• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh persepsi kemudahan dan manfaat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh persepsi kemudahan dan manfaat"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Apakah kemudahan dan persepsi kegunaan secara simultan berpengaruh terhadap minat penggunaan e-wallet pada mahasiswa IAIN Ponorogo? Untuk menguji dan menganalisis pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan sekaligus terhadap minat penggunaan e-wallet pada mahasiswa IAIN Ponorogo.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

LANDASAN TEORI

Deskripsi Teori

  • Teori Technology Acceptance Model (TAM)
  • E-Wallet
  • Minat Penggunaan E-Wallet
  • Persepsi Kemudahan atau Perceived Ease Of Use
  • Persepsi Manfaat atau Perceived Usefulness
  • Penggunaan E-Wallet dalam Perspektif Islam

9 Novrita Debora Kelah, “Pengaruh Promosi, Perceived Convenience dan Perceived Benefit Terhadap Minat Menggunakan E-Wallet (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin)” Skripsi (Makassar: Universitas Hasanuddin, 2020), 20. 10 Adinda Niken Saraswati, “Pengaruh Persepsi Kenyamanan dan Persepsi Keamanan Terhadap Minat Penggunaan E-Money di Kalangan Generasi Milenial (Studi Pada Masyarakat Kecamatan Medan Baru)” Skripsi (Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara, 2021), 22 .

Kajian Pustaka

Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Persepsi Resiko Ketertarikan Penggunaan OVO pada Mahasiswa FEBI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi/Ulva. 34 Kusuma, “Pengaruh Perceived Convenience dan Perceived Benefits Terhadap Sikap Penggunaan E-Wallet Di Kota Bandung Tahun 2020.” JABA: Jurnal Administrasi Bisnis Terapan, Volume 4, Nomor. 35 Ulva Vanessa, “Pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan, dan persepsi risiko terhadap minat menggunakan OVO pada mahasiswa FEBI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi” Skripsi (Jambi: UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2020), 70.

Kenyamanan dan manfaat yang dirasakan dari minat menggunakan e-wallet dengan kepercayaan sebagai variabel mediasi di kalangan pengguna e-wallet perkotaan. Pengaruh persepsi kenyamanan dan persepsi keamanan terhadap minat penggunaan e-money di kalangan generasi milenial (Studi di Masyarakat Kecamatan Medan Baru)/Adinda Niken. 41 Novrita Debora Kelah, “Pengaruh Promosi, Persepsi Kemudahan dan Persepsi Manfaat Terhadap Minat Menggunakan E-wallet (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Hasanuddin)” Skripsi (Makassar: Universitas Hasanuddin, 2020) .

42 Adinda Niken Saraswati, “Pengaruh Persepsi Kenyamanan dan Persepsi Keamanan Terhadap Minat Menggunakan Uang Elektronik Di Kalangan Generasi Milenial (Studi Pada Masyarakat Di Kecamatan Medan Baru)” (Skripsi, Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara, 2021) .

Kerangka Penelitian

Hipotesis

Davis mendefinisikan persepsi manfaat sebagai sejauh mana seseorang yakin kinerja pekerjaannya akan meningkat dengan menggunakan suatu sistem.53 Jika pengguna telah merasakan dampak positif yang konsisten dengan penawaran e-wallet, maka pengguna akan merasa puas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Lalu Agustino, pengaruh persepsi manfaat terhadap minat penggunaan e-wallet terbukti positif. 52 Rizki Budi Ericaningtyas dan Bambang Minarso, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Menggunakan Sistem Pembayaran E-Wallet Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang), “ JAKA: Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Auditing, Volume 2, Edisi.

Davis melalui teori model penerimaan teknologi menggambarkan bahwa persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan teknologi informasi dan persepsi pengguna terhadap manfaat yang dirasakan selama menggunakan teknologi tersebut merupakan dua faktor yang paling dominan mempengaruhi penerimaan teknologi informasi. H03: Tidak terdapat pengaruh antara persepsi kenyamanan dan persepsi kegunaan terhadap niat menggunakan secara positif dan signifikan. Ha3: Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kenyamanan dan persepsi kegunaan terhadap niat menggunakan.

55 Rizki Budi Ericaningtyas dan Bambang Minarso, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Menggunakan Sistem Pembayaran E-Wallet Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang),” JAKA: Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Auditing, Volume 2, Nomor.

METODE PENELITIAN

  • Rancangan Penelitian
  • Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
  • Lokasi dan Periode Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Jenis dan Sumber Data
  • Metode Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Validitas dan Reliabilitas Instrumen
    • Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Analisis asosiatif pada penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara keseluruhan mengenai pengaruh persepsi kenyamanan dan persepsi kegunaan terhadap minat penggunaan e-wallet. Dengan demikian dapat dikatakan terdapat pengaruh linier antara variabel persepsi kemudahan (X1) dan variabel minat utilitas (Y). Hal ini menunjukkan bahwa variabel persepsi kenyamanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel minat menggunakan e-wallet pada mahasiswa IAIN Ponorogo.

Pengaruh simultan persepsi kemudahan (X1) dan persepsi manfaat (X2) terhadap minat menggunakan (Y) e-wallet pada mahasiswa IAIN Ponorogo. Ha3 menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan terhadap minat pakai. Variabel persepsi kenyamanan berpengaruh positif signifikan terhadap variabel minat menggunakan e-wallet pada mahasiswa IAIN Ponorogo.

Variabel persepsi kemudahan dan variabel persepsi kegunaan mempunyai pengaruh positif secara simultan terhadap variabel minat penggunaan e-wallet pada mahasiswa IAIN Ponorogo.

Tabel 3.1  Definisi Operasional  Variabel
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel

PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA

Gambaran Umum Obyek Penelitian

IAIN Ponorogo pada awalnya bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN Ponorogo) yang berbentuk fakultas daerah yaitu Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel yang didirikan di daerah Ponorogo. Dari perubahan status fakultas menjadi STAIN, dibuka tiga jurusan, antara lain Jurusan Syariah, Jurusan Ushuluddin, dan Jurusan Tarbiyah. Perubahan atau alih status yang berlangsung dimaksudkan agar STAIN dapat menyelenggarakan pendidikan secara profesional dan pelaksanaan akademiknya dapat berlangsung dalam kelompok disiplin ilmu, teknologi, atau seni yang sebanding.1.

1 Siti Nur Qomariah, “Strategi Mahasiswa Menikah dalam Menyelesaikan Studi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di IAIN Ponorogo)” Skripsi (Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2018), 50. 2 Faya Rizqiya Rahma, “Persepsi Mahasiswa di Negara Islam Ponorogo Skripsi Lembaga Bank Syariah (Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2021), 40.

Deskripsi Data

Dari data pada tabel 4.1 terlihat bahwa dari 85 responden, 23 orang diantaranya adalah siswa laki-laki dan 62 orang siswa perempuan. Keadaan ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna e-wallet di IAIN Ponorogo adalah mahasiswi. Hal ini sejalan dengan keadaan umum di Indonesia yang usia pelajarnya adalah 18-24 tahun.

Pada penelitian ini responden terbanyak berusia 21 tahun sebanyak 37 orang, sedangkan responden paling sedikit berusia 19 tahun sebanyak 7 responden. Dari data pada Tabel 4.3 diketahui terdapat 5 aplikasi e-wallet (Shopeepay, OVO, DANA, Gopay dan LinkAja) yang digunakan oleh responden atau mahasiswa IAIN Ponorogo. Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap responden memilih menggunakan dompet elektronik sesuai dengan keinginan atau kebutuhannya masing-masing.

Hasil Pengujian Instrumen

Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan 4 item variabel persepsi kenyamanan (X1) dapat digunakan sebagai alat ukur data dan hasilnya dapat dipercaya mewakili indikator persepsi kenyamanan. Hal ini menunjukkan bahwa keempat item pernyataan variabel persepsi kenyamanan (X1) mempunyai nilai pengaruh yang tinggi hingga sangat tinggi. Menunjukkan bahwa pernyataan 5 item variabel manfaat yang dirasakan (X2) dapat digunakan sebagai alat ukur data dan hasilnya dapat dipercaya mewakili indikator manfaat yang dirasakan.

Hal ini menunjukkan bahwa 5 item ikhtisar variabel persepsi manfaat (X2) mempunyai nilai dampak tinggi hingga sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan 6 item variabel minat pakai (Y) dapat digunakan sebagai alat ukur data dan hasilnya dapat dipercaya mewakili indikator minat pakai. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan 6 item mengenai variabel minat pakai (Y) mempunyai nilai dampak cukup, tinggi hingga sangat tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan sebanyak 15 item dari variabel persepsi kemudahan (X1), persepsi kegunaan (X2) dan minat penggunaan (Y) dapat diandalkan untuk digunakan dalam penelitian sebagai alat ukur data, dan hasilnya dapat mewakili seluruh indikator. variabel X1, X2 dan Y.

Hasil Pengujian Deskriptif

Dari data hasil pengujian pada Tabel 4.8 diperoleh nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,200 sehingga nilai signifikansi (p-value) > 0,05 berarti H0 diterima atau sisa variabel berdistribusi normal. Kondisi ini menunjukkan bahwa residu berdistribusi normal sehingga model regresi baik untuk digunakan dalam penelitian. Suatu model regresi dinyatakan baik apabila mempunyai pengaruh linier antara variabel terikat dan variabel bebas.

Sedangkan tidak terdapat pengaruh linier antara variabel terikat dan variabel bebas jika Deviasi dari Linearitas Sig. Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan pengaruh linier antara variabel X1 dengan variabel Y maka model regresi baik digunakan dalam penelitian. Jadi dapat dikatakan terdapat pengaruh linier antara variabel persepsi manfaat (X2) dengan variabel minat pakai (Y).

Kondisi ini menunjukkan bahwa berdasarkan pengaruh linier antara variabel X2 dan variabel Y maka model regresi baik untuk digunakan dalam penelitian.

Hasil Pengujian Hipotesis

Nilai konstanta sebesar 3,252 menunjukkan bahwa jika variabel persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan bernilai 0 maka minat pakai meningkat sebesar 3,252. Nilai koefisien regresi variabel persepsi kemudahan adalah sebesar 0,558 yang artinya jika persepsi kemudahan dinaikkan satu satuan maka minat menggunakannya juga akan meningkat sebesar 0,558 selama variabel lain tetap. Nilai koefisien regresi variabel persepsi kegunaan sebesar 0,566 yang berarti jika persepsi kemudahan ditingkatkan satu satuan maka minat pakai juga akan meningkat sebesar 0,566 selama variabel lain tetap.

Sedangkan jika nilai fhitung < nilai ftabel (3,10), maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan Tabel 4.16 terdapat hubungan yang kuat antara Perceived Convenience (X1) dan Perceived Usability (X2) terhadap Interest to Use (Y) dengan nilai R sebesar (0,771) pada regresi linier berganda sebesar 77,1%. Kemudian R square yang dihasilkan sebesar 0,594 yang menunjukkan bahwa 59,4% pengaruh variabel minat pakai disebabkan oleh variabel persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan.

Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 40,6% lainnya, variabel minat penggunaan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Tabel 4.14  Hasil Uji T
Tabel 4.14 Hasil Uji T

Pembahasan

Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar persepsi kemudahan mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet, maka semakin besar pula minat mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet. Ha1 menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kemudahan penggunaan terhadap minat penggunaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar persepsi kemudahan dan manfaat yang dirasakan mahasiswa IAIN Ponorogo mengenai penggunaan e-wallet, maka semakin besar pula minat mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet.

Variabel persepsi kegunaan berpengaruh positif signifikan terhadap variabel minat menggunakan e-wallet mahasiswa IAIN Ponorogo. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi kemudahan dan manfaat yang dirasakan mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet, maka semakin besar pula minat mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet. “Pengaruh Perceived Convenience dan Perceived Benefits Terhadap Sikap Penggunaan E-Wallet Di Kota Bandung Tahun 2020.” JABA: Jurnal Administrasi Bisnis Terapan 4, no.

“Pengaruh Perceived Convenience dan Perceived Security Terhadap Minat Menggunakan E-Money Di Kalangan Generasi Milenial (Studi Pada Masyarakat Kecamatan Medan Baru).” Skripsi, Universitas Sumatera Utara, 2021.

PENUTUP

Kesimpulan

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi kemudahan mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi manfaat yang dirasakan mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa IAIN Ponorogo dalam menggunakan e-wallet.

Saran

Batasan Penlitian

“Pengaruh Promosi, Persepsi Kenyamanan dan Persepsi Manfaat Terhadap Minat Menggunakan E-wallet Dengan Kepercayaan Sebagai Variabel Memediasi Pada Pengguna E-wallet Di Kota Banjarmasin.” Jurnal KINDAI: Kumpulan Informasi dan Artikel Ilmiah di Bidang Manajemen dan Akuntansi 17, no. “Analisis Minat Penggunaan Dompet Digital Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Pada Kalangan Pengguna Di Kota Surabaya.” Jurnal Pengembangan Kewirausahaan 23, no. “Pengaruh Persepsi Kegunaan, Kenyamanan, dan Resiko terhadap Minat Penggunaan Kembali Shopeepay di Surabaya.” Jurnal Ilmu Manajemen 7, no.

Minat penggunaan e-wallet pada generasi milenial dengan pendekatan UTAUT (Unified Theory of Acceptance Use of Technology).” Jurnal Baabu Al-Ilmi: Ekonomi dan Perbankan Syariah 6, no. “Pengaruh persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat dan kepercayaan terhadap kepuasan dan niat untuk menggunakan kembali aplikasi OVO di kalangan mahasiswa pascasarjana Universitas Riau.” Jurnal Pers Manajemen Bisnis 12, no. “Analisis pengaruh daya tarik promosi, persepsi kemudahan, persepsi manfaat, persepsi keamanan terhadap minat dalam penggunaan e-wallet (studi kasus produk Gopay dan Link Aja pada kalangan pengguna di wilayah Jabodetabek).” Jurnal Ekonomi dan Bisnis 18, no.

“Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan E-Wallet dan Persepsi Manfaat serta Promosi Terhadap Niat Membeli Kembali Saldo E-Wallet OVO.” Jurnal Administrasi Bisnis 8, no.

Referensi

Dokumen terkait