• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh motivasi dan latar belakang pendidikan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh motivasi dan latar belakang pendidikan"

Copied!
156
0
0

Teks penuh

Pengaruh motivasi orang tua dan latar belakang pendidikan terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia siswa SMA Swasta di Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa.

DAFTAR LAMPIRAN

  • Lampiran Kuesioner variabel motivasi (X 1 )
  • Lampiran Kuesioner Latar Belakang Pendidikan Orangtua (X 2 ) 3. Lampiran Kuesioner Prestasi belajar siswa (Y)
  • Lampiran Skor motivasi (X 1 )
  • Lampiran Skor Latar Belakang Pendidikan Orangtua (X 2 ) 6. Lampiran Skor Prestasi belajar siswa (Y)
  • Lampiran Tabel Frekuensi 8. Lampiran Hasil Regresi
  • Latar Belakang
  • Identifikasi Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Adakah pengaruh motivasi orang tua dan latar belakang pendidikan terhadap hasil belajar siswa SMA bahasa Indonesia. Adakah pengaruh motivasi orang tua dan latar belakang pendidikan terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia siswa.

PENDAHULUAN

Penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengaruh motivasi orang tua dan latar belakang pendidikan formal terhadap prestasi akademik siswa SMA Swasta Indonesia di Jakarta Timur. Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memilih wacana yang dapat mendukung kemampuan siswa dalam menganalisis dan menginterpretasikan pembelajaran.

KAJIAN PUSTAKA

METODOLOGI PENELITIAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN

Landasan Teori

  • Hakikat Pendidikan
  • Jenis Pendidikan
  • Latar Belakang Pendidikan Orangtua
  • Prestasi Belajar

Lebih lanjut Asnawi mengatakan bahwa “motivasi adalah suatu konsep yang kita gunakan ketika suatu keinginan timbul (memprakarsai) dalam diri kita dan menggerakkan serta mengarahkan tingkah laku. Sedangkan motivasi adalah suatu proses atau usaha yang mengarahkan tingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu. Proses motivasi sebagai suatu panduan untuk perilaku adalah sistem yang terdiri dari unsur-unsurnya.

Orang tua harus bernegosiasi, mencoba dan memikirkan kembali peraturan yang telah diterapkan; Setelah itu ditentukan." Dalam proses pendidikan, orang tua diharapkan tetap menjaga kedisiplinan dengan tenang dan santun. Dalam menegakkan disiplin, maka orang tua harus selalu mengutamakan tujuan disiplin dan bukan hanya disiplin itu sendiri (Munandar 1997).

Hubungan yang baik antara orang tua dan anggota keluarga lainnya dapat dicapai dengan cara-cara berikut; Dalam konteks peran jenjang pendidikan orang tua terhadap pembelajaran formal siswa di sekolah, dipandang sebagai fungsi dan peran sebagai pendidik, bukan guru. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh seseorang dalam pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya.

Gambar 2.1. Tiga Elemen Dari Proses Motivasi  Sumber     :  Steers (1978 : h. 6)
Gambar 2.1. Tiga Elemen Dari Proses Motivasi Sumber : Steers (1978 : h. 6)

Kerangka Pemikiran

Hipotesis

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Metode Penelitian

  • Pengumpulan Data Primer
  • Pengumpulan Data Sekunder

Kumpulan satuan-satuan dasar ini disebut “populasi”, sedangkan Sugiyono (1997:57) mengatakan bahwa populasi adalah wilayah yang digeneralisasikan yang terdiri dari beberapa contoh subjek/objek yang memiliki besaran dan sifat tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian digali. . Dalam penelitian ini data primer yang dimaksud adalah: persepsi siswa terhadap motivasi orang tua dan latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa SMA Swasta di Jakarta Timur. Kuesioner berisi beberapa pertanyaan mengenai indikator motivasi dan latar belakang pendidikan formal orang tua dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa SMA Swasta di Jakarta Timur.

Jawaban menggunakan skala Likert 5 poin, yaitu 5 untuk Sangat Setuju/Sangat Baik, 4 untuk Setuju/Baik, 3 untuk Cukup Setuju/Cukup, 2 untuk Tidak Setuju/Tidak Baik dan jawaban 1 untuk skor Sangat Tidak Setuju/Sangat Tidak Baik. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi kepustakaan dengan mempelajari sumber/dokumen bacaan penting, baik dari instansi maupun pengelola buku bacaan. Data diambil dari surat keputusan yang dituangkan dalam bentuk buku dan sumber lain yang dimiliki.

Untuk data sekunder diperoleh dari buku-buku manajemen dan statistik meliputi landasan-landasan teori yang relevan dengan masalah yang diteliti, seperti: teori-teori motivasi dan pelatihan pendidikan formal orang tua dalam meningkatkan hasil belajar di Indonesia.

Variabel Penelitian

Instrumen Penelitian

  • Uji Validitas Masing-Masing Variabel
  • Uji Reliabilitas Masing-Masing Variabel

Format kuesioner diberikan kepada responden dengan maksud agar responden memberikan jawaban sesuai dengan tema sentral evaluasi ini. Jika seseorang mengatakan tidak pada pernyataan hubungan tertentu dari serial tersebut, mereka akan mengatakan tidak lebih dari tidak pada pernyataan berikutnya. Eksperimen empiris menggunakan korelasi momen-produk menggunakan kemampuan komputasi Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) versi 12 untuk Windows.

Kuesioner dinyatakan valid jika nilai r yang diperoleh dari hasil perhitungan (rxy) lebih besar dari nilai rtabel dengan taraf signifikan 5%. Reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu pengukuran dapat menghasilkan hasil yang stabil ketika pengukuran berulang dilakukan pada subjek yang sama. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha dan dibantu fasilitas komputer dengan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 12 for Windows.

Teknik Analisis Data

  • Deskripsi Statistik
  • Uji Persyaratan Analisis Data
  • Uji Hipotesis Penelitian

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana untuk setiap variabel independen terhadap variabel dependen, dan regresi berganda untuk semua variabel independen secara terpisah. bersama dengan variabel dependen serta korelasi sederhana dan ganda dan parsial. Signifikansi koefisien korelasi masing-masing ditentukan oleh informasi berikut dalam tabel. Untuk tanda * (tanda bintang), koefisien korelasi signifikan pada tingkat signifikansi 5%, tidak signifikan pada tingkat signifikansi 1%.

Signifikansi koefisien korelasi diuji secara manual atau dengan bantuan komputer melalui program aplikasi Microsoft Excel dimana: R = Ry.12, berturut-turut koefisien korelasi berganda n adalah jumlah anggota sampel k adalah jumlah variabel bebas b . Analisis regresi. Hasil perhitungan garis regresi dapat dilihat dari keluaran program SPSS melalui analisis regresi yaitu pada tabel Koefisien. Untuk menguji signifikansi regresi parsial dilakukan dengan memperhatikan nilai pada kolom t atau kolom Sig pada tabel Koefisien.

Hasil uji signifikansi regresi berganda dapat dilihat dari keluaran program SPSS melalui analisis regresi masing-masing pada kolom F atau Sig tabel ANOVAb.

Hipotesis Statistik

H0 : Tidak ada pengaruh signifikan latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia siswa SMA Swasta di Jakarta Timur. H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia siswa SMA Swasta di Jakarta Timur. Pada bab ini penulis memaparkan data penelitian untuk variabel prestasi belajar bahasa Indonesia (Y), motivasi belajar (X1) dan latar belakang pendidikan orang tua (X2).

Deskripsi Data

Dari histogram dan poligon frekuensi di atas dapat disimpulkan bahwa data prestasi belajar bahasa Indonesia siswa SMA swasta di Jakarta Timur berdistribusi normal. Data motivasi belajar diperoleh dari angket yang dijawab oleh 60 siswa, diperoleh skor terendah 55, skor tertinggi 93, skor rata-rata 75,37, median 75, modus 75 dan standar deviasi 9.426. Dari hasil perhitungan di atas dapat dikatakan bahwa motivasi belajar di SMA Swasta di Jakarta Timur adalah baik.

Dari histogram dan poligon frekuensi di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa SMA Swasta di Jakarta Timur berdistribusi normal. Data pendidikan orang tua diperoleh dari angket yang dijawab oleh 60 siswa sebagai responden, sehingga diperoleh skor minimal 64, skor maksimal 99, skor rata-rata 83,78, median 84, modus 84, dan skor standar. . penyimpangan 9.354. Dari hasil perhitungan di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan orang tua siswa SMA Swasta di Jakarta Timur cukup baik.

Dari histogram dan poligon frekuensi di atas dapat disimpulkan bahwa latar belakang pendidikan orang tua siswa SMA Swasta di Jakarta Timur berdistribusi normal.

Gambar 4.1. Histogram Poligon Variabel Prestasi belajar bahasa Indonesia
Gambar 4.1. Histogram Poligon Variabel Prestasi belajar bahasa Indonesia

Uji Persyaratan Analisis Regresi 1. Uji Asumsi Klasik

Tabel di atas menunjukkan bahwa uji hipotesis menyatakan bahwa distribusi data dalam analisis regresi mengikuti distribusi normal. Hasil uji multikolinearitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa hasil Toleransi sebesar 0,737 > 0,1 atau varian faktor inflasi (VIF) sebesar 1,358 < 10. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antara motivasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua dalam analisis regresi berganda ini.

Gambar di atas menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola yang jelas, serta tersebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Tabel di atas menunjukkan bahwa uji hipotesis yang menyatakan distribusi residual pada analisis regresi ini mengikuti distribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh hasil perhitungan simpangan linieritas dengan Fo = 1,334 dan Sig.

Hal ini memiliki pengertian bahwa variabel latar belakang pendidikan orang tua dengan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa memiliki hubungan yang linier.

Tabel 4.4.  Uji Normalitas Data
Tabel 4.4. Uji Normalitas Data

Pengujian Hipotesis

Pengaruh motivasi belajar (X1) dan latar belakang pendidikan orang tua (X2) secara bersama-sama terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia (Y). H0 : Tidak ada pengaruh motivasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua secara bersama-sama terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia. H1: Terdapat pengaruh motivasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua secara bersama-sama terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia.

Artinya peningkatan satu skor motivasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua memberikan kontribusi sebesar 0,338 kali X1 dan 0,313 kali X2 terhadap variabel prestasi belajar bahasa Indonesia. Dari Tabel 4.9 juga dapat dijelaskan bahwa variabel motivasi belajar orang tua dan latar belakang pendidikan secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 28% terhadap variabel prestasi belajar bahasa Indonesia. Dari hasil perhitungan di atas dapat diketahui sumbangan motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar bahasa Indonesia adalah sebesar 14,80.

Dari hasil perhitungan di atas dapat dinyatakan bahwa kontribusi latar belakang pendidikan orang tua terhadap peningkatan prestasi belajar bahasa Indonesia adalah sebesar 13,25.

Tabel 4.9. Hasil Perhitungan Pengujian Koefisien Korelasi Ganda    Variabel X 1  dan X 2  terhadap Y
Tabel 4.9. Hasil Perhitungan Pengujian Koefisien Korelasi Ganda Variabel X 1 dan X 2 terhadap Y

Pembahasan

Artinya motivasi belajar dan pendidikan orang tua berpengaruh signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa SMA Swasta di Jakarta Timur. Dari hasil penelitian dan teori yang ada dapat disimpulkan bahwa pendidikan orang tua berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi belajar bahasa Indonesia di SMA Swasta Jakarta Timur. Artinya, tingginya tingkat pendidikan orang tua memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan prestasi akademik siswa Indonesia di SMA Swasta di Jakarta Timur.

Mengingat besarnya peran pendidikan keluarga, dalam hal ini orang tua, diharapkan orang tua dapat menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif. Ada yang hanya berpendidikan SD, SMP, dan ada yang sampai perguruan tinggi, ada juga orang tua yang tidak pernah sekolah. Orang tua yang berpendidikan sangat menyadari bahwa perkembangan jiwa seorang anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh keluarga.

Pada dasarnya kesalahan anak adalah karena kurangnya perhatian dari orang tua atau orang tua tidak pernah memberikan contoh perilaku yang baik dan landasan moral.

Simpulan

Dengan latar belakang dari orang tua tersebut, diharapkan siswa mampu mengembangkan konsep diri dan mampu mengekspresikan kreativitasnya serta merasa dihargai dan puas dengan dirinya sendiri. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapatnya juga harus dinilai sebagai keberanian siswa untuk mengemukakan pendapatnya tentang latar belakang pendidikan orang tuanya. E:\Dokumen\Proses Skripsi 20 Juni 2015\Skripsi BARU\DATA TERBARU\MASIH Skripsi\Skripsi Desember OK\Skripsi Tierisma OK\Untitled1 ok.sav.

DataSet1] E:\Documents\tesis proses 20 June 2015\TESIS BARU\DATA TERBARU\TESIS BELUM\tesis December OK\Tesis Tierisma OK\Untitled1 ok.sav. The statistics for each test are based on all cases with valid data for the variables used in that test. For each dependent variable in the table, user-defined missing values ​​for the dependent and all clustering variables are treated as missing.

The cases used for each table have no missing values ​​in any independent variable, and not all dependent variables have missing values.

DAFTAR PUSTAKA

Pengaruh Teori Himpunan terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa di STM Berkaitan dengan Kemampuan Awal dan Tingkat Kognitif.” Disertasi (tidak diterbitkan). Hubungan Motivasi Berprestasi Dan Persepsi Siswa Terhadap Perhatian Orang Tua Dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Siswa SMP : A Student Survey III. Pengaruh Hubungan Orang Tua dengan Anak”, Peran Keluarga dalam Pembinaan Anak”, Kartini Kartono, ed., Jakarta: Rajawali Press.

Gambar

Gambar 2.1. Tiga Elemen Dari Proses Motivasi  Sumber     :  Steers (1978 : h. 6)
Gambar  tersebut  diatas  menunjukkan  adanya  tiga  elemen  pokok  yaitu:  kebutuhan-kebutuhan,  perilaku  yang  ditujukan  ke  arah  pencapaian  tujuan dan elemen terakhir adalah elemen pemuasan kebutuhan
Tabel 4.1. Deskripsi data Penelitian Prestasi belajar bahasa Indonesia
Gambar 4.1. Histogram Poligon Variabel Prestasi belajar bahasa Indonesia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 4.27 menurijukkan nilai t hitung hubungan motivasi MfV terhadap kineija KNJ sebesar 2.667 dengan df 57, maka nilai t tabel pada tingkat kepercayaan 95% a = 0,05 adalah

adalah 2,668, sehingga dapat dikatakan t hitung lebih besar dari nilai t tabel. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap

Hasil uji t (uji parsial) pada Tabel 4.15 menunjukkan bahwa t-hitung ≥ t- tabel dimana nilai t-hitung untuk variabel tingkat pendidikan (X 1 ) sebesar 3.452 sedangkan nilai

Pengujian pengaruh biaya pendidikan (X1) terhadap prestasi belajar yang menghasilkan nilai t hitung 3,143 &gt; nilai t tabel 2,00324 maka dapat disimpulkan bahwa biaya

Motivasi Kerja X1 kerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Y BPJS Ketenagakerjaanhal ini dibuktikan dengan Uji Korelasi sebesar 0,838, nilai t hitung lebih besar dari t table

Pengaruh Kopetensi Terhadap Prestasi Kerja Hasil statistik uji t untuk variabel Kopetensi X1 diperoleh nilai t hitung sebesar 2,343 dengan nilai t table sebesar 1,693 2,343 ˃1,693

Melalui pengujian parsial menggunakan uji t pada kepuasan konsumen menghasilkan t tabel sebesar 1,992 sedangkan t hitung untuk variabel harga X1 sebesar 2,161 sehingga dapat disimpulkan

Nilai T, uji koefisien determinasi nilai hitung T motivasi diperoleh sebesar -0.172 dengan signifikansi sebesar 0.864, Nilai hitung T disiplin diperoleh sebesar 2.091 dengan