PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Pengaruh Organisasi Pemuda Islam (Risma) Masjid Al-Mukhlisin terhadap Perilaku Sosial Keagamaan Masyarakat Kelurahan Panorama Kota. 34; Pengaruh Organisasi Pemuda Islam (Risma) Masjid Al-Mukhlisin terhadap Perilaku Sosial Keagamaan Masyarakat Desa.
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Perilaku Sosial Keagamaan
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu melakukan aktivitas kehidupan atau dalam artian melakukan tindakan, baik yang berhubungan erat dengan dirinya sendiri maupun yang berhubungan dengan orang lain, yang biasa disebut dengan proses komunikasi, baik yang berupa komunikasi verbal maupun perilaku yang sebenarnya. namun dalam pelaksanaan perilakunya selalu berbeda satu sama lain, hal ini disebabkan oleh latar belakang motivasi yang berbeda. Sebagai bukti bahwa masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai individu tidak dapat melakukannya sendiri, melainkan membutuhkan bantuan orang lain. Perilaku sosial seseorang terjadi dalam pola respon antar manusia yang dinyatakan dalam hubungan timbal balik antar individu.
29 Jamaludin Kafi, Psikologi Dakwah, (Jakarta: Depak, Jakarta, 1993), hal. 49. . juga identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain. Perilaku ini diekspresikan dalam perasaan, tindakan, sikap percaya, ketenangan atau rasa hormat terhadap orang lain. Meringkas pengertian di atas, maka perilaku sosial keagamaan adalah tindakan menjalankan ajaran agama yang dilakukan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan serta diterapkan dalam lingkup sosial masyarakat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bentuk perilaku sosial dan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi kewajiban manusia untuk shalat, puasa, membayar zakat dan membaca Al-Quran.
Penelitian Yang Relevan
Bedanya penelitian ini adalah penelitian ini mengkaji efektivitas Kegiatan Remaja Islam Masjid (RISMA) dalam meningkatkan moral remaja di Desa Tambah Dadi Purbolinggo Lampung Timur, sedangkan peneliti mengkaji pengaruh remaja Islam Masjid Al-Mukhlisin. menyelidiki. Organisasi (Risma) tentang Perilaku Keagamaan Masyarakat Desa Panorama Kota Bengkulu. Bedanya penelitian ini adalah penelitian ini mengkaji tentang peran Pemuda Islam Masjid Nurul Yaqin (RISMA) dalam upaya pencegahan tindak pidana remaja di Kelurahan Korpri Jaya Kecamatan Sukarame Bandar Lampung, sedangkan peneliti mengkaji pengaruh Al -Mukhlisin Masjid menyelidiki. Organisasi Pemuda Islam (Risma) terhadap Perilaku, Agama pada Masyarakat Desa Panorama Kota Bengkulu. Hipotesis ini bertujuan untuk menguji apakah Organisasi Pemuda Islam (X) Masjid mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Perilaku Sosial Keagamaan (Y) di Masjid Al-Mukhlisin Kelurahan Panorama Kota Bengkulu.
H0 : Tidak terdapat pengaruh positif Organisasi Pemuda Islam Masjid (Risma) terhadap perilaku sosial keagamaan masyarakat Desa Panorama Kota Bengkulu. Ha : Terdapat pengaruh positif Organisasi Pemuda Islam Masjid (Risma) terhadap perilaku sosial keagamaan masyarakat Desa Panorama Kota Bengkulu. Begitu pula dengan remaja Islam di Masjid Al-Mukhlisin Kelurahan Panorama Kota Bengkulu yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku sosial keagamaan remaja di Masjid Al-Mukhlisin.
Hal ini menjelaskan dampak kegiatan remaja Islam masjid (X) terhadap perilaku sosial keagamaan (Y) di Masjid Al-Mukhlisin Kecamatan Panorama Kota.
Kerangka Berfikir
Hipotesis Penelitian
Ha : Terdapat pengaruh kegiatan Risma terhadap perilaku sosial keagamaan di Masjid Al-Mukhlisin Kelurahan Panorama Kota Bengkulu. Ho : Tidak terdapat pengaruh kegiatan Risma terhadap perilaku sosial keagamaan di Masjid Al-Mukhlisin Kelurahan Panorama Kota Bengkulu.
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Kisi-Kisi Instrumen
- Pengujian Validitas dan Reabilitas Instrumen
- Teknik Analisis Data
Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja muslim Masjid Al-Mukhlisin yang berjumlah 40 orang anggota Risma. Data penelitian yang dikumpulkan berupa tabel skor keislaman remaja masjid (X) dan perilaku sosial keagamaan (Y). Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi skor variabel masjid remaja Islam (X) secara umum berdistribusi normal.
Jika nilai probabilitas atau nilai signifikansi kurang dari 0,05 (sig < 0,05), maka terdapat pengaruh yang signifikan remaja muslim di masjid terhadap perilaku sosial keagamaan masyarakat Kelurahan Panorama Kota Bengkulu. Tujuan pembuktian hipotesis ini adalah untuk melihat besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel independen yaitu aktivitas remaja muslim di masjid terhadap perilaku sosial dan keagamaan di Masjid Al-Mukhlisin Kelurahan Panorama Kota Bengkulu. Pengurus berharap setelah mengikuti agenda-agenda yang ada dalam kegiatan remaja Islam, masjid ini efektif dalam meningkatkan perilaku sosial keagamaan remaja di Masjid Al-Mukhlisin, Desa Panorama, Kota Bengkulu.53 .
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh yang signifikan aktivitas remaja muslim di masjid terhadap perilaku sosial keagamaan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data
Berdasarkan hasil penelitian deskriptif ditampilkan data untuk masing-masing variabel, baik variabel independen maupun variabel dependen. Data penelitian deskriptif disajikan dalam beberapa jenis ukuran tendensi sentral yaitu mean, median, modus, maksimum, minimum, dan jumlah. Kuesioner remaja Islam di masjid disebarkan kepada 40 anggota Risma, jumlah yang diisi dan dikembalikan sama yaitu 40 (100%).
Berdasarkan tabel gambaran statistik remaja Islam di masjid (X) di atas, angka N Valid menunjukkan angka 40 yang artinya seluruh responden dianalisis sesuai dengan angka N yaitu 40. Banyaknya angka yang hilang adalah nol (0 ) yang berarti tidak terdapat data yang tidak lengkap mengenai hasil analisis variabel. Berdasarkan tabel gambaran statistik perilaku sosial keagamaan (Y) di atas, angka N Valid menunjukkan angka 40 yang artinya seluruh responden yang dianalisis sesuai dengan angka N yaitu 40.
Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi skor pada variabel perilaku sosial keagamaan (Y) cenderung berdistribusi normal.
Uji Prasyarat
Median adalah nilai yang membagi sebaran data menjadi dua bagian yang sama besar atau sesuai dengan nilai yang membagi 50%. Dari tabel diatas dengan menggunakan uji Npar terlihat N adalah 40 yang berarti jumlah sampel adalah 40. Untuk variabel
Uji homogenitas digunakan untuk memastikan bahwa kelompok data berasal dari populasi yang mempunyai varians yang sama (homogen). Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan linier apabila nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 dan nilai F hitung lebih kecil dari nilai signifikansinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, atau dapat disimpulkan bahwa data tersebut linier antara variabel X dan variabel Y.
Uji Asumsi Klasik
Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji heteroskedastisitas yaitu melihat grafik Scatterplot dengan menggunakan bantuan komputer dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS) for Windows versi 16.0. Pada scatter plot diatas, dengan menggunakan uji heteroskedastisitas terlihat pola sebaran data berupa titik-titik yang menyebar dari atas ke bawah, dan sebarannya tidak membentuk pola tertentu.
Pengujian Hipotesis
Sehingga model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel Berdasarkan tabel koefisien diatas terlihat pada kolom B pada bagian konstanta nilainya sebesar 96,273 dan nilai untuk remaja islami adalah. Koefisien B disebut koefisien arah regresi dan menunjukkan rata-rata perubahan variabel perilaku sosial keagamaan (Y) untuk setiap satu satuan perubahan variabel masjid remaja Islam (X).
Hasil perhitungan pada tabel di atas α = 96,273 untuk remaja Islam masjid (X), sebesar 0,172 artinya setiap kali variabel remaja Islam masjid (X) bertambah satu maka rata-rata variabel perilaku sosial keagamaan (Y ) meningkat sebesar 0,172. tambahan itu penting.
Pembahasan Hasil Penelitian
Temuan penelitian pertama mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan remaja Islam masjid (risma) terhadap perilaku sosial keagamaan, yaitu remaja di masjid Al-Mukhlisin sudah memiliki kesadaran untuk menunaikan shalat, mengikuti pengajian rutin, menghadiri yasinan rutin. , dan mengikuti kegiatan PHBI (Remembrance). hari raya Islam) seperti: Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, dan Isra’ Mi’raj, berperilaku positif sesuai ajaran Islam, tidak berkata kasar, dan mengikuti program kegiatan keagamaan di Al- masjid -Mukhlisin. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai t-hitung sebesar 1,170 dengan signifikansi 0,049 lebih kecil dari lt; . 0,05), yang berarti kegiatan remaja Islam masjid mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku sosial keagamaan. Melihat hasil perhitungan yang dilakukan menunjukkan bahwa antara aktivitas remaja Islam di masjid dengan perilaku sosial keagamaan terdapat pengaruh yang signifikan pada tingkat signifikan α = 0,05.
53Lilis Marwiyanti, Efektivitas Kegiatan Remaja Islam Masjid (Risma) Dalam Meningkatkan Moral Remaja Desa Add Dadi Purbolinggo Lampung Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan remaja Islam masjid (risma) terhadap perilaku sosial keagamaan, yaitu remaja di masjid Al-Mukhlisin sudah mempunyai kesadaran untuk menunaikan shalat, puasa, zakat, membaca Al-Quran. , mengikuti pengajian rutin, mengikuti yasinan rutin, mengikuti kegiatan PHBI (Peringatan Hari Raya Islam) seperti: Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi dan Isra' Mi'raj, serta mengikuti program kegiatan risma di Masjid Al-Masjid, Muklisin. Maka keberadaan Pemuda Islam Masjid (RISMA) di tengah-tengah masyarakat hendaknya dapat dioptimalkan dan didukung oleh semua pihak khususnya orang tua dan masyarakat, baik dari segi moril berupa dukungan maupun materil dalam bentuk dukungan. bentuk pengadaan benda. dan pembiayaan.
Peran Masjid Remaja Islam Jami'baiturrohim Dalam Mempromosikan Semangat Remaja di Desa Kuala Sekampung Kecamatan Seragi Kabupaten Lampung Selatan.
PENUTUP
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka akan dikemukakan beberapa saran yaitu: Adanya Organisasi Pemuda Islam Masjid (RISMA) dalam membentuk remaja sebagai orang-orang shaleh yang akan menjadi generasi muda yang dapat diandalkan. karena mereka mempunyai ketahanan mental dan spiritualitas yang tinggi. Peran Remaja Masjid Ar-Rahman Dalam Membangun Karakter Religius Remaja di Desa Waekasar Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru. Peran Remaja Masjid Menaratul Munir Dalam Meningkatkan Kualitas Shalat Berjamaah di Desa Bajiminasa Kecamatan Rilau Ale' Kabupaten Bulukumba.
6 Saya belum pernah mengikuti kegiatan tabliqh bencana di rumah warga yang terkena musibah meninggal dunia. 16 Saya tidak pernah ikut serta dalam penggalangan dana untuk membantu korban bencana seperti banjir, gempa bumi, dan lain-lain. 17 Saya kurang antusias mengikuti penggalangan dana untuk membantu korban bencana seperti banjir, gempa bumi, dan lain-lain.
18 Saya sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk membantu korban bencana seperti banjir, gempa bumi, dll. 19 Saya sangat suka ikut serta menggalang dana untuk membantu korban bencana seperti banjir, gempa bumi, dan lain-lain. 20 Saya berpartisipasi aktif dalam penggalangan dana untuk membantu korban bencana seperti banjir, gempa bumi, dan lain-lain.