• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh pelayanan publik terhadap kepuasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh pelayanan publik terhadap kepuasan"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

RumusanMasalah

Seberapa besar dampak pelayanan publik terhadap tingkat kepuasan masyarakat di Kantor Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone.

TujuanPenelitian

ManfaatPenelitian

Memahami dan menjelaskan dampak pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat di kantor Kepala Daerah Lappariaja. Tahun 1984 yang mampu membuktikan bahwa “Kualitas Pelayanan Publik berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat di Kantor Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone. Dampak Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kantor Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone. Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan.

Landasan Teori

  • Pengertian Pelayanan Publik
  • Jenis-jenis Pelayanan
  • Unsur-unsur Pelayanan Publik
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi Pelayanan
  • Azas, Prinsip dan Standar Pelayanan Publik
  • Kualitas Pelayanan Publik
  • Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
  • Kepuasan Masyarakat

Tinjauan Empiris

Afif Amrulloh Suganda (2013) dengan judul “Kualitas Pelayanan Publik Kantor Pos Kabupaten Klaten” menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan pemahaman yang mendalam mengenai kualitas pelayanan publik di Kantor Pos Kabupaten Klaten dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan pelayanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan publik di Kantor Pos Klaten mempunyai kualitas yang baik.

Dari lima dimensi kualitas pelayanan yang digunakan untuk melihat dan memahami kualitas pelayanan di Kantor Pos Klaten yaitu dimensi Tangibility, Reliability, Responsiveness, Security dan Emphasis. Andi Supriadi (2012) dengan judul “Analisis Kualitas Pelayanan Publik pada Kantor Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Serang”. Penelitian ini menjelaskan kualitas pelayanan di Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Serang yang masih dinilai kurang memuaskan, disebabkan adanya kesenjangan antara harapan masyarakat sebagai pengguna jasa.

Bagus Tri Leksono (2009) yang berjudul “Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Pengguna Kartu BPD Bank Jateng Cabang Utama Semarang”, penelitian ini mengukur kualitas pelayanan yang diharapkan dalam 5 komponen yaitu: sikap nasabah, tanggapan, penyedia jasa dalam respon terhadap keluhan pelanggan, layanan pembayaran, fasilitas tambahan dan pelayanan tepat waktu. Dodik Agung (2004) dengan judul “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit Individu dan Kelompok Studi Kasus Pada Bank BPR Pasar Kabupaten Karangunyar”. Dwi Purwanti pada tahun 2008 dengan judul penelitian “Pelaksanaan Pelayanan Publik di Puskesmas Depok II Yogyakarta”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik secara umum telah sesuai dengan prinsip MENPAN No.

Kerangka Konsep

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kantor Kecamatan Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone. Kepuasan masyarakat merupakan data dan informasi mengenai tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran kuantitatif dan kualitatif terhadap pendapat masyarakat dalam menerima pelayanan dari penyedia layanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kenyataan. kantor kecamatan lapparija kecamatan kabupaten lapparija. Dengan demikian, kuesioner yang digunakan mengenai kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat dinyatakan valid untuk digunakan sebagai alat ukur variabel.

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pada kantor Direktorat Distrik Lappariaja di Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone dapat diketahui melalui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat di Kantor Kecamatan Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone. Ho ditolak (Ha diterima) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan publik berpengaruh positif terhadap kepuasan masyarakat.

Artinya, secara statistik dimungkinkan untuk menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik itu benar adanya. mempunyai dampak yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik yang dinilai baik di mata masyarakat, dapat mempengaruhi terbentuknya kepuasan masyarakat terhadap penyelenggara pelayanan publik. Berdasarkan hasil survei pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat di Kantor Kecamatan Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone dapat disimpulkan sebagai berikut.

Kualitas pelayanan di Kantor Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone yang saya lihat adalah belum adanya daya dukung untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, karena pegawai di Kantor Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone belum bekerja secara profesional, masih terdapat kekurangan. kurangnya daya tanggap pegawai dalam melayani masyarakat. Berdasarkan hasil statistik uji t variabel kualitas pelayanan publik diperoleh tingkat signifikansi sebesar 4,064 t tabel 1,984 yang dapat dibuktikan bahwa “Kualitas pelayanan publik pada kantor kecamatan Lappariaja di sub. Kabupaten Bone mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Kualitas Pelayanan Publik pada Kantor Pos Kabupaten Klaten Jurusan Administrasi Publik Skipsi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.

Tabel 4.1 Luas wilayah Kecamatan Lappariaja dirinci tiap  Desa/Kelurahan
Tabel 4.1 Luas wilayah Kecamatan Lappariaja dirinci tiap Desa/Kelurahan

Definisi Operasional Variabel

Populasi dan Sampel Penelitian

  • Populasi Penelitian
  • Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk Kecamatan Lappariaja yang berjumlah 31.575 jiwa yang terdiri dari 19.428 perempuan dan 12.147 laki-laki, sumber data dari Kantor Camat Lappariaja Kabupaten Bone. Teknik ini digunakan untuk mengamati penyampaian pelayanan publik yang terjadi antara pegawai dengan masyarakat sebagai pengguna layanan di Kantor Kecamatan Pengasih. Observasi mengacu pada lima dimensi pelayanan publik yang mempunyai beberapa indikator yaitu penampilan pegawai saat melakukan proses pelayanan, kenyamanan tempat pelayanan, kemudahan proses pelayanan, kedisiplinan pegawai dalam pelayanan, penggunaan alat, keakuratan pegawai dalam pelayanan, standar pelayanan atau tidak, kemampuan penggunaan alat, keahlian dalam menggunakan alat, daya tanggap terhadap pengguna jasa, apakah akan melakukan pelayanan dengan cepat dan tepat, apakah akan melakukan pelayanan tepat waktu atau tidak, menanggapi keluhan pelanggan atau tidak, mendapat jaminan tepat waktu.

Teknik dokumentasi dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data melalui pengumpulan dan analisis dokumen-dokumen yang mendukung penelitian, misalnya foto keadaan ruang pelayanan publik, Buku Standar Kepegawaian Bupati Lappariaja, struktur organisasi, jumlah pegawai, profil kantor Bupati Lappariaja. Analisis regresi linier sederhana merupakan analisis yang bertujuan untuk menguji pengaruh Pelayanan Publik terhadap Kepuasan Masyarakat dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang dipilih sebagai perwakilan seluruh masyarakat di kantor Bupati Lappariaja di Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone.

Deskripsi responden berdasarkan umur yaitu pengelompokan responden berdasarkan umur yang dipilih adalah masyarakat di Kantor Kecamatan Lappariaja Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone yang menjadi responden dalam penelitian ini. Untuk melihat reaksi responden terhadap indikator dan juga rata-rata skor variabel kualitas pelayanan (X) dan variabel kepuasan masyarakat (Y), dapat diuraikan sebagai berikut. Item keadaan ke-3 (Y3.3) menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 63%. setuju), 18% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%.

Berdasarkan hasil uji validitas diperoleh 55 indikator kualitas pelayanan dan variabel kepuasan masyarakat mempunyai nilai koreksi item-total lebih besar atau diatas 0,30.

TeknikPengumpulan Data

  • Observasi
  • Kuesioner
  • Dokumentasi

TeknikAnalisis Data

Dengan koefisien determinasi R2 kita mengetahui berapa persentase variasi variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel bebas tersebut. Jika nilai R² mendekati 1 berarti semakin besar variasi variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas, jika ternyata nilai R² dalam perhitungan sama dengan 0 berarti variabel terikat tidak dapat dijelaskan. dijelaskan oleh variabel independen. Tujuan uji validasi adalah untuk mengetahui sejauh mana kecermatan dan ketelitian alat ukur dalam menjalankan fungsi pengukurannya, sehingga data yang diperoleh dapat relevan/sesuai dengan tujuan pengukuran.

Sejarah Singkat Kantor Camat Lappariaja Kabupaten Bone

Visi Dan Misi

Struktur Organisasi dan Job Description

Tugas pokok sekretaris adalah melaksanakan sebagian tugas kepala subbagian di lingkungan sekretariat, yang meliputi urusan administrasi umum, keuangan, dan penyusunan program. Suku Dinas Umum dipimpin oleh seorang Kepala Suku Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretariat. Dalam melaksanakan tugas pokoknya, perekonomian menjalankan tugas yaitu penyusunan rencana, program, dan kegiatan umum.

Subbagian keuangan dipimpin oleh seorang pengelola subbagian yang bertugas dan bertanggung jawab kepada sekretaris. Dan dalam melaksanakan tugas pokoknya, Sudin Keuangan mempunyai fungsi yaitu penyiapan rencana program dan kegiatan di lingkungan Sudin Keuangan, penyiapan bahan bimbingan teknis tata usaha keuangan. Bagian perencanaan program mempunyai tugas mengurus sebagian tugas sekretaris dengan mengurus tugas pokok bagian perencanaan program, mengurus fungsi penyusunan rencana, program dan kegiatan pada bagian perencanaan.

Bagian pengelolaan dipimpin oleh kepala bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada camat. Bagian pengelolaan mempunyai tugas melaksanakan beberapa tugas camat, yaitu: penyusunan rencana, program dan kegiatan bagian pengendalian. Dalam melaksanakan tugasnya yaitu: penyiapan bahan dan petunjuk ruang lingkup pemberdayaan masyarakat, penyiapan bahan pedoman kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti lembaga pemberdayaan masyarakat LPM, lembaga ekonomi koperasi usaha mikro, kecil dan menengah.

Departemen Kesejahteraan Sosial dipimpin oleh Kepala Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Kepala.

Pembahasan Analisis Deskriftif

Item pernyataan ke-1 (X1.1) menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 70%. setuju), 28% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%. tidak setuju dan sangat tidak setuju). Item pernyataan ke-4 (X4.4) menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 62%. setuju), 16% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%. tidak setuju dan sangat tidak setuju). Item pernyataan ke-5 (X5.5) menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 70%. setuju), 20% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%. tidak setuju dan sangat tidak setuju).

Butir 6 (X6.6) menunjukkan frekuensi maksimal 79%. setuju), 18% (sangat setuju), dan frekuensi terendah 0%. Saya tidak setuju dan saya tidak setuju sama sekali). Item pernyataan ke-8 (X8.8) menunjukkan frekuensi maksimum sebesar 73%. setuju), 18% (sangat setuju), dan frekuensi terendah 0%. Saya tidak setuju dan saya tidak setuju sama sekali). Item pernyataan 1 (Y1.1) menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 73%. setuju), 24% (sangat setuju), dan frekuensi terendah 0%. Saya tidak setuju dan saya tidak setuju sama sekali).

Item pernyataan ke-2 (Y2.2) menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 73%. setuju), 25% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%. tidak setuju dan sangat tidak setuju). Item pernyataan keempat (Y4.4) menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 68%. setuju), 16% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%. Item pernyataan ke-7 (Y7.7) menunjukkan frekuensi tertinggi sebesar 78%. setuju), 18% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%. tidak setuju dan sangat tidak setuju).

Pernyataan suara ke-8 (Y8.8) menunjukkan frekuensi tertinggi yaitu 88%. setuju), 8% (sangat setuju) dan frekuensi terendah 0%. tidak setuju dan sangat tidak setuju).

Tabel 4.7   Hasil Uji Validitas
Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas

Pengujian Validitas dan Reabilitas

Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana berkaitan dengan studi tentang ketergantungan variabel terikat terhadap variabel bebas. Koefisien regresi X sebesar 0,353 menyatakan bahwa setiap peningkatan kualitas pelayanan sebesar 1% maka nilai kepuasan masyarakat meningkat sebesar 0,353.

Pengujian Hipotesis

Uji Determinan (R2)

  • Pembahasan Hasil penelitian

Saran yang dapat saya sampaikan kepada pihak Kantor Pusat Distrik Lappariaja Kabupaten Bone adalah sebaiknya setiap pegawai dan staf meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja dan. meningkatkan pelayanan dalam menangani pengaduan masyarakat.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Penelitian ini merupakan bacaan yang bermanfaat dan kami berharap penelitian ini dapat memberikan pemahaman baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pelayanan publik dan menilai bagaimana seharusnya pelayanan yang baik diberikan oleh instansi/penyedia layanan. Jawablah setiap pertanyaan sesuai pendapat Anda tentang jawabannya dengan memberi tanda centang pada salah satu jawaban yang menurut Anda paling tepat.

Gambar

Tabel 4.1 Luas wilayah Kecamatan Lappariaja dirinci tiap  Desa/Kelurahan
Gambar 4.2  Siklus pelayanan publik
Tabel 4.7   Hasil Uji Validitas
Tabel 4.8  Hasil Uji Reabilitas
+3

Referensi

Dokumen terkait

Nomor Surat Nama Perusahaan Kode Emiten Lampiran Perihal 151/CA/XII/2021 PT Bank CIMB Niaga Tbk BNGA 3 Laporan Informasi atau Fakta Material Pemberitahuan Penghimpunan Dana Dalam