PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
H1 diterima : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap keterampilan perawatan sinkop dan epistaksis di MI Plus Bunga Bangsa Dolopo Madiun. H1 ditolak : tidak terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap keterampilan perawatan sinkop dan epistaksis di MI Plus Bunga Bangsa Dolopo Madiun. Disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap keterampilan penanganan sinkop dan epistaksis pada siswa MI Plus Bunga Bangsa Dolopo Kabupaten Madiun.
Terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap keterampilan pengobatan sinkop dan epistaksis di MI Plus Bunga Bangsa Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Dengan tujuan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap keterampilan coping sinkop dan epistaksis pada siswa di MI Plus Bunga Bangsa Dolopo Kabupaten Madiun”.
TINJAUAN PUSTAKA
Tujuan Pendidikan Kesehatan
Faktor yang Mempengaruhi Pendidikan Kesehatan
Metode Pendidikan Kesehatan
Cara ini bersifat individual dan biasanya digunakan untuk mendorong perilaku baru, atau untuk membina seseorang agar tertarik pada sesuatu. Ketika melaksanakan promosi kesehatan dengan menggunakan metode ini, kita harus mempertimbangkan besarnya kelompok sasaran dan tingkat pendidikan formal sasaran. Oleh karena itu tujuan metode ini bersifat umum, dalam arti tidak membedakan kelompok umur, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, dan lain-lain, sehingga pesan kesehatan yang ingin disampaikan harus dirancang sedemikian rupa. cara agar mereka dapat ditangkap oleh massa.
Media Pendidikan Kesehatan
Keuntungan menggunakan media ini antara lain: sasaran dapat beradaptasi dan belajar secara mandiri dan praktis karena mengurangi kebutuhan untuk mencatat, sasaran dapat melihat konten dengan waktu santai dan sangat hemat, berbagai informasi dapat diberikan atau dibaca oleh anggota kelompok sasaran sehingga dapat dibicarakan, dapat memberikan informasi rinci yang tidak diberikan secara lisan, mudah dibuat, diperbanyak dan diperbaiki serta mudah disesuaikan dengan kelompok sasaran. Media penyampaian pesan atau informasi kesehatan berupa buku yang setiap lembarnya berisi gambar demonstrasi dan lembar belakangnya berisi kalimat-kalimat sebagai pesan kesehatan terkait gambar tersebut. Keuntungan menggunakan media ini antara lain : .. mudah dibawa, dapat dilipat atau digulung, murah, efektif dan tidak memerlukan peralatan yang rumit.
Namun, kelemahannya adalah terlalu kecil untuk jumlah target yang relatif besar dan mudah robek serta pecah. e) Kolom (artikel surat kabar), poster dan foto 2. Kelebihan penyuluhan dengan metode ini adalah dapat memberikan kenyataan-kenyataan yang mungkin menyulitkan mata dan pikiran sasaran untuk mendaftar ulang, dapat merangsang diskusi mengenai sikap dan perilaku, bersifat efektif untuk sejumlah besar target yang relatif penting, dapat diulang, mudah digunakan, dan tidak memerlukan kamar gelap. Sedangkan kekurangan dari media ini adalah memerlukan sambungan listrik, alatnya beresiko rusak, memerlukan kesesuaian antara kaset dan pemutarnya, memerlukan tenaga ahli yang profesional agar gambar mempunyai makna artistik dan material, serta memerlukan biaya yang tidak sedikit. Uang.
Kelebihan media ini adalah dapat memberikan realitas yang beragam walaupun terbatas, cocok untuk sejumlah tujuan yang relatif banyak, biaya pembuatannya relatif murah, dan peralatannya cukup kompak serta mudah digunakan. Kekurangannya adalah memerlukan sambungan listrik, peralatan mudah rusak, dan memerlukan ruangan yang sedikit lebih gelap.
Konsep Keterampilan
- Faktor Yang Mempengaruhi Keterampilan
Konsep Perawatan Sinkop
- Etiologi Sinkop
- Manifestasi Klinis Sinkop
- Jenis-jenis sinkop
- Anamnesis
- Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
- Pemeriksaan Neurologis
- Indikasi Rawat Korban Sinkop
- Prognosis
Konsep Perawatan Epistaksis
- Pencegahan Epistaksis
- Perawatan Sederhana Epistaksis
- Anamnesis
- Pemeriksaan Penunjang Epistaksis
- Pencegahan Epistaksis Berlanjut
Konsep Sekolah
- Tanggung Jawab Sekolah
- Fungsi Sekolah
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESA PENELITIAN
Hipotesa Penelitian
METODOLOGI PENELITIAN
Populasi dan Sampel
- Sampel
- Kriteria Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 MI Plus Bunga Bangsa Dolopo Madiun yang berjumlah 64 siswa yang merupakan petugas UKS. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah mahasiswa yang merupakan petugas UKS dan memenuhi kriteria. Jadi dengan menggunakan rumus diatas maka besar sampel yang diperlukan untuk tingkat keterampilan pengobatan sinkop dan epistaksis pada penelitian ini adalah n=55 yang berjumlah 55 siswa.
Teknik Sampling
Kerangka Kerja Penelitian
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
- Definisi Operasional Variabel
Instrumen Penelitian
Berdasarkan analisis pada Tabel 5.5 terlihat bahwa tingkat keterampilan pengobatan sinkop dan epistaksis yang dilakukan siswa di MI Plus Bunga Bangsa Kec. Berdasarkan analisis pada Tabel 5.6 terlihat bahwa tingkat keterampilan pengobatan sinkop dan epistaksis yang dilakukan siswa di MI Plus Bunga Bangsa Kec. Tingkat keterampilan penanganan sinkop dan epistaksis siswa MI Plus Bunga Bangsa Dolopo Kabupaten Madiun sebelum dilaksanakan penyuluhan kesehatan sebagian besar cukup yaitu 34 responden (61,8.
Tingkat keterampilan manajemen sinkop dan epistaksis siswa MI Plus Bunga Bangsa Dolopo Kabupaten Madiun setelah dilakukan penyuluhan kesehatan sebagian besar baik yaitu sebanyak 41 responden (74,5. Upaya meningkatkan keterampilan sinkop dan epistaksis siswa setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan Tabel rerata hasil pengobatan sinkop dan epistaksis sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan kepada siswa MI Plus Bunga.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Prosedur Pengumpulan Data
Pengolahan dan Analisis Data
- Tehnik Analisis Data
Etika Penelitian
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data Umum
Karakteristik responden berdasarkan sumber informasi sinkop dan epistaksis Hasil karakteristik responden berdasarkan sumber informasi sinkop dan epistaksis dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Berdasarkan tabel 5.4 diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden mendapat informasi tentang sinkop dan epistaksis dari guru yaitu sebanyak 29 responden, dan tidak ada yang mendapat informasi tentang sinkop dan epistaksis dari petugas kesehatan, surat kabar, dan radio.
Data Khusus
Madiun setelah diberikan pengobatan dengan Pendidikan Kesehatan sebagian besar menunjukkan tingkat keterampilan baik dengan jumlah 41 responden (74,5. Berdasarkan hasil perbandingan dan uji statistik tingkat keterampilan pengobatan sinkop dan epistaksis setelah diberikan pendidikan kesehatan diberikan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test.
Pembahasan
Dari uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa perubahan tingkat keterampilan menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan sangat mempengaruhi tingkat keterampilan responden dalam menangani sinkop dan epistaksis. Pada bab ini akan dikemukakan simpulan dan saran dari hasil penelitian yang berjudul “Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Keterampilan Pengobatan Sinkop dan Epistaksis pada Siswa di MI Plus Bunga Bangsa Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun”. Setelah memberikan pendidikan kesehatan, disarankan agar petugas kesehatan sekolah melakukan praktik penatalaksanaan sinkop dan epistaksis sesuai SOP sesuai penelitian ini.
Setelah menyelesaikan pendidikan kesehatan, petugas mahasiswa UKS dapat memahami dan meningkatkan keterampilannya dalam penatalaksanaan sinkop dan epistaksis. Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 3 jam 35 menit, petugas mahasiswa UKS mampu memahami dan meningkatkan keterampilannya dalam penatalaksanaan sinkop dan epistaksis. Menanyakan (melihat) mahasiswa UKS tentang pengobatan sinkop dan epistaksis berdasarkan pengetahuannya. Menjelaskan materi pengobatan sinkop dan epistaksis.