BAB II LANDASAN TEORI
B. Kajian Pustaka
Tabel 2.1
Studi Penelitian Terdahulu
No Judul/Penulis/Tahun Persamaan Perbedaan Hasil Penelitian 1. Analisis Minat
Penggunaan Dompet Digital Dengan Pendekatan Technology
Acceptance Model (TAM) Pada Pengguna di Kota Surabaya/Khowin Ardianto dan Nurul Azizah/2021.
Sama-sama meneliti tentang minat penggunaan e-wallet dengan menggunakan pendekatan teori
Technology Acceptance Model (TAM).
Tidak
menggunakan variabel persepsi kepercayan dan persepsi resiko . Serta ruang lingkup penelitian yang berbeda.
Kepercayaan dan persepsi risiko tidak
berpengaruh terhadap minat pengguna dalam menggunakan dompet digital.
Persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap minat penggunaan dompet digital.33
32 Arum Handini Primandari dan Ayundyah Kesumawati, Digital Payment: Pandangan Islam dan Reaksi di Media Sosial (Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia, 2022), 10.
33 Khowin Ardianto dan Nurul Azizah, “Analisis Minat Penggunaan Dompet Digital Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Pada Pengguna di Kota Surabaya,”
Jurnal Pengembangan Wiraswasta 23, no. 01 (2021): 13–26, http://dx.doi.org/10.33370/jpw.v23i1.511. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, Volume 23, Nomor 01, (2021), 25.
2. Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Manfaat terhadap Sikap Pengunaan E-wallet di Kota Bandung/
Aldo Putra Kusuma dan
Syahputra/2020.
Sama-sama menggunakan variabel persepsi kemudahan dan persepsi manfaat.
Tidak
menggunakan variabel dependen sikap pengunaan.
Lokasi penelitian yang berbeda.
Pengguna e- wallet menikmati kemudahan dan keuntungan.
Variabel persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi
kegunaan keduanya punya pengaruh
terhadap variabel sikap
penggunaan secara signifikan.34 3. Pengaruh Persepsi
Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan Persepsi Risiko terhadap Minat Menggunakan OVO pada Mahasiswa FEBI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi/Ulva
Sama-sama menggunakan variabel persepsi kemudahan dan persepsi manfaat. Dan subjek penelitian juga kalangan mahasiswa.
Tidak
menggunakan variabel persepsi risiko. Dan bukan
menggunakan variabel minat menggunakan OVO. Selain itu, terdapat perbedaan
Semua variabel bebas
mempengaruhi niat mahasiswa FEBI di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk
menggunakan OVO. Variabel persepsi manfaat dan persepsi
34 Kusuma, “Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Manfaat terhadap Sikap Pengunaan E-wallet di Kota Bandung 2020.” JABA: Journal of Applied Business Administration, Volume 4, Nomor 2, (2020), 112.
38
Vanessa/2020. pada lokasi
penelitian.
kemudahan penggunaan berpengaruh secara parsial.35 4. Analisis Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa dalam Minat Penggunaan Sistem Pembayaran E-wallet di Masa Pandemi Covid-19 (Studi pada
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang)/Rizki Budi Ericaningtyas dan Bambang Minarso/2021.
Saling
menggunakan variabel independen persepsi kemudahan dan persepsi manfaat.
Subjek penelitian juga kalangan mahasiswa.
Tidak
menggunakan variabel risiko. Selain itu, terdapat perbedaan pada lokasi penelitian.
Penggunaan e- wallet secara signifikan dipengaruhi oleh persepsi manfaat dan persepsi kemudahan.
Sedangkan persepsi risiko memiliki pengaruh terhadap penggunaan e- wallet secara negatif signifikan.36
5. Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan,
Saling
menggunakan variabel
Tidak
menggunakan variabel
Variabel persepsi kemudahan, kepercayaan
35 Ulva Vanessa, “Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan Persepsi Risiko terhadap Minat Menggunakan OVO pada Mahasiswa FEBI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi” Skripsi (Jambi: UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2020), 70.
36 Rizki Budi Ericaningtyas dan Bambang Minarso, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa dalam Minat Penggunaan Sistem Pembayaran E-wallet di Masa Pandemi Coivd-19 (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang),” JAKA: Jurnal Akutansi, Keuangan dan Auditing, Volume 2, Nomor 2, (2021), 18.
Persepsi Manfaat dan Kepercayaan terhadap Kepuasan dan Niat
Menggunakan Kembali Aplikasi OVO pada Mahasiswa Pascasarjana Universitas Riau/
Meyrilliana Purba, Samsir, dan Kasman Arifin/2020.
independen persepsi manfaat. Dan subjek penelitian juga kalangan mahasiswa.
kepercayaan, variabel kepuasan dan niat
menggunakan kembali.
memiliki pengaruh terhadap
kepuasan. Hanya variabel persepsi manfaat dan kepercyaan yang berpengaruh terhadap niat penggunaan kembali.37
6. Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Kemudahan, Risiko Terhadap Minat Menggunakan Ulang Shopeepay Di Surabaya/ Gama Putra Brahanta dan Nuruni Ika Kusuma Wardhani/2021.
Sama-sama menggunakan variabel independen persepsi kemudahan dan persepsi manfaat.
Tidak
menggunakan variabel risiko. Juga tidak
menggunakan variabel dependen minat
menggunakan ulang
Ada hubungan positif dan signifikan antara semua variabel bebas dengan niat
menggunakan kembali ShopeePay.38
37 Meyrilliana Purba, Samsir, dan Kasman Arifin, “Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Manfaat dan Kepercayaan terhadap Kepuasan dan Niat Menggunakan Kembali Aplikasi OVO pada Mahasiswa Pascasarjana Universitas Riau,” Jurnal Tepak Manajemen Bisnis, Volume 12, Nomor 1, (2020), 165.
38 Gama Putra Brahanta dan Nuruni Ika Kusuma Wardhani, “Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Kemudahan, Risiko Terhadap Minat Menggunakan Ulang Shopeepay Di Surabaya,” Jurnal Sains Manajemen, Volume 7, Nomor 2, (2021), 107.
40
Shopeepay namun
menggunakan variabel minat menggunakan e-wallet.
Selain itu, terdapat perbedaan pada lokasi penelitian.
7. Pengaruh Promosi, Persepsi
Kemudahan dan Persepsi Manfaat terhadap Minat Penggunaan E- wallet dengan Kepercayaan sebagai Variabel Mediasi pada Pengguna E-wallet di Kota
Banjarmasin/Lalu Agustino/2021
Saling
menggunakan variabel persepsi kemudahan dan persepsi manfaat.
Tidak
menggunakan variabel promosi. Dan tidak
menggunakan variabel mediasi. Serta lokasi
penelitian yang berbeda.
Kepercayaan dan niat untuk
menggunakan dipengaruhi secara positif oleh promosi, persepsi
kemudahan, dan persepsi manfaat.
engaruh promosi, persepsi
kemudahan, dan persepsi manfaat terhadap niat untuk
menggunakan e- wallet dapat dimediasi secara positif dan
signifikan oleh kepercayaan..39 8. Pengaruh
Kemudahan Penggunaan, Kemanfaatan, Risiko dan Kepercayaan terhadap Minat Menggunakan E- wallet pada Generasi Milenial Kota Semarang/Siti Rodiah/2020.
Sama-sama menggunakan variabel minat
menggunakan e-wallet.
Tidak
menggunakan variabel risiko dan
kepercayaann.
Juga tidak meneliti generasi milenial tetapi hanya pada kalangan mahasiswa saja. Serta lokasi penelitian yang berbeda.
Kemudahan penggunaan yang dirasakan
mempengaruhi minat saat menggunakan e- wallet. Manfaat yang dirasakan meningkatkan minat dalam menggunakan e- wallet. Seluruh variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan e- wallet.40
9. Pengaruh Promosi, Persepsi
Kemudahan, dan
Penggunaan variabel persepsi
Tidak
menggunakan variabel
Seluruh variabel bebas memiliki pengaruh
39 Lalu Agustino, Ujianto, dan Imawati Yousida, “Pengaruh Promosi, Persepsi Kemudahan dan Persepsi Manfaat terhadap Minat Penggunaan E-wallet dengan Kepercayaan sebagai Variabel Mediasi pada Pengguna E-wallet di Kota Banjarmasin,” Jurnal KINDAI:
Kumpulan Informasi dan Artikel Ilmiah Manajemen dan Akutansi, Volume 17, Nomor 3, (2021), 419.
40 Siti Rodiah, “Pengaruh Kemudahan Penggunaan, Kemanfaatan, Risiko dan Kepercayaan terhadap Minat Menggunakan E-Wallet pada Generasi Milenial Kota Semarang”
Skripsi (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2020), 98.
42
Persepsi Manfaat terhadap Minat Menggunakan E- wallet (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Hasanuddin)/
Novrita Debora Kelah/2020.
kemudahan dan persepsi manfaat. Juga subyek penelitian di kalangan mahasiswa.
promosi. Dan lokasi
penelitian berbeda.
terhadap variabel terikat minat penggunaan secara positif dan signifikan.41
10. Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Keamanan terhadap Minat Penggunaan E- Money di Kalangan Generasi Milenial (Studi Pada Masyarakat
Kecamatan Medan Baru)/ Adinda Niken
Saraswati/2021.
Saling
menggunakan variabel persepsi kemudahan dan minat penggunaan.
Variabel persepsi keamanan tidak digunakan.
Dan tidak menggunakan variabel minat penggunaan e-money, namun
menggunakan e-wallet.
Selain itu, subjek penelitian tidak di kalangan
Sebesar 27,1%, variabel persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh signifikan
terhadap variabel minat
penggunaan . Persepsi
kemudahan dan Persepsi
keamanan sama- sama
mempengaruhi ketertarikan generasi milenial
41 Novrita Debora Kelah, “Pengaruh Promosi, Persepsi Kemudahan, dan Persepsi Manfaat terhadap Minat Menggunakan E-wallet (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin)” Skripsi (Makassar: Universitas Hasanuddin, 2020).
generasi milenial.
Serta lokasi penelitian yang digunakan berbeda.
di Medan Baru untuk
menggunakan e- money.42
11. Tinjauan Fikih Muamalah dan Fatwa DSN MUI Nomor 116/DSN- MUI/IX/2017 tentang Praktik E- Wallet/ Syifa Nurfadhilah, Udin Saripudin, dan Redi Hadiyanto/2022.
Sama-sama mencakup pembahasan tentang e- wallet.
Lebih meninjau ke hukum penggunaan e-wallet.
Banyak fitur yang dimiliki praktek GoPay dan OVO namun masuk dalam kategori Qardh.43
12. E-Wallet: Sistem Pembayaran dengan Prinsip Hifzul Maal/
Rohmatun Ni’mah dan Indah
Yuliana/2020.
Sama-sama mencakup pembahasan tentang e- wallet.
Lebih meninjau ke hukum penggunaan e-wallet menurut maqasid syariah.
Karena sesuai dengan prinsip menjaga kekayaan dan manfaat secara umum e-wallet sesuai dengan maqasid syariah.
Di sisi lain,
42 Adinda Niken Saraswati, “Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Keamanan terhadap Minat Penggunaan E-Money di Kalangan Generasi Milenial ( Studi Pada Masyarakat Kecamatan Medan Baru )” (Skripsi, Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara, 2021).
43 Syifa Nurfadhilah, Udin Saripudin, dan Redi Hadiyanto, “Tinjauan Fikih Muamalah dan Fatwa DSN MUI Nomor 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Praktik E-Wallet,” dalam Bandung Conference Series: Sharia Economic Law, Volume 2 (Bandung, 2022), 119.
44
karena masih rentan tindak kejahatan teknologi dan pemborosan, e- wallet masih dianggap belum sesuai dengan prinsip hifzul maal.44
13. Perlukah E-Wallet Berbasis Syariah?/
Ulin Nuha, Moh.
Nurul Qomar, dan Rafika
Maulana/2020.
Sama-sama mencakup pembahasan tentang e- wallet.
Lebih meninjau kepada transaksi menggunakan e-wallet menurut wadiah yad dhamanah.
Penggunaan e- wallet sebagai alat pembayaran hukumnya sah sesuai PBI (Peraturan Bank Indonesia) Nomor 18/40/2016.
Kedudukan sistem transaksi e-wallet adalah halal dan tidak perlu
dipertanyakan lagi, menurut
44 Rohmatun Ni’mah dan Indah Yuliana, “E-Wallet: Sistem Pembayaran dengan Prinsip Hifzul Maal,” JES: Jurnal Ekonomi Syariah Volume 5, Nomor 2, (2020), 64.
teori keuangan Islam.45
14. Transactions Using E-Wallets: How Is the Perspective of Islamic
Economics?/ Tira Nur Fitria, Yuwita Ariessa Pravasanti, dan Iin Emy Prastiwi/2022.
Sama-sama mencakup pembahasan tentang e- wallet.
Lebih meninjau kepada transaksi menggunakan e-wallet menurut perspektif ekonomi syariah.
E-wallet dalam ekonomi syariah diperbolehkan karena
mempermudah manusia untuk bertransaksi sehari-hari ketika tidak membawa uang cash.
Namun pengguna perlu berhati- hati. Ilegal atau tidaknya e-wallet tergantung kepada pengguna masing-masing.46 15. Digital Payment:
Pandangan Islam dan Reaksi di Media Sosial/Arum Handini Primandari dan Ayundyah Kesumawati/2022.
Sama-sama mencakup pembahasan tentang e- wallet.
Lebih meninjau kepada transaksi menggunakan e-wallet menurut
Pembayaran digital berpotensi menjadi trend kebiasaan baru karena
kemudahannya.
MUI 116/DSN-
45 Ulin Nuha, Moh. Nurul Qomar, dan Rafika Maulana, “Perlukah E-Wallet Berbasis Syariah?,” MALIA: Journal of Islamic Banking and Finance, Volume 4, Nomor 1 (2020), 66.
46 Tira Nur Fitria, Yuwita Ariessa Pravasanti, dan Iin Emy Prastiwi, “Transactions Using E-Wallets: How Is the Perspective of Islamic Economics?,” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, Volume 8, Nomor 2 (2022): 1821.
46
pandangan Islam dan bagaimana reaksi di media sosial tentang e- wallet.
MUI/IX/2017 menyebutkan penggunaan uang elektronik secara syariah
diperbolehkan.
Dari pencarian menggunakan kata kunci terkait pembayaran digital, mayoritas unggahan/tweet bersifat netral (lebih dari 70%) dan komentar pada posting pembayarn digital mayoritas netral (lebih dari 80%) di
instagram.47