• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh profitabilitas dan kebijakan hutang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh profitabilitas dan kebijakan hutang"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN HUTANG TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DENGAN LIKUIDITAS SEBAGAI

VARIABEL MODERASI PADA PERSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PRIODE 2014-2016.

Rahmaita Safitri1, Inge Lengga Sari Munthe2, Tumpal Manik3, Email: [email protected]

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji

2019 ABSTRAK

Rahamaita Safitri, 2019: Pengaruh Profitabilitas dan Kebijakan Hutang Terhadap Kebijakan Dividen Dengan Likuiditas Sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang ada di Bursa Efek Indonesia Priode 2014-2016.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas dan kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen dengan likuiditas sebagai variabel moderasi. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2014-2016. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan didapat 34 sampel yang memenuhi kriteria dari 159 perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari www.idx.co.id. Data ini dianalisis menggunakan model analisis regresi linier berganda dan analisis regresi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Profitabilitas, Kebijakan Hutang dan Likuiditas berpengaruh terhadap Kebijakan Dividen. Likuiditas memperkuat hubungan antara profitabilitas dengan Kebijakan Dividen. Likuiditas memperlemah hubungan antara

Kebijakan Hutang dengan Kebijakan Dividen. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen, variabel moderasi dan interaksi kedua variabel tersebut hanya mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 20,3%

sedangkan sisanya 79,7% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Kata kunci : Profitabilitas, Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen, Likuiditas.

(2)

2

PENDAHULUAN

Berkembangnya perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia bisa terlihat dari bertambahnya jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) semakin meningkat. Perkembangan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan melakukan banyak cara, salah satunya dengan mengetahui tingkat perkembangan dunia pasar modal dan industri-industri sekuritas. Pasar modal yang merupakan pasar yang memfasilitasi masyarakat dalam melakukan transaksinya pada salah satu sektor perdagangan investasinya. Investor yang menanamkan sahamnya dipasar modal pasti tujuannya menginginkan return yang diharapkan. Return yang disebut itu adalah dividen atau peningkatan investasi di masa yang akan datang serta meningkatkan kesejahteraan di masa yang akan datang.

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama priode tertentu, dianggap dapat berpengaruh terhadap kebijakan dividen, Begitu juga dengan kebijakan hutang yaitu kebijakan yang di ambil perusahaan untuk melakukan pembiyayaan melalui hutang, rasio ini juga mengukur seberapa besar beban hutang yang ditanggung perusahaan dalam pemenuhan modalnya dan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, baik jangka panjang maupun jangka pendek, jika perusahaan memiliki hutang yang tinggi maka akan menyebabkan penurunan kemampuan perusahaan dalam membayarkan dividennya. Begitu juga dengan likuiditas kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, perusahaan yang memiliki kemampuan yang menciptakan laba cukup baik dan didukung dengan likuiditas yang baik maka jumlah dividen yang dibagikan semakin besar keputusan dapat menjadi pengaruh terhadap kebijakan dividen dan dapat memoderasi antara hubungan profitabilitas dan kebijakan dividen, juga kebijakan hutang dan kebijakan dividen.

Proitabilitas yaitu tingkat laba bersih yang di hasilkan oleh perusahaan dalam menjalankan oprasionalnya. Untuk mengukur profitabilitas penelitian ini menggunakan rasio return on equity. Kebijakan hutang yaitu kebijakan yang diambil oleh peusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Untuk mengukur kebijakan hutang penelitian ini menggunakan rasio debt to equity ratio. Kebijakan dividen yaitu keputusan yang diambil oleh perusahaan dalam menentukan laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan sebagai laba ditahan yang kemudian akan dibagikan sebagai pendanaan investasi kedepan. Untuk mengukur kebijakan dividen penelitian ini menggunakan Dividen payout Ratio. Likuiditas merupakan tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya yang akan segera jatuh tempo. Untuk mengukur likuiditas peneliti ini menggunakan rasio current ratio. Oleh karna itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prifitabilitas dan kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen dengan likuiditas sebagai moderasi antara hubungan profitabilitas dan kebijakan hutang. Berdasarkan uraian diatas, penulis mengangkat judul, “Pengaruh Profitabilitas dan Kebijakan Hutang Terhadap Kebijakan Dividen Dengan Likuiditas Sebagai Variabel Moderasi pada

(3)

3

Perusahaan Manufaktur yang ada di Bursa Efek Indonesia Priode 2014- 2016”.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Kebijakan Dividen

Perusahaan yang memiliki tingkat akumulasi laba abersih yang cukup baik, dari suatu priode ke priode berikutnya, biasanya memiliki potensi untuk dapat membagikan sebagian dari laba bersih tersebut kepada pemilik perusahaaan (pemegang saham). Distribusi laba bersih kepada pemegang saham ini dilakukan dalam bentuk dividen. Umumnya dividen yang di berikan adalah berupa uang kas atau saham biasa. Dividen merupakan salah satu daya tarik yang membuat investor mau menginvestasikan uangnya ke dalam saham perseroan (Hery, 2016 : 309).

Menurut Subramanyam (2016 : 229) Dividen tunai (cash dividend) merupakan distribusi kas kepada pemegang saham. Dividen ini merupakan jenis dividen yang paling umum dan saat diumumkan menjadi kewajiban bagi perusahaan. Jenis dividen yang lain adalah dividen non-tunai, atau dalam bentuk dividen properti jumlah estimasi kebutuhan kas jangka pendek. Dividen ini terutang dalam bentuk aset perusahan, dalam bentuk barang, atau dalam bentuk saham perusahaan lain. Dividen tersebut dinilai pada nilai pasar aset yang didistribusikan.

Likuiditas

Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa likuid perusahaan. Cara mengukur suatu perusahaan likuid atau tidak dapat dilakukan dengan membandingkan komponen yang ada dalam neraca, yaitu total aktiva lancar dengan utang jangka pendek (Devi dan Suardikha, 2014).

Menurut Brigham (2010),Suatu perusahaan yang mempunyai kekuatan membayar sehingga mampu memenuhi segala kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi, maka perusahaan tersebut dapat dinyatakan likuid dan sebaliknya, yang tidak mempunyai kemampuan membayar adalah ilikuid. Salah satu cara untuk mengukur likuiditas adalah dengan menghitung current ratio yang merupakan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya (current liability) melalui sejumlah aset yang dimiliki perusahaan. Current ratio yang semakin tinggi menunjukkan kemampuan kas perusahaan untuk memenuhi (membayar) kewajiban jangka pendeknya.

Profitabilitas

Menurut Ramelan (2010 : 138), Profitabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. Pengertian laba bisa bermacam-macam, tergantung dari kebutuhan dari pengukuran laba tersebut.

Pengertian Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas normal bisnisnya. Perusahaan adalah sebuah organisasi yang beroperasi dengan tujuan menghasilkan keuntungan dengan cara menjual produk (barang atau jasa) kepada para pelanggannya. Tujuan operasional dari sebagian besar perusahaan adalah

(4)

4

untuk memaksimalisasi profit, baik profit jangka pendek maupun profit jangka panjang. Manajemen dituntut untuk meningkatkan imbal hasil (return) bagi pemilik perusahaan, sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan karyawan. Ini semua hanya dapat terjadi apabila perusahaan memperoleh laba dalam aktivitas bisnisnya. Pengukuran rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara berbagai komponen yang ada di dalam laporan laba rugi atau neraca pengukuran dapat dilakukan untuk beberapa periode. Tujuannya adalah untuk memonitor dan mengevaluasi tingkat perkembangan profitabilitas perusahaan dari waktu ke waktu (hery, 2016 : 192).

Kebijakan Hutang

Menurut Hery (2016 : 162), Kebijakan hutang dalam mendanai usahanya, perusahaan memiliki beberapa sumber dana yang dapat diperoleh dari pinjaman atau modal pribadi. Dalam menentukan pemilihian pendanan haruslah dengan perhitungan yang matang. Kebijakan hutang merupakan kebijakan perusahaan tentang seberapa jauh sebuah perusahaan menggunakan pendanaan hutang untuk membiayai kepentingan operasional perusahaan. Kebijakan hutang adalah kebijakan yang diambil oleh perusahaan untuk melakukan pembiayaan melalui hutang. Mengungkapkan penggunaan hutang yang tinggi akan menyebabkan penurunan kemampuan perusahaan dalam membayarkan dividennya, dikarenakan sebagian besar keuntungan akan dialokasikan pada cadangan dana untuk pelunasan hutang. peningkatan hutang akan mempengaruhi besar kecilnya laba bersih yang tersedia bagi para pemegang saham termasuk dividen yang akan diterima karena kewajiban tersebut lebih diprioritaskan dari pada pembayaran dividen.

Mayasari & Tanuatmodjo (2016), Kebijakan utang merupakan kebijakan yang sangat penting yang diambil manajer ketika perusahaan akan melakukan ekspansi. Utang memiliki dua keunggulan penting. Pertama, utang dapat menjadi pengurang pajak. Kedua, kreditor akan mendapatkan pengembalian dalam jumlah tetap, sehingga pemegang saham tidak harus membagi keuntungannya jika bisnis berjalan dengan sangat baik. Namun utang juga memiliki kelemahan. Pertama, semakin tinggi rasio utang maka perusahaan tersebut semakin berisiko, sehingga semakin tinggi dari utang maupun ekuitasnya. Kedua, jika sebuah perusahaan mengalami masa masa sulit dan laba operasi tidak cukup untuk menutupi beban bunga para pemegang sahamnya harus menutupi kekurangan tersebut. Jika mereka tidak dapat melakukannya, maka akan terjadi kebangkrutan.

2.3 Kerangka Pemikiran

(5)

5

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

H4 H3 H1

H5 H2

Pengaruh Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen

Kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba sehingga memiliki pengaruh pada keputusan pembagian dividen. Apabila tingkat profitabilitas tinggi maka laba yang akan dihasilkan perusahaan akan semakin besar yang akan dibagikan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham. Profitabilitas dalam penelitian ini diproksikan dengan return on Equity (ROE). Semakin tinggi profitabilitas sebuah perusahaan, maka semakin tinggi pula arus kas dalam perusahaan tersebut, dan diharapkan perusahaan akan membayar dividen yang lebih tinggi. Dengan demikian ROE berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen.

Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Kebijakan Dividen

Kebijakan hutang yaitu kebijakan yang diambil perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dan melakukan pembiayaan melalui hutang. Perusahaan akan memilih untuk membagikan sejumlah dividen yang rendah Apabila struktur pemodalan lebih tinggi dari pada hutang maka pihak manajemen lebih memilih untuk membayar hutang dari pada membagikan dividen.

Pengaruh Likuiditas Terhadap Kebijakan Dividen

Likuiditas berhubungan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial yang harus dipenuhi dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, tinggi rendahnya likuiditas berpengaruh terhadap pembayaran dividen kepada para pemegang saham, hal ini merupakan kebijakan dividen yang harus dipertimbangkan lebih lanjut oleh perusahaan. Untuk menilai likuiditas suatu perusahaan dapat digunakan Current Ratio (CR). Likuditas suatu perusahaan akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memberikan dana operasionalnya.

Selain itu semakin besar kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang maka semakin besar pula kemampuan perusahaan mempunyai kemampuan untuk membayar dividen secara kas.

Pengaruh Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen Dimoderasi Oleh Likuiditas

Curren Ratio (Z) Return On

Equitas

(X1) Divien Payout

Ratio (Y) Debt to

Equity Ratio (X2)

(6)

6

Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi

kewajiban jangka pendeknya. Perusahaan yang memiliki kemampuan yang tinggi untuk menghasilkan laba tidak selalu memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Karena itu, perusahaan yang memiliki kemampuan menciptakan laba cukup baik (profitabilitas tinggi), dan didukung dengan potensi likuiditas yang baik, maka jumlah dividen yang dibagikan akan semakin besar, karena aliran kas didalam perusahaan semakin meningkat seiring besarnya kemampuan profitabilitas yang didukung dengan likuiditas yang baik.

Pembayaran dividen tunai itu sendiri merupakan pengurangan aset lancar yang diambil melalui keuntungan perusahaaan. Dengan begitu, likuiditas perusahaan memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen tunai.

Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Kebijakan Dividen Dimoderasi Oleh Likuditas

Kebijakan hutang sangat penting bagi perusahaan dan pemegang saham.

perusahaan menyukai tingakat utang yang lebih tinggi karena dengan tingginya tingkat utang maka perusahaan akan memperoleh bunga yang tinggi. Tingginya tingkat bunga akan mengurangi pajak perusahaan. perusahaan dengan tingkat hutang yang tinggi cenderung akan meminimumkan pembayaran dividen kepada semua pemegang saham, dikarenakan sebagian besar keuntungan yang diperoleh akan dialokasikan pada cadangan dana untuk pelunasan hutang sehingga dapat mencegah terjadinya kebangkrutan. Semakin rendah hutang yang dimiliki maka akan semakin tinggi dividen yang akan di bayarkan. Perusahaan yang memiliki likuiditas yang baik akan memperkuat pengaruh negatif hutang terhadap kebijakan dividen, karna semakin likuid perusahaan maka semakin banyak ketersediaan dana yang dimiliki perusahaan.

Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan atau pertanyaan sementara yang diungkapkan secara deklaratif permasalahan. Berdasarkan uraian pada kerangka pemikiran dan untuk menjawab identifikasi masalah, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H1 : Diduga Profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan dividen.

H2 : Diduga Kebijakan Hutang berpengaruh terhadap kebijakan dividen.

H3 : Diduga Likuiditas berpengaruh terhadap kebijakan dividen.

H4 : Diduga Likuiditas mampu memoderasi pengaruh Profitabilitas terhadap kebijakan dividen.

H5 : Diduga Likuiditas mampu memoderasi pengaruh Kebijakan Hutang terhadap kebijakan dividen.

METODE PENELITIAN Variabel Dependen (Y)

Kebijakan Dividen

Kebijakan Dividen merupakan pembayaran kepada pemilik perusahaan yang diambil dari keuntungan perusahaan, baik dalam bentuk saham maupun tunai. Dividen dibagi sesuai dengan jumlah lembar saham yang dipegang oleh masing- masing pemilik secara proporsional. Perusahaan yang memiliki tingkat akumulasi laba bersih yang cukup baik tiap periodenya biasanya memiliki potensi untuk membagikan sebagian dari laba bersihnya kepada pemegang saham (Heri,

(7)

7

2013 : 7). Kebijakan dividen tunai adalah kebijakan yang dilakukan perusahaan dengan membagikan laba perusahaan berupa uang tunai. Adapun pengukuran dividen tunai dalam penelitian ini dapat dihitung dengan rumus:

Keterangan:

Sumber : Devi (2014) Variabel Independen (X) 3.3.2.1 Profitabilitas

Rasio profitabilitas pada penelitian ini menggunakan return on equity.

Hery (2016 : 194) mendefinisikan Return on Equity (ROE) sebagai rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi ekuitas dalam menciptakan laba bersih.

Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total ekuitas.

Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih terhadap ekuitas. Adapun pengukuran profitabilitas dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus :

Sumber : Hery (2016) Kebijakan Hutang

Kebijakan Hutang Dalam mendanai usahanya, perusahaan memiliki beberapa sumber dana yang dapat diperoleh dari pinjaman atau modal pribadi.

Dalam menentukan pemilihian pendanan harnuslah dengan perhitungan yang matang. Kebjakan hutang merupakan kebijakan perusahaan tentang seberapa jauh sebuah perusahaan menggunakan pendanaan hutang untuk membiayai kepentingan operasional perusahaan (Hery 2016:162). Kebijakan hutang dalam penelitian ini diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER). Tujuan dari rasio ini adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang- hutang yang dimilikinya dengan modal atau ekuitas yang ada. Menurut (Martikarini, 2014) rumus debt to equity ratio adalah sebagai berikut.

Sumber : Isticharoh (2016) 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑃𝑎𝑦𝑜𝑢𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = Dividen

Laba bersihX 100%

𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =Total Hutang Total Modal 𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑛 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 = Laba Bersih

Total Ekuitas

(8)

8 Variabel Moderasi

Likuiditas

Likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunkan aktiva lancar yang tersedia. Rasio likuiditas dalam penelitian ini di proksikan dengan current ratio (CR), dihitung melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aset lancar dan utang lancar. Rumus untuk menghitung current ratio yaitu:

Tabel 3.1 Sumber : Iswahyuni (2018)

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan, sehingga langkah yang dilakukan adalah mencatat dan mempelajari data keuangan yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014 sampai 2016. Laporan keuangan perusahaan ini juga dapat diperoleh di www.idx.co.id yang merupakan website/situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Teknik Penentuan Populasi dan Sampel Populasi

Menurut Sugiyono (2016 : 80), Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2014 – 2016.

Sampel

Menurut Sugiyono (2016 : 81), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik oleh populasi tersebut.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik sampling yang penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu (Sugiyono, 2016 : 85). Adapun kriteria penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2014-2016.

2. Perusahaan manufaktur yang mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan secara lengkap selama tahun 2014-2016.

3. Perusahaan yang memperoleh laba secara berturut-turut selama tahun 2014-2016.

4. Perusahaan manufaktur yang laporan keuangan dinyatakan dalam mata uang Rupiah secara berturut turut selama tahun 2014-2016.

5. Perusahaan yang membagikan dividen berturut-turut selama priode 2014- 2016.

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = Aset Lancar Kewajiban Lancar

(9)

9 Tabel 3.2

Teknik Pemilihan Sampel Penelitian

No Kriteria Jumlah

1 Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2014-2016

159 2 Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan

keuangan secara lengkap selama periode penelitian

(27) 3 Perusahaan yang mengalami kerugian selama periode

2014-2016

(45)

4 Perusahaan yang laporan keuangannya tidak dinyatakan dalam mata uang rupiah

(27) 5 Perusahaan yang tidak membagikan dividen berturut-

turut selama priode 2013-2016

(26)

Jumlah Sampel 34

Periode Pengamatan 3

Jumlah Data 102

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif

Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

ROE 102 ,01294 ,75426 ,1525218 ,10309007

DER 102 ,07088 2,12409 ,6111264 ,43346328

DPR 102 ,06474 ,99872 ,3779538 ,22396723

CR 102 ,5054 12,9946 3,079151 2,1766702

Valid N (listwise) 102

Sumber : data dikelola peneliti, 2019 Tabel 2. Hasil Uji Normalitas

Hasil Pengujian Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 102

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation ,19692730 Most Extreme Differences Absolute ,070

Positive ,070

Negative -,041

Kolmogorov-Smirnov Z ,705

Asymp. Sig. (2-tailed) ,704

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Sig. (2- tailed) sebesar 0.704 lebih besar dari tarif signifikan yaitu 0.05 (p > 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini terdistribusi secara normal.

Hasil Uji Multikolinieritas

(10)

10 Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas

Hasil Pengujian Multikolinieritas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta` Tolerance VIF

1 (Constant) ,313 ,075 4,188 ,000

ROE ,442 ,196 ,204 2,256 ,026 ,969 1,031

DER -,119 ,058 -,230 -2,054 ,043 ,630 1,589

CR ,023 ,011 ,220 1,987 ,050 ,644 1,552

a. Dependent Variable: DPR

Sumber : data dikelola peneliti, 2019 Hasil Uji Autokorelasi

Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi

Hasil Pengujian Autokorelasi

Model Summaryb

R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 ,476a ,227 ,203 ,19991877 2,038

a. Predictors: (Constant), CR, ROE, DER

Sumber : data dikelola peneliti, 2019 Hasil Uji Heteroskesdastisitas

Tabel 5. Hasil Uji Heteroskesdastisitas

Hasil Pengujian Heteroskesdastisitas

Correlations

ROE DER CR Unstandardized Residual

Spearman's rho

ROE

Correlation

Coefficient 1,000 -,211* ,299** -,006 Sig. (2-tailed) . ,033 ,002 ,950

N 102 102 102 102

DER

Correlation

Coefficient -,211* 1,000 -,782** ,045 Sig. (2-tailed) ,033 . ,000 ,655

N 102 102 102 102

CR

Correlation

Coefficient ,299** -,782** 1,000 -,073 Sig. (2-tailed) ,002 ,000 . ,464

N 102 102 102 102

Unstandardized Residual

Correlation

Coefficient -,006 ,045 -,073 1,000 Sig. (2-tailed) ,950 ,655 ,464 .

N 102 102 102 102

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda

Tabel 6. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda

(11)

11

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) ,313 ,075 4,188 ,000

ROE ,442 ,196 ,204 2,256 ,026

DER -,119 ,058 -,230 -2,054 ,043

CR ,023 ,011 ,220 1,987 ,050

a. Dependent Variable: DPR

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

Kebijakan Dividen = 0,313 + 0,442 ROE – 0,119 DER + 0,023 CR +E Hasil Uji Hipotesis

Hasil Uji Signifikansi ( Uji Simultan F)

Tabel 7. Hasil Uji Signifikansi ( Uji Simultan F)

Hasil Pengujian Simultan ( Uji F )

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 1,149 3 ,383 9,587 ,000b

Residual 3,917 98 ,040

Total 5,066 101

a. Dependent Variable: DPR

a. Predictors: (Constant), CR, ROE, DER

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011). Apabila nilai probabilitas signifikansi < 0.05, maka variabel independen secara bersama- sama mempengaruhi variabel dependen. Berdasarkan hasil uji signifikansi simultan (uji F) dapat di ketahui bahwa tingkat signifikansi yaitu 0.000 < 0.05, maka dapat dikatakan bahwa Ha diterima H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak artinya profitabilitas, kebijakan hutang dan likuiditas secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2016.

Hasil Uji Signifikansi (Uji Statistic T)

Tabel 8. Hasil Uji Signifikansi (Uji Statistic T) Hasil Pengujian t

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) ,313 ,075 4,188 ,000

ROE ,442 ,196 ,204 2,256 ,026

DER -,119 ,058 -,230 -2,054 ,043

CR ,023 ,011 ,220 1,987 ,050

a. Dependent Variable: DPR

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

(12)

12

Tabel signifikansi ditentukan dengan melihat taraf signifikan adalah 0.05.

apabila thitung > ttabel atau –thitung < -ttabel dan nilai sig < 0.05 maka hipotesis akan diterima sedangkan jikan thitung < ttabel atau –thitung > -ttabel dan nilai sig > 0.05 maka hipotesis akan ditolak atau tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Hasil Pengujian Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,476a ,227 ,203 ,19991877

a. Predictors: (Constant), CR, ROE, DER

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4.10 diatas dapat di lihat bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,203 atau 20,3%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel dependen yaitu Manajemen Laba dapat dijelaskan oleh variabel independen dan variabel moderasi yaitu leverage, profitabilitas, dan kualitas audit sebesar 20,3% sedangkan sisanya sebesar 79,7% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Hasil Uji Analisi Regresi Bergada Moderasi Tabel 10. Hasil Uji Analisis Regresi Moderasi

Hasil Pengujian Regresi Moderasi

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) ,472 ,081 5,817 ,000

ROE -,658 ,337 -,303 -1,950 ,054 ,288 3,478

DER -,130 ,086 -,252 -1,510 ,134 ,248 4,030

CR -,043 ,021 -,415 -2,075 ,041 ,173 5,772

X1*Z ,442 ,112 ,896 3,936 ,000 ,134 7,467

X2*Z ,001 ,053 ,003 ,024 ,981 ,384 2,601

a. Dependent Variable: DPR

Berdasarkan pada tabel 4.11 pengujian regresi diatas maka dapat model analisis regresi moderasi antara variabel independen, variabel moderasi, dan hubungan antara variabel independen dengan variabel moderasi terhadap variabel dependen dapat ditansformasikan dalam model persamaan berikut

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3Z + β4Z1 + β5Z2 + e

EM = 0,472 – 0,658 – 0,130 – 0,043 + 0,442 + 0,001 + E Pengujian Hipotesis Moderasi

Tabel 11. Pengujian Regresi Moderasi Tahap 1 Hasil Pengujian Parsial Moderasi (Uji t) Tahap 1

Coefficientsa

Model Unstandarized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) ,189 ,045 4,241 ,000

ROE ,504 ,197 ,232 2,559 ,012

CR ,036 ,009 ,355 3,914 ,000

(13)

13

Tabel 12. Pengujian Regresi Moderasi Tahap 1

Hasil Uji Parsial Moderasi (Uji t) Tahap 1

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) ,333 ,057 5,869 ,000

ROE -,559 ,338 -,257 -1,656 ,101

CR -,026 ,019 -,250 -1,374 ,173

X1*Z ,429 ,114 ,870 3,761 ,000

a. Dependent Variable: DPR

Hasil output regresi tahap 1, menunjukkan bahwa pengaruh interaksi Z1 yaitu profitabilitas dan likuiditas terhadap kebijakan dividen adalah positif, dengan koefisien matriks 0,429 yang artinya memoderasi dari likuiditas memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Dengan pengaruhnya adalah signifikan yaitu 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil ouput regresi tahap 1 adalah termasuk kriteria quasi moderator.

Tabel 13. Pengujian Regresi Moderasi Tahap 2

Hasil Pengujian Parsial Moderasi (Uji t) Tahap 2

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) ,395 ,067 5,900 ,000

DER -,139 ,058 -,269 -2,379 ,019

CR ,022 ,012 ,214 1,899 ,060

a. Dependent Variable: DPR

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

Tabel 14. Pengujian Regresi Moderasi Tahap 2 Hasil Pengujian Parsial Moderasi (Uji t) Tahap 2

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) ,389 ,069 5,637 ,000

DER -,167 ,091 -,323 -1,834 ,070

CR ,020 ,013 ,191 1,504 ,136

X2*Z ,023 ,057 ,058 ,406 ,686

a. Dependent Variable: DPR

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

Hasil output regrsi moderasi tahap 2, menunjukkan bahwa pengaruh interaksi Z2 terhadap Y adalah positif, dengan nilai 0,023 artinya moderasi dari likuiditas memperkuat pengaruh kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen.

Dengan pengaruhnya adalah signifikan dimana signifikansi 0,686 > 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil ouput regresi tahap 1 adalah termasuk kriteria bukan moderator.

(14)

14

Hasil Uji Signifikansi Moderasi (Uji Simultan F) Tabel 15. Hasil Uji Signifikansi Moderasi Simultan F Hasil Pengujian Signifikansi Simultan Moderasi (Uji F) ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 1,694 5 ,339 9,645 ,000b

Residual 3,372 96 ,035

Total 5,066 101

a. Dependent Variable: DPR

5 Predictors: (Constant), X2*Z, ROE, CR, DER, X1*Z

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

Berdasarkan tabel 4.16 uji ANOVA dibawah ini maka diperoleh Fhitung

sebesar 9,645 sedangkan ftabel sebesar 2,70 dengan angka signifikansi 0.000 dengan signifikansi yang digunakan yaitu 0,05 (5%). Nilai fhitung lebih besar dari ftabel serta tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka menunjukkan bahwa model penelitian ini dengan profitabilitas, kebijakan hutang, likuiditas, (profitabilitas x likuiditas) dan (kebijakan hutang x likuiditas) secara bersama- sama mempengaruhi variabel dependen yaitu kebijakan dividen.

Hasil Uji Koefisien Determinasi Moderasi (R2)

Tabel 16. Hasil Uji Koefisien Determinasi Moderasi (R2) Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Moderasi (R2)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,578a ,334 ,300 ,18742529

a. Predictors: (Constant), X2*Z, ROE, CR, DER, X1*Z

Sumber : data dikelola peneliti, 2019

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4.17 dapat dilihat bahwa nilai adjusted R square mengalami kenaikan dari 20,3% menjadi 30,0%

terjadi kenaikan sebesar 9,7%. hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel independen, variabel moderasi, serta interaksi antara variabel independen dan moderasi yaitu sebesar 30,0% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan regresi berganda serta uji hipotesis dengan uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2016.

2. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan regresi berganda serta uji hipotesis dengan uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel kebijakan hutang memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2016.

3. Berdasarkan hasil pengijian dengan menggunakan regresi berganda serta uji hipotesis dengan uji parsial (uji t) menunjukan bahwa variabel likuiditas memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen pada

(15)

15

perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2016.

4. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan regresi moderasi menunjukkan bahwa variabel Likuiditas mampu memoderasi hubungan antara Profitabilitas dengan arah positif terhadap Kebijakan Hutang pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2016.

5. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan regresi moderasi menunjukkan bahwa variabel Likuiditas mampu memoderasi hubungan antara Kebijakan Hutang dengan arah negatif terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2016.

Saran

Adapun saran yang dapat di rekomendasikan peneliti adalah sebagai berikut:

1. Menambah periode pengamatan, serta menambah indeks atau proksi lain agar dapat dirasakan lebih dalam mendeteksi kebijakan dividen.

2. Menambah sampel dan jenis penelitian yang lebih besar lagi dan bukan hanya perusahaan manufaktur dimana tidak dapat menggambarkan jenis perusahaan yang ada di Indonesia tentang kebijakan divien sebuah perusahaan

3. Menambah variabel independen (bebas) lainnya.

4. Bagi perusahaan harus bijak dalam memutuskan dalam pengauditan laporan keuangan perusahaan dan perusahaan hendaknya mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan.

5. Untuk selanjutnya dapat menggunakan sektor manufaktur yang sudah banyak diteliti sebelumnya.

6. Sebelum melakukan penelitian, peneliti hendaknya disarankan untuk memastikan]\’

7. kelengkapan data yang akan digunakan dalam penelitian sehingga tidak menemui kendala saat penelitian.

(16)

16 DAFTAR PUSTAKA

Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston. (2010). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi II, Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.

Devi A.A.Ayu Mirah Varthina & I Made Sadha Suardikha. “Pengaruh Profitabilitas pada Kebijakan Deviden dengan Likuiditas dan kepemilikan Manajerial sebagai variabel Pemoderasi” E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Vol. 3, No. 12, Pp: 702-717. ISSN : 2337-3067.

Hery. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Isticharoh, Rainnissa Risnanda. (2016). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen.

Universitas STIE Perbanas Surabaya.

Iswahyuni, Siti. (2018). Pengaruh Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, Kepemilikan, Manajerial, Leverage, Likuiditas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen. JOM Fekon, Vol.5 ED.1 (Januari – Juni 2018).

Mayasari, & Tanuatmodjo, H. (2016). Pengaruh likuiditas dan proftabilitas terhadap kebijakan dividen. Journal of Business Management Education 1(2), 11-16.

Ramelan. (2010). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Penerbit PPM.

Subramanyam, K.R. dan John J. Wild. (2016). Analisis Laporan Keuangan, Buku 1, Edisi 10,Jakarta : Penerbit Salemba Empat.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

www.idx.co.id

Referensi

Dokumen terkait

13 Dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi untuk mempelajari laporan keuangan tentang Pengaruh kebijakan hutang dan Profitabilitas terhadap kebijakan Dividen pada Perusahaan