 35 siswa terlihat bahwa item pertanyaan dan 9 termasuk dalam kategori rendah dengan kategori pertanyaan ( perasaan atau perhatian). terhadap kartun Siwa, memahami dan meniru tokoh kartun).

Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data dalam penelitian dapat dijelaskan bahwa dari setiap pertanyaan yang dibagikan kepada 35 anak, angket gambar kartun dan perilaku anak termasuk dalam kategori tinggi. Kartun digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama, yaitu mengkomunikasikan suatu ide, pesan atau kenyataan. Jika melihat saat kartun ditayangkan di TV, dampaknya terhadap anak-anak juga lebih besar.

Khalikul Bahri, 2017, Pengaruh Kartun Terhadap Perilaku Anak, Studi Kasus di Gampong Seukeum Bambong, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Banda Aceh. Sinta RonauliSitinjak, 2018, Pengaruh Pemilihan Film Kartun Terhadap Perilaku Anak Di Pekon Luas Kecamatan Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat Universitas Lampung.

Gambar

Table 3.1  Populasi Penelitian  No  Kelas  Jumlah Siswa
Tabel 3.7  Koefisien Alfa
Tabel Silang antara Film Kartun dan   Perilaku Siswa Kelas IVa dan IVb  Film Kartun dan
Tabel Hasil Perhitungan Product Moment Item 1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Faktor dominan yang mempengaruhi perilaku baby smoker di Sukabumi dipengaruhi oleh pola asuh dan pengawasan orang tua yang kurang baik, sehingga anak akan meniru perilaku yang