PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada Tabel 1.1 terlihat bahwa setiap tahunnya penerimaan pajak daerah di Kota Bandung tidak selalu mencapai target. Pengaruh Pendapatan Per Kapita, Tingkat Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Kota Bandung Periode.
Rumusan Masalah
Maksud Dan Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
11 2. Mengetahui secara parsial pengaruh pendapatan per kapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2011-2018. Mengetahui pengaruh pendapatan perkapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode tahun 2011-2018 secara simultan.
Waktu dan Tempat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN
Tinjauan Pustaka
- Pajak
- Pengertian Pajak
- Jenis Pajak
- Fungsi Pajak
- Unsur-unsur Pajak
- Sistem Pemungutan Pajak
- Tata Cara Pemungutan Pajak
- Tarif Pajak
- Pendapatan Per Kapita
- Pengertian Pendapatan Per Kapita
- Cara Perhitungan PDRB
- Indikator Pendapatan Per Kapita
- Tingkat Inflasi
- Pengertian Inflasi
- Indikator Tingkat Inflasi
- Jenis Inflasi
- Pertumbuhan Ekonomi
- Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
- Indikator Pertumbuhan Ekonomi
- Sumber-sumber Pertumbuhan Ekonomi
- Penerimaan Pajak Daerah
- Pengertian Pajak Daerah
- Jenis Pajak Daerah
- Tarif Pajak Daerah
- Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah
- Penelitian Terdahulu
Pajak langsung, yaitu pajak yang harus ditanggung atau ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan atau dibebankan kepada orang atau pihak lain. Pajak Subjektif, pajak yang dikenakan dengan mempertimbangkan keadaan pribadi Wajib Pajak atau pajak yang dikenakan dengan mempertimbangkan keadaan subjek. Pajak negara (Pajak Pusat), pajak yang dipungut oleh negara dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara pada umumnya.
Pajak daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah, baik daerah Tingkat I (pajak provinsi) maupun daerah Tingkat II (pajak kabupaten/kota), dan digunakan untuk membiayai rumah tangga di daerahnya masing-masing. Merupakan suatu sistem pemungutan yang memberikan kewenangan kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak. Merupakan sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada wajib pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang.
Merupakan suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga (selain fiskus dan bukan Wajib Pajak yang bersangkutan) untuk memotong atau memungut pajak yang terutang oleh Wajib Pajak. Ciri-cirinya: kewenangan memotong atau memungut pajak yang terutang berada pada pihak ketiga, pihak selain Fiskus, dan Wajib Pajak. Tarif Progresif: Persentase tarif yang digunakan yang meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah subjek pajak.
Setiap wajib pajak wajib membayar pajak yang terutang berdasarkan surat pelunasan atau dibayar sendiri oleh wajib pajak berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan. Wajib Pajak yang memenuhi kewajiban perpajakannya berdasarkan penetapan kepala daerah dibayar dengan SKPD atau dokumen lain yang dipersamakan dengan itu.
Kerangka Pemikiran
- Pengaruh Tingkat Inflasi terhadap Penerimaan Pajak Daerah
- Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penerimaan Pajak Daerah
Pengaruh pendapatan perkapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak daerah di kota bandung. Melalui statistik deskriptif dapat diperoleh gambaran pendapatan per kapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah pendapatan perkapita, tingkat inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak daerah di Kota Bandung.
H0 : Pendapatan per jumlah penduduk, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama tidak berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak daerah. Ha : Pendapatan per jumlah penduduk, inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak daerah. 99 4.2.2 Pengaruh pendapatan per jumlah penduduk, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap parsial penerimaan pajak daerah di kota bandung periode 2011-2018.
Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) atau Economic Growth Rate merupakan angka persentase yang menunjukkan tinggi rendahnya atau lambatnya laju pertumbuhan ekonomi suatu negara pada suatu tahun tertentu dibandingkan tahun sebelumnya (Murni, 2016:39). 105 4.2.3 Pengaruh pendapatan per kapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak daerah secara bersamaan di Kota Bandung periode 2011-2018. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan perkapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi dalam penelitian ini dapat mempengaruhi penerimaan pajak daerah.
Hipotesis Penelitian
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
Objek Penelitian
- Gambaran Umum Kota Bandung
- Sejarah Kota Bandung
- Lambang Kota Bandung
- Visi dan Misi Kota Bandung
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah pendapatan per kapita, tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak daerah di kota bandung. Kota Bandung merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat yang terletak antara 107 36' Bujur Timur dan 6 55' Lintang Selatan. Kondisi geologi dan tanah di Kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada zaman Kuarter dan mempunyai lapisan tanah aluvial yang terbentuk akibat letusan Gunung Tangkuban Parahu.
Menurut Peraturan Daerah Bandung Nomor 06 Tahun 2007 tentang Pemekaran dan Pembentukan Wilayah Kerja Kecamatan dan Desa pada Lingkungan Pemerintahan Kota Bandung terdiri atas 30 kecamatan dan 151 desa yaitu. Awalnya Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak (sekarang Dayeuhkolot), sekitar 11 kilometer selatan pusat kota Bandung saat ini. Untuk mewujudkan keinginan, harapan dan tujuan yang tertuang dalam visi yang telah ditetapkan, maka pemerintah bersama elemen seluruh masyarakat Kota Bandung harus memahami makna dari visi tersebut, yaitu.
Kota Bandung sebagai kota pelayanan harus mempunyai warga negara yang menaati agama, peraturan perundang-undangan yang ditetapkan untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban dalam kota. Kota Bandung sebagai kota jasa sudah seharusnya mempunyai penduduk yang ramah, sopan, akrab dan dapat bersikap baik terhadap orang yang berkunjung serta menjadikannya kota yang ramah dalam artian kota yang ramah lingkungan. Berdasarkan pemahaman tersebut, maka sangat rasional jika dalam lima tahun ke depan, langkah dan tindakan pemantapan (revitalisasi, reaktualisasi, reorientasi, dan refungsionalisasi) harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dan masyarakatnya.
Metode Penelitian
- Desain Penelitian
- Operasional Variabel Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Rancangan Pengujian Hipotesis
- Analisis Deskriptif
- Analisis Verifikatif
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Linear Berganda
- Pengujian Hipotesis
Penelitian verifikasi digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis, dalam hal ini tujuannya adalah untuk mengetahui pendapatan per kapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak daerah. Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah terkait pengaruh pendapatan per jumlah penduduk, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak daerah. Berikut data penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2011-2018 dalam bentuk persentase, yaitu sebagai berikut.
Dari pengujian hipotesis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pendapatan perkapita, tingkat inflasi, dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama atau simultan berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2011-2018. Dari sini dapat dipahami bahwa jika pendapatan per kapita meningkat, tingkat inflasi menurun dan pertumbuhan ekonomi meningkat maka akan mampu meningkatkan penerimaan pajak daerah di kota bandung periode tahun 2011-2018. Dalam penelitian ini pendapatan per kapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi saling mendukung dalam mempengaruhi penerimaan pajak daerah.
Pendapatan per kapita, tingkat inflasi, dan pertumbuhan ekonomi dalam penelitian ini hanya mampu mempengaruhi penerimaan pajak daerah sebesar 85%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Pendapatan Per Kapita, Tingkat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan
- Pendapatan Per Kapita Pada Kota Bandung Periode 2011-
- Tingkat Inflasi Pada Kota Bandung Periode 2011-
- Pertumbuhan Ekonomi Pada Kota Bandung Periode 2011-
- Penerimaan Pajak Daerah Pada Kota Bandung Periode 2011-
- Pengaruh Pendapatan Per Kapita, Tingkat Inflasi, dan Pertumbuhan
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Linear Berganda
- Uji t (Uji Parsial)
- Pengaruh Pendapatan Per Kapita, Tingkat Inflasi, dan Pertumbuhan
- Uji F (Uji Simultan)
- Uji Koefisien Determinasi
Berdasarkan Tabel 4.5 dan Grafik 4.4 diatas terlihat bahwa nilai rata-rata penerimaan pajak daerah di kota Bandung periode tahun 2011-2018 menunjukkan nilai yang terus meningkat setiap tahunnya dan bersifat signifikan. 92 4.1.3 Dampak Pendapatan Per Kapita, Laju Inflasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Pada Kota Ekonomi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Pada Kota Bandung Tahun 2011-2018. Selain itu, penelitian Suci Sukmawati (2018) juga menunjukkan bahwa BRDP atau pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak daerah.
Faktor-faktor di atas mempengaruhi penerimaan pajak daerah melalui pertumbuhan ekonomi walaupun secara tidak langsung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh pendapatan per kapita, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut pada akhir penelitian ini. Hasil ini berarti semakin besar pendapatan per kapita masyarakat maka penerimaan pajak daerah akan semakin meningkat.
Hasil pengujian yang dilakukan secara simultan menunjukkan bahwa Pendapatan Per Kapita, Tingkat Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Pajak Daerah.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada periode 2011-2018 Kota Bandung mempunyai pendapatan per per kapita yang termasuk dalam kategori baik, dimana pendapatan masyarakat setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tingkat inflasi Kota Bandung periode 2011-2018 termasuk dalam kategori buruk karena rata-rata persentasenya cenderung meningkat pada periode tersebut. Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung periode 2011-2018 termasuk dalam kategori buruk karena rata-rata pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada periode tersebut cenderung menurun, namun besaran penurunannya tidak terlalu signifikan.
Hal ini dikarenakan Pemerintah Kota Bandung belum maksimal dalam melaksanakan proses pertumbuhan ekonomi daerah. Penerimaan pajak daerah Bandung tahun 2011-2018 termasuk dalam kategori kurang baik karena dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa mencapai target. Hal ini disebabkan meningkatnya laju inflasi yang terjadi menurunkan kemampuan masyarakat dalam membayar pajak dan berakibat pada berkurangnya penerimaan pajak daerah.
Hasil ini berarti semakin tinggi pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada suatu daerah, maka semakin besar pula penerimaan pajak daerah yang dapat diterima.
Saran
Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pengawasan dalam penegakan perpajakan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, serta mengoptimalkan penerimaan pajak melalui program pemerintah yaitu Program Penegakan dan Pengendalian Pajak Daerah (P4D). Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah sampel dan menggunakan variabel lain selain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini atau menambahkan variabel lain yang lebih berdampak terhadap penerimaan pajak daerah serta dapat menggunakan objek penelitian, tahun dan tempat lain selain kota Bandung. . 2019), Dampak Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pertumbuhan ekonomi dengan belanja modal sebagai variabel intervening pada kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. Pengaruh Periode Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan/Belanja Modal dan Tingkat Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah (Studi Pemerintah Daerah Kota Bandung Periode Bandung.
2005), Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, Jurnal Dinamika Pembangunan (JDP). 2013), Dampak Produk Domestik Regional Bruto (PDB) dan Tingkat Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak (Survei di Provinsi Jawa Barat Periode 2009), Analisis Dampak Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Dunia Usaha, Pertumbuhan PDB dan Laju Inflasi pada Daerah Faktur Pajak Daerah 6L (studi kasus di kota Kediri). 2018), Dampak Jumlah Penduduk, Produk Domestik Regional Bruto Dan Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Pada Daerah Dan Kota Di Provinsi Jawa Tengah.
Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti. http://www.koran-jakarta.com/pemkot-bandung-optimalisasi-penerimaan-pajak/, diakses pada 19 September 2019. https://republika.co.id/berita/koran/news-update/15/ 10 /29/nwyr477-potensi-pajak-kota-bandung-belum-tergali-maksimal, diakses 18 September 2019. https://ppid.bandung.go.id/kb/information-publik/information-berkala-ppid - kota - bandung/report-keuangan/, diakses 25 September 2019. https://www.pajak.go.id/id/article/menakar-kadar-kepatuhan-wajib-pajak, diakses 9 September 2019. 2000), Perhitungan Potensi Pajak dan Retribusi Daerah di Kabupaten Magelang, Laporan Akhir, Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang dengan PAU-SE UGM. 2004), Potensi dan Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Semarang. 2016), Pengaruh tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi dan tarif pajak terhadap penerimaan pajak di negara-negara Asia (studi Bank Dunia periode 2005-2014).
Tabel Anggaran dan Realisasi Penerimaan Pajak Daerah
Tabel Penelitian Terdahulu
Tabel Operasional Variabel
Tabel Pendapatan Per Kapita Kota Bandung Periode 2011-2018
Tabel Tingkat Inflasi Kota Bandung Periode 2011-2018
Tabel Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Periode 2011-2018
Tabel Penerimaan Pajak Daerah Kota Bandung Periode 2011-2018
Tabel Hasil Pengujian Statistik Deskriptif
Tabel Uji Multikolinearitas
Tabel Uji Heterokedastisitas
Tabel Uji Autokorelasi
Tabel Analisis Regresi Linear Berganda
Pengaruh Pendapatan Per Kapita Terhadap Penerimaan Pajak Daerah
Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penerimaan Pajak Daerah
Tabel Uji F (Uji Simultan)
Tabel Koefisien Determinasi
Kerangka Pemikiran
Paradigma Penelitian
Peta Kota Bandung
Lambang Kota Bandung
Grafik Pendapatan Per Kapita Kota Bandung Periode 2011-2018
Grafik Tingkat Inflasi Kota Bandung Periode 2011-2018
Grafik Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Periode 2011-2018
Grafik Penerimaan Pajak Daerah Kota Bandung Periode 2011-2018
Uji Normalitas